Rules!

april-juni WP

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | 20 Komentar

(Drabble) Tetaplah Seperti Kamu Adanya

tetap-apa-adanya

||Title : Tetaplah Seperti Kamu Adanya || Author : Fadila Setsuji || Genre : Romance, Komedi-Gagal|| Length : Drabble || Cast : Yoona – Oh Sehun||

~~ Happy Reading~~

***

 

Sadarkah bahwa dirimu seringkali tidak peka ?

Bibir ranum Ihm Yoona mengerucut ketika Oh Sehun datang dengan santainya dan mengatakan ‘Hai’ tanpa merasa bersalah telah membuat gadis ini menungguinya hingga dua jam. Oh Tuhan…

“Kau belum memesan apapapun? Apa sedang diet,eoh?”

Dan kekesalan Yoona bertambah karena Oh Sehun yang dengan sekehendak hatinya dan semau otaknya berpikir bahwa gadis ini tengah diet. Tidak tahukah laki-laki yang dipuja seorang Ihm Yoona ini, bahwa beberapa tahun belakangan perempuan yang bertubuh kurus justru menjadi sasaran bullying karena di sangka sebagai perempuan dengan gangguan anorexia atau bulimia?

“Oh iya… Kau bahkan si pelahap makanan. Mana mungkin mau diet yah?”

Tidakkah Cupid salah menghunuskan panah cintanya? Kenapa justru kepada laki-laki yang bertindak dan berpikir dengan kehendaknya sendiri ini… Yoona justru luluh?

“Yak,neo!

Kenyataan yang menyebalkan… Sama menyebalkannya dengan kelakuan Oh Sehun!

*

Romantis? Kamu sepertinya tidak mengenal kata itu didalam kamus kehidupanmu!

Untuk kesekian kalinya…

Ihm Yoona harus mengelus dada ketika beberapa kawan baiknya datang lalu bercerita tentang betapa romantisnya pasangan mereka. Oh, ini termasuk babak menyebalkan dalam perputaran kehidupan gadis ini.

“Semalam… Kami menonton di bioskop… Film romantis dan… Kami berciuman”

Ihm Yoona menatap takjub temannya. Cerita yang manis. Tanggapan Yoona terhadap sang kawan dengan pasangannya. Bahkan diantara beberapa detik disela-sela cerita yang dituturkan sang kawan itu, tokoh utama kita ini membayangkan cerita romantis orang lain adalah kisah yang diperankan bukan oleh mereka, tetapi Ihm Yoona dan Oh Sehun…

“Yak, Yoona-ya!” Semua menoleh ke sumber suara “Aku tunggu di kantin. Aku sudah lapar”

Dan Oh Sehun, dengan sengiran khas yang menyebalkan… Sukses mengembalikan Ihm Yoona ke dunia nyata—yang tidak mungkin mendapati Sehun menjadi pria romantis di sana.

“Oh iya, Yoong-a” Kali ini hanya Ihm Yoona yang menoleh, mengikuti asal suara. Salah satu kawannya lalu terlihat mengerutkan dahi “apa hanya perasaanku atau… Kau dan Sehun… Memang tidak pernah terlihat romantis?”

Yoona merasa hari itu, dia ingin hidup dalam dunia imajinasinya. Oh Sehun versi imajinasi Yoona jauh… Sangat jauh berbeda dan mungkin lebih baik dari Oh Sehun di kehidupan nyata?

*

Dan tahukah kamu…Bahwa dirimu seringkali bertingkah menyebalkan?

“Sepupu-sepupuku juga ingin ikut,katanya…”

Diantara momen-momen menyebalkan yang rusak karena Oh Sehun… Ini adalah babak yang paling menguras emosi dan memangkas habis kesabaran seorang Ihm Yoona terhadap Oh Sehun.

“Mereka akan membayar tiket sendiri-sendiri koq… Takkan menguras won di dompetmu” Penghiburan pertama yang meluncur dari bibir Oh Sehun. Membuat Yoona menganga dramatis.

Selanjutnya, kata-kata yang (mudah-mudahan) dapat membuat suasana lebih baik keluar lagi dari bibir namja itu “Oh iya, bahkan sepupu tertuaku akan membayarkan biaya penginapan kita juga. Sangat menghemat pengeluaran bukan?”

Dan ketika penghiburan yang (sebenarnya bukan) terakhir meluncur dari bibir Sehun… “Kau bahkan akan di traktir belanja di salah satu mall terkenal di sana, Yoona…”

Disinilah uneg-uneg dan semua kekesalan yang tertahan di hati Ihm Yoona kepada Oh Sehun akhirnya meledak! “AKU MEMANG SAYANG WON DI DOMPETKU, TAPI YANG AKU BUTUHKAN ITU HANYA KAU DAN AKU YANG LIBURAN BERSAMA! BUKANNYA LIBURAN BERAMAI-RAMAI, DASAR BABO!!!”

Ucapan yang jika di ketik menjadi naskah penuh huruf besar itu akhirnya meluncur bebas, membuat Yoona terengah-engah sebelum akhirnya berbalik dan meninggalkan Oh Sehun yang kini mematung. Lelaki ini memilih untuk tidak mengejar, sebab dia pernah melakukan itu sekali pada saat mereka bertengkar dan berakhir dengan Sehun yang tidak di biarkan masuk ke dalam rumah Ihm Yoona selama sehari penuh. Dan juga pada saat itu memang sudah pukul sebelas malam…

“Oh iya…” Dan Sehun mendadak tersadar saat dirinya mendengar serta mendapati Ihm Yoona telah berdiri di hadapannya. Oh, apakah sang kekasih memaafkannya?

“Aku ingin putus!”

Ternyata tidak….

*

“Kau memang pantas… // bahkan sejak dulu, aku akan memutuskanmu jika jadi Yoong eonni!

Sepasang muda mudi yang tidak pernah dipercayai Sehun akan menjadi orang yang dimintai saran dalam konsultasi masalahnya, semakin menambah keyakinan namja itu bahwa keduanya sama sekali bukan orang yang tepat untuk diceritakan masalah terutama bertema asmara. Keduanya bersikukuh bahwa Sehun adalah orang yang tidak baik untuk di jadikan teman kencan.

“Yak! Jadi aku harus bagaimana?!” Sehun meledak, dan kedua muda mudi itu sontak membeku seperti baru saja tersentuh keajaiban tokoh dalam salah satu kartun populer. Luhan dan Seohyun membeku.

*

“Mungkin kau yang harus berusaha menerima, Yoong… Bukankah kau bilang sangat menyayangi si Zombi tampan itu?”

Entah harus mengikuti pikirannya untuk menghajar Kwon Yuri atau merenungi perkataan sahabatnya itu, Yoona merasa bingung untuk mengambil pilihan yang mana. Opsi pertama… terdengar menarik karena gadis itu seolah menafsirkan Yoona dan perbuatannya terhadap Sehun selama ini adalah sebuah bentuk ketiadaan rasa sabar. Dan kedua, dia juga menambahkan ejekan pada Sehun. Beraninya mengejek laki-laki yang dipilihnya.

Tapi…

Bukan berarti saran ini tidak dapat direnungkan, sebab memang benar, Yoona masih menyayangi Oh Sehun. Tetapi, cukupkah dengan bersabar, maka situasi dan atmosfer dalam hubungan berpacaran mereka menjadi lebih baik?

Menyadari jika sahabatnya itu tengah berdilema ria dengan pikirannya, Yuri pun menarik napas dan menepuk bahu Yoona agak keras “Yak! Kenapa terlalu berpikir keras,eoh? Lakukan saja apa yang dikehendaki hatimu dan… yakin akan itu”

Yakin…

“Yak, kau benar.., Yuri-a Gomawo!!!”

Dan Yoona melakukan hal yang disarankan Yuri. Mengikuti apa yang dikehendaki hatinya; memeluk Yuri dengan begitu erat—sampai gadis ini harus memberontak agar dilepaskan karena sesak—dan menemui Sehun—karena yakin dia menyayangi laki-laki manekinnya itu.

***

“Sehun-a? // E-eoh…Yoona…”

Keduanya berpapasan di persimpangan jalan. Dan dahi Yoona mengernyit ketika melihat sesuatu yang dipegang Sehun. Tiga barang yang mengingatkan Yoona pada peristiwa sebelum dia memutuskan hubungan dengan Sehun.

“Eum.., kau mungkin marah karena aku… Jadi.., aku…” Sehun berucap dengan terbata, dan terus mengusap tengkuknya. Kebiasaan laki-laki itu ketika gugup, dan senyum Yoona tak lagi terkulum.

“Mianhae, Yoona-ya. Aku memang bodoh, tidak peka dan…” sebelum menyelesaikan kalimatnya, dari bibir ranum gadis itu, meluncur kalimat yang membuat Sehun tertegun.

“Dan tetaplah seperti itu,Hun!” Ujar Yoona “Seperti kamu adanya.”

“Yoona…”

Saranghae… Sehun si bodoh, tidak peka dan… Sehun yang selalu seperti adanya”

*

(Epilog)

“Yak, Oh Sehun! Kenapa film horor?!”

Yoona menggerutu. Dan Sehun menatapnya polos seraya berkata

“Karena katanya aktor Do Kyungsoo berperan jadi hantunya, jadi aku penasaran ingin melihat bagaimana dia menghayati perannya sebagai hantu”

Kalimat yang membuat Yoona menganga dramatis

“Tapi.., kau tahu kan aku benci film horor?! Dan lagipula sejak kapan kau menjadi penggemar Do Kyungsoo?!”

Sehun tampak berpikir sebelum akhirnya berkata

“Bukan Do Kyungsoo…” Sehun menggaruki tengkuknya “Aku berpikir keren jika nanti filmnya seram dan kau bersembunyi di belakang lenganku saat takut dan bukannya sibuk melihati aktor keren itu berlakon. Dan sepertinya terdengar cukup romantis juga,kan?”

Dan pernyataan Sehun membuat Yoona mendesah pasrah. Memaklumi usaha otak namja itu tentang hal-hal romantis yang (tidak akan) terdengar romantis bagi Yoona. Tapi itulah Sehun.., dengan segala apa yang ada di dirinya.

“Baiklah! Baiklah” Yoona mengakhiri perdebatan mereka dengan menggandeng lengan Oh Sehun dan masuk kedalam gedung teater bioskop.

END

Maafkan penulis FF ini karena menciptakan fiksi YoonHun menjadi komedi-gagal seperti ini >.< Inspirasi yang tak kunjung datang dan hal-hal bersifat personal kemudian menjadi satu diantara banyak alasan rasional mengapa FF ini terbentuk dan berakhir dengan kondisi begitu T^T
Mudah-mudahan, ke depannya saya mampu menyajikan FF YoonHun dengan ide yang lebih baik dan alur yang lebih menarik lagi….

Dipublikasi di Comedy, Fanfiction, Romance | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Jinyoung B1A4 Ciptakan Lagu Terakhir untuk I.O.I

KoreanIndo

Pada tanggal 9 Januari, dikabarkan bahwa Jin Young dan I.O.I telah menyelesaikan rekaman lagu baru pada bulan Desember.

I.O.I, yang menyelesaikan kegiatan mereka setelah konser terakhir pada bulan Januari, menciptakan lagu untuk penggemar mereka.

i.o.i

Lihat pos aslinya 79 kata lagi

Dipublikasi di Fanfiction | Meninggalkan komentar

[Prolog] Two Different Life

2-girl-different-life

“JEOSONGHAMNIDA… aku terlambat!”

Lelaki dengan blazer berwarna kelabu itu tersentak, kemudian menoleh dan menyunggingkan senyum penuh arti. Senyuman yang indah tertuju pada gadis berbando pink, yang ikut tersenyum sembari menghampirinya. Sejenak keduanya saling menatap, setelah itu merapatkan telapak tangan untuk berdoa didepan makam seseorang. Angin musim gugur yang berembus sesekali menyebar aroma dupa yang baru saja dibakar oleh Luhan. Suasana begitu tenang pada saat itu.

“Seohyun-ah” Luhan memanggil gadis itu, membuat matanya membulat. Ah… Betapa menyenangkan melihat mata indah gadis tersebut secara langsung. Betapa leganya ketika Luhan tak perlu bermain dengan ingatannya hanya untuk menghilangkan sesak akibat merindukan Seohyun.

Bibir Seohyun memperlihatkan celah “L-luhan-sshi… Waeguraeyo?”

Tatapan Luhan melembut sebelum beralih menatap pigura wajah dari orang yang dimakamkan itu “Amugeoto aniya…”

“Luhan-sshi..?”

Lelaki itu kembali menatap Seohyun sembari berkata “… Aku hanya… Hanya merasa bahwa aku kembali hidup. Aku bisa bernapas tanpa beban”

“Luhan-sshi…”

Seohyun menatapnya dalam. Dan ketika dia ikut menatap gadis tersebut, Luhan jadi semakin yakin bahwa dirinya telah benar-benar hidup tanpa beban. Dia merasakan kebebasan yang sebenarnya hanya dengan tatapan itu… Ah, keberadaan gadis itu sungguh menciptakan kehidupan bagi seorang Luhan.

“Dan itu semua…” Luhan menjeda. Angin musim gugur berembus cukup kencang dalam kurun jeda itu, menghadirkan suasana khas yang menciptakan keheningan diantara keduanya.

“…karena aku…”

Luhan baru akan mengatakan hal yang penting ketika suara suara berbisik yang tak asing itu tertangkap oleh telinganya. Seketika tatapan lembut lelaki itu berubah tajam. Lelaki itu tahu persis siapa pemilik suara-suara yang dia dengar. Dia menduga mereka bersembunyi diantara rimbunan semak yang menguning di sekitar mapel, dan Luhan mendekati Seohyun sebelum berbisik ‘Mereka disana…’

Mata Seohyun membelalak ‘Jeongmal?! Aish, eonni dan dongsaeng Hun pasti mengikutiku tadi…’

“Tapi aku punya rencana untuk membuat mereka keluar dari sana. Aku perlu botol air mineralmu.”

Seohyun mengernyit. Botol air mineral?

“Kau tahu kan, kemampuanku sebagai stiker tim sepak bola SMA Sangjoo?”

Seohyun akhirnya mengerti, lalu mengangguk dengan senyum di wajahnya “heum!” Gumamnya sembari menyerahkan benda yang diminta Luhan darinya. Lelaki itu kemudian meletakkan botol mineral tepat di depan sneakernya, melakukan gerakan ringan dan…

“APPEUN!!!”

Suara gemerisik terdengar ketika seorang gadis dan seorang lelaki muncul dari balik semak dengan mengelusi kepala masing-masing. Seohyun dan Luhan tertawa ringan untuk keberhasilan rencana mereka.

“Yak, Luhan! // Hyungnim~~” kedua orang itu berseru dalam waktu yang sama. Luhan tak peduli, wajah Seohyun terlihat meringis seakan merasakan sakit yang dirasakan dua orang yang dari tadi mengikutinya itu.

“Yak, Seohyun eonni… Kenapa mengikutiku?”

Mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya, gadis yang dipanggil Seohyun angkat bicara “Habis, kau bersama dengan serigala berkedok rusa itu, makanya aku cemas”

“Tapi Luhan-sshi orang yang baik…”

“Tetap saja… Dia berbahaya dan aku tahu itu, Seo!”

Sementara perdebatan kecil terjadi, dua lelaki itu hanya sibuk berpandangan sebelum akhirnya lelaki yang ikut bersembunyi di semak itu menghampiri Luhan lalu berbisik pelan “Mian, hyung…. Seohyun nuna benar-benar mencemaskan gadis itu jadi…”

“Ya, aku mengerti, Hun.”Ujarnya “Karena dia Seohyun, jadi aku mengenalnya dengan sangat baik”

Dipublikasi di Comedy, Family, Fanfiction, Friendship, life, Romance, Sad, School Life | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

[Next Project] Don’t Call Me SeohyunDerella

dont-call-me-seohyunderella

Pesta di gedung bernuansa mewah…. Beberapa orang dari kalangan penting berada. Disanalah Seohyun terjebak. Yah, dia harus menghadiri perayaan yang sama sekali tidak ingin dia datangi hanya karena permintaan menyebalkan! Dan sialnya, pesta itu juga membuatnya harus menahan keinginan untuk ‘menelantarkan’ si adik tiri yang karena itu dia harus menyeret tubuh Jung Soojung—adik tirinya—dengan sebelah sepatu yang hilang. Tetapi takdir rupanya memiliki kejutan untuk sang tokoh utama kita ini. Dari sebelah sepatu yang hilang itu, seseorang yang pernah berarti dalam hidupnya kini kembali hadir bersama dengan orang-orang yang juga ditakdirkan untuk berada di dalam dunia dan cerita hidupnya. Termasuk… Orang yang berarti bagi Luhan, tokoh yang amat dinanti Seo Joo Hyun untuk kembali dalam hidupnya…

~~Don’t Call Me SeohyunDerella~~

Catatan Penulis : hanya berupa ringkasan dari ‘proyek’ terbaru yang ingin saya garap. Respon kalian sudah pasti saya nantikan agar semangat dalam menyelesaikan FF ini—khususnya—dan beberapa FF MC saya—umumnya—tetap jalan, meski aktivitas di semester ini belakangan menjadi sedikit lebih berat tingkatannya. ^^

Dipublikasi di Comedy, Family, Fanfiction, life, Romance, Sad, School Life, Teaser / Prolog | Tag , , , , , , , , , | 2 Komentar

Jinyoung GOT7 Pertimbangkan Berakting di “Legend of the Blue Sea”

KoreanIndo

got7-flight-log-turbulence-hard-carry-jinyoung

Apakah Jinyoung GOT7 mirip dengan Lee Min Ho?

JYP Entertainment mengungkapkan pada 30 September bahwa Jinyoung GOT7 tengah mempertimbangkan untuk berakting dalam drama Rabu-Kamis SBS, “Legend of the Blue Sea” yang dibintangi oleh Lee Min Ho dan Jun Ji Hyun.

Lihat pos aslinya 74 kata lagi

Dipublikasi di Fanfiction | Meninggalkan komentar

“The Legend of the Blue Sea” Ungkap Potongan Gambar Pertama Jinyoung GOT7

Yea~~ JR Oppa 🙂

KoreanIndo

the-legend-of-the-blue-sea-lee-min-ho-jun-ji-hyun-2

SBS merilis foto teaser terbaru dari dua karakter utama “The Legend of the Blue Sea”, Lee Min Ho dan Jun Ji Hyun, serta menampilkan karakter mereka saat masih anak-anak.

Lihat pos aslinya 120 kata lagi

Dipublikasi di Fanfiction | Meninggalkan komentar

Gary Ucapkan Terima Kasih di Hari Terakhir Syuting “Running Man”

KoreanIndo

gary-lee-kwang-sooGary akhirnya telah mengakhiri masa-masa bersama “Running Man”.

Lihat pos aslinya 140 kata lagi

Dipublikasi di Fanfiction | Meninggalkan komentar