Rain

Gambar

Title       : Rain….

Author   : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre     : Romance

Length    : Drabble

Cast        : Seohyun (SNSD), Luhan (EXO-M), Sehun (EXO-K)

Pairing    : SeoHan ^^

Disclaimare  : Semua cast yang ada dalam cerita milik Tuhan YME dan orangtua masing masing tentunya….. Saya hanya sebagai pemilik dari cerita ^__^

*Backsound(?) : Davichi-It’s You & Na Yoon Kwon-because you’re my everything *kagak tau deh nyambung apa nggak ama ceritanya* ^^

~Happy Reading~

  Kupandangi  yeoja disampingku, sedang tertidur dengan lelapnya. Mungkin karena di luar sedang turun hujan, dia pun tertidur. Bibirku terus menyunggingkan senyum melihat wajah manisnya.

“Luhan…..”

  Deg…

Hatiku tersentak ketika dia bergumam menyebut nama Luhan, namja yang menjadi sahabat Seohyun dan juga aku. Mungkinkah dia….Masih menyukai Luhan?

   Kupandangi wajahnya sambil membelai rambut panjang yang selalu dibiarkannya terurai itu. Betapa aku merasa seperti namja yang menyedihkan sekarang ini. Meski Seohyun adalah yeojachinguku, namun aku meragukannya. Aku ragu akan perasaannya padaku…. Bahkan aku sempat berpikir untuk mengakhiri hubungan ini dan membiarkannya bersama Luhan. Namun….Hati kecilku berontak, tak mengizinkan aku untuk melakukannya. Rasa cintaku sama besarnya dengan perasaanku yang ingin selalu berada di sisinya, memilikinya dan melindunginya…..

  Pyaaarrr…. terdengar suara petir yang cukup keras. Seohyun terkejut dan memelukku. Kurasakan tubuhnya yang bergetar. Dia begitu takut mendengar suara petir.

“Seo-ah…..Tenanglah…”

   Kuusap lembut punggungnya. Terdengar olehku suara isak tangisnya. Dia pun makin mempererat pelukannya, begitupun denganku.  Setelah beberapa saat, dia mulai merenggangkan pelukannya dan menatapku dengan kedua mata indahnya.

 “Uljima, Seo-ah…. Aku akan disini bersamamu”

  Kuusap air matanya dengan kedua telapak tanganku. Kugenggam erat kedua tangannya yang masih bergetar.

Kreekk…. terdengar suara pintu yang dibuka dan disusul dengan suara langkah kaki yang terdengar semakin dekat. Dan kemudian terlihat sosok yang tentunya sudah tidak asing bagiku.

“Luhan-ah…..”

“Ah, kalian masih menungguku? Kenapa kalian tidak…..”

  Seohyun tiba tiba berlari menghampiri Luhan dan memeluknya erat. Tangisnya pun pecah, bahkan lebih dari yang tadi. Tubuhnya terlihat gemetar. Sedangkan Luhan tampak terkejut dan menatapku. Aku merasakan terkejut dan sedih disaat yang bersamaan. Namun aku berusaha menyembunyikan rasa itu dengan melayangkan senyum pada Luhan

“Gwenchana…..”

   Ucapku setengah berbisik pada Luhan. Dia pun mengalihkan pamdangannya dariku dan perlahan menepuk punggung Seohyun lembut. Entah ini hanya perasaanku saja, atau memang benar Seohyun mencintai Luhan dan bukan aku?

***

~Rain~

Hujan ternyata masih turun. Bahkan bertambah deras di banding sebelumnya. Aku bersama Luhan dan Seohyun hanya bisa memandangi hujan sambil menghela nafas.

“Hm….Sehun…”

“Hm?”

“Kalian pakai saja payungku. Aku akan menunggu taxi”

“Tapi…..”

“Tenanglah… Aku akan….”

“Andwae! Kita tetap harus pulang bertiga”

“Ya, chubby. Kau pulanglah duluan bersama Sehun. Aku….”

“Yasudah! Ayo kita pulang saja Sehun”

Seohyun menekuk wajahnya dan langsung menarik tanganku setelah mengambil payung dari tangan Luhan. Aku menengok kepada Luhan. Kulihat namja itu memandangiku dan Seohyun sambil tersenyum. Namun aku merasa ada kesedihan yang terpancar saat dia menatap kami. Apa mungkin….

Seohyun menghentikan langkahnya. Dia berbalik dan berlari menghampiri Luhan, menariknya menuju ke tempatku berdiri.

“Kita pulang bertiga, otthe?”

Seohyun menyunggingkan senyumnya dan kami pun berjalan bersama

***

~Rain~

“Eoh, busnya datang!!!”

  Seohyun berseru, dan tentu saja aku, Luhan serta beberapa orang yang berada di sekitar kami tersentak. Seohyun terkadang memang suka bersikap kekanakkan, namun itulah salah satu bagian dari dirinya yang aku suka….

“Ayo kita naik…..”

Seohyun menarik tanganku dan Luhan bersamaan. Ketika kami tiba di depan pintu bus, tanganku terlepas dari Seohyun karena seorang ajjuma yang melintas. Saat Seohyun dan Luhan telah berada di dalam, aku terpaksa harus masuk sambil berdesakkan dengan beberapa orang yang juga akan naik ke dalam.

“Kris…..Kami disini”

Terlihat olehku Seohyun dan Luhan yang melambai lambaikan tangan kearahku. Tangan keduanya masih saling bergenggaman…..

“Ya! Kalian berisik sekali….”

   Seorang ajjuma tampak memarahi keduanya. Bahkan ajjuma itu menepuk punggung Luhan dengan keras, membuatnya meringis kesakitan.  Aku pun segera menghampiri mereka dan kami pun terpaksa berdiri karena tak ada lagi tempat duduk yang tersisa. Kulayangkan sejenak pandanganku, menatap tangan mereka yang masih saja bergenggaman. Bis pun melaju….

***

~Rain~

  Menjelang pernikahanku dan Seohyun, Luhan datang dengan memakai jas hitam. Membuat penampilannya terlihat layaknya pria dewasa, meskipun menurutku wajahnya masih saja  innocent….

“Chukkhae, Sehun ah….”

“Gomawo….” Ucapku “Temuilah Seohyun. Dia ada di sana”

“Ne….”

   Luhan pun melangkah pergi untuk menemui Seohyun.Kulihat Luhan sedikit mendongak ke atas sebelum dia masuk dan menemui Seohyun. Yang aku tahu, itu adalah kebiasaan Luhan ketika dia menahan tangis. Aku menyadari jika dia menyukai Seohyun, tapi….Aku pun juga menyukainya. Kami menyukai yeoja yang sama…..

***

~Rain~

  Seohyun terlihat cantik dengan gaun putih dan buket bungan di tangannya. Dia kini berdiri di depan pintu dan perlahan lahan melangkah ke tempatku berdiri bersama Jo Ajjushi, ayahnya. Ketika memandangi Seohyun, mataku tak sengaja menangkap sosok Luhan yang sedang berdiri di  depan pintu gereja….

“Mianhae Luhan-ah….”Ucapku lirih

    Kami pun mengucap janji setia di depan pastur dan beberapa undangan yang hadir. Setelah itu aku dan Seohyun mengedarkan pandangan ke tempat para undangan. Mataku terus mencari sosok Luhan, namun sayang dia tak berada di manapun. Betapa dalamnya kau mencintai Seohyun hingga tak sanggup untuk menyaksikan kami berdiri di altar(?) bersama?

   Setelah acara pernikahan kami, aku memutuskan untuk mencari Luhan di sekitar lingkungan gereja. Dan… Benar saja, ternyata Luhan tengah duduk di bangku taman dengan berlinang air mata. Bahkan setelah melihat ponselnya, tangisnya makin bertambah….

“Saranghae”

   Suara Luhan terdengar olehku ketika dia mengatakan saranghae. Kata itu….Pasti tertuju untuk Seohyun….

   Tes tes tes…. *benernggakbunyihujanturuntuhgini?* tetes tetes air hujan mulai turun.Namun hal itu tak kuhiraukan. Aku masih saja memandangi sosok Luhan yang sedang terluka, terluka karena aku…..Karena aku yang kini telah bersama Seohyun. Dia juga menyukaimu, Luhan-ah…. tapi, aku pun sama sepertimu. Aku juga mencintainya….

 

~END~

 

  Wakh!!!  Akhirnya selesai juga FF aneh ini *teriak pake toa*

   Ini FF ketiga yang saya post di sini *nggak ada yang nanya* Semoga aja readers pada suka. FF ini semacam lanjutan atau sekuel mungkin tau apalah *bingung*(?) dari FF saya yang judulnya 60 Second  *dipost disini juga kok* ^^ Tapi saya nyeritainnya dari sudut pandang Sehun….

 Gomawo udah baca FF aneh ini *bow bareng Chanyeol_Luhan* Dan mian untuk typo  yang bertebaran dan bahasa yang abal-abal >.<

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction, Friendship, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Rain

  1. Ping balik: Still [Drabble] | EXOShiDae Fanfiction

  2. seomates_siwonest_flamers berkata:

    Koq yg 60 second gk ad thor?
    Sehun dsni egois y..
    Ksian lulu,
    keep writing thor..^^
    fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s