[Drabble] Missing…

missing

Title         : Missing….

Author     : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre      : Romance, Sad

Length     : Drabble

Rating      : PG15

Cast          : Seohyun (SNSD),Luhan(EXO),Sehun(EXO)

Note    : Annyeong….. Author bawakan lagi FF HunSeoHan. ^^ FF ini semacam lanjutan(?) dari FF author yang sebelumnya : 60 Second, Rain, Hard to Say I Love You, Mianhae Saranghae sama Waiting…  Semoga aja FF ini makin memperjelas perasaan para cast.

*Warning  : Typo dan bahasa abal abal ^^

*Backsound : Tiffany ft K.Will-A Girl Meets Love (?)

~Happy Reading~

~ Missing~

Hari ini kami akan berangkat ke pulau Jeju. Biasanya kami sering bepergian bersama. Hanya saja untuk kali ini, aku pergi berdua dengan Sehun. Sepi kurasa tanpa dirinya...

“Seo-ah….Ayo kita berangkat”

Aku tersadar dan mendapati Sehun kini berada di hadapanku, tersenyum sambil memperlihatkan dua tiket pesawat. Aku membalas senyumannya seadanya dan berjalan mengikutinya dri belakang. Sesekali kuedarkan pandanganku ke sekitar bandara, berharap agar dia ada di sana. Menampakkan senyum bodohnya. Namun, itu takkan mungkin….

***

“Seo-ah…. Kau tidak ingin memesan sesuatu?”

“Ani. Aku hanya ingin tidur saja”

“Baiklah. Silahkan tidur yang nyenyak, istriku”

Deg….

Hatiku tersentak mendengar ucapannya. Benar, kini aku telah menjadi istri Sehun. Dan sekarang ini kami akan pergi untuk berbulan madu.Dalam pernikahan, hal seperti ini selalu akan dibayangi dengan hal hal menyenangkan, tapi sepertinya tidak untukku…. Aku merasa seakan akan seperti sedang berakting. Aku merasa seperti pembohong besar. Aku melakukannya bukan karena ingin berbohong, namun karena aku tidak ingin lebih melukainya. Maaf….

***

~ Missing ~

Ku kerjapkan mataku berkali kali. Kudapati Sehun tengah tertidur di bahuku.Wajahnya yang sedang tidur selalu mengingatkanku padanya… walau memiliki sifat yang berbeda, namun wajah mereka seringkali terlihat mirip di mataku…

“Hm….Seo-ah…Saranghae”

Deg.

Hatiku terasa seperti dihantam sesuatu lagi. Mendengar igauan Sehun….Entah kenapa terasa begitu menyakitkan bagiku. Oppa….ada apa denganku?

“Ng….”

Sehun perlahan membuka matanya dan kemudian mengerjap beberapa saat. Sontak aku langsung menutup mataku, seakan akan aku sedang terlelap.

“Kau pasti lelah…..”

Sehun menuntun kepalaku dan menyandarkannya tepat di bahunya. Padahal ini bahu suamiku, tapi….Kenapa perasaanku seperti ini? Kenapa hatiku tak merasa senang sedikitpun? Kenapa…..

***

~ Missing~

Akhirnya setelah kurang lebih 2 jam(?) kami pun tiba di tempat yang kami tuju, tepatnya di sebuah penginapan yang letaknya berada di sekitar pedesaan. Sehun tampaknya begitu menikmati pemandangan di sekitar sini, sedangkan aku…. Terus menguap sejak tadi. Dan akhirnya mataku terpejam….

Kini aku berada di sekolah lama. Kuamati sekitar dan….Sesosok namja yang memang tidak asing lagi terlihat olehku. Itu….Luhan…..

“Aku….Merindukanmu”

Kuhampiri Luhan dan memeluknya dari belakang. Aku merasa begitu merindukan namja ini. Sejak menikah, dia seakan akan menghilang dari kehidupanku. Aku tahu, takkan mungkin lagi bagi Luhan untuk terus hadir di kehidupan kami, tapi….Aku ingin dia terus hadir di kehidupanku….

“Seo-ah…. Aku rasa kita…Akan bertemu lagi”

Setelah mengucapkannya, tubuh Luhan tak terlihat lagi olehku. Dia…Lenyap

“Luhan….”

Aku terjaga, dan mendapati diriku berada di sebuah ranjang cukup besar. Aku pasti bermimpi tadi….

“Seo bodoh!”

Kurutukki diriku sendiri. Bisa bisanya aku memimpikan Luhan, padahal aku telah menikah dengan Sehun…. Babo!

Aku tidak boleh begini! Aku tidak ingin menyakiti siapapun….

***

~ Missing ~

“Sehun-ah….Mianhae, aku tertidur….Hoam….”

Aku menghampirinya dan berpura pura bersikap selayaknya orang yang baru saja terjaga dari lelap. Sehun menatapku sebentar, kemudian langsung membawaku dalam pelukannya

“Y…Ya….Kau kenapa,Oh Sehun?”

“Ani…Aku hanya ingin memeluk istriku sebentar saja”

Sehun semakin mempererat pelukannya…..

“Sejak kapan kau jadi semanja ini, Oh Sehun?”

“Sejak…Kita menikah”

Benar…Kini aku telah menikah….. Aku harus berusaha melupakanmu,Luhan…Untuk sekarang dan selamanya….

Drrttt…. Kurasakan getaran dari dalam saku celanaku. Aku pun memasukan tanganku ke dalam saku, mengambil handphoneku. Namun begitu terambil(?) Sehun dengan cepat merebutnya dari tanganku…

“Oppa…”

“Kumohon…. Aku ingin menghabiskan seharian ini bersama istriku”

Deg…

Hatiku tersentak mendengarnya… Tanpa sadar aku mulai meneteskan air mata….

“Seo-ah….”

Kusandarkan kepalaku di dadanya yang bidang, membiarkan airmata ini terus berjatuhan….

***

Kini mentari telah digantikan oleh cahaya rembulan. Dan Sehun telah terlelap. Mungkin dia merasa lelah….

Kunyalakan ponselku dan menemukan satu pesan suara…Dari Luhan….

From : Luhan

   Ya! Kenapa tidak mengangkat telponku? Padahal aku juga sedang berada di pulau Jeju. Kata ibumu, kau dan Sehun juga sedang kesana, makanya aku memutuskan untuk menelponmu agar kalian menjemputku di terminal!

“Jadi….Luhan…..”

Kututupi mulutku, agar aku tidak mengejutkan Sehun. Kini mataku dipenuhi cairan bening….

Dengan cepat kuambil jaket dan segera pergi ke terminal. Meski sudah malam, entah mengapa hatiku seperti berkata bahwa aku akan bertemu dengannya disana….

Aku terus berlari tanpa mempedulikan jarak dari penginapanku ke terminal yang terbilang cukup jauh itu. Aku hanya ingin bertemu dengannya saja….Hanya itu….

Begitu sampai….Tak kutemui siapapun di sana. Hanya ada bangku yang tentu saja kosong…. Dia dimana? Luhan….Aku merindukanmu…Aku ingin bertemu

“Kau….Nona Seohyun?”

Aku tersentak ketika seorang ajjuma menghampiriku. Dia memperhatikan wajahku kemudian mengalihkan pandangannya ke layar ponsel….

“Mian…. Ajjuma mengenalku?”

“Ne. Ini fotomu kan?”

Ajjuma itu memperlihatkan fotoku bersama Luhan. Dan aku tersentak ketika mendapati sebuah gantungan di handphone itu. Handphone ini….Milik Luhan

“Ajjuma….Ini milik….”

“Ne, ini milik temanmu”

“Lalu…Dimana dia?”

“Dia….Mengalami kecelakaan tadi siang. Dan sebelum dibawa ke rumah sakit, dia memohon padaku untuk menjaga handphonennya dan menyuruhku untuk menyerahkannya padamu”

“Luhan….”

“Dia…Tertabrak saat mencoba menghubungi seseorang. Dan sekarang dia sedang berada di rumah sakit”

“Luhan-ah….”

Sekujur tubuhku langsung terasa lemah, sehingga aku jatuh terduduk.  Airmataku kembali membanjiri mataku. Luhan… Mianhae. Jika saja aku datang lebih cepat, kau takkan mengalami ini. Jika saja tadi kau tidak menelponku, tidak mungkin kau akan celaka… Luhan…. Mianhae, jeongmal mianhae……

~END~

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Angst, Family, Fanfiction, Friendship, Hurt, life, Marriage Life, Romance, Sad dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke [Drabble] Missing…

  1. Vi berkata:

    Thor , lanjut ya di exoshidae fanfic , atau ga disini , pokoknya lanjut , keren banget FF ini ^^

  2. maknaelove11 berkata:

    OHMYGAWD!
    aku sampe nyesek(?) bacanya T____T
    kasian lulu huhuhu sequel plsss

  3. Ping balik: Still [Drabble] | EXOShiDae Fanfiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s