[Chaptered] Love 사랑해 Love

Love Saranghae Love

love saranghae love 1

Title     : Love Saranghae Love

Author : Fadila Setsuji

Genre   : Romance,Friendship,Family(?)

Length  : Chapter

Cast:

  • THUNDER MBLAQ
  • SUZY MISS A
  • HENRY SUJU M
  • TAEYEON SNSD
  • LEETEUK SUJU
  • SULLI FX

Note : Ini adalah salah satu FF lama saya yang saya temukan lagi(?) saat bongkar laptop(?) Jadi mian typo, kata kata yang aneh dan alur yang gaje—____— Mungkin juga alur FF ini bakal sama dengan FF lainnya karena cerita yang saya angkat ini sifatnya umum. Tapi…FF ini 100% hasil pemikiran saya sendiri dan saya tidak melakukan perubahan pada FF ini…. ^^

Karena mendadak, jadi belum sempat author bikini posternya ^^

Story 1

New Year, New Love

   “Sekian dan terima kasih. Para pendengar setia Sukira Radio….Selamat tahun baru….”

Itulah sepenggal kata-kata dari seorang penyiar baru, namanya Park Cheondong, atau yang lebih akrab disapa Thunder….

Thunder adalah seorang remaja yang bercita cita menjadi seniman. Hanya saja uang yang ditabungnya untuk kuliah ke Prancis belum mencukupi. Dia pun mendapat tawaran dari sahabatnya Suzy untuk menggantikan kakak sepupunya sebagai penyiar. Thunder pun menerima tawaran itu karena gajinya yang terbilang cukup….

Meski penyiar baru, Thunder telah menjadi penyiar favorit khususnya bagi para pendengar yang tidak lain adalah para yeoja. Lama kelamaan, Thunder merasa nyaman dengan pekerjaan sampingannya itu. Bukan karena gaji, namun karena rasa senang dalam hatinya karena telah banyak menyenangkan para pendengar… Bisa dikatakan Thunder telah mencintai profesinya itu

***

  Setelah siaran, Thunder membeli sebuah hadiah tahun baru untuk seseorang. Thunder bergegas kembali ke rumah. Tak sabar ingin segera memberikan hadiah tahun baru itu. Namun, ketika dirinya tiba…. Yeoja yang ingin ditemuinya itu tak menampakkan diri. Yang muncul hanyalah seorang namja tampan yang sedang menyeka bulir air mata di sudut matanya….

“Henry? Kenapa kau menangis?”

“Yoona noona….Telah pergi….”Henry terisak

Seluruh tubuh Thunder terasa lemah. Dia pun jatuh….

“Kau….Pasti bercanda kan?”

“Aku…”Henry tak mampu berkata kata lagi. Air matanya bertambah deras….

Tak Kuasa Thunder menahan air matanya….

Dia pun menangis bersama dengan turunnya salju di tahun baru…. Suara kembang api yang menggelegar tak mampu meredam suara tangisnya….

***

Di tempat lain….

Suzy tengah asyik mendengarkan Sukira Radio sambil menunggu seseorang. Yeoja itu tengah asyik mendengarkan penyiar baru Sukira yaitu Thunder. Baginya Thunder adalah seorang penyiar yang mengagumkan…

“Kenapa Henry tidak datang?” Seorang yeoja terlihat sedang sibuk menatap arloji pink di tangannya. Yeoja cantik itu hanya bisa bersedih, karena Henry yang sejak tadi ditungguinya tak kunjung datang… Di tengah histeria para pasangan ketika kembang api dinyalakan, yeoja cantik itu malah terlihat kecewa. Gadis itu memutuskan untuk pergi…

***

“Balonnya!”

Seorang Yeoja yang berada di tengah keramaian berusaha mengejar sebuah balon. Balon itu adalah milik sepasang kekasih yang sedang menunggu pergantian tahun. Yeoja itu berlari sambil mengenakan kostum teddy bear. Yeoja itu adalah seorang penjual balon.

Yeoja itu terus mengejar balon itu dan akhirnya balon itu berhenti karena tersangkut di sebuah pohon yang cukup tinggi. Yeoja itu berusaha meraih balon yang tersangkut itu. Namun tubuhnya tak cukup tinggi untuk meraihnya.

***

Melihat kembang api, Henry tiba tiba teringat janjian dengan Suzy, pacarnya. Seketika Henry pun menjadi cemas dan segera bergegas ke tempat mereka janjian. Ketika dalam perjalanan, Henry melihat seorang yeoja yang sedang berusaha mengambil balon yang tersangkut. Dia pun segera menolong, meski dia tahu bahwa dia terlambat menemui kekasihnya…

“Gomawo….”

“Ne…”Henry tersenyum lalu berlari pergi

Henry terus berlari. Tak peduli, walau harus berhimpitan di tengah kerumunan orang. Namun begitu Henry tiba, Suzy tidak terlihat lagi di tempat itu.

“Suzy…Mianhae”Ucap Henry

***

Setelah balonnya diambil, Sulli bergegas kembali. Ternyata sepasang kekasih itu tengah sibuk menghabiskan kopi hangat sambil bercanda tawa. Sulli tersenyum melihat mereka….

“Andaikan dia tidak pergi meninggalkanku… Mungkin aku juga bisa bahagia seperti mereka” Gumam Sulli

Pasangan kekasih itu melihat Sulli dan melambaikan tangan kepadanya. Sulli segera menyerahkan balon mereka…

“Ini…”

“Ah, gomawo….”Mereka tersenyum

Kedua kekasih itu kemudian pergi dan Sulli beristirahat sejenak. Dia pun melepas kepala boneka yang sejak tadi dikenakannya…

“Huf…Capek…”Sulli mendesah

Sulli duduk di sebuah bangku taman.Di sampingnya duduk seorang yeoja yang terlihat sedih. Yeoja itu terus memandangi langit yang kini dipenuhi kembang api. Sulli pun ikut memandang keatas….

Gadis itu terus menggenggam ponselnya…Sepertinya sedang menghubungi seseorang…

***

“Jangan pandangi langit malam sambil menangis!”

Sepenggal kata kata yang selalu diucapkan Yoona untuknya terngiang…. Bibir Thunder serasa bergetar, tak mampu mengucap sepatah kata pun…Bahkan untuk bernafas pun rasanya begitu sulit….

Baginya sosok Yoona adalah noona sekaligus penyelamat hidupnya. Yoona ibarat malaikat yang datang di kehidupannya yang penuh derita. Yoona juga merupakan gadis yang dicintainya, sehingga tidaklah heran jika Thunder merasa begitu kehilangan ketika tahu bahwa Yoona telah pergi untuk selamanya….

“Noona, kenapa kau pergi? Lalu bagaimana nanti hidupku?”Thunder menangis terisak

Disaat Thunder menangis, handphonya bergetar….

Ternyata itu adalah panggilan dari Suzy, sahabat baiknya….

***

“Yoboseyo” Jawab orang yang ditelponnya

“Thunder oppa….”Suzy

“A….Ada apa…Suzy?”Thunder sesenggukan

“Oppa….Kau….”

Thunder mematikan ponselnya dan kembali menangisi kepergian Yoona….

Suzy menjadi cemas….

“Ada apa denganmu, oppa? Apa yang kau tangisi?”Suzy

Suzy pun berdiri dan segera berlari….

“Thunder pasti memerlukan seseorang di sampingnya…”Batin Suzy

Karena terburu buru, Suzy tak sengaja meninggalkan ponsel miliknya….

Sulli yang sedang duduk di tempat yang sama, menemukan ponsel Suzy… Dan disaat bersamaan seseorang menelpon….

***

Henry terus mencari Suzy….

Dia berhenti di sebuah bangku taman dan menelpon Suzy…

“Yoboseyo?”

Henry mengangkat alisnya. Dia merasa terkejut mendengar suara yang jelas sekali bukan merupakan suara Suzy…

“Maaf…Ini siapa?”

“Apakah kau kenalannya, tuan? Pemilik handphone ini….” Sulli terdiam

“Yoboseyo? “Yoboseyo?”

Begitu Henry menutup telpon… Henry dan Sulli kini telah berhadapan…

“Kau…Yang menelpon…Tadi?”

Setelah itu….

“Kenapa handphonennya Suzy bisa berada di tanganmu?”

“Maaf…Habisnya kekasihmu terlihat sedang terburu buru setelah menelpon sesorang… Dan tak sengaja handphonnya tertinggal di bangku taman ini…”

“Begitu rupanya…”

“Ini…”Sulli menyerahkan handphone Suzy ke tangan Henry

“Nona….”

“Panggil aku Sulli….”

“Eng… Gomawo,Sulli…”Henry menyunggingkan sebuah senyum. Sulli dibuat terpukau oleh senyum Henry…

“Sulli…Aku harus pergi….”

“Ah….Baik…. “Hati hati di jalan”

Henry berlari sambil melambaikan tangan ke Sulli….

Di malam tahun baru….Untuk kedua kalinya Sulli merasakan detak jantungnya tak seperti biasanya…. Sulli mengerti betul perasaan apa itu, namun yeoja itu berusaha mengelak dari perasaannya karena dia telah bertekad untuk tidak akan lagi menyukai orang lain setelah cinta pertamanya pergi meninggalkannya….

***

Leeteuk terdiam…. Taeyeon terus melihat ke arah Leeteuk….

“Oppa…Apa kau….”Taeyeon

Tiba tiba seseorang menubruk Taeyeon….

“Aw!”

Leeteuk tersadar….

“Taeyeon….Kau tidak apa apa?”

“Maaf, aku tidak…”

Namja yang tidak sengaja menubruk Taeyeon itu terbelalak melihat sosok Leeteuk….

“Hen…ry”Leeteuk

“Kau….?” Ketika melihat Taeyeon, Henry segera meminta maaf kemudian berlari meninggalkan Taeyeon dan Leeteuk

***

“Suzy….Dimana kau?”Gumam Henry….

Henry terus berlari di tengah histeria orang orang yang sedang menikmati malam pergantian tahun…

Henry berhenti sambil mengatur nafasnya…

Henry teringat kembali akan pertemuannya dengan Leeteuk tadi…

Tiba tiba sosok Yoona terbesit di ingatannya….

Henry pun akhirnya kembali ke rumah… Dan begitu tiba di depan gerbang rumahnya, Henry menghentikan langkahnya…Pandangannya tertuju pada Thunder yang sedang memeluk yeoja yang sejak tadi terus dicari Henry….

***

Suzy bergegas menuju rumah Thunder…Namun Thunder ternyata tidak sedang berada di rumah….

“Dia dima….”

Suzy teringat akan Yoona, kakak tiri Henry sekaligus wanita yang disukai sahabatnya itu. Suzy pun segera menuju ke rumah Henry….

Ternyata benar dugaannya…Thunder berada di sana. Namun Thunder terlihat begitu menyedihkan. Suzy pun menghampirinya…

“Thunder….” Ucap Suzy lirih

Thunder mengangkat kepalanya dan dilihatnya sosok Suzy sedang berdiri di hadapannya…

“Apa…Yang terjadi?”Suzy

Thunder tak menjawab pertanyaan Suzy…Ditariknya lengan Suzy dan dipeluknya tubuh Suzy yang hangat…

“Dia…hiks….Telah….pergi…”Thunder sesenggukan

Mata Suzy terbelalak saking kagetnya….

Dia pun memeluk erat tubuh namja yang kini sedang menangis di pelukannya itu….

Tanpa disadari….Seseorang tengah memandangi mereka dari kejauhan… Orang itu hanya diam mematung dan tetap terus memandangi mereka…

***

Aku ingin menemani sahabatku ini…Menghilangkan segala perasaan sedih yang merundungnya kini. Namun, apa yang bisa kulakukan… Bahkan aku yang telah bersahabat sejak lama dengannya pun tak bisa melakukannya… Saat ini yang kubisa hanyalah memeluk erat dirinya…Membiarkan dia menangis di pelukanku hingga dia merasa tak mampu lagi menangis….

“Suzy….Dia telah pergi… Meninggalkan aku sendirian…”Thunder masih menangis

Tak pernah kulihat Thunder seperti ini sebelumnya. Ternyata sosok Yoona noona begitu berarti baginya. Bisa terlihat dari wajahnya yang menampakkan kerapuhan yang sepertinya begitu dalam. Sosoknya benar benar menyedihkan. Dan entah mengapa hatiku merasa sesak. Mungkinkah…..

“Tentu saja tidak!” Batinku

Malam itu,dibawah langit yang dipenuhi cahaya cahaya indah namja yang sekian lama bersahabat denganku, menangis terisak setelah ditinggalkan sosok yang begitu disukainya….

***

Ketika memandangi mereka…. Hatiku seperti berdetak dan rasanya begitu menyesakkan… Kupandangi wajah Suzy yang sepertinya memancarkan sebuah kesedihan… Sedangkan Thunder, menangis sambil meraung sesekali. Harus kuakui…Aku merasa cemburu melihat yeojachinguku memeluk namja lain selain diriku, namun aku berusaha memakluminya…Karena mereka berdua telah bersahabat sejak lama. Bahkan jauh sebelum aku mengenal Suzy. Jadi bisa kubayangkan, betapa eratnya hubungan persahabatan mereka. Namun, terkadang aku  merasa, seperti tak ada celah yang bisa kumasuki dalam hubungan mereka itu. Walaupun kini Suzy adalah kekasihku, namun bukan berarti perasaannya bisa menjadi milikku….

Aku pun teringat masa lalu….Saat dimana aku mengenal Suzy….

~Flashback~

Saat itu… usiaku baru menginjak 14 tahun. Aku  baru saja pindah dari London. Aku bukanlah adik kandung Yoona noona, karena kami berasal dari ibu yang berbeda. Di Seoul, aku dituntut oleh ibu harus menjadi seperti keinginan ayah. Walaupun aku membenci ayah yang sekian lamanya tak pernah kujumpai itu aku tetap menuruti keinginan ibu yang sangat aku sayangi….

Di sekolah baruku, aku dikagumi banyak yeoja…Namun tak ada satupun yang menarik hatiku. Mereka menyukaiku, namun aku tak begitu… Mungkin itu semua karena aku lebih mengutamakan permintaan ibu padaku agar aku menjadi anak yang dibanggakan ayah…

Suatu hari ketika hujan sedang turun dengan begitu derasnya, aku bertemu dengan seorang Yeoja yang sedang menangis di halte bus. Yeoja itu membiarkan tubuhnya basah terkena tetes tetes air hujan. Entah mengapa aku merasa jantungku berdebar kencang. Wajah manis yeoja itu membuat mataku tak dapat berkedip, bahkan hanya sedetik. Aku pun segera menghampiri yeoja itu dan memberikannya payung. Padahal payung itu milik  Yoona noona, kakak tiriku. Yeoja itu menatapku sambil sesenggukan. Sepertinya dia baru saja selesai menangis. Yeoja itu menggosok gosok  matanya, dan aku merasa dia tetap saja manis.

Setelah pertemuan pertama kami di halte bus, kami pun bertemu untuk yang kedua kalinya di sekolah. Ternyata yeoja itu namanya Bae Suzy. Dia adalah siswi yang terkenal karena pandai dalam bidang olahraga, meski kemampuan akademiknya kurang. Selain itu, Suzy adalah siswi yang terbilang ceroboh dan suka berbuat hal konyol. Tapi, itu adalah nilai utama dari yeoja manis itu.

Saat berada di perpustakaan, aku melihat Suzy kesulitan mengambil buku dari sebuah rak yang cukup tinggi untuk dijangkaunya, meski telah menggunakan bangku kecil untuk membantu, namun sepertinya tidak berpengaruh. Melihat seorang yeoja yang sedang kesulitan, tentunya sebagai namja yang baik aku pun menolongnya. Kata beberapa temanku, bukan Suzy namanya jika tidak berbuat ceroboh. Yeoja itu tergelincir dan bruk! Tubuhnya jatuh menimpaku.Untuk sesaat aku merasa tubuhku seperti kaku. Mataku tak berkedip ketika mata yeoja itu memandangku. Rasanya mirip adegan di drama drama atau film romantis

*Skip

Kami pun mulai berteman baik. Perasaanku padanya pun semakin hari semakin bertambah, seiring dengan kedekatan kami. Kami selalu menghabiskan waktu bersama. Rasanya kami berdua lebih mirip couple.

Suatu hari, Suzy mengajakku menemui seseorang di rumah sakit. Ternyata orang yang sering dibesuk Suzy adalah sahabatnya, Cheondong. Suzy pun menghampiri namja yang sedang berbaring itu. Dan sejak saat itulah Cheondong hadir diantara hubungan kami.

Ternyata Cheondong adalah sahabat Suzy sejak kecil. Namun karena kecelakaan yang menimpanya, Cheondong harus dirawat di rumah sakit. Suzy yang merupakan sahabat baik sekaligus tetangganya selalu merawat Cheondong. Keluarga Suzy bahkan ikut merawat Cheondong, karena orang tua Cheondong meninggal dalam kecelakaan tersebut. Entah mengapa di dalam hatiku ada perasaan iri kepada Cheondong….

Setelah mulai bersekolah,kami sering melewatkan waktu bertiga. Dan perlahan, aku mulai menyadari sesuatu, yaitu perasaan Suzy. Dari caranya menatap Cheondong, sepertinya Suzy memiliki perasaan khusus pada Cheondong. Bukan sekedar perasaan terhadap sahabat, namun lebih dari itu…

Disaat bersamaan, Cheondong membuatku terkejut. Dia mengetahui rasa sukaku pada Suzy. Dan dia pun berjanji akan membantuku mendapatkan Suzy. Namja ini sepertinya tidak menyadari bahwa Suzy memiliki perasaan terhadapnya. “Dasar tidak peka” Itulah pikirku terhadapnya.

*skip

Suatu hari,kami bersama sama merayakan hari ulang tahun Cheondong. Kami merayakannya di rumahku. Saat Cheondong akan meniup lilin, dia terpaku melihat Yoona noona. Sepertinya mereka saling mengenal satu sama lain.

“Noona?” Cheondong

“Ah, kau… Cheondong kan?” Yoona

Chendong mengangguk sambil menyunggingkan senyum manisnya. Menuruku, Cheondong memiliki perasaan pada Yoona Noona. Aku segera mengabaikannya dan beralih memandangi Suzy. Sudah kuduga, wajah manisnya berubah menjadi sedih meskipun tidak begitu nampak

Entah mengapa, langsung kugenggam tangan si yeoja manis itu. Dan tak tau kenapa pula aku berkata “aku menyukaimu” pada Suzy.

Mereka semua, kecuali aku merasa terkejut dengan pernyataanku barusan. Kemudian, Cheondong tersenyum seraya berkata “Akhirnya kedua sahabatku kini berpacaran”. Cheondong terlihat benar benar senang. Kemudia Yoona noona juga ikut tersenyum sambil membelai rambutku.

Esoknya… Suzy menemuiku secara pribadi di atap sekolah yang biasanya menjadi tempat kami berkumpul. Dia duduk disampingku sambil menatap ke atas langit…. Kami diam sejenak, hingga Suzy memulai pembicaraan….

“Ehm…. Henry” Suzy memanggil namaku dengan lembut. Suaranya serasa angin sepoi sepoi yang lewat di sekitar daun telinga

“Hm?” Aku menatap Suzy

Suzy tersenyum, kemudian menggenggam tanganku… Tentu saja aku dibuat bingung oleh yeoja itu…. Yeoja itu kini menyandarkan kepalanya di bahuku.

“Suzy ah?”

“Hm?”

“Apa…Maksudnya ini?”

“Balasan atas pernyataanmu kemarin” Suzy terus menatap keatas

“Maksudmu…” Aku tak mampu melanjutkan kata kata yang ingin kuucapkan. Sementara Suzy hanya mengangguk dan kembali menyandarkan kepalanya di bahuku…

“Bu..Bukannya yang kau suka…”

“Hm?” Suzy mengangkat kepalanya kemudian menatapku

“A…Aniyo…”Aku tersenyum menatapnya

Suzy balik tersenyum dan bersandar lagi di bahuku. Meski hari telah menjelang sore, aku dan Suzy masih menatap langit bersama sama. Mungkin karena tidak ingin mengganggu, Cheondong hanya menatap kami dari balik pintu. Sejak tadi aku menyadari kehadiran Cheondong, namun tidak bagi Suzy. Dan kini Suzy terlelap….

Cheondong pun keluar setelah aku tersenyum menatapnya. Dia sepertinya kaget karena aku menyadari keberadaannya di sana. Cheondong pun berlari kecil ke tempat kami berada dan entah mengapa dia juga bersandar di bahuku.Aku merangkul mereka dan mulai memejamkan mata….

~Flashback End~

***

Author POV

“Oppa…”Taeyeon memanggil Leeteuk. Namun sepertinya Leeteuk tidak memberi jawaban atau sekedar menatap Taeyeon.

Taeyeon tersenyum pahit sambil memandangi wajah Leeteuk yang terus saja memandang ke depan dengan tatapan kosong. Sepertinya Leeteuk benar benar sedang melamun.

“Ah…Oppa, kita berpisah di sini saja” Taeyeon melepaskan genggaman tangan Leeteuk sambil tersenyum menatap namja yang kini telah buyar dari lamunannya itu.

“Apa maksudmu…”

“Bukan. Maksudku aku pulang sendiri saja…”Taeyeon tertawa kecil melihat ekspresi terkejutnya Leeteuk

“Tapi… Aku kan bisa mengantarmu? Apa kau yakin bisa pulang sendiri?”

“Tenanglah oppa…Aku kan cukup kuat…”Taeyeon mengepalkan tangannya, mencoba untuk meyakinkan Leeteuk agar tidak mencemaskannya

Leeteuk mengangguk. “Arraseyo…”Leeteuk tersenyum sambil mengusap usap kepala Taeyeon. “Kalau begitu hati hati di jalan. Langsung ke rumah dan…”Leeteuk menggantungkan kalimatnya

“Jangan apa?”Taeyeon dibuat penasaran

“Jangan pergi dengan namja lain”Leeteuk terkekeh

“Ck..Dasar”Taeyeon tersenyum kemudian menggenggam tangan Leeteuk dan meletakkannya di kedua pipinya yang chubby. Taeyeon memenjamkan matanya sambil merasakan kehangatan tangan Leeteuk yang kini menghangatkan kedua pipinya.

“Aku pulang oppa…”Taeyeon tersenyum

“Ah, tunggu” Leeteuk menahan lengan Taeyeon dan mendaratkan kecupannya di kening Taeyeon…

Mata Taeyeon membesar saking terkejutnya. Dan Leeteuk tersenyum melihat ekspresi Taeyeon.

“Sampai jumpa…” Leeteuk membenarkan topi rajut Taeyeon

Dan Taeyeon pun pergi…

Beberapa langkah, di sudut mata Taeyeon terlihat butiran bening yang berkilau. Dan butiran itu semakin lama semakin banyak yang kemudian bergerak mengalir di kedua pipinya.

“Kenapa…Kau masih begitu baik padaku… Padahal yang kau cintai orang lain”

Ketika deraian air matanya makin deras, seseorang menghampirinya dan memberikannya sebuah sapu tangan.

“Unni… Ambillah” Seorang yeoja tersenyum padanya. Yeoja itu sedang menggenggam sebuah balon.  Dan ternyata dia adalah si yeoja penjual balon.

~TBC~

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Family, Fanfiction, Friendship, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke [Chaptered] Love 사랑해 Love

  1. fitria berkata:

    bagus thor n seru jga.
    Tp kasian henry, udh suzy ma henry ja. Truz d’bwt romance’a🙂
    #thunder kan cma msa lalu

  2. Dite Cadell berkata:

    Wah… Cerita cinta yang rumit…tapi seru ko ceritanya!!

  3. Atma Aulya berkata:

    Waah suka ceritanya😀
    Next.. Next🙂

  4. dhana9401 berkata:

    Suka banget sama scene Suzy Henry n Thunder di masalalu~~ keren thor^^

  5. ratu_karin berkata:

    Bagus thor seru ceritanya😀
    Ditunggu lanjutannya ya penasaran soalnya xD
    Jarang ada ff cast suzy dipasangon sama henry dan ada thunder dan ini ceritanya cukup rumit😀
    Oh ia btw salam kenal thor aku reder baru dan izin baca ff ug castny suzy soalnya aku hanya baca ff cast suzy😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s