[Drabble] Loving Friend

Loving Friend

Gambar

Title         : Loving Friend

Author     : Fadila Setsuji

Genre       : Tentukan sendiri ^^

Length      : Drabble

Cast          : Seohyun,Luhan,Yoona,Sehun

~Happy Reading~

 

 “Sahabat sejati takkan saling mencintai

“Kita cukup menjadi sahabat”

“Mencintai sahabat, sama artinya dengan menghancurkan persahabatan”

 

Beberapa kata yang mereka sebut ‘sumpah’ itu selalu mendasari hubungan persahabatan mereka selama ini. Tertawa bersama, melewatkan begitu banyak waktu bersama. Mungkinkah tak ada sedikitpun cinta yang tumbuh diantara mereka?

***

[Author POV]

“Seo….”

Merasa namanya dipanggil, Seohyun lantas menoleh ke belakang. Menghentika sejenak langkah kakinya.

“Eoh, Luhan”

Seulas senyum berseri terlihat di wajah manis seorang Seo Jo Hyun, kira kira begitulah nama yeoja ini. Rambut yang dikuncir dua dan ransel pink kesayangannya itu menjadi ciri khas tersendiri seorang Seohyun. Cantik dan ceria, itu kelebihannya

Namja yang memanggilnya semakin dekat. Tak lama, namja itu telah berada di sampingnya. Sedikit terengah engah karena habis berlari. Namja itu tersenyum kemudian setelah selesai mengatur nafasnya.

“Pagi, pink girl”Ucap namja dengan tag name bertuliskan Xi Luhan itu

“Mau mengejekku lagi, dasar gila bola”Seohyun mengerucutkan bibirnya, kemudian perlahan melangkah pergi, meninggalkan Luhan

“Y-ya….Jangan marah”

Luhan berusaha menyusul Seohyun, namun Seohyun malah berlari meninggalkannya. Mau tak mau, Luhan pun kembali berlari, mengejar sosok Seohyun.

“Seo Jo Hyun…..”Panggil Luhan, namun yeoja itu malah terus berlari, dan sesekali menjulurkan lidahnya untuk sekedar meledek namja yang tertinggal di belakangnya itu

“Tangkap aku jika….”

BUK

Seohyun terjatuh saat wajahnya tepat menubruk punggung seseorang.

“Aw” Ringis Seohyun

“Kenapa berlari di pagi hari seperti ini? Kau sendiri pun sadar kan betapa cerobohnya dirimu”

Uluran tangan terlihat oleh Seohyun, sayang wajah dari pemilik telapak tangan yang terulur untuknya tak begitu jelas karena membelakangi sinar matahari. Namun… Begitu Seohyun memicingkan matanya, dia pun langsung tahu siapa orang itu

“Oh- Sehun?”Tanya Seohyun, seolah memastikan jika benar itu adalah Sehun

“Ne, Seo-Jo-Hyun”

Sebuah senyum manis terukir di wajah Seohyun. Yeoja itu dengan senang hati menyambut uluran tangan itu. Besar dan kuat, itulah kesan Seohyun saat menggenggam tangan dari pemuda bernama Oh Sehun itu

“Sehun, gomawo”Ucap Seohyun

“Cheonma. Dan ini untukmu”

Seohyun menatap sapu tangan yang ditawarkan Sehun padanya. Ditatapnya pemuda berkulit putih itu. Dan seperti biasa, pemuda itu menatapnya dengan tatapan dingin khasnya.

“Kena….Eoh, Sehun?”

Seohyun tersentak ketika merasakan tepukan pelan di bahunya. Ternyata Luhan telah berada di belakangnya. Kedua namja itu pada akhirnya sibuk berjabat tangan ala namja.

“Luhan, aku kira kau sudah terkapar di sana”Seohyun terkekeh

“Ya! Kau pikir…. AIGO, KENAPA HIDUNGMU BERDARAH SEO?!”

“Berda…..”

Seohyun terdiam kaku saat merasakan cairan kental keluar dari hidungnya. Cairan kental berwarna merah

Dengan paniknya Luhan mengelap darah di hidung Seohyun dengan seragamnya. Entah dia lupa atau memang sengaja mengelap darah itu dengan seragamnya yang berwarna putih. Dan Sehun? Terdiam kaku dengan sapu tangan yang masih digenggamnya. Sepertinya sapu tangan itu takkan berguna lagi, karena Luhan telah dengan sukarela membiarkan baju putihnya dihiasi merahnya darah

“Luhan….”

“Wae?”

“Gomawo, hehehe”Seohyun terkekeh. Hingga darah tak lagi mengalir dan sisa sisa darah di sekitar hidungnya tak ada lagi, Seohyun terus saja tersenyum. Tersenyum memperhatikan Luhan…..

“Ani. Tapi awas jika kau terluka lagi”Ancam Luhan

“Yay yay yay kapten”

Ketiganya akhirnya berjalan bersama menuju sekolah. Sejenak suasana diantara menjadi hening, sampai….Luhan membuka pembicaraan

“Yoong…. Aku tidak melihatnya sejak tadi?”

“Dia sakit dan sedang berbaring di rumahku”Ucap Sehun

“Jinjja? Apa sakitnya parah? Atau dia…..”

“Hanya demam saja, tuan rusa”Sehun tersenyum tipis, kemudian memasukan tangannya di saku celananya. Membuat kesan keren semakin nampak dari dirinya

“Luhan…Kau sepertinya HE – HEI!!”

Seohyun tersentak ketika Luhan mengalungkan tasnya pada Seohyun. Kemudian namja itu berlari meninggalkan Seohyun dan Sehun

“Ya! Kau mau kemana?!”

“Bolos. Tolong jaga tasku yah. Nanti kau tunggu aku di rumah pohon agar aku bisa mengambil tasku, arra?”

Luhan kini berbalik membelakangi Seohyun dan Sehun. Dia berlari cukup cepat hingga tak memakan waktu lama, punggungnya akhirnya hilang dari pandangan mereka

“Biar aku yang bawakan tasnya”Tawar Sehun

“Ani, biar aku saja. Kau akan repot nanti”Tolak Seohyun halus

“Jika itu dia…. Beban seberat apapun…. sepertinya bukan masalah untukmu”

“Apa maksudmu?”

“Aniyo, bukan apa apa. Ayo jalan”

Keduanya pun melangkah menuju sekolah

“Seo”

“Eum?”

“Jika… Diantara kita berempat… ada yang saling menyukai, bagaimana menurutmu?”

Deg

Ucapan Sehun membuat hatinya tersentak

“Ba…bagaimana mungkin. Kau sendiri kan sudah tahu bagaimana moto kita kan? Jadi….”

“Cinta bisa datang pada siapa saja Seo…. Dan cinta bukan sesuatu yang bisa kita kendalikan dengan seenaknya kita”

“Sehun-ah…. Kau….”

“Seberapa kerasnya kau berusaha menyangkal, itu takkan mungkin untuk kita hindari. Sekalipun kita berempat adalah sahabat….”

“Cukup”

Seohyun menunduk dan langsung berjalan mendahului Sehun. Mungkin benar apa yang dikatakan Sehun…. Bahwa Seohyun terus menyangkal segalanya. Termasuk perasaannya terhadap Luhan….

Bukan hanya kau yang  merasakannya Seo. Akupun begitu….

***

“Sehun bodoh. Kenapa bisa dia berpikir begitu? Dasar manusia realistis!”

Seohyun terus saja bergumam. Sepertinya dia merasa cukup kesal dengan perkataan Sehun tadi. Atau mungkin…. Karena perkataan Sehun…. Terbukti? Misalnya mungkin…. Dia memendam perasaan pada Luhan? Atau mungkin juga pada Sehun?

“Seo Jo Hyun”

Sebuah suara menghentikan langkah Seohyun. Dia pun menoleh, dan mendapati Chanyeol. Namja dengan tubuh tinggi yang sering dia ejek ‘Tower Boy’

“Seo”

Chanyeol melambaikan tangannya dan berlari menghampiri Seohyun

“Selamat pagi”Sapanya

“Eum…”

“Ya! Kenapa tidak semangat menjawab salamku? Apa kau terjangkit flu kucing?”Chanyeol meletakkan punggung tangannya tepat di dahi Seohyun. Pdahal yeoja itu sama sekali tidak sedang demam atau semacamnya

“Ya! Aku tidak sakit, babo! Lagipula mana ada yang namanya flu kucing?”Seohyun mengerucutkan bibirnya setelah menepis tangan Chanyeol

“Kau ini…. Flu babi atau flu burung saja ada, jadi… siapa tahu flu jenis baru akan muncul, misalnya yah itu flu kucing”

Seohyun tak menggubris Chanyeol. Dia tiba tiba saja teringat Luhan….

“Itu….Bukannya tas milik….”

“AISH! MANA ADA YANG NAMANYA FLU KUCING,DASAR NAMSAN TOWER! KAU HARUS LEBIH SERING BELAJAR BIOLOGI, KAU MENGERTI?!”

Seohyun mendengus kesal sebelum akhirnya dia meninggalkan Chanyeol, suami author yang ceria namun sedikit bodoh itu#PLAK *digamparChanyeol*

“Y-Ya…. Tunggu!”

Kenapa aku merasa kesal? Dan kenapa tiba tiba aku merasa aneh ketika wajah bodoh Luhan terbayang di benakku?”

***

 “Yoong…. Ayo makan”

Oh ajjuma-ibu Sehun berusaha membujuk Yoona untuk makan, namun Yoona malah semakin berkeras tidak ingin makan.

“Mian ajjuma…. Aku tidak berselera makan”Ucap Yoona dengan suara yang terdengar begitu lemah

“Yasudah… Tapi kau harus meminum obatmu, arra?”

“Arra….”

“Nah, sekarang berbaringlah”

Oh ajjuma menyelimuti Yoona, kemudian pergi. Perlahan, airmata jatuh dari kedua matanya. Cairan bening itu terus saja membasahi wajah Yoona, bahkan saat Yoona berusaha menghapusnya….

Kau ummaku…. Tapi kenapa tak pernah sekalipun bisa kupanggil kau umma?

Yoona terus memandangi pintu yang tertutup itu. Cukup lama hingga muncul sesosok namja dengan nafas tersengal sengal.

“Xi Luhan?”

[Author POV End]

 

***

[Luhan POV]

“Annyeong”

Kusapa Yoong, yeoja yang sedang duduk diatas ranjang tempat tidur. Wajahnya pucat dan seperti…. Sedang menahan tangis

“Kenapa kesini? Bukannya ini masih jam sekolah?”

“Aku bolos”Jawabku

“Heh? Bolos? Apa telingaku masih bekerja dengan baik yah?”Ucap Yoong sambil menepuk pelan telinganya. Yoong… Bahkan disaat kondisinya tidak baik sekalipun dia tetap saja bisa membuatku merasa ingin tertawa

“Yoong…..”

“Eum?”

“Ajjuma…. Bagaimana?”

“Begitulah. Aku dan beliau…. Seperti dua orang yang berpura pura tak memiliki ikatan apapun.Aneh kan? Bagaimana bisa….”

Entah apa yang kupikirkan. Kubawa tubuh Yoona, memeluknya erat. Aku merasa… Yoong saat ini membutuhkan sandaran. Tak peduli jika nanti aku akan dihajar habis habisan olehnya. Padahal biasanya aku begitu takut akan merasakan pukulan dari yeoja yang kini berada dalam dekapanku.

“Kenapa… Kenapa aku tidak bisa memperoleh satu saja kebahagiaan dalam hidupku. Meski hanya sekali….”

Mulai terdengar isak tangis Yoong. Seberat itukah semua yang dihadapinya?

“Luhan….”

“Eoh?”

“Kau… Bisakah kau buat aku merasakan kebahagiaan?”

“Caranya?”

“Dengan berada di sisiku….”

[Luhan POV End]

***

[Seohyun POV]

“Seo Jo Hyun, kerjakan tugas matematikamu. Jangan melamunkan Xi Luhan terus”

Ucapan Park Songsaengnim membuatku tersadar. Kupandangi wajah beliau dengan senyum paksaan yang dinampakkannya. Sungguh, lebih baik melihatnya marah daripada harus melihat senyum paksaannya itu.

Hampir bersamaan dengan itu, terdengar riuh teriakan dan siulan beberapa teman sekelasku.Mereka memang senang sekali menggodaiku, telebih jika Park songsaengnim menyebut namaku dan Luhan. Menyebalkan!

“N-ne, Sam”Jawabku pasrah. Disaat seperti ini, memang inilah yang sering kulakukan. Daripada memperpanjang masalah nantinya

“Oh iya, sejak tadi aku tidak melihat namjachingumu itu. Kemana dia?”

“Eng…..Luhan-”

“Mungkin sedang mencari yeojachingu yang lain, sam”Terdengar celetuk yang dilontarkan Tiffany, yeoja yang sejak dulu iri pada Yoona-sahabatku

“Jinjja? Oh, kasihan sekali kau Seohyun….”Timpal Yee Jung, sahabat Tiffany. Kulihat Yeejung menampakkan seulas senyum yang membuat darahku serasa naik ke ubun ubun. Jika tak mengingat Sam yang ada di depan sana, sudah kuhabisi dia

“Tapi…Sepertinya Yoona juga tidak masuk hari ini”Ucap Tiffany sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang kelas. Setelah itu, dia juga menampakkan senyum menyebalkan seperti Yeejung

“Wah…Sepertinya Yoona dan Luhan sedang berkencan sekarang Sam”

Deg

Hatiku tersentak mendengar kata kata itu. Dan entah setan apa yang merasukiku. Kurasakan darahku telah benar benar naik ke kepalaku. Memenuhi seluruh ruang di sana, hingga membuatku lepas kendali

Brak

Dengan kesal kutendang meja di hadapanku. Kuhampiri Yeejung dan kutarik rambut panjangnya itu

“Ya! Seo Jo Hyun”Pekik Tiffany saat melihatku menarik rambut sahabatnya itu. Dan aku tak peduli

Yeejung ikut menarik rambutku tak kalah kuat. Kami pun saling mendorong, berusaha untuk saling mempertahankan diri satu sama lain. Tak ingin mengalah maupun dikalahkan

Park Songsaengnim tiba tiba datang dan melerai kami. Dia menatapku dan Yeejung secara bergantian

“SEO JO HYUN dan YOO YEE JUNG,TEMUI AKU DI RUANG KONSELING SETELAH PULANG SEKOLAH, ARRA?!”

“Ne”Jawabku dan Yeejung bersamaan

“YANG LAINNYA DUDUK, KAU DAN YEEJUNG PERGI BERLARI SEBANYAK 100 PUTARAN, SEKARANG!”

Dengan kesal, aku melangkah menuju pintu. Aku harus secepatnya melaksanakan hukuman dari Park Songsaengnim

“Akui saja, kau cemburu karena kata kataku tadi bukan?”Yeejung menatapku dengan senyum kemenangannya itu.

“Mwo? Cemburu? Maksudmu, aku cemburu karena Luhan dan Yoona?”Tanyaku agak sinis

“Yeoja babo. Kau cukup lama berteman dengannya, seharusnya kau bisa menyadari perasaanmu sendiri”

DEG

Sekali lagi ucapan Yeejung membuat dadaku seakan tersentak

“Kau….. Ayo cepat, kita harus menjalankan hukuman”

“Ah, oh ne”

Kami pun berjalan menuju lapangan. Dan setibanya di sana, kami pun segera berlari

“Seo”Panggil Yeejung ketika kami sedang berlari

“Mwo?”

“Mianhae”Ucapnya lirih

“M-mwo?”

“Ani. Semoga kau bisa menyadari perasaanmu sendiri”

Yeejung tersenyum tipis, sebelum akhirnya dia berlari mendahuluiku. Aku jadi tak mengerti, sebenarnya dia itu….Baik ataukah jahat?

[Seohyun POV End]

***

[Luhan POV]

“Dengan berada di sisiku….”

Yoona menatapku. Aku merasakan perasaannya itu dari pancaran sinar dari matanya….

“Yoong….Sekalipun kau benar benar menyukaiku, aku tetap tak akan bisa menerimanya. Karena aku….Menyukainya”

Ya benar…. Aku menyukainya. Hanya dia….

“Hahaha”Yoong tiba tiba saja tertawa. Dia tertawa terbahak bahak.

“Ya, kenapa?”

“Aku…. Sepertinya ditolak dua namja sekaligus”

“Eoh?”

“Pertama…. Sehun, lalu dirimu”

“Babo. Sehun takkan menolakmu jikakau memberanikan dirimu untuk menyatakan padanya”

“Kau tahu…. Tiga alasan mengapa aku tak bisa mengatakan perasaanku padanya”

“Sebutkan”

“Satu. Karena dia dan aku….Bersaudara”

“Kedua”

“Karena…. Aku tahu dia menyukai orang lain”

“Ketiga”

“Janji sahabat. Janji untuk takkan pernah saling memendam cinta”

Aku….Sepertinya melupakan janji itu…..

“Kau sendiri? Bagaimana?”

“Aku….. Akan mengingkari janji itu”

“Wae?Bukannya kau sendiri yang mencetuskan ide bodoh itu? Apa kau lupa,eoh?”

“Bukan aku lupa. Tapi… Aku sulit untuk menahannya. Aku terlalu menyukainya”

“Arra” Yoong mengangguk “Good luck. Jangan sampai kau bernasib menyedihkan seperti aku”

“Tentu saja”Ucapku “Aku pergi dulu” Aku bangkit dan segera melangkah keluar, namun sebelumnya…..

“Sekalipun kau tahu hasilnya bagaimana, kau tetap harus mencobanya Yoong. Jangan sampai menyesal karena kau menyia nyiakan kesempatanmu”

[Luhan POV End]

***

[Author POV]

Ucapan Luhan membuat Yoona merenung. Yeoja ini sedang menimbang nimbang. Mungkin harus tetap meyakinkan hatinya untuk menyerah? Atau… Mengungkapkan sekalipun tahu bagaimana akhirnya?

“Kau tahu Luhan…. Aku berterima kasih padamu”

Yoona mengambil jaket yang tergantung dan berlari menerobos pintu.

[Author POV]

***

Skip

[Seohyun POV]

Drrtt…. Jang Jang…. Ayo angkat!!!!

Terdengar olehku suara ringtone aneh yang dipilihkan Luhan untukku. Semoga saja Yeejung tidak mendengarnya

“Angkat saja. Suaranya berisik”Ucap Yeejung

“Ah, hehehe. Arra”

Kuhentika sejenak kegiatan berlariku untuk menerima telpon yang ternyata dari Luhan

“Yobo-”

“Kau mengangkat telpon dariku? Apa kau bolos kelas?”

“Kau…..”

“Temui aku di halaman belakang”

“M-Mwo???”

“Oh iya, bawakan juga tasku yah”

“Yak! Luhan kau-”

Tut

“Aish….Dimatikan”

Entah ada apa dengannya. Tapi aku malas memikirkannya, sehingga aku pun mengendap endap menuju ke belakang untuk menemuinya

“Aish….Dimana Lu-”

“Yo, aku disini”

Luhan memperlihatkan deretan gigi giginya yang putih itu. Tiba tiba saja dia melompat dan menerjangku(?) Kami berdua jatuh dengan Luhan di atasku

“Ya! Kau ber-”

“Seo…..”

Luhan menatapku dalam, membuatku kehilangan kata kata dalam sekejap. Jantungku….Rasanya berdebar lagi, sama seperti tadi. Saat aku teringat wajahnya….

“Saranghae….”

“M-mwo?”

Kembali aku dibuatnya diam dengan posisi wajahnya yang semakin dekat dengan wajahku. Reflek aku menutup mata. Kurasakan nafasnya yang berhembus di kulit wajahku. Kemudian… Terasa sentuhan lembut di bibirku

“Kau mengingkari janji sahabat kita.Padahal kau sendiri yang-”Ucapku

“Jangan bawel”

Namja itu mengetuk kepalaku pelan dan sekali lagi membuatku merasakan sentuhan lembut di bibir

[Seohyun POV End]

***

[Sehun POV]

“Pada akhirnya janji bodoh itu diingkari juga”

Sudah kuduga akan seperti ini. Tapi… Ini rasanya terlalu cepat. Bahkan aku belum mempersiapkan hatiku untuk melepasnya… Aku merasa masih belum bisa mengikhlaskannya untuk Luhan

 “Sehun!”

Suara orang yang memanggil namaku membuatku mengalihkan pandangan dan kulihat Yoona yang sedang mengatur nafas. Sepertinya dia habis berlari

“Yoona…Kau bukannya sedang sak-”

“Aku….Ingin mengatakan….Sesuatu padamu”

“Eoh?”

“Aku….”Yoona menghentikan sesaat ucapannya, lalu kembali melanjutkannya “Menyukaimu….Meski kita…. adalah saudara”

~END~

Hahaha, sekian FF gaje saya. Awalnya mau dibikin TwoShot, tapi… Karena tugas yang menumpuk dan harus belajar untuk UTS, makanya FF ini saya bikin dalam bentuk Drabble. Mian alurnya gaje dan ngebosenin ^^ juga ada beberapa hal yang bikin readers bingung karena memang saya agak ngebut(?) bikin endingnya ^^

 

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke [Drabble] Loving Friend

  1. harumi berkata:

    Thor…, izin copas

  2. LuSeo_Love berkata:

    wew… bgt Thor..^^
    baguusss maksudkuu…
    sumpah.. aq tuh LuSeo Shipper.. cinta bgt ma Luhan<3Seohyun.. gomawo y thor dah bikin SeoHan sebagus ini ^^
    keep writing.. ~ aq pengen baca FF seohannya Author lagi Ne ^^

  3. LuSeo_Love berkata:

    ijin Copas min… mau tek print..^^ trus temen”ku mau pada baca .. boleh yh.. tapi tetep nama nya karya nya Author kok .. gk tek ganti karyaku..

  4. LuSeo_Love berkata:

    ijin Copas thor .. mau tek print..^^ trus temen”ku mau pada baca .. boleh yh.. tapi tetep nama nya karya nya Author kok .. gk tek ganti karyaku..

  5. LuSeo_Love berkata:

    ijin Copas thor .. mau tek print..^^ trus temen”ku mau pada baca .. boleh yh.. tapi tetep nama nya karya nya Author kok .. gk tek ganti karyaku.. : – D

  6. Wulanexonelf berkata:

    Wahh thor bagus. Truz itu nasibnya Sehun~iee sama Yoong oeni gimana..?
    Thor kapan2 Buat SeoKris yachh.

  7. melsyfattira berkata:

    Daebakdaebak!!
    Luhan oppa so sweet😀
    ^o^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s