Posted in Fanfiction

[Drabble] Finnaly

Finnaly…

Gambar

Title                  : Finnaly…

Author              : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre                : Romance,Family(?),Friendship(?)

Rating               : PG15

Length               : Drabble

Pairing               : HanSeo

Cast                    : Seohyun(SNSD),Luhan(EXO-M),Sehun(EXO-K)

Support cast : Yoo-Eun (OC), Yoo Geun (OC)

Note  : Yay~~ Akhirnya FF ini selesai juga…. Masih ingat kan sama FF drabble saya yang sebelumnya? Kalo readers masih pada ingat alhamdulillah banget… ^^ Soalnya FF ini menjelaskan akhir hubungan antara Seohyun,Luhan sama Sehun. Dan semoga readers puas ama endnya. Tapi….Ada kemungkinan saya bakal bikin side story, tentunya masih dalam bentuk drabble ^^ *readers : “kayaknya nih authornya penggemar berat drabble(?)”*–__–

Sebelum baca FF ini, saya sarankan bagi readers untuk baca FF berikut ini :

|60 Second | Rain | Hard to Say ~I Love You~ | Mianhae, Saranghae | Waiting | Accident | Missing | Still | Maybe..This Answer for My Love |

~Happy Reading~

 

“Luhan-ah….Sadarlah”

   Kesedihan mendalam dapat kurasakan dari dirinya. Kupandangi dirinya yang kini tengah menggenggam tangannya. Dengan mata yang sembab karena menangis dan tubuh yang semakin kurus dia terus menungguinya. Bahkan tak henti hentinya dia menggenggam tangan yang bahkan tak pernah memperlihatkan gerakan sedikitpun itu….

“Mianhae….”Gumamku pelan

   Sepertinya keegoisanku membawa hubungan ini pada kerumitan dan pada akhirnya menjadi seperti ini. Dalam sekejap kumiliki dirinya, dalam sekejap pula aku kehilangannya. Walaupun aku tahu pada akhirnya akan berakhir dengan kesedihan, aku tetap saja bersikap seolah aku tak mengetahuinya…. Aku memang pantas disebut manusia jahat. Sungguh itu memanglah pantas untukku…..

Lagi lagi…Airmatanya jatuh, walaupun dia berusaha dengan keras menahannya. Kembali digenggamnya tangan itu….

“Seo-ah….”

   Dia menutupi wajahnya yang basah dengan kedua telapak tangannya, sambil terisak. Ingin sekali aku menyandarkannya dalam dekapanku, namun aku takkan mungkin melakukan itu lagi. Karena aku tahu jika aku melakukan itu, aku semakin sulit bagiku untuk menghilangkan perasaan ini….

   Seohyun tersenyum padaku, walaupun dengan airmata yang masih mengalir… Aku benci melihat orang yang berharga bagiku menangis. Tuhan, apa yang bisa kulakukan untuk menghapus airmatanya itu? Berikan aku jawaban….

“Se…o…ah…..”

Suara itu…..

“Luhan-ah….Bangun. Ayo, buka matamu….”

Seohyun terus menyemanganti Luhan agar membuka matanya. Dan itu semakin menunjukkan betapa Seohyun mencintai namja yang telah menjadi sahabat baikku itu….

***

   Sejak Luhan melewati masa kritis dan sadar, aku terus dan terus meyakinkan hatiku untuk melepaskannya. Aku melakukannya bukan karena rasa bersalahku padanya, namun karena aku tahu betapa mereka saling mencintai…. Dan aku pun sadar bahwa tak ada lagi ruang dihatinya untukku….

“Mungkin….Ini yang terbaik yang bisa kulakukan untuk kalian, sahabatku….”

   Malam itu, di taman rumah sakit yang sepi aku menumpahkan semua perasaanku dalam tangis. Aku menyesali semua keadaan ini… Semua yang telah terjadi dalam hidup kami. Takdir yang membuat kami menjadi seperti ini….

Aku….Ingin mengembalikan semuanya. Aku ingin semuanya kembali ke tempat yang seharusnya. Dan untuk itu….Akan ada pengorbanan…..

***

“Oppa….haruskah kita melakukan ini?”

Seohyun terlihat ragu. Aku berusaha untuk meyakinkannya dan mendorongnya pelan agar dirinya yakin untuk melangkahkan kakinya menuju altar….

“Palli, Seo-ah…Dia menantimu disana….”

Benar….Dia berdiri di sana, menunggumu untuk datang menghampirinya. Disana…Dia berdiri dengan penuh keyakinan. Namja yang kau cintai kini menantimu, Seohyun….

“Hm…Baiklah oppa. Tapi dukung aku, ne?”

“Pasti….”

Kuanggukan kepala, kemudian kupandangi punggungnya yang semakin menjauhiku. Dulu….Akulah yang berdiri di sana, dan dia yang berada di sini. Aku pun jadi mengerti,bagaimana perasaannya Luhan ketika menyaksikan kami dari sini….

“Sehunni…Ayo kesini”

Xi ajjuma-ibunya Luhan yang duduk di bangku belakang memanggilku untuk duduk bersamanya. Bagiku yang sudah tidak memiliki ibu ini… Kasih sayang sunggulah sesuatu yang berarti. Walaupun bukan dari ibuku, namun bagiku ajjuma adalah sosok seorang ibu….

“Sehun…. Tetaplah menjadi sahabat Luhan….”

“Ne ajjuma. Apapun yang terjadi, mereka tetaplah yang berharga bagiku….”

***

Tujuh tahun telah berlalu. Hari demi hari kini kulewati dengan kesendirian. Yah…Inilah bayaran untukku atas keputusan yang kuambil. Meski berat, namun ada sedikit perasaan lega yang menyusup di hatiku….

“Oppa!”

   Aku tesentak dan berusaha mencari asal suara itu. Begitu kutemukan, terlihat olehku sosok yeoja yang aku cintai kini bersama dengan Luhan dan kedua putrinya. Memang seharusnya seperti ini sejak awal. Tapi….Sudahlah, toh pada akhirnya  semua kini berada pada tempat yang seharusnya.

“Sehun oppa!”

Yoo Eun  berlari menghampiriku, dengan Luhan dan Seohyun beserta Yoo Geun di belakang.  Mereka saling bergenggaman erat…..

“Ya! Harusnya kalian memanggilnya ajjushi, bukan oppa!”

Luhan mengetuk kepala mereka berdua pelan. Yoo Eun terlihat meringis kesakitan sambil mengusapi kepala mereka.  Luhan…Tetap saja tidak berubah, meski telah menjadi seorang ayah sekalipun. Dan Seohyun…. Akhirnya aku bisa melihatnya tersenyum bahagia. Setelah tiga tahun wajahnya dihiasi airmata…. Senyumnya itu, membuatku berpikir bahwa keputusan yang kuambil benar benar tepat…

“Oppa…Luhan memukulku”

Yoo Eun merengek sambil bersembunyi di belakangku. Luhan berniat untuk mengetuk kepala Yoo Eun lagi, namun kuhalangi….

“Sudahlah…Kasihan Eun…..”Ucapku. Luhan pun melipat tangannya di dadanya sambil mendengus.

“Yah….Baiklah”

Yoo Eun-putrinya ini benar benar menuruni sifat Luhan. Ceria, apa adanya dan suka bercanda. Itulah mereka….

“Mian yah Sehun oppa…. Mereka tidak sopan padamu.”Ucap Seohyun

“Aniya….Aku pikir bagus juga mereka memanggilku oppa, agar aku merasa lebih muda”

Gelak tawa terdengar dari Luhan dan Seohyun ketika mereka mendengar ucapanku. Melihat mereka tertawa, tanpa sadar, aku pun ikut tertawa bersama mereka. Kami tertawa bersama lagi….Setelah sekian lama tak melakukannya….

“Yoo Eun….Kenapa memanggil ajjushi dengan oppa?”

“Hm…. Karena aku calon istri Sehun Oppa….”

Luhan,Seohyun,Yoo Geun dan juga aku terkejut mendengarnya. Namun tak lama setelahnya kami pun tertawa. Yoo Eun mengkerucutkan bibirnya sambil mengedarkan pandangannya ke semua.

“Yoo Eun….Kenapa?”Tanyaku. Aku menurunkan badan dan bertumpu pada siku kakiku, menyamakan tinggiku dengan Yoo Eun

“Kalian menertawakanku, padahal aku serius!”

“Ah,mian. Kau mau maafkan oppa?”

“Ne. Tapi oppa janji kan?”

“Baiklah….Tapi kau harus tumbuh dewasa dulu”

“Ne! Tunggulah aku….”

Aku dan Yoo Eun pun saling menautkan jari kelingking kami…. Sedikit terkejut aku ketika mendengar ucapannya. Tapi…Aku rasa ini janji ini pasti akan dilupakannya, hahaha….

Kini….Aku berjalan beriringan, bersama dengan mereka….Dengan perasaan bahagia….

~END~

Huft~ Selesai juga FF abal abal ini….

Mian yah banyak typo dan bahasanya abal abal, juga feelnya yang nggak dapet >..<

Dan sekali lagi, mohon RCL yah…. Please ^^

Oh iya….Ada yang mau sekuel FF ini? Saya nunggu komentarnya banyak dulu. Kalo misalnya banyak ntar dibikinin. Tapi kalo nggak, yaudah deh…. ^^

 

Penulis:

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."

2 thoughts on “[Drabble] Finnaly

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s