[Drabble] Goodbye Saranghae

Goodbye,Saranghae

Goodbye Saranghae

Title         : Goodbye,Saranghae

Author     : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre       : Angst,Sad,Marriage Life

Length      : Drabble

Cast          : Look at Cover,Please

Note  : FF ini terinspirasi dari beberapa FF dan Drama Korea yang pernah saya tonton ^^

Mian typo. Juga mian kalo readers nggak ngerasain feelnya pas baca FF abal abal saya ini ^^

Posternya….Dimaklumin aja yah. Saya bukan ahlinya edit mengedit poster FF. Kalo readers ngerasa jelek banget, simpan aja dalam hati yah…. ^^ Pernah di post di EXOSHIDAE FANFIC

~Happy Reading~

“Kumohon…Jangan menyentuhku dengan tanganmu itu”

Namja yang dulu mengucap janji di hadapanku,orangtua, dan Tuhan itu menatapku dengan penuh amarah. Aku seperti tak lagi mengenalinya. Siap dia? Suamiku? Namja yang kucintai? Jika benar…. Kenapa aku merasa itu seperti bukan dirinya

Dia menghempas tanganku yang berusaha menahannya. Tak kasar, namun cukup untuk membuatku meneteskan airmata.

“Oppa….”

Namja itu tak berkata apa apa. Dia pergi dengan memalingkan pandangannya dariku. Tak lagi menatapku seperti dulu….

“Mian…hae”

Kututupi mulutku rapat, berusaha menahan tangis yang akan pecah. Tubuhku rasanya melemah seketika. Terkulai lemah, sambil menatap punggungnya yang semakin menjauh. Langkah kakinya mulai terdengar samar. Semakin pelan, hingga tak lagi terdengar olehku.

***

Kusandarkan tubuhku di sofa. Berusaha mencari sedikit kelegaan. Hatiku rasanya begitu perih. Begitu perih hingga membuat airmataku terus menetes.

Brak

Suara bantingan pintu yang begitu keras sontak mengagetkanku. Luhan berdiri dengan tubuh yang hampir rubuh. Dia menjadikan dinding di sekitar sebagai tumpuan

“Oppa….”

Kuhampiri Luhan dan berusaha memapahnya. Tapi dengan kasarnya dia menghempaskan tanganku, membuat keseimbangan tubuhku hilang hingga aku terjatuh

“Oppa…”

“Lepaskan!” ucapnya. Dia menatapku dengan tatapan yang seolah mengatakan betapa dia membenciku.

“Jika saja waktu itu aku tak mengajaknya pergi, dia pasti masih hidup”

Deg

Hatiku merasakan sakit yang terasa begitu menghujamku saat kudengar kata kata itu terlontar dari mulutnya. Kata yang begitu mendalam bagiku. Mengingatkanku pada luka yang berusaha keras untuk kusembuhkan. Perasaan bersalah yang selalu membuatku sesak….

“Oppa….Kau mabuk. Ayo kubantu….”

“SUDAH KUBILANG JANGAN MENYENTUHKU,APA KAU TIDAK MENGERTI,EOH?!”

“Oppa, aku….”

“KAU YANG SEHARUSNYA PERGI. KENAPA HARUS DIA?!”

Dengan langkah sempoyongan Luhan pergi. Membiarkanku menangis. Tanpa sedikitpun memperlihatkan kepeduliannya padaku.

Brak

Suara bantingan pintu lagi lagi terdengar. Airmata lagi lagi membasahi kedua sisi wajahku. Jika bisa, akan kuputar waktu. Kubiarkan raga ini tak lagi dihuni oleh jiwa. Kubiarkan tubuh ini terbaring kaku. Meski untuk itu, aku takkan pernah mengenakan cincin di jari manisku. Takkan pernah kudengar ikrar janji yang terucap dari bibirnya.

“Fanny….Jika aku yang mati…. Mungkin senyumnya akan kembali….”

***

Pagi pagi sekali, aku bergegas bangun tidur untuk menyiapkan sarapan. Meski sedang bertengkar sekalipun, kesehatan Luhan begitu berharga. Aku tak ingin dia sakit hanya karena kekurangan makan.

“Huek”

Tiba tiba saja aku merasa mual. Tapi aku harus menahannya. Aku tetap harus membuatkannya sarapan

Dengan kekuatan yang tersisa, aku berusaha untuk memasak.

Prang

Tanganku serasa melemah hingga tak sengaja menjatuhkan piring yang sedang kupegang. Hampir bersamaan dengan itu, pandanganku rasanya mengabur dan tubuhku ambruk. Semuanya kini….Menjadi gelap

***

“Oppa….”

Kulihat Luhan yang sedang memejamkan mata. Hembusan nafasnya samar samar terasa menerpa wajahku. Dia sedang tertidur

Dengan hati hati aku berusaha bangkit. Aku tak ingin membangunkannya….

“Kau sudah bangun?”

Suara itu membuatku menoleh

“Ah,n-ne…”

“Jangan pingsan lagi seperti tadi”

Dia menatapku sekilas, lalu bangkit dan melangkah pergi. Kupandangi sejenak punggungnya. Berharap…. Dia takkan lagi membenciku.

***

“Tiffany….”

Suara Luhan yang begitu lirih itu kemudian disusul airmata yang mulai mengaliri kedua sisi wajahnya. Ingin aku menghampirinya, lalu mengusap airmatanya itu. Tapi….Aku tak bisa. Walau berat, aku harus membiarkan namja yang kucintai itu terus menangisinya. Yeoja yang memberiku ‘hidup’. Jika bukan karenanya…. Aku tak mungkin masih berdiri disini, menatap punggung namja yang kucintai. Dan….Menatap nisan dengan ukiran namanya….

Tak ada kata kata yang mampu terucap dari bibirku. Hanya tangisan yang mewakili perasaanku saat ini. Di saat aku sedang menangis, aku merasa mual dan kesimbangan tubuhku hilang.

“Seo”

Samar samar, kulihat dia berlari mendekatiku. Semakin tak terlihat. Hingga….Semua terasa gelap

~Goodbye,Saranghae~

“Appa”

Suara yeoja kecil yang sedang berlari, menghampiri namja yang tengah meletakkan bunga diatas sebuah makam. Namja itu sontak berbalik dan membuka lebar lebar tangannya. Menyambut yeoja kecil itu dan memeluknya erat

“Seo…..”

“Appa, lagi lagi mengunjungi makam ini. Memangnya siapa yang dimakamkan disini?”Tanya yeoja kecil itu

“Kau tumbuhlah dewasa, baru nanti appa beritahu, arra?”

“Ne appa”

Yeoja itu meletakkan telapak tangannya dengan posisi menyamping. Seperti seorang prajurit yang memberi hormat pada atasannya

“Anak pintar”

“Appa”

“Wae?”

“Kata teman temanku, dalam keluarga itu harus ada seorang ayah, anak dan juga seorang ibu. Tapi… Kenapa aku tak pernah melihat ibu? Memangnya umma kemana?”

“Seohyun…Belum saatnya untuk kau mengetahuinya”

“Huh, appa! Pasti aku harus dewasa dulu kan? Baru appa akan beritahu?”

HUP

Namja itu menggendong si yeoja kecil. Perlahan mereka pun pergi dari tempat itu

“Appa…Belikan aku es krim, ne?”

“Arra….Seohyun kecilku”

Namja itu mencubit pelan hidung anaknya.

Seo…. Bisakah kau melihat kami saat ini?

Dia tumbuh menjadi sepertimu….

Maaf untuk segala rasa sakit yang kau rasakan

Maaf karena menorehkan luka di hatimu

Aku menamainya sama sepertimu

Aku….Ingin membahagiakannya

Aku ingin dia terus tersenyum

Untuk menggantikan kebahagiaan

yang tak pernah kuberikan padamu

Saranghae….Saranghae Seo Jo Hyun…

~END~

Gimana FF saya kali ini? Gaje kah? Aneh? Atau bahkan abal abal banget? Mian….

Karena banyak tugas dan harus bersiap siap untuk UTS senin nanti, saya tak punya cukup ide untuk membuat FF. Ditambah dengan kesehatan saya yang belakangan semakin menurun, makanya FF ini jadinya ancur banget kayak gini~,~ Tapi.. Biarpun abal abal, tolong RCL yah…. Biar FF saya ke depannya jadi lebih baik ^^

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction, Hurt, life, Marriage Life, Romance, Sad dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke [Drabble] Goodbye Saranghae

  1. Calistha berkata:

    Thor bagus banget ~~ Feelnya dapet
    Bikin yoonhan Sekali Sekali dae ??

  2. Rena Fanytastic berkata:

    Bagus thor

  3. melsyfattira berkata:

    Nyesek nih eon >.< u,u
    bikinin yang versi SeoHun yah eon ??😀 ^^
    Keep writing eon~ ;;)

  4. taemfallin berkata:

    Bagus bagusss
    Kalo dibuat versi 2shot ato chapter tambah sipp thor😀

  5. Seokyualways berkata:

    :'((((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s