[Drabble] I Can’t Forget You

I Can’t to Forget U

Gambar

 Title    

Neoreul ijeulsu eobneunde

[I Can’t to Forget U]

Sequel : Hard to Forget

Author

Fadila Setsuji

Genre

Romance,Sad

Length

Drabble

Cast

Kai,Seohyun,Luhan

Note

Mian sequel FF Hard to Forget masih saya buat dalam bentuk drabble. Kesibukan sebagai pelajar cukup menyita waktu saya, sehingga tak bisa sering sering membuat FF untuk sekarang, apalagi untuk sekuel. Sekali lagi mohon pengertiannya ^^

~Happy Reading~

“Luhan….”

Kupandangi namja yang berada di hadapanku sekarang ini. Mungkinkah ini sebuah keajaiban? Dapat melihatnya lagi setelah sekian lama. Kupikir…. Aku akan bisa melupakannya bersama dengan waktu yang terus berlalu. Kupikir hatiku telah bisa merelakan dia. Kupikir….. Aku benar benar bisa melupakan cintaku padanya…..

Ternyata…. Aku memang tak bisa melupakannya…..

“Seo….”

Perlahan, Luhan melangkah mendekatiku. Jarak diantara kami semakin kecil. Hingga pada akhirnya dengan mata ini, kembali kulihat sosoknya. Wajahnya tidak berubah sama sekali….

“Annyeong”Sapanya. Suaranya serasa menyatu  dengan hembusan angin. Lembut, namun masih dapat kudengar.

Mulutku seakan terkunci. Tak sepatah kata pun yang mampu kukeluarkan dari mulutku. Sekedar membalas sapaannya saja, aku tak bisa…..

“Melihat kondisimu, kurasa aku tak perlu tanya. Kau pasti hidup bahagia…..”Ucapnya

Kembali aku diam. Tak mengucapkan apa apa. Terus menunduk, tanpa berani menatap matanya langsung

“Aku merindukanmu…..”

Lenganku ditarik. Dibawa aku dalam dekapannya yang terasa hangat. Begitu hangat, hingga kurasakan airmata kini mengaliri pipiku.

“Oppa…..”Ucapku lirih

“Menangislah Seo…. Menangislah sesukamu, hingga kau merasa lega….”

Seakan menuruti perkataannya, airmataku yang keluar dari kedua ujung mataku semakin bertambah. Kubenamkan wajahku di dadanya. Membiarkan tubuhku berada dalam dekapannya yang semakin erat. Sedikit sesak, namun aku membiarkannya…..

“Seo Jo Hyun”

Suara berat yang begitu kukenal. Suara yang setiap hari selalu bisa kudengar. Suara orang yang selalu mengatakan betapa dia tak dapat hidup tanpaku….

Kudorong pelan tubuh Luhan. Kami pun terpisah, dan kupandangi namja yang kini berada di hadapanku sekarang. Namja itu menatapku dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Luhan yang berada di belakangku.

“Dia siapa?”

“Teman lamaku”

Bisa kulihat dari matanya, Kai tidak menyukai dan tak akan menyukai Luhan. Terlebih jika dia tahu siapa Luhan sebenarnya. Namun begitu kujelaskan, perlahan tatapan Kai melembut. Aku berharap dia takkan tahu… Takkan pernah…

“Arra. Bisakah kita pergi ke rumah bibi? Katanya baju pengantin sudah siap”

Deg

Kata kata Kai barusan terasa seperti sebuah pukulan untukku. Bagaimana ini? Aku tiba tiba saja merasa cemas. Luhan berdiri di belakangku sekarang…. Tentunya dia mendengar semuanya.

Tak ada sepatah dua patah kata yang kuucapkan padanya. Kulangkahkan kakiku perlahan, bergerak menjauh dari Luhan. Dan kugenggam tangan Kai yang terulur padaku.

“Kau tidak mengucapkan salam pada temanmu itu?”

“Aku lupa, mian”Ucapku.

Dengan gugup, kuangkat wajahku dan memberanikan diri menatapnya. Kini, mata kami seakan beradu

“Aku pergi…..”Ucapku

Aku dan Kai melangkah, meninggalkan tempat itu. Kuberanikan diri untuk menengok ke belakang, dan ternyata….. Luhan masih berdiri di sana. Tak sedikitpun dia bergerak dari tempat itu. Mataku…Rasanya mulai memanas

***

Apa dia sudah kembali?

Atau mugkin dia masih di sana?

Pertanyaan yang terus terulang dalam benakku. Kenapa Luhan harus kembali lagi? Kenapa disaat aku mulai bisa melupakannya, dia justru kembali datang di hidupku?

“Seo?”

Suara Kai yang pelan dan dalam membuyarkan lamunanku. Kutatap mata yang terlihat bingung itu. Mungkin dia merasakan keanehan pada diriku sekarang ini

“Ah, waeyo?”Tanyaku

“Ah….Aniyo. Lupakan saja”Dia tersenyum dan menggenggam tanganku erat

Kai…. Namja ini sudah tujuh tahun lamanya selalu bersamaku. Setelah memutuskan untuk menghilang, Tuhan mempertemukan kami. Dia pun sedang berusaha melupakan seorang yeoja yang kudengar darinya adalah kekasih dan juga calon istrinya. Dan itu salah satu alasanku tetap bersamanya hingga sekarang. Aku dan dia sama sama ingin melupakan orang yang kami cintai. Dan alasan lainnya….. Mungkin karena hutang budiku padanya karena telah menyelamatkanku hingga membuatnya harus kehilangan kemampuannya berjalan.

“Kita sudah sampai”

Dengan segera kubantu Kai menaiki kursi rodanya dan di sana bibi dan keponakannya telah menunggu kami. Mereka tersenyum dan melambaikan tangan pada kami

“Seo….Kai”

“Annyeong ajjuma”Ucapku dan Kai bersamaan. Kami pun ikut melambaikan tangan sebelum akhirnya menghampiri mereka

“Baju pengantinmu sudah siap”

Deg

Hatiku tersentak mendengar ucapan ajjuma. Entahlah tapi…. Aku merasa hatiku menolak untuk hal ini. Karena sesungguhnya….

***

Setelah mengantar Kai ke rumah, kuputuskan untuk berjalan jalan di sekitar pantai sembari berharap…. Aku dapat melihatnya lagi. Hatiku terus mengharapkannya. Meski sekerasa apapun aku mencoba melupakannya….

“Seo?”

Kulihat Luhan bangkit dari duduknya begitu melihatku yang kini berdiri di hadapannya. Dia tersenyum hangat padaku. Dia memperlihatkan senyum yang selalu kurindukan selama ini. Senyum yang tak lagi pernah kulihat darinya

“Aku….Lupa. Selamat atas pernikahan-”

“Aniyo. Aku tak jadi menikah dengan Tiffany….”Ucapnya lirih

“Waeyo?”Tanyaku

“Jika kukatakan alasannya adalah dirimu?”

“Aku tidak bisa menerima alasanmu. Karena aku….Sebentar lagi akan menikah”Ucapku. Dan kurasakan mataku mulai menghangat. Dan aku langsung berlari meninggalkannya

“Seo…. Jika kau mempercayai hatimu, datanglah kesini. Karena aku akan menunggumu disini”

***

“Seo… Kau tampak cantik”

Kai tiba tiba saja datang dan menghampiriku. Dia menggenggam perlahan tanganku dan menyentuh kedua sisi wajahku dengan tangannya.

“Gomawo….”Ucapku.Kai mendekatkan wajahnya dan menyentuh perlahan bibirku dengan bibrnya. Di tengah ciuman, aku menangis…..

“Pergilah Seo…”ucapnya lirih. Dan tentu saja mendengar ucapannya itu, aku merasa terkejut

“M-mwo?”

“Aku tahu…. Dia namja yang sejak dulu kau cintai kan? Aku… Ingin memberimu kebahagiaan Seo. Meski aku tahu, kau takkan lagi di sisiku”

“Kai…”

“Pergilah. Nanti kau akan menyesal”

Ucapan Kai memang benar. Gomawo Kai…. Kau selalu baik padaku. Meski pada akhirnya aku tetap saja tak bisa memberikan kebahagiaan padamu.

Sekuat tenaga aku berlari menuu pantai. Karena dia pasti sedang berada di sana. Tunggulah Luhan….Aku pasti datang menemuimu. Karena kau….Cinta yang takkan pernah kulupakan….

~END~

 

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke [Drabble] I Can’t Forget You

  1. azzahrayoona berkata:

    Ternyata Kai baik juga…
    Akhirnya Seohyun sama Luhan bersatu juga u,u

  2. LuSeo_Love [Park Ly An] berkata:

    sequel eonn… masa iya blom ketemu udh end aja-.- aku pengen tau gmna ketemunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s