[Drabble] Wish

Wish

Gambar

Title       : Wish

Author   : Fadila Setsuji

Genre     : Romance,Comedy(gagal),School life

Length   : Drabble

Cast        : Look at Cover,please

Note     : FF ini terinspirasi dari Drama Korea ’49 Days’ dan mian untuk cerita dan alur yang gaje >.<

~Happy Reading~

“Terima takdirmu, kau itu sudah…Meninggal”

Lagi lagi dia berkomat kamit. Dan yang dia katakan itu sudah begitu sering kudengar, setidaknya selama tiga hari sejak aku meninggal. Dan kini….Aku menjadi seperti sekarang. Menjadi roh yang suka mengamati….

“Ya! Ayo ke alam baka”

Kali ini si Dewa kematian itu menarikku dengan paksa agar aku ikut dengannya ke alam baka. Padahal aku kan baru saja mati. Dan lagi hidupku harus berakhir di bulan yang selalu aku nantikan. Tepat satu minggu waktu kematianku adalah hari ulangtahunku

“Jebal.. Aku belum ingin ke alam baka dulu. Yah~”

Dengan bodohnya kurayu si makhluk berhati dingin ini dengan memperlihatkan aegyo yang bahkan tak pernah kulakukan sewaktu aku hidup. Dan sekarang? Dengan tidak tahu malunya aku menunjukkan aegyo yang entah bisa disebut aegyo atau tidak….–__–

Pletak

Si makhluk dingin itu memukulku dengan benda yang mirip notebook yang ukurannya terbilang cukup besar itu.

“Yak! Appo”Ucapku. Dan si makhluk dingin ah bukan, dia makhluk kejam. Dan si makhluk kejam itu menatapku seolah olah tak percaya jika aku merasakan sakit akibat hantaman benda itu

“Ya~ Kau itu suka melawan kodrat yah? Hantu….Sepertimu….Kesakitan? Hahaha, sungguh aneh”

“Mwo? Jangan menyebutku hantu! Panggilan jelek begitu tak pantas untukku tahu”>,<

“Lalu aku harus menyebutmu apa? Roh gentayangan? Jiwa penasaran?”

“Ya! Sama saja! Yang jelas aku… Bukan HANTU!!!”Ucapku setengah berteriak dan penuh penekanan. Aku tak ingin disebut hantu, karena menurutku aku ini bukan hantu!

“Oh iya…Tuan dewa kematian…”

“Oh Sehun. Itu namaku, dan jangan panggil aku dengan nama aneh begitu”

“Arra… Eng,tuan dewa,eh salah. Tuan Oh sehun… Bisakah kau menga-”

Pletak

Aku meringis (lagi) karena si Dewa kematian itu menyentil dahiku cukup kencang(?) Apa karena dewa kematian, hati nuraninya ikut mati?! Kejam sekali dia. Melakukan kekerasan(?) padaku, hantu yang….Aish, aku bukan hantu!

“Wae? Kau ingin aku mengabulkan permintaanmu yang itu? Andwae”

Padahal memang itu yang ingin kuminta darinya. Tapi….Dengan nada penuh penekanan dan tatapan mengintimidasi(?) itu dia menolak mentah mentah. Bahkan sebelum kukatakan apa yang ingin kuminta darinya.

Dan kini dia sibuk mengutak atik benda yang mirip notebook itu. Dan sepertinya…Itu memang sebuah notebook

Karena penasaran, secara diam diam kuamati apa yang kira kira sedang dia kerjakan. Sepertinya dia begitu serius mengerjakannya. Semoga aku tak ketahuan mengintip atau…Aku akan merasakan mati untuk kedua kali(?)#emang bisa?

“Im…Hyun-hee?”

Oh Sehun sepertinya terkejut saat aku membaca nama itu. Dia terburu buru menutup layar notebook itu dan langsung mendelik padaku. Aneh…Kenapa aku melihat nama kakakku  di benda miliknya? Apa dia berencana….

“Kau…Ingin menghapus ingatan keluargaku tentang diriku? Aigo, kejam sekali kau ini. Aku kan-”

“Babo! Aku takkan mungkin melakukan itu kecuali….”

“Kecuali apa? Eoh? Ayo jawab aku…Aw!”

“Bukan apa apa. Tidak penting”

Sehun langsung menghilang tanpa memberiku jawaban atas pertanyaanku padanya. Dan jujur saja aku jadi penasaran tentang masalah tadi. Mungkinkah….Eonni dan Sehun itu….Punya hubungan khusus?

***

Hah~ Tempat yang kurindukan. Sejak kedua orangtuaku bercerai dan aku harus tinggal bersama nenek aku hampir tak pernah kesini. Dan biasanya…. Selalu ada si kulit hitam itu di sini. Sedang duduk sambil menatapi pohon maple yang tumbuh tepat di kiri depan dari bangku yang kududuki.. Kadang aku melihatnya sedang mencorat coret dan anehnya setelah memasukan kertas itu ke dalam amplop  dia menghanyutkannya di sungai. Jika saja bisa…. Aku ingin memungutnya untuk sekedar melihat apa isi di balik amplop itu….

Biasanya namja itu datang setiap awal musim dingin. Dan entah kebetulan atau bukan, aku pun sering datang di waktu itu. Menurtku datang kesini di awal musim dingin memang pas. Walaupun di waktu lain aku tetap suka datang untuk sekedar melepas penat. ^^

Aku berharap bisa melihatnya sebelum… Aku benar benar pergi dari dunia ini

Selama satu jam lebih aku duduk dan memandangi sungai, namun dia yang kutunggu tak kunjung menampakkan diri. Dan entah mengapa terlintas di otakku untuk mencari amplop amplop yang dihanyutkan itu.

Kutelusuri setiap area sungai, bahkan hingga ke kolong jembatan. Aku pikir apa yang kulakuan takkan membuahkan hasil, namun ternyata….

“Ah, disana”

Kudekati tempat kertas itu berada dan berniat untuk mengambilnya tapi…. Tanganku sama sekali tak dapat menyentuh kertas itu. Aku ini…. Sudah mati pun tetap saja bodoh. Bagaimana bisa aku melupakan bahwa aku telah mati? Apa sebegitu beratnya hatiku menerima kenyataan bahwa aku tak ada lagi di dunia?

Tanpa kusadari, airmata mulai jatuh dari pelupuk mataku. Aku pun menunduk dan terus membiarkan airmata yang semakin deras itu tetap jatuh. Kata almarhum ibuku, ketika menangis maka biarkan airmata itu mengering sendiri agar hati terasa lebih tenang.

“Umma…”Ucapku lirih

“Yak! Kau darimana saja? Aku pikir kau mau bunuh diri”Ucap Sehun

“Mana ada orang mati mau bunuh diri?”

“Mian, aku hanya bergurau saja”

“Eum….”

“Oh iya, tentang permintaanmu itu, aku….”

“Bisakah aku menukarnya dengan permintaan yang lain?”

“Bisa saja… Tapi kenapa?”

“Aku…. Ingin kau…. Temui eonniku”

“Mwo? Kau…”

“Kau kira aku takkan tahu? Hah? Kau…. Cepat kabulkan permintaanku itu”

“Lalu kau? Memangnya tidak menginginkannya?”

“Aku memang ingin… Tapi untuk sekarang aku…. Ingin berbagi sedikit kebahagiaan dengannya”Ucapku

“Arraseyo”

Sehun pun menghilang

“Selamat ulangtahun eonni. Aku berharap kau akan merasa senang dengan hadiah dariku. Aku harap kau takkan menangis ketika dia tiba di sana

Kuputuskan untuk pergi dari tempat itu. Menikmati sisa waktuku sebelum aku benar benar pergi dari dunia.

“Eoh… Dia…”

Namja itu…. Dia baru saja datang dan langsung mengambil tempat yang seperti biasa. Kali ini, dia bukan lagi sibuk mencorat coret. Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat itu dan akhirnya pergi setelah mengamati arlojinya. Dan dia melupakan buku sketsanya

“Ya~ Ini buku….”

Beberapa lembar buku itu terbuka. Terlihat sketsa wajah yang membuatku tercengang.

“Ini…. Aku kan?”

=Wish=

Sesuai permintaan Yoong, kudatangi Hyunhee-kakaknya-. Disana kulihat Hyunhee yang tengah memandangi ayunan kosong di sebelah ayunan yang sedang dia duduki. Dia tersenyum pahit saat memandangi ayunan itu. Dan andai aku bisa… Aku akan ada di sana dan menggantikan senyuman pahit di wajahnya itu menjadi senyum bahagia yang memang selalu membuatku terpesona itu

“Hyunhee… adikmu sudah meninggal. Dan semoga…. Kau merasakan keberadaanku. Saengil chukka hamnida. Aku mencintaimu….”

Samar samar, kudengar suara tangisan yang kuyakini berasal darinya. Dan… Sebenarnya aku tak begitu yakin,tapi… Aku seperti melihatnya tersenyum bahagia dan berkata “aku juga mencintaimu…. Oh Sehun”

~END~

 

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s