[Chaptered] Love Is (Chapter 1)

Gambar

Love Is…

Title          : Love Is… *Chapter 1*

Author      : Im Hyun Ah & Fadila Setsuji

Genre        : Romance, School life,Friendship

Rating        : PG15

Length       : Chaptered

Cast            :

Xi Luhan(EXO-M),Lee Hyewon(OC),Park Chanyeol(EXO-K),Han Ye-Jin(OC),Kris(EXO-M),Cho Ahra(OC)

Di Post di :  http://zhyagaem06.wordpress.com/ & https://fadilasetsuji.wordpress.com

Note     : Annyeong~~ *teriak pake Tao* Ini adalah FF yang saya buat bersama dengan teman saya*nunjuk Fadila* di sela sela waktu kami yang terbilang padat*boong* ^^

Ini FF kolaborasi aku dan temen aku,walaupun menurut aku temen aku yang lebih ‘megang peranan’ untuk FF ini ^^ Aku hanya berharap semoga FF ini bisa disukai ^^

~Happy Reading~

      Pintu besar yang berada di sudut ruangan itu perlahan terbuka, dan di balik pintu itu nampaklah sesosok yeoja berpakaian seragam sekolah. Yeoja itu tersenyum kecil saat matanya menangkap sosok namja tinggi sedang berbaring dilantai atap yang berdebu itu. Dengan mengendap-ngendap yeoja itu berjalan perlahan menuju namja itu.

Yeoja itu menatap wajah imut namja itu dengan senyuman terlukis di wajahnya, perlahan jari-jari lentiknya yang dirapatkan ditutupi pada mata namja yang tengah berbaring itu. Namja itu menggeliat dalam tidurnya, ketika dirasanya sebuah tangan menutupi matanya.

“Nuguya?” tanya namja itu dengan suara berat. Yeoja itu tersenyum kecil

“Seseorang yang sangat kau cintai” jawab yeoja itu sambil terkekeh. Namja itu nampak kebingungan namun akhirnya dengan ragu ia menjawab.

“H..Hye Won-ah?” tanya namja itu pelan penuh keraguan.

“Tentu saja…” ucap yeoja bernama Hye Won itu sambil melepaskan tangannya dari mata namja itu, ia pun memasang wajah cemberut “Ya!! Memangnya siapa yeoja yang kau cintai selain aku, hah?”

“Ah..mian jangan marah lagi otthe?”

“Hm…akan kupertimbangkan jika…”

“Jika apa? Eoh?”

“Eummmm…bagaimana jika..kau menciumku?” ucap Hye Won sambil tersenyum evil.

“Boleh saja..tapi aku takut kau tidak akan puas dengan ciumanku, lalu merengek padaku dan…”

PLEETAK!!! Sebuah pukulan mendarat tepat di puncak kepala namja tinggi bernama Chanyeol itu.

“Ya…appo Hye Won” Chanyeol meringis sambil mengusap kepalanya.

“Rasakan pukulan mautku dasar namja yadong” Hye Won tersenyum dan berlari mundur menjauhi Chanyeol.

“Ya! Kesini kau Lee Hye Won” Chanyeol berlari ringan mengejar Hye Won. Keduanya tertawa ringan. Mungkin karena terbawa suasana, tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari balik pintu dengan raut wajah sedih.

***

Yejin menatap beberapa siswa yang berlalu lalang di depannya dalam diam. Sorot matanya terlihat kosong, tak berbinar seperti biasanya . ia menghel nafas sejenak kemudian menatap kembali layar ponsel miliknya.

 

From : Virus tampan

Aku sedang bersamanya

Mian aku tak bisa menemanimu

Jangan marah ya

Aku mencintaimu :*

Yejin tersenyum dengan wajah memerah begitu membaca kalimat terakhir pada layar ponselnya. Wajahnya yang tadinya terlihat pucat kini memerah segar ‘Nado saranghae’

“Yejin-ssi” panggil sebuah suara. Yejin sontak menolehkan wajahnya ke arah orang itu. Dilihatnya seorang namja imut berambut pirang tengah tersenyum kearahnya.

“Luhan-ssi? Ada apa?” sahut Yejin sambil tersenyum membalas. Luhan tersenyum tipis kemudian duduk disamping Yejin.

“Ani, hanya ingin menyapamu saja, bolehkan?”

“Tentu saja boleh” Yejin terkekeh pelan mendengar ucapan Luhan. Kemudian ia mengambil buku bersampul pink dan memberikannya pada Luhan.

“Hm? Apa ini?” tanya Luhan dengan bingung.

“Buku milik Hye Won. Kau saja yang kembalikan” ucap Hye Won datar.

“Kenapa buku Hye Won bisa ada padamu?”

“Terjatuh..mungkin”

“Hm..baiklah, nanti aku kembalikan” Luhan mengambil buku itu dan beranjak dari duduknya.

“Chanyeol babo…kenapa dia bisa seceroboh itu meninggalkan buku milik Hye Won di rumahku…” ucap Yejin lirih.

***

“Chanyeol…” panggil Hye Won sambil menempelkan punggungnya di punggung Chanyeol

“Wae?” Chanyeol menoleh

“Kau..benar-benar mencintaiku kan?” mendnegar pertanyaan Hye Won, Chanyeol tercengang dan terdiam tiba-tiba

“Ya! Kenapa kau tidak menjawab?” Hye Won berbalik dan menatap Chanyeol dengan sepasang matanya yang besar itu.

“Ah..mian Hye Won” sesal Chanyeol

“Aniyo..lagi pula aku sudah tahu jawaban pertanyaanku hehehe” Hye Won tersenyum manis. Melihat tingkah yeojachingunya itu Chanyeol tersenyum dan mengelus puncak kepala Hye Won. Dalam hati Chanyeol terbesit rasa penyesalan ketika dia memandangi Hye Won

***

Luhan menatap sosok Chanyeol dan Hye Won dari balik pintu atap sekolah. Tujuannya tentu saja untuk mengembalikan buku bersampul pink milik Hye Won yang diberikan Yejin tadi. Sejujurnya ada rasa perih yang tertoreh di hatinya saat melihat pemandangan itu dari kejauhan. Namun Liuhan tahu jika dirinya tak kan mampu berbuat apapun dengan status Chanyeol adalah namjachingu Hye Won…

“Luhan-ah..”Hye Won nampaknya menyadari sosok Luhan yang berdiri di dekat pintu atap tersebut. Luhan yang kagte hanya bisa menggaruk tengkuknya tak gatal sama sekali itu. Hye Won bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Luhan. Begitupun dengan Chanyeol ia ikut bangkit dan merangkul pundak Hye Won, kemudian ia menatap tajam kearah Luhan menegaskan bahwa yeoja itu adalah miliknya karena sebenarnya Chanyeol tahu kalau namja itu menyukai yeojachingunya, itu sangat terlihat jelas dari cara Luhan menatap Hye Won sanagt berbeda dengan yeoja lainnya.

“Ada perlu apa kau kesini?” tanya Hye Won tersenyum ramah sambil menyunggingkan senyum manisnya. Luhan merasakan wajahnya memanas kala itu, senyuman Hye Won memang indah namun sekali lagi ia mencoba untuk tahu diri begitu melihat sebuah lengan melingkar di pundak yeoja itu. Lengan Chanyeol.

“Ini buku milikmu kan?” Luhan menyerahkan buku bersampul pink yang sedari tadi di pegangnya pada Hye Won.

“Kenapa bisa ada padamu?” tanya Hye Won sambil menerima buku itu. Ia menatap bingung ke arah Luhan.

“Ah..Yejin yang memberikannya padaku dan menyuruhku untuk mengembalikannya padamu” jelas Luhan. Yejin. Chanyeol terdiam seketika mendengar nama itu. Perlahan lengan tangannya terlepas begitu saja dari pundak Hye Won.

“Hah? Yejin? Setahuku buku ini kemarin di pinjam olehmu Chanyeol” Hye Won melirik kearah Chanyeol yang berada disampingnya.

“Emm…ak..aku” Chanyeol terlihat kebingungan menjawab itu. Ia juga bingung kenapa buku itu bisa ada pada Yejin. Apa mungkin tertinggal saat ia bermain di rumah Yejin semalam? Ah matilah dia

“Kata Yejin bukumu terjatuh dan dia menemukannya” Luhan ikut membantu menjelaskan. Apalagi saat melihat wajah Chanyeol yang sepertinya kebingungan itu.

“Oh..begitu…” gumam Hye Won “Aish kau ini ceroboh sekali sih! Kenapa bukuku bisa jatuh? Untung yang menemukannya Yejin” omel Hye Won dengan nada yang dibuat-buat.

“Mian Chagiya…aku janji lain kali aku akan lebih hati-hati”

“Hahaha aku hanya bercanda kok…lagipulan bukunya kan sekarang ada padaku” ucap Hye Won. Kemudian ia beralih menatap Luhan “Terima kasih Luhan-ah kau mau susah-susah mengembalikan buku ini padaku” ujar Hye Won tulus. Luhan hanya mengangukkan kepalanya.

“Kalau begitu aku pergi dulu ya, aku tak mau menganggu kalian” ucap Luhan sambil berlalu meninggalkan kedua pasang anak manusia itu. Dalam hati ada rasa enggan untuk meninggalkan tempat itu, lebih tepatnya meninggalkan Hye Won, tapi harus bagaimana lagi? Memangnya mau apa dia berlama-lama disana? Yang ada hatinya akan semakin sakit.

Sementara Chanyeol berdiri terpaku ditempatnya. Yejin. Nama itu masih terus terngiang di pikirannya. Ia semakin merasa bersalah pada yeoja itu. Entah bagaiman perasaan Yejin saat memberikan buku Hye Won yang tertinggal itu pada Luhan. Apa salah satu alasan Yejin tak memberikan sendiri buku itu pada Hye Won karena dirinya?

***

“Kau lebih cocok pakai yang ini, itu sangat cocok dengan kulitmu yang putih”

“Ahra kalau aku cocoknya softlens warna apa?”

“Kau..hmm..Aha hijau saja cocok tuh dengan warna kukumu”

“Baiklah Gomawo Ahra”

“Ne..Cheonma” ucap Ahra sambil mengedipkan sebelah matanya. Kemudian ia kembali fokus pada kukunya yang sedang di beri warna biru itu. Kelas 1-b memang sangat gaduh karena memang guru yang mengajar sedang berhalangan hadir.

“Hei lihat itu Luhan sunbae” teriak salah seorang dari siswi itu heboh. Ahra langsung berdiri dari duduknya. Ia kemudian segera berlari ke luar kelas dan mendapati sesosok namja berambut pirang berjalan tidak jauh darinya. Matanya berbinar melihat nemja itu.

“Luhan oppa”

***

Luhan berjalan santai melewati beberapa kelas yang merupakan kawasan kelas 1. Satu tangannya yang dimasukkan ke saku memberika kesan keren padanya. Beberapa siswa yeoja yang melihat sunbaenya itu hanya bisa menahan nafas bahkan ada yang menjerti tertahan, karena terpesona dengan wajah baby Luhan. Sebenarnya Luhan merasa agak risih dengan semuanya, hanya saja Luhan sudah cukup terbiasa sehingga dia terkesan tidak mempedulikannya.

Ahra yang sejak tadi memandangi Luhan, akhirnya memberanikan diri untuk menghampiri namja itu dan membuat Luhan tersentak

“Luhan oppa…” sapa Ahra sambil menyunggingkan senyum manisnya.

“Ya! Kau mengagetkanku tahu”

“Jinjja? Ah mian oppa” sesal Ahra. Kedua tangannya saling ditempelkan. Melihat tingkah Ahra, Luhan hanya bisa menghelas nafaa panjang

“Ya, apa lagi yang mau katakan eoh?”

“Kau pasti sudah tahu kan oppa”

“Ah..ne Arra” ucap Luhan “ kau mau bilang Luhan oppa, saranghaeyo, neomu neomu saranghae” sambungnya. Luhan megucapkannya sambil menirukan suara melengking Ahra. Yeoja itu terkekeh.

“Oppa, ini pernyataan cintaku yang kelima puluh kau harus mengingatnya ne? Pokoknya setiap kali kita bertemu aku akan menembakmu sampai kau mau menjadi namjachinguku”

Luhan memutar kedua bola matanya kemudian berkata “Arra, aku akan mengingatnya Choi Ahra” Luhan tersenyum kemudian mengusap puncak kepala Ahra dan melangkah pergi. Sedangkan Ahra diam mematung sambil memegangi kepalanya. Dia pun memekik dan berjingkrak senang.

***

“Saengilchukahamnida…” namja bertubuh tinggi itu meletakkan sebuket bunga lili putih di atas sebuah makam. Namja itu tersenyum tipis melihat nama yang tercetak di nisan itu.

“Mian aku baru menemuimu sekarang” tangannya perlahan mengelus puncak batu nisan itu.

“Oh ya Hara ada yang ingin aku sampaikan” kepala namja itu tertunduk membiarkan helaian rambut pirangnya menutupu wajah tegas namja itu.

“Aku akan segera pindah ke korea mian aku tak bisa lebih lama lagi disini” mata itu tertutup perlahan. Merasakan semilir angin menerpa wajahnya.

“Tapi kau tenang saja..” senyum tipis terlukis di wajah namja itu “aku takkan pernah melupakanmu bagiku kau tetap cinta yang takkan pernah hilang”

***

Bell pulang akhirnya berdering menimbulkan sorak-sorakkan senang dari para murid yang memang sudah sangat bosan berada di kelas apalagi ditambah dengan pelajaran yang membosankan. Hye Won merapikan buku-buku pelajarannya dengan riang. Ia kemudian melirik kearah Chanyeol yang duduk tak jauh darinya.

“Chanyeol-ah, kau tunggu di gerbang ya aku ada urusan sebentar di runag OSIS” ucap Hye Won sambil menyampirkan tasnya di bahu.

“Ne..jangan lama-lama ya” balas Chanyeol sambil tersenyum. Hye Won hanya mengedipkan sebelah matanya kemudian berlari ke luar kelas meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol pun berjalan ke luar kelas menuju ke gerbang sesampainya di sana di lihatnya seorang yeoja seorang diri di dekat gerbang, karena waktu itu sekolah sudah sangat sepi. Ia kenal yeoja itu. Perlahan senyum mengembang di wajahnya, dengan secepat kilat Chanyeol berlari ke arah yeoja itu dan memeluknya dari belakang.

“Yejin-ah..” bisik Chanyeol ditelinga yeoja itu. Yejin tersentak kaget atas perlakuan Chanyeol. Matanya membulat sempurna tapi karena pelukan hangat Chanyeol membuat Yejin terhanyut. Tapi ia cepat sadar kalau ini masih di sekolah bagaimana kalau Hye Won melihatnya? Ia berusaha untuk melepaskan pelukan Chanyeol, namun sulit, pelukan namja itu sangat erat.

“Biarkan tetap seperti ini” ucap Chanyeol pelan. Yejin menyerah ia pun melepaskan tangannya yang awalnya mencoba mendorong tubuh tinggi Chanyeol. Menikmati pelukan hangat Chanyeol yang membuat jatungnya berpacu lebih cepat dari biasanya. Hanya saat ini ia bisa menikmati waktu bersama Chanyeol

“Begitu ya? Hmm.. sudah kuduga” gumam seseorang sambil meninggalkan tempat itu

~To Be Continue~

Ya seperti itulah Chapter 1 nya. Mian lagi kalau gak bagus

Mian juga buat typonya yang membuat readers jadi gak enak(?) bacanya

Maaf ya readersnya nunggu lama

Jangan lupa comment ya, kalau perlu saran atau kritik atas FF abal-abal ini supaya nanti bisa lebih baik lagi. ^^

 

 

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Fanfiction, Friendship, life, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s