[Chaptered] Song for You Girl (Chapter 1)

Gambar

 

Title        :  Song for You,Girl [Chapter 1]

Author    :  Fadila Setsuji Hirazawa

Genre      :  Romance

Length     : Chapter

Cast         : Look at Cover ^^

Must read : | Song for You,Girl [Prolog] |

Authorbacot : Annyeong…. FF yang saya janjikan akhirnya selesai juga ^^ Semoga nggak ngecewain. Di chapter 1 ini ketambahan satu cast yang sebelumnya nggak ada di cover prolognya. Jadi nggak perlu kaget yah liat covernya ^^

~Happy Reading~

[Chen POV]

Kuamati setiap partitur lagu yang berserakan di lantai kamarku. Ini kamar? Ah, mungkin lebih tepatnya gudang! Begitu berantakan. Dan…..

“Uwaaa!!!”

Reflek aku berteriak begitu kulihat kertas yang tidak sengaja terinjak oleh kakiku. Itu partitur lagu yang sejak tadi kucari. Dan ini sangat penting, karena ini ‘penyambung’ hidupku esok. Bisa mati aku jika ini sampai hilang.

“Aish…. Ternyata terjatuh toh! Menyebalkan”

Ingin rasanya kuremas remas lalu kubuang kertas bertuliskan partitur itu. Hanya saja aku tak bisa melakukannya.Jadi, kuacak acak saja rambutku sebagai pelampiasan kekesalan.

Tok Tok Tok

“Aish…Kenapa ada yang menggangguku malam malam begini?! Menyebalkan sekali”

Dengan kasar, kuhentakan kakiku sembari melangkah ke depan pintu apartemen. Dengan kasar kubuka pintu kamarku.

“Ya! Kau tidak tahu aku….”

“Ah, mianhae. Aku hanya ingin….Meminta bantuan….”

Aigo. Betapa cantiknya yeoja yang kini berdiri di hadapanku ini. Dia secantik malaikat….Mungkinkah? Atau ini hanya halusinasi saja?

“Eng….Tuan, bisa kau….membantuku?”

Pertanyaan yeoja itu membuatku tersadar. Ini memang kenyataan, dan yeoja itu bukan malaikat seperti yang kupikirkan! Aku terlalu mengada ada

“Ah, ne. Apa yang…Bisa kubantu?”

“Aku…. Aish, aku malu mengatakannya”

“Katakan saja……”

“Begini…..”

Yeoja itu mengisyaratkanku untuk sedikit menunduk. Dia berniat untuk membisikkan sesuatu yang…..

“Mworago?”

Aku terkejut mendengar apa yang dia bisikkan barusan

“Mianhae…. Tapi aku terlalu takut untuk mengambilnya. Bisakah….Kau membantuku?”

Aish….Ini akan jadi sesuatu yang memalukan yang pernah kulakukan dalam hidupku.

“Ne…..”

Dengan ragu,aku berjalan di belakangnya. Benarkah yang kulakukan ini? Aish….Sungguh, ini benar benar memalukan!

“Itu….Tersangkut di sana”Yeoja itu tiba tiba menghentikan langkahnya dan menunjuk ke sebuah pohon, tepatnya di dahan tempat tersangkutnya ‘miliknya’. Kenapa harus tersangkut di tempat yang setinggi itu? Seumur hidupku, baru sekali aku memanjat pohon setinggi itu. Diakhiri dengan jatuh dan harus di gips selama seminggu lebih. Padahal aku hanya ingin mengambil bola yang tersangkut. Kenangan yang begitu buruk!

Tapi jika tidak kuambilkan….. Kasihan yeoja ini. Sepertinya dia benar benar membutuhkan bantuanku. Dan hanya aku yang bisa melakukannya sekarang

“Kau….Yakin akan mengambilkannya?”

“Ah, ne. Tapi…. Setelah kudapatkan, akan segera kulemparkan padamu”

“Ne. Gomawo….”

Dia tersenyum. Dan itu….Membuat detak jantungku seperti dentuman gong yang begitu keras. Semoga dia tidak mendengarnya

Aku pun mulai memanjat. Dengan segenap usaha menghilangkan sedikit trauma yang tersisa karena kejadian itu, aku pun berhasil sampai. Dengan mengalihkan pandanganku, aku berusaha mengambilnya. Ini pertama kalinya aku…. Memegang baju renang seorang yeoja. Dan jujur saja, aku begitu malu!

“Nona, bersiaplah untuk menangkap”

“Ah, ne”

Kulihat yeoja itu bersiap siap menangkapnya. Dengan segera kulempar benda ‘itu’. Dan aku pun bergegas turun setelah kulihat yeoja itu melambai lambaikan tangannya dari bawah sana.

“Gomawo…..”Serunya

Mungkin karena terpesona pada senyumnya itu, kakiku menginjak dahan yang rapuh dan…. tubuhku jatuh….

Chu~~~

Kudapati tubuhku yang kini berada di atasnya. Dan….Kami….. *backsound : if u love me (ot operation proposal)*

“Ah….Mianhae”

Aku dan yeoja itu langsung menunduk bersamaan, sehingga kepala kami terbentur. Aish….

“Aku…..Minta maaf. Tadi itu….Kecelakaan. Sungguh….”Ucapku

“Aniyo. Ini bukan salahmu…..”Ucapnya sambil memalingkan wajah.

Haruskah aku menganggap ini kesialan? Atau….Haruskah kuanggap ini…Takdir yang indah?

***

  

Sejak kejadian itu, setiap pagi, kuamati dirinya lewat jendela apartemenku. Biasanya pagi hari akan terasa melelahkan untukku. Pemandangan yang tersuguh di kamarku, partitur di sana sini dan buku pelajaran yang tak beraturan. Dengan adanya Hyoyeon, yeoja yang baru saja pindah itu, hidupku….Seperti dipenuhi berbagai not indah. Dia… Seakan terus mengalirkan inspirasi untukku.

“Chen! Ppalli… Atau kau kutinggal”

Suara Sooyoung-sahabatku sejak kecil seakan membuyarkan lamunanku. Sungguh, dia seperti ‘alarm’ yang benar benar mengganggu!

Jika dia datang, maka itu artinya aku harus segera bersiap. Hah…. Padahal, aku masih ingin memuaskan diriku untuk melihatnya. Wajah cantiknya saat memandangi langit pagi, tersenyum dan sesekali terlihat menghirup udara pagi. Aish…..

“Soo-ah….. Bekal makan siangku bagaimana?”Tanyaku sambil menaruh buku buku yang kuperlukan hari ini ke dalam  tas sekolah.

“Kau sendiri? Tugasku bagaimana? Sudah kau buatkan? Jangan bilang kau belum….”

“Ya! Bicaramu seperti kereta express saja. Kau kira kau sedang balap lari, eoh?”

“Mian~~~”Ucapnya dengan suara khasnya itu. Melengking

Sekarang aku telah selesai dengan semuanya. Kini aku telah mengganti baju tidurku dengan seragam sekolah. Sambil memandangi pantulan bayangan diriku di cermin, kusempatkan untuk sekejap menatap kembali ke arah apartemen Hyoyeon.

 “Dia sangat cantik dengan…..”

Tunggu! Apa aku tidak salah lihat??? Sepertinya dia memakai seragam….Sekolah yang sama denganku! Itu artinya…..

“Yeahhh!!!!”

Dengan cepat kubuka pintu dan reflek memeluk Sooyoung. Betapa gembiranya aku saat ini. Sepertinya hari hariku akan dipenuhi berbagai keindahan…

“Y….Ya….Chen”

Tuk *benernggakbunyinya?*

Terdengar sesuatu yang jatuh. Bunyinya seperti…..

“Wakhhhhh bekalku!!!!”

***

“Ppali…. Aku harus melakukan piket kelas hari ini”

Sooyoung yang begitu tampak kewalahan mengejarku, memutuskan untuk berhenti sambil mengatur nafasnya.

“Kau…..hosh….duluan saja….”Ucapnya

“Arra….Kita bertemu di sekolah”Ucapku

[Chen POV End]

***

 

[Hyoyeon POV]

Insiden ciuman itu…. Sungguh membuatku tak dapat beristirahat dengan tenang. Bagaimana bisa aku tidak mengingat kejadian yang barusan terjadi dalam hidupku itu? Aigo…..

“Aish…. Aku malu”

Bantal yang sejak tadi berada di sebelahku, langsung saja kugunakan untuk menutupi wajahku. Berharap dengan melakukan itu, aku bisa menghilangkan perasaan aneh ini…..

***

Alarm pagi yang bersumber dari jam weker milikku langsung membuatku terjaga. Dengan mata yang terasa berat, aku langsung menuju kamar mandi. Membasuh wajahku dengan air dan….

“Wakh!”

Aku tersentak kaget ketika sepasang telapak tangan menyentuh pundakku. Saking terkejutnya, sikat gigiku masuk ke dalam toilet(?)*benernggak?*

“Pagi, tuan putri….”

Suara itu….. Pasti Lay oppa!

“Ya! Oppa kau membuatku….”

“Ssttt…. Kau bisa tenang sedikit tidak? Ini masih pagi”

Lay oppa tersenyum padaku dan melakukan kebiasaan paginya lagi. Padahal aku belum selesai membersihkan sisa pasta gigi di sekitar mulutku *ngertimaksudnyakan?*

“Kenapa….Rasanya aku seperti baru saja menelan pasta gigi?”Tanyanya dengan senyum jahil

“Aish…. Kau… GANTI SIKAT GIGIKU!!!!”

“Jangan teriak atau ku….”

“Ah, aniyo! Cepat keluar, aku mau mandi!”

***

“Aku sepertinya terlalu bersemangat, sampai lupa jika sekarang masih jam 6 pagi”

Masih terlalu pagi untuk ke sekolah. Karena itu kuputuskan untuk membantu oppa menyiapkan sarapan untuk kami berdua.

Pemandangan di pagi hari yang selalu kusuka… Memandangi punggung Lay oppa yang sedang memasak. Siapa Lay oppa? Biar kuceritakan. Dia…. Adalah namjachinguku, ah bukan! Kami adalah tunangan.

Kami bertemu…. Sejak pertama kali kulihat dia. Saat itu dia sedang tampil di kafe tempatku bekerja sambilan. Suara indahnya itu….Mampu membuatku terpesona. Rasanya…Saat itu waktu seperti berhenti dalam sekejap. Yang kupikirkan saat itu…. Mungkinkah pertemuan ini merupakan takdir? Ataukah….

“Katanya ingin membantu, kenapa kau malah tersenyum begitu? Apa aku terlihat aneh?”Tanyanya bertubi tubi

“Ani. Hanya saja aku merasa… Oppa begitu tampan, hehehe”

“Ppalli…. Kau harus ke sekolah bukan?”

“Ne….”

“Kalau begitu, cepat bantu aku”

“Ayay..Kapten!!!”Aku berteriak dengan penuh semangat, seperti seorang prajurit(?) ^^

***

 

“Oppa…Kau tidak ingin sarapan?”Tanyaku

“Aniyo. Aku harus segera pergi untuk mengurus sesuatu yang penting”Jawabnya datar

“Apa itu…. Tentang pernikahan kita?”

Tuk

Kurasakan pukulan kecil mendarat di puncak kepalaku.

“Aw!”

“Pelajaran untukmu. Kau itu harus memikirkan sekolah. Berani sekali anak sekolah sepertimu memikirkan hal hal begitu”

“Ish…Itu impian wanita! Dasar namja babo”

“Mwo? Babo?”

“Ne! Ba-bo!”ucaku dengan penekanan

“Ya! Berani sekali kau mengatai tunanganmu dengan ucapan yang tidak sopan seperti tadi!”

“Bwek! Babo, babo, babo, ba…..”

Tubuhku seakan membeku seketika ketika aku dapat melihat wajah tampannya itu dari jarak yang amat dekat. Mungkinkah ini….. *authorlangsungngambilpenutupmata(?)* >.<

“Hukuman di pagi hari”Ucapnya sambil tersenyum jahil. Kemudian dielusnya puncak kepalaku sebelum dia pergi melangkah keluar dari pintu

“Aku pergi”Pamitnya

“Aish… Dasar evilkiss”Ucapku.

Sambil menunggu jam menunjukkan pukul 8 pagi, kuputuskan untuk sejenak memandangi langit biru. Ah….Indahnya pagi ini.

Sesaat…Aku merasa ada seseorang yang memperhatikanku…..

***

Kini…. Akan kumulai lembaran hidup baru di kota Seoul. Memulai semuanya kembali. Saat kuputuskan untuk melarikan diri bersama dengannya… Aku hanya berharap, dia akan bersamaku selamanya. Aku berharap, akan berlari sambil menggenggam tangannya itu. Aku begitu mencintainya….

“Kim Hyoyeon! Kau harus berjuang….Hwaiting!!!”

Dengan memantapkan hati….Kulangkahkan kaki pagi ini. Menuju permulaan untuk semua hal baru….

[Hyoyeon POV End]

***

*Skip

@School

Hyoyeon yang baru saja terdaftar sebagai siswi di sekolah seni Chungnam Art School, kini sedang berkeliling sekolah. Berusaha melafalkan tempat demi tempat yang ada di lingkungan barunya itu. Dengan penuh semangat, yeoja itu menunjuk setiap tempat yang dilewatinya.

Bruk

Terlalu sibuk melafalkan tempat, Hyoyeon tak meihat seseorang yang sepertinya sedang terburu buru. Dia berlari dan tak sengaja bertabrakan(?) dengan Hyoyeon.

“Aw”

“Mianhae…. Aku…..”

Mata namja itu membulat(?) ketika melihat siapa yang baru saja ditabraknya(?) itu, dan begitupun sebaliknya….

~TBC~

Gomawo udah baca FF abal abal ini. Dan jangan lupa tinggalin komentar kalian yah…. Komentar kalian itu bisa menjadi sangat penting karena mempengaruhi kualitas FF saya kedepannya ^^

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke [Chaptered] Song for You Girl (Chapter 1)

  1. QotrunNada berkata:

    Huaaa ini keren!! Ntar hyoyeon sama lay apa chen? Bingung ._. Tapi, ini dilanjut kapan ya? Ohya, kok prolognya gak bisa dibuka? .-.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s