[OneShot] If Everything Changed

If Everything Changed…

remake cover if everything changed

Title        : If Everything Changed…

Author    : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre      : Romance, Sad

Length     : Oneshot

Main & Support Cast : Look at Cover ^^

Note : Annyeong…. FF abal abal muncul lagi, hehehe *ketawagaje* FF ini saya buat untuk memenuhi permintaan Vi *nama reader* yang saranin untuk bikin FF dengan cast SeoKai. Karena pertama kali bikin FF dengan cast cowoknya selain Luhan, suami saya *ditabok* jadi… Saya sebagai author mohon maaf jika feel dalam FF ini tidak menyatu dengan plot cerita dan juga mohon maaf jika FF ini tidak memenuhi harapan readers (miancerewet) ^^

*recommendation song : TVXQ-Before U Go,Jiyoung-Wanna Do,Lee Seunggi-Return

*Beberapa dari cast usianya tidak disesuaikan dengan usia sebenarnya, demi kebutuhan cerita

*POV yang sering berubah(?)

*FF ini sudah pernah saya post di Exoshidaefanfic ^^

~Happy Reading~

~ If Everything Changed~

Desember…. Seakan warna hujan berubah menjadi pink. Satu demi satu kelopak sakura, jatuh. Angin yang berhembus pelan, sibuk memainkan beberapa kelopak. Sungguh pemandangan yang begitu indah untuk tidak disaksikan secara langsung.

Setiap tahun…. Sakura yang berguguran merupakan hal indah yang tak pernah kulewatkan. Seringkali, kutengadahkan tangan. Membiarkan kelopak-kelopak itu memenuhi tanganku. Sambil sesekali memejamkan mata…. Menghirup aroma khas yang tercium dan terus berharap…. Semoga dia terus berada di sisiku. Selamanya….

***

~ If Everything Changed~

Hari ini aku dan Kai bersama sama akan pergi ke taman yang sering kusebut dengan taman sejuta sakura. Meski di tempat itu hanya ada beberapa pohon sakura saja, namun entah mengapa setiap kali memandangi sakura di sana aku selalu berpikir sakura di sana seakan akan jumlahnya seribu.

“Oppa…. Kita akan melihat sakura…”Ucapku sambil melompat lompat kegirangan. Mungkin orang akan melihatku seperti anak kecil, tapi aku tak peduli. Selama Kai tidak keberatan, aku hanya perlu bersikap apa adanya diriku….

“Ne….Chagi. Tapi… Awas kalau kau berani memanjat pohon sakura lagi. Aku akan menghukummu, arra?”

“Dihukum juga tak apa. Asal oppa yang menghukumku, hehehe”Aku tersenyum dan menggandeng lengannya. Kupandangi wajahnya yang selalu begitu,terlihat dingin. Aku selalu menyukai raut wajahnya itu…. ^^

“Seo-ah….”

“Eoh? Wae oppa?”

Terdengar Kai menghembuskan nafas berat sebelum dia akhirnya menatapku. Hatiku merasakan perasaan aneh ketika menatap matanya. Tak seperti biasanya….

“Oppa….”

“Seo-ah…. Aku…..”

Brraaakkk…..

Terdengar suara tabrakan tak jauh dari tempat kami berada. Sontak aku dan Kai mengalihkan pandangan kami. Dengan segera aku berlari mendatangi tempat itu. Kulihat seorang namja tergeletak dengan darah yang terus mengalir dari tubuhnya.

“Oppa bantu….”

Ketika aku menoleh, Kai ternyata tak ada di sampingku. Ingin aku mencarinya, namun hatiku merasa harus menolong namja ini. Akhirnya kuputuskan untuk menolongnya dulu, kemudian baru menghubungi Kai setelahnya.

***

~ If Everything Changed~

Aku…. Berharap bisa menyampaikannya pada Seohyun. Namun… Ternyata aku tak sanggup. Aku terlalu takut menyakiti hatinya yang begitu baik. Aku tak sanggup berpisah darinya… Aku begitu mencintainya…

“Seo-ah…. Aku…..”

Brraakkk….

Mendengar suara tabrakan, Seohyun dan aku langsung menoleh. Aku tak sempat mengatakan padanya. Padahal, sudah kubulatkan tekadku untuk mengatakan padanya…..

Mungkin karena sifat baiknya, Seohyun langsung berlari ke tempat itu, meninggalkan aku yang masih berdiam diri di sini.

“Goodbye chagi….. Aku sangat mencintaimu”

Perlahan…. Kulangkahkan kakiku, meninggalkan tempat itu. Setelah ini…Seohyun akan datang ke tempat ini…. Tanpa aku disisinya

***

~ If Everything Changed~

Di dalam ambulance, namja itu terus mengigau. Wajahnya terlihat pucat dengan keringat yang terus mengucur. Aku pun menepuk nepuk tangannya lembut sambil membisikan kata kata penyemangat. Kejadian ini….mengingatkanku pada Kai. Kami bertemu saat aku yang waktu itu bertugas sementara membantu pekerjaan bibiku yang merupakan seorang dokter. Disaat hari pertamaku bertugas, beberapa perawat terlihat membawa seorang pasien yang dipenuhi luka.

Ternyata setelah mendengar beberapa keterangan perawat, kuketahui pasien itu bernama Kai. Dia merupakan korban pemukulan beberapa berandal. Dan di saat yang bersamaan, aku ditugaskan merawat Kai hingga sembuh…..

“Hyewon-ah….. Jangan tinggalkan….aku….”

Tangan namja itu tiba tiba saja menggenggam tanganku. Begitu erat…. Seakan akan menahanku untuk tidak pergi….

“Tenanglah…. Aku takkan kemana mana….”Ucapku. Perlahan, dia kembali tenang. Dan samar, kulihat sebuah senyum diiringi airmata dari wajahnya….

“Gomawo….Hyewon-ah…”

Mungkin… Dia berpikir aku adalah Hyewon….

***

~ If Everything Changed~

“Oppa….Haruskah kau pergi?”

“Ne….Karena itu, aku harap kau bisa menjaga umma, appa dan…Seohyun untukku”

“Oppa…. Kau tidak memberitahunya jika kau….akan pergi?”

“Ani….”

“Wae?”

“Karena…. Aku terlalu mencintainya,Fanny-ah….”

“Oppa…..Bagaimana jika Seo-ah  berpikir kau sengaja meninggalkannya dan dia….Akhirnya berpaling pada namja lain?”

“Fanny-ah…. Jika takdir mengijinkan aku bersamanya… Bagaimanapun kami pasti akan tetap bersama”

“Arra! Tapi jangan salahkan aku jika Seo-ah tidak akan bersamamu”

“Ne…Aku pergi yah….”

***

~ If Everything Changed~

Kuputuskan untuk menungguinya. Pikiranku….Terus dipenuhi Kai. Sorot matanya saat kami berjalan bersama tadi….Rasanya sungguh ada yang ganjal. Hanya perasaanku saja atau……

“Dimana keluarga pasien yang ada di ruangan ini?”

“Ne…..Aku disini”

“Kau… Bergolongan darah B?”

‘Ne….”

“Pasien kehilangan banyak darah, sehingga membutuhkan tranfusi darah, pasien juga bergolongan darah B”

“Aku…..”

Drrrttt…..

Kurasakan getaran kecil dari saku jaketku. Segera kuambil handphone dan ternyata Tiffany yang menghubungiku

“Yoboseyo?”

“Ya! Kau….Cepat susul oppa….”

Terdengar suara Tiffany yang diiringi dengan isakan. Kenapa dia menangis?

“Wae? Kenapa kau….”

“Cepat datang atau kau akan menyesal, babo!”

Tiffany memutus telpon. Apa maksud kata katanya itu? Dan kenapa perasaanku….

“Ayo cepat nona. Kita harus secepatnya melakukan transfusi darah…..”

Aku pun akhirnya mengikuti dokter itu masuk ke dalam. Kai….Kau takkan meninggalkan aku, bukan?

***

~ If Everything Changed~

Setelah  selesai, aku berniat untuk menemui Kai, namun tubuhku tiba tiba saja terasa lemah. Rasanya tenagaku langsung terkuras habis. Kurasakan tubuhku jatuh, sebelum semuanya menjadi gelap…..

“Nona….Kau sudah sadar?”

Kukerjapkan mata berkali kali ketika menemukan diriku tengah terbaring di ranjang rumah sakit.

“Kai….”

Aku lupa. Aku harus menemuinya….

“Nona, kau mau kemana?”

“Aku….Harus menemui seseorang….”

“Kau tidak boleh kemana mana, nona. Kami telah menghubungi keluargamu….”

“Tapi aku…..”

Aku terdiam ketika melihat sosok Tiffany yang sekarang telah berdiri di hadapanku

“Kau mau kemana,eoh?”

“Aku….”

“Kan sudah kubilang untuk tidak datang terlambat, tapi kau malah tidak mendengarkanku”

“Apa….”

“Kau tahu….. Oppa telah pergi”

“Kau…..Ber…canda?”

“Aniyo. Aku serius. Dan aku berharap…. Kau akan terus hidup, meski oppa tak ada di sisimu”

***

~ If Everything Changed~

Kini….Semuanya berubah. Sejak Kai mencampakkan aku…. Kuputuskan untuk perlahan melupakannya dan akhirnya aku bersama dengannya… Namja yang waktu itu kutolong. Namanya Xi Luhan….

“Seo-ah…. Kau yakin tidak ingin kuantar?”

“Ani, oppa…. Aku bisa pulang sendiri”

“Arra. Tapi….Jika kudengar ada apa apa, lihat saja Seo Jo Hyun… Aku akan datang dan….”

“Ya! Kau cerewet sekali oppa. Aku akan baik baik saja, otthe?”

“Hm…Baiklah….”

Kuambil payung yang sejak tadi kuletakkan di luar. Saat ini hujan sedang turun dengan derasnya, namun kuputuskan untuk pulang karena aku harus mengerjakan tugas akhir semester. Aku ke rumahnya tadi untuk mengambil beberapa catatan yang kuperlukan untuk menghadapi ujian nanti. Dan aku terbantu karenanya… Yang kini telah menjadi namjachinguku

Kupercepat langkahku, ketika melewati ‘taman seribu sakura’ itu. Aku… Merasa takkan sanggup jika berada di sini meski hanya semenit saja. Jujur…. Aku masih begitu menyukainya. Sulit melupakannya, karena… Aku masih terus mencintainya. Dia dan segala kenangannya masih terus tersimpan di memoriku….

“Seo-ah….”

Aku terhenti ketika mendengar sebuah suara lembut memanggil namaku. Suara itu…. Benarkah itu….dia?

Payung yang kupegang, terlepas dan diterbangkan oleh angin yang tiba tiba saja berubah menadi kencang. Perlahan, tubuhku berputar dan…. Kulihat dirinya, berdiri dan tersenyum….

“K….Kai?”

Hangat kurasakan dari kedua pelupuk(?) mataku saat namja yang telah lama tak kulihat itu… Kini berada di hadapanku. Dan kini namja itu…. Menarikku dalam dekapannya. Dekapan ini…. Hangat dan penuh kerinduan….

Hujan dan angin yang mengenai tubuh kami, tak membuatku maupun Kai meregangkan pelukan. Justru semakin erat…

“Aku…. merindukanmu, Seohyun….”

“Nado, oppa…. Aku rindu…. Sangat merindukanmu….”

***

*Epilogue*

(Author POV)

Begitu eratnya pelukan mereka. Bahkan Seohyun juga menumpahkan air matanya dalam dekapan Kai. Dada bidang Kai menjadi sasaran pukulan Seohyun yang semakin melemah. Isak tangis bercampur dengan suara hujan yang turun, seakan membuat semua itu larut. Segalanya berubah, begitu Kai kembali. Perasaan yang berusaha keras dikubur Seohyun pun akhirnya muncul lagi ke permukaan….

“Ketika kita mencintai…. Pasti kita juga akan merasakan sakit”

Luhan yang sejak tadi memandangi Seohyun dan Kai terkejut ketika mendapati Tiffany yang tiba tiba saja datang.

“Kau….”

“Aku pun merasakan hal yang sama denganmu. Aku mencintai namja itu…. Walaupun aku tahu, cerita cinta ini takkan berakhir dengan aku bersamanya….”Ucap Tiffany. Walaupun sedih, dia berusaha untuk tetap tersenyum. Itulah sisi positif seorang Tiffany, tetap berusaha untuk terlihat kuat, bahkan disaat dia dihadapkan dalam situasi terburuk sekalipun….

“Kau…Benar”Ucap Luhan “Karena itu….Kita harus mencoba…. Untuk melupakan mereka”

Ucapan Luhan, seakan merobohkan pertahanan Tiffany. Airmatanya perlahan jatuh dan mengalir di kedua sisi wajahnya. Bercampur dengan tetes air hujan yang turun. Melihat Tiffany, Luhan seakan melihat pantulan dirinya saat bercermin. Saat ini mereka terlihat sama. Takdir tidaklah berpihak pada mereka. Dan kini… Mereka berada di sana, menyaksikan orang yang mereka cintai…. bahagia

Tetes tetes hujan yang sejak tadi mengenai tubuhnya, kini tak lagi dirasakan Tiffany. Sebuah payung telah melindungi tubuhnya.

“Hati kita memang sedang sakit, tapi… Jangan biarkan tubuh kita juga ikut sakit”Ucap Luhan. Tak lama, terdengar suara tawa keduanya. Ada makna di disetiap keadian…Mungkin… Inilah maksud dari ungkapan(?) itu…. Berbagi rasa hingga perlahan… Pulih dari kesedihan…

~END~

Gaje, sumpah gaje banget >.<

Semoga readers nggak eneg pas baca FF ini dan langsung banting laptop(?) atau hape(?) ^^

Berika komentarnya yah…. Saya butuh sesuatu yang bisa memberi saya semangat sekarang, dan komentar kalian merupakan salah satu sumber semangat saya dalam membuat FF ^^

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction, life, Romance, Sad dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke [OneShot] If Everything Changed

  1. Rena Fanytastic berkata:

    Bagus thor

  2. melsyfattira berkata:

    Terharu eon😦
    feelnya dpet bnget~
    apalagi yg cast perempuanny bias saeng ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s