[Drabble] Noreul Wihaeso

Neoreul wihaeseo

[For You]

 neoreul wihaeseo [For You]

Title     : Neoreul wihaeseo [For You]

Author : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre   : Romance,sad

Length  : Drabble

Cast       : Chanyeol,Jessica,Kai

Note       : Disini semua cast saya buat sama umurnya. Hanya untuk kebutuhan dalam cerita saja. Dan tulisan yang di italic = penggambaran author yang masih menggunakan sudut pandang Jessica ^^(agak bingung sebenarnya ngejelasin maksudnya,hehehe) ^^

~Happy Reading~

.

.

.

TANPA NAMA,MATI SAJA KAU!

ANAK DARI SEORANG WANITA PENGGODA LEBIH BAIK MATI

KAU LEBIH BURUK DARI SAMPAH!!!

Tulisan tulisan itu lagi lagi memenuhi loker hingga laci mejaku. Bahkan dihadapanku banyak sekali sampah dengan bau menyengat yang kuyakin adalah bau bangkai tikus yang terselip(?) diantara tumpukan sampah itu. Hanya diam dan memungutnya, itulah yang kini kulakukan.

Aku sudah terbiasa menghadapi ini semua. Aku bahkan pernah mengalami hal yang jauh lebih buruk daripada sekedar melihat tumpukan sampah di tempat duduk. Mereka … Hanya tertawa sambil tersenyum sarkastis memandangiku. Mereka tak punya hati nurani lagi. Mereka sungguh kejam. Tuhan menghukum manusia seperti aku tapi tidak dengan mereka. Apa bedanya aku dengan mereka? Aku memang anak dari seorang wanita penghibur. Aku tahu pekerjaan ibuku sungguh sangat buruk. Tapi kenapa mereka menghukumku atas segala kesalahan yang entah atau bahkan sama sekali tidak dilakukan olehku maupun ibuku terhadap mereka. Apakah mereka tahu bagaimana rasanya bertahan di tengah orang orang yang selalu memandang rendah kami? Mereka takkan tahu….

“Hei tanpa nama…. Ayo lebih cepat kau memungutnya. Kau membuat kelas ini tercemar dengan bau busuk itu”Kata Mihwa, gadis yang merupakan anak seorang konglomerat. Dia menendang punggungku hingga membuatku jatuh diantara tumpukan sampah dan aku yakin pasti bajuku akan ada tanda sol sepatunya

“Hahaha…. Akhirnya dia berbaur dengan sampah”Kini dapat kudengar tawa mereka yang meledak karena melihatku. Aku ingin menangis. Aku ingin memukuli mereka semua. Tapi aku harus terus bertahan dengan semua keadaan ini. Setidaknya itu yang harus kulakukan untuk beliau-ibuku- yang terus mengharapkanku untuk bersekolah disini. Sekolah yang cukup elit dengan orang orang yang begitu senang melihatku menderita

Buk

Braakk

Kudengar suara orang terjatuh. Dengan segera aku memperbaiki posisiku dan terlihat kini dua orang yang sedang berkelahi. Aku mengenali namja dengan topi rajut itu. Topi yang kujahitkan khusus untuknya. Dia…. Memakainya

“Yak! Cepat kalian bereskan semua itu! Jika tidak, walaupun wanita…. AKAN KUHABISI”Suara yang terdengar dalam dan penuh penekanan-tepatnya mengintimidasi- itu bagiku lebih seperti suara malaikat penyelamat. Dan namja itu… Menatapku sekilas dan lantas menarik pergelangan tanganku tiba tiba. Dia terus menarikku hingga kami tiba pada sebuah pohon besar yang kuyakin umurnya sudah cukup tua.

“Kai… Gomawo”Ucapku lirih. Kai-namja itu- lantas menengok dan menatapku dengan dahi mengernyit. Tak lama, dia pun tersenyum dan langsung mengambil posisi duduk diantara rerumputan yang tumbuh disekitar tempat itu.Aku pun ikut duduk disampingnya

“Kai…. Aku…”

“Ya~ Iihat langitnya. Cerah kan?”Tanya Kai sambil menengadahkan tangannya ke atas. Dia seperti ingin menggenggam awan putih diatas sana

“Eum”Jawabku sambil mengangguk pelan. Kai lantas menatapku kemudian mengelus puncak kepalaku pelan “Kau ini… Kenapa begitu saja jawabanmu? Apa kau bisu,eoh?”Tanyanya lagi

“A-aniyo”Jawabku pelan dan tergagap

“Ya! Jung Sooyeon… Jawablah semuanya dengan lantang saat kau bersamaku”Ucapnya agak keras. Membuatku sedikit terkejut. Namun rasa itu cepat berganti dengan kebahagiaan saat kulihat dia tersenyum setelah aku mengangguk pasti

“Ulangi. Jung Sooyeon… Langitnya cerah kan?”

“Ne!”

“Lebih keras!”

“Ne!!!”

“LEBIH KERAS LAGI!!!”

“KIM JONG IN…. LANGITNYA SUNGGUH CERAH!!!”

Untuk pertama kalinya aku berteriak sekencang ini. Memang sedikit terengah karena belum terbiasa,namun… Hatiku sungguh terasa begitu lega. Bebanku rasanya menghilang. Dan tanpa sadar aku….Menangis

“Ya! Wae? Kenapa menangis?”Tanya Kai heran begitu melihat tetes tetes airmata yang mulai membanjiri wajahku. Dengan cepat, kuusap kedua sisi wajahku dengan lengan seragamku

“A-aniyo…. Aku…. Hanya bahagia”Ucapku terbata. Kai lantas berdiri dan langsung menarikku. Dia mengajakku berlarian mengelilingi sekitar tempat itu

“Akkh!!!”Seruku padanya. Namun Kai terus menarikku dan bahkan menambah kecepatan berlarinya tanpa melepaskan tangannya

“AYO KITA BERLARI DAN HILANGKAN SEMUA BEBAN,JUNG SOOYEON!!!”

“NE!!!”

Bersamanya… Aku bisa menghirup udara dengan bahagia. Aku bisa tersenyum jika dia disisiku. Aku bisa berteriak sekukaku. Tak perlu merasa sedih, takut ataupun ingin menangis. Itu karena dia… Ada di sisiku….

= Neoreul wihaeseo =

“Aku pu- Eomma!!!”

Aku tercengang melihat seorang wanita yang kini tengah menarik rambut ibuku. Wajahnya kini dipenuhi lebam dan hampir di sekujur tubuhnya  terlihat bekas luka yang beberapa masih mengalirkan cairan merah segar. Dan wanita itu, tersenyum sarkastis memandangiku yang kini tengah merengkuh ibuku ke dalam dekapanku.

“Waeyo?”Tanyaku terisak. Wanita itu menatapku dengan tatapan penuh kebencian dan lantas mencengkram daguku dengan tangannya. Dia menarik wajahku agak keras sebelum akhirnya dia menamparku

“Kalian sama saja. Sama sama manusia hina”Ucap wanita itu penuh penekanan dan mengintimidasi “Katakan pada ibumu untuk berhenti. Karena jika tidak…. Kupastikan kalian takkan lagi menginjakkan kaki di bumi ini”

Wanita itu lantas pergi. Namun ibuku dengan sekuat tenaganya berusaha bangkit untuk mengejar wanita itu.

“Eomma…. Eomma….”Ucapku sambil mengejarnya dari belakang. Dengan sedikit terseok, ibuku terus melangkah hingga akhirnya kini wanita itu menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap kearah ku dan ibuku

“Ya! Aku… Takkan… Berhe…ti”Ibuku menatap wanita itu dengan kilatan mata yang memperlihatkan amarah dan kebencian yang begitu besar kepada wanita tersebut. Namun sepertinya wanita itu tak peduli. Dia lantas masuk ke dalam mobilnya. Kulihat disana bukan hanya wanita itu saja, namun juga ada seseorang. Seseorang yang usianya kira kira usianya hampir sama dengaku. Entahlah tapi…. Kurasa namja itu tengah memandangiku. Dan untuk beberapa detik kami saling bertatapan sebelum akhirnya mobil itu melesat pergi.

“Soo Yeon…”Panggil ibuku lirih

“N-ne?”

“Carilah…. Ayah…kandungmu….”

“M-mwo? Eomma….”

“Alamat…nya…. Ku..tinggalkan…. Di lemari…pakaian…”

Bruk

Tubuh ibuku rubuh dan menghantam tanah. Bisa kurasakan darah segar mengalir dari kepalanya.

“EOMMA!!! ANDWAE! JANGAN TINGGALKAN AKU!!!”

= Neoreul wihaeseo=

Hari ini…. Aku harus meninggalkan cintaku dan menemui appa. Aku tak ingin sebenarnya, namun…. Aku harus menghargai ibuku. Menghargai beliau yang telah dengan susah payah mencari ayah kandungku. Aku tahu… Ini semua akan sulit. Namun… Aku tetap harus melakukannya. Bahkan sekalipun aku tak mau

“Nona… ayo”

Dengan berat,kulangkahkan kaki menuju mobil yang pintunya telah terbuka itu. Aku… Ingin bertemu dengannya untuk terakhir kalinya.

“Tak ada….”

Jariku tak henti hentinya menyentuh kaca jendela mobil. Terus menghapus salju yang mulai menutupi jendela. Namun… Tetap saja. Hingga mobil ini bergerak dan melaju di jalanan, tak kulihat sosok Kai ada di manapun. Aku merindukanmu….

Aku…. Tak tahu takdirku akan bagaimana. Aku bahkan tak tahu Kai pada saat itu berlari ke arah yang berlawanan denganku.

Hanya memandangi salju yang turun, itulah yang kulakukan sekarang. Sambil mengenang… Semua hari bahagiaku bersamanya….

“Nona… Sudah sampai”

Suara ajjushi itu membuatku tersadar dan lantas segera turun dari mobil. Namun… Aku merasa mulai ragu. Dan kulihat ajjushi itu memegang tongkat dan kurasakan kepalaku dihantam benda dengan cukup keras. Membuatku semuanya terlihat gelap….

= Neoreul wihaeseo=

“Hmp”

Begitu terjaga, tiba tiba saja tanganku telah diikat pada sebuah kursi dan mulutku tertutupi oleh semacam perekat.Menempel cukup kuat hingga membuatku sama sekali tak dapat mengeluarkan suara. Hanya bisa memberontak sambil mengerahkan segenap tenagaku untuk melepaskan diri dari jeratan tali yang seperti ‘membelenggu kebebesanku’

“Kau… Akan mati bersama dengan dosa ayahmu! Apa kau tahu itu? Hah?!”

Ajjushi itu datang dengan sebuah balok di tangannya. Dan disaat yang hampir bersamaan, pandanganku mulai mengabur. Sulit untukku melihat ‘objek’ yang kurasa makin mendekat itu. Dan begitu mataku sepenuhnya tak dapat melihat, kudengar suara sesuatu yang menghantam lantai. Dan kurasakan pula seseorang melepaskan tali pengikatku dan menarikku untuk pergi bersamanya

“Nugu…Seyo?”Tanyaku. Orang itu lantas berhenti dan mungkin berbalik tepat menghadap kearahku

“Kau… Tidak bisa melihatku?”Tanya orang itu dengan suara yang terdengar berat. Mungkin…Orang ini adalah namja

“Ne….”

“Ikutlah denganku. Aku akan menjagamu”Ucapnya

“Orang yang tadi…. Bagaimana?”

“Tenang saja. Appaku takkan bisa lagi mengejarmu.Aku… Telah memukulinya. Kau tenang saja”

“Apa… Dia mati?”

“Entahlah. Mungkin… akan mati”

Entahlah. Tapi… Aku merasa namja ini adalah orang yang baik. Dan karena itu pula aku dengan yakin mengikutinya. Dialah yang menuntunku hingga…. Aku menemukan takdir yang lain

= Neoreul wihaeseo=

“Soo yeonni… Kubilang kan jangan keluar tanpa seijinku. Kau ini bandel sekali”

Aku terkekeh mendengar suara Chanyeol yang kini tengah mengomel. Aku tahu dia begitu mencemaskanku tapi aku juga tak bisa menahan diri untuk tidak keluar. Aku ingin menghirup udara segar disini. Kata Chanyeol tempat ini memiliki pemandangan yang cukup indah karena letak tempatnya yang masih asri dan belum terjamah banyak orang. Dan kurasa Chanyeol benar akan hal itu

“Aish. Kau ini…. Aku kan hanya ingin diluar sebentar”Ucapku dengan nada merengek. Dengan perlahan kuraih lengan bajunya sambil menariknya manja. “Oppa….”

“Ish… Kau ini”Ucapnya “Kau tahu kan, suara manjamu itu bisa membuatku luluh?”Chanyeol kemudian mencubit ujung hidungku. Dan itu membuatku sedikit mengerang

“Akh, oppa! Sakit”Erangku. Dan suara Chanyeol yang terkekeh bisa kudengar jelas. “Mian… Sini kuucapkan mantra agar hidungmu tak sakit lagi”

Hembusan nafas Chanyeol yang hangat mengenai kulit wajahku yang mulai terasa dingin akibat salju. Semakin lama, hembusa nafas itu semakin terasa menyapu kulit wajahku. Dan sedetik kemudian terasa sesuatu yang lembut menyentuh bibirku lembut

“Bagaimana? Sudah sembuh?”Tanyanya

“Yak! Yang sakit kan hidungku,bukan bibirku”

“Aku senang mengerjaimu Sooyeonni….”

Chanyeol langsung memelukku, bahkan sebelum sempat kuomeli. Dia memelukku cukup erat dan tiba tiba saja menarikku

“Yak… Chanyeol”

“Ayo kita berkeliling. Aku yang akan menuntunmu, kau tenang saja”

Dia menarikku dan kami pun berlari bersama sama.

“AYO KITA BERLARI DAN HILANGKAN SEMUA BEBAN,JUNG SOOYEON!!!”

Ingatanku tentang Kai kembali saat Chanyeol mengucapkan kata kata yang sama dengannya. Bahkan dia mengajakku lari berkeliling seperti yang pernah Kai lakukan dulu.

Langkahku terhenti saat aku teringat lagi tentang dirinya. Chanyeol lantas berhenti dan mendekatiku sambil merengkuh wajahku lembut

“Wae?”Tanyanya

“Ah, aniyo. Aku tidak apa apa….”

“Jinjja?”

“Ne…”

“Eum… Chanyeolli”

“Wae?”

“Aku….”

Kugantungkan kata kataku saat kudengar langkah kaki yang mendekat. Langkah kaki itu semakin jelas terdengar hingga akhirnya bisa kudengar suara si pemilik langkah kaki itu

“Permisi… Apa ini kediaman tuan Park?”

Suara itu….

“Jong… In?”

“Kim Jong In….”Ucapku lirih

“Jung…. Soo Yeon?”

Tak kusangka… Kami akan dipertemukan kembali oleh takdir…. Takdir yang sepertinya membuatku tak menyadari betapa itu membuat Chanyeol terluka

= Neoreul wihaeseo=

“Oppa… Bisakah… Aku melihat lagi?”Tanyaku

“Kau…. Ingin bisa melihat lagi?”

“Eoh”

Chanyeol mengusap kepalaku seperti biasanya. Mungkin dia akan bertanya tanya tentang keinginanku untuk bisa melihat lagi. Sejak pertemuanku dan Kai…. Keinginanku itu semakin terasa kuat. Aku begitu merindukannya. Tapi aku terlalu takut untuk menyakiti hati Chanyeol yang telah begitu baik padaku

“Soo Yeonni….”

“Eum?”

“Bisakah…. Kau tetap di…sisiku?”

Pertanyaannya sungguh membuat hatiku tertohok. Aku tak ingin mengatakan hal yang sejujurnya kurasakan. Namun aku takkan sanggup untuk terus membohongi diriku dan dirinya. Aku masih…. Mencintai masa laluku

Untuk sesaat, suasana terasa hening. Hingga Chanyeol menuntun tanganku dan kurasakan telapak tanganku menyentuh sesuatu.

“Oppa… Ini….Apa?”

“Ini kartu…. Menuju hadiahmu”

“Apa maksudmu?”

“Kartu ini… Akan memenuhi satu permintaan yang paling kau inginkan”

“Jinjja?”

“Eoh”

Chanyeol mengelus kepalaku lagi dan kemudian memelukku…

Tok

Tok

Tok

Terdengar seseorang mengetuk pintu. Chanyeol langsung mendatangi pintu depan dan cukup lama Chanyeol berada di sana hingga dia kembali dan menarik lenganku

“Ayo kita jalan jalan bersama temanku”

“Eoh….”

Dia menuntunku menuruni tangga di tengah salju yang turun cukup banyak malam itu. Untung saja Chanyeol memakaikanku mantel dan tak lupa syal sebelum kami pergi.

“Oppa…Temanmu mana?”

“Ada di belakang.Kau tenang saja”

Chanyeol kali ini menyuruhku duduk di belakang dan aku hanya bisa menurutinya. Kini aku duduk bersama teman Chanyeol di bangku belakang. Dan tanganku….  seperti baru saja menyentuh benda yang benar benar tak asing… Topi rajut yang dulu pernah kuberikan pada Kai. Mungkinkah…

“Goodbye…Soo Yeonni….”

Kata kata Chanyeol barusan…..

“KAI,BAWA JESSICA SEKARANG!!!”

Kai merengkuh tubuhku dan kami sempat terguling selama beberapa saat di atas tumpukan salju. Dan bersamaan dengan kesadaranku yang kembali, kudengar suara mobil yang menabrak. Apakah itu….

“OPPA!!!”

Dengan tergesa gesa aku melangkah menuju asal suara yang baru saja kudengar itu, namun Kai mencegahku

“Ya! Kau mau kemana?”

“Chanyeol oppa…. Dia….”

“Dia…. Memutuskan untuk membunh dirinya…. Demi untuk membuatmu kembali bisa melihat”

“ANDWAE!!!”

Kai memelukku yang tengah meronta ronta. Aku tak menyangka oppa akan melakukan hal ini hanya karena aku….

“Oppa…. Mianhae….”

Isak tangisku kini tenggelam oleh suara sirene ambulance yang membawa jasad Chanyeol.

= Neoreul wihaeseo=

Kai pun menceritakan semuanya. Tentang dia yang telah bertemu dengan appaku yang kini telah meninggal. Dia kini sedang menjalani tes untuk menjadi seorang detektif. Dan untuk itu dia pun menemui Chanyeol. Tanpa disangka itu menjadi ‘jembatan’ untuk kami bisa bertemu kembali. Dan kini appaku tengah mendekam di penjara. Appa menyerahkan dirinya karena telah mengakui semua perbuatannya, termasuk perbuatannya yang membuat ayah Chanyeol mengalami kehancuran hingga memutuskan untuk melampiaskan semuanya pada putrinya yaitu aku

Dan kini, aku telah kembali bisa melihat dengan kornea mata yang diberikan Chanyeol. Ternyata kartu yang tempo dulu sempat dia tunjukkan padaku adalah kartu donor organ. Dia memberikan semuanya untukku….

“Soo Yeon”

Kulihat Kai yang berlari menghampiriku. Dia mengenakan topi rajut yang pernah kuberikan padanya itu. Meski sudah kubuatkan yang baru tetap saja Kai bersikeras untuk memakainya. Bahkan dia memakainya saat mengikuti ujiannya. Dan

“Jong In….”

“Aku…LULUS  TES!!”

“Jinjja?”

“Eoh”

Kai lantas memelukku dan memutar tubuhku yang masih berada di pelukannya. Hingga akhirnya kami jatuh diatas tumpukan salju. Suasana terasa hening untuk sesaat,sebelum akhirnya Kai memecah keheningan itu

“Sooyeon…”

“Eum?”

“Aku….Menjanjikan kebahagiaan untukmu. Dan untukmulah aku memberikan cintaku. Sejak dulu hingga sekarang”

“Kau gombal. Detektif Kim Jong In”

“Ya~ Kau…”

“Nado. Untukmu…. Hati dan cinta Jung Sooyeon selamanya hanya milik Kim Jong In”

“Tak lama lagi…”

“Eum?”

“Tak lama lagi…. Namamu akan menjadi Kim Soo Yeon”

“Maksudmu?”

Kai tak memberiku jawaban. Dia semakin memperpendek jarak kami hingga akhirnya dia menyentuhkan bibirnya tepat di bibirku. Dia menciumku

“Soo Yeon…. Menikahlah denganku”

=END=

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Family, Fanfiction, FF Request, Hurt, life, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke [Drabble] Noreul Wihaeso

  1. jung! berkata:

    Haiiii.. I’m new here..😀
    Suka sama ceritanya hhahahaa, walaupun ada sedikit yang bikin bingung, kasian chanyeol ternyata dia yg kasi matanya buat jessi, tapi akhirnya jadi kai-sica.. Bikin kai-sica lagi yaaa~ xD
    Salam kenaaaal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s