[Sequel] Still Egoist Boy!

Still Egoist Boy!

remake cover still egoist boy

Title                : Still Egoist Boy! [Sequel Egoist Boy]

Author            : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre             : Romance,Comedy(gagaltotal)

Length            : Oneshot

MainCast        : Yuri,Sehun,Kris

~Happy Reading~

Sejak menciumku waktu itu, Kris seolah menghindariku. Dan entah mengapa, tiba tiba saja aku merasa kesepian. Kris tak lagi bermanja padaku seperti biasanya. Bahkan ketika aku dengan sengaja memancingnya, dia tetap saja masih bersikap dingin,bahkan akan menjadi lebih dingin ketika kami berada pada jarak yang bisa dikatakan dekat. Kris….waeyo?

“Ya~ Tunggu aku….”

Dengan sebisaku, aku berlari mengejar Kris yang kini tengah bersiap mengendarai motor ke sekolah. Dan biasanya akulah orang yang diijinkannya untuk ikut bersamanya. Tapi….Kali ini tidak

“Ya! Naik saja taxi atau…Suruh pangeranmu itu menjemputmu”Ucap Kris ketus. Dan ini pertama kalinya dia bersikap seperti ini padaku

“Kalau aku mau ikut bersamamu? Kau akan apa,eoh?”Tanyaku

“Tentu saja….”

Apa yang akan Kris katakan?

“Aku…Akan segera menurunkanmu. Sekarang minggirlah, aku ada latiha basket”

Kupandangi Kris dengan motornya yang semakin menjauh. Bahkan kini tak lagi dapat kulihat punggungnya. Hanya kepulan asap saja yang dapat terlihat olehku

“Kris…. Kenapa kau menghindariku?”

Entah mengapa rasanya aku ingin menangis….

“Kenapa kau melamun,tuan putri?”

Suara yang sangat kukenali kini terdengar olehku bersamaan dengan suara deru motor. Dan begitu menengok,kulihat Sehun sedang tersenyum sambil melambaikan tangannya padaku. Wajah itu….Sedikit memberiku ‘angin segar’ di pagi yang menyebalkan ini

“Aniyo. Aku tidak sedang melamun”Ucapku. Dan Sehun kemudian berdiri di sampingku

“Sedang ada masalah?”Tanya nya dengan lembut

“Aniyo. Aku baik baik saja,kau tak perlu khawatir Sehunni”Ucapku

Sehun menarikku perlahan ke dalam dekapannya. Kurasakan dagunya menyentuh puncak kepalaku. Dan aku? Bersandar di dada bidangnya dengan pikiran yang terus tertuju pada satu objek,yaitu Kris

“Nah, ayo berangkat”

Kami pun berangkat bersama sama menuju ke sekolah. Dan hatiku terasa semakin gundah(?)

=Still Egoist Boy=

“Sehunni….”

“Wae?”

“Kau harus latihan basket kan?”

“Aniyo. Hari ini klub sepak bola yang berlatih. Kami tak punya jadwal latihan hari ini”

Jadi….Kris membohongiku? Dia….Memang menghindariku

Aku bersandar di punggung Sehun. Berharap dengan adanya punggung ini, dapat mengurangi bebanku walau hanya sedikit

“Benar kan….Kau sedang ada masalah,Yuri-ah?”

Ucapan Sehun lantas membuatku tersadar dan segera menjauh dari punggung Sehun. Aku tak ingin dia tahu masalahku

Ckkttt

Sehun menghentikan motornya tiba tiba. Kini kami berada di dekat sebuah jembatan.

“Sehunni?”

“Sampai bebanmu hilang…. Kita disini saja dulu”

Sehun meraih tanganku dan melingkarkannya di pinggangnya. Bisa kurasakan kehangatan tangannya yang kini menggenggam tanganku

“aku takkan memaksamu menceritakan apapun padaku. Namun jika kau ingin….Aku bisa menjadi pendengar yang baik”

“Sehunni….”

“Jangan lupa, aku ini namjachingumu. Jadi….Kau bisa menceritakan segalanya padaku tanpa perlu takut,arra?”Ujar Sehun.Aku pun mengangguk lemah dan terus bersandar di punggungnya yang cukup lebar itu. Terima kasih…. Kau ada untukku,Sehun…

=Still Egoist Boy=

Karena aku, kini kami-aku dan Sehun- berada di lapangan basket dan membersihkan lapangan. Aku jadi merasa bersalah pada Sehun. Aku merasa hanya selalu merepotkannya tanpa sedikitpun tak mmbuatnya mengalami kesulitan. Bahkan karena aku…Dia yang dikenal sebagai ketua klub basket terdisiplin kini harus tercoreng imagenya karena keterlambatannya ini. Dan ini semuanya karena aku….

“Sehunni….Aku….”

“Aku tidak merasa keberatan sama sekali tahu. Dan ini bukan salahmu, arra?”Sehun mensejajarkan posisi wajahnya denganku kemudian mengelus puncak kepalaku lembut sambil tersenyum.

“Tetap saja…Aku….”

“Apakah sekarang semua tempat di dunia kini telah menjadi milik Oh Sehun dan Kwon Yuri?”

Ucapan ketus itu…Suara yang terdengar berat itu….. Kris?

Begitu kualihkan pandanganku, yang kulihat Kris tengah berdiri di hadapanku dengan bola basket yang diapit diantara pinggang dan lengannya. Dengan ekspresi dinginnya, dia menatapku berikut Sehun

“Kris…..”Ucapku lirih,namun tak ada respon apa apa darinya.Dia terus saja menatapku dingin

“Jika tak keberatan, minggirlah. Aku harus meletakkan bola ini di keranjang”Ucapnya. Dia melewatiku dengan lengannya yang bersentuhan dengan lenganku sesaat. Dia meletakkan bola itu agak kasar dan lantas pergi tanpa memandangku sedikitpun. Tiba tiba dia menghentikan langkahnya dan menengok kearahku

“Jangan berwajah seperti itu,Kwon Yuri. Aku tak suka melihatnya”Ucap Kris dingin sebelum akhirnya dia melangkah lagi. Dan aku hanya bisa memandangi punggungnya yang semakin menjauh itu

“Yuri-ah….. kau dan Kris…..”

“Maaf aku tak menceritakannya. Aku ini adalah…. yeoja yang sering digosipkan tinggal bersama Kris. Dan aku…. Adalah….”

Grep

Kurasakan lengan yang cukup kekar kini melingkariku dan memelukku erat. Sehun memelukku dari belakang dan meletakkan dagunya di bahuku. Bisa kurasakan kini nafasnya yang terasa menerpa kulit wajahku.

“Sehunni….”

“Aku selalu menunggumu untuk bisa jujur padaku. Aku takkan pernah memaksakan apapun padamu. Aku mencintaimu….”

Suara lembut Sehun terdengar jelas di telingaku. Dan sekali lagi, kurasakan ‘angin segar’ kembali menerpaku(?)

“Yuri-ah….”

“Eum?”

“Kembalilah ke kelas duluan. Aku harus…. Melakukan sesuatu dulu,ok?”

“Arra…. Sampai jumpa sepulang sekolah nanti”

“Eoh”

Aku pun memutuskan untuk kembali ke kelas, dan meninggalkan Sehun yang harus melakukan sesuatu yang entah apa

=Still Egoist Boy=

Begitu bel berbunyi, aku segera mendatangi tempat parkir motor, karena biasanya disitulah tempat Sehun menungguiku. Tapi… Tak kutemui sosok Sehun disana. Yang ada hanyalah Kris.

“Ya! Cepat naik!”Ujarnya ketus. Dia memberiku isyarat untuk mendekat dan langsung memakai helmnya

“Kris….Kau…. Bukannya marah….Padaku?”Tanyaku ragu. Aku tak dapat melihat ekspresinya sekarang ini karena tertutupi helm. Tapi aku masih bisa mendengar suaranya

“Memangnya aku pernah bilang…Aku marah padamu? Tidak kan?”

“Tapi….”

“Naik atau kutinggal?”

“Tapi Oh Sehun….”

“Ya! Dia sedang ada rapat,dan berpesan padaku untuk memastikanmu pulang dengan selamat”

“Jinjja?”

“Ya! Jangan banyak tanya. Ayo cepat naik”

Benarkah ini? Tuhan…Kupikir Kris marah padaku. Tenyata hanya pemikiranku saja yang salah….

Dengan ragu kulingkarkan tanganku di pinggangnya. Entah dorongan dari mana yang membuatku melakukan ini. Dan kupikir Kris akan keberatan karenanya…. Nyatanya,tidak. Dia malah menggenggam tanganku sambil menjalankan motornya

Sepanjang  jalan kami hanya terus diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Padahal biasanya saat kami pulang bersama, aku dan Kris akan saling menyela dan terus saja menceritakan segala hal yang bahkan sangat tidak penting menurutku. Di sekolah, kami memang tak bisa terus berdekatan karena aku tak ingin ada berita miring yang akan mengganggu popularitas Kris. Tapi… Jika di luar sekolah, kami akan menjadi sangat akrab. Dan bahkan tak jarang Kris bermanja padaku. Aku bisa memaklumi itu, karena aku telah hidup serumah dengannya sejak usiaku enam tahun. Karena itu, aku mengenal Kris lebih dari siapapun, bahkan mungkin melebihi ayahnya sendiri

Kami pun tuba di rumah. Dan begitu Kris membuka helmnya, aku terkejut mendapatinya dengan lebam di sekitar wajahnya

“Aigo,Kris….Ada apa dengan wajahmu?!”Pekikku. Dia menghindar saat aku mencoba menyentuh wajahnya. Namun dengan sedikit memaksa, kuraih dagunya dan segera menariknya(?) hingga membuatku dapat melihat wajahnya

“Ya! Jangan berle….”

Kulihat mata Kris membulat saat posisi wajah kami berdua sangat dekat. Dan entah mengapa, terasa dentuman keras di dadaku. Aku….Sepertinya berdebar….

“Y~ Ya! Aku tidak apa apa. Jangan khawatir,babo”

“Bagaimana bisa kau berkata tidak apa apa?! Wajahmu….”

“Berhenti mengkhawatirkan aku,Kwon Yuri!”

“Wae?! Waeyo,eoh?!”

“Kau itu…. Milik Sehun, bukan milikku,arra?!”

Kris langsung melangkah pergi meninggalkanku. Dan karena emosiku memuncak, kulempar helm miliknya dan mengena tepat di punggungnya.Kris mengerang dan langsung mendelik padaku

“Ya! Kau…”

“Kenapa? Kau bersikap aneh begini? Padahal dulu kau…. Begitu manja dan egois. Lantas sekarang?! Kau….”

Kris berlari mendekatiku dan langsung menabrakkan(?) bibirnya tepat di bibirku. Bisa kulihat matanya yang kini terpejam. Dan perasaanku terasa kacau saat ini.

Kupejamkan mataku dan ikut terhanyut dalam kecupannya. Tanganku dan Kris kini saling bertautan. Bahkan ketika Kris telah menghentikan ciumannya

“Aku…. Menyukaimu. Meski aku tahu, kau milik….”

Sebelum Kris meneruskan ucapannya, dengan cepat jariku menyentuh bibirnya sebagai isyarat baginya untuk menghentikan ucapannya

“Bagaimana jika kukatakan…. Aku menyukaimu, pangeran egois?”

“Mwo?”

“Aku…”

Kris langsung menarik tanganku dan membawaku ke dalam pelukannya

“Aku berharap… Ini bukan ilusi”Ucapnya

“Tentu saja bukan, dasar babo!”Kucubit pinggangnya dan kembali bersandar di dadanya yang bidanng itu

“Lalu… Pangeranmu?”Tanya Kris. Dan itu membuatku reflek menjauh darinya

“Aku… Sehunni….”

Sejujurnya, aku merasa takut sekarang. Aku takut ini semua akan menyakiti Sehun nanti. Aku tak ingin menyakitinya yang begitu baik padaku…..

“Sehun…. Takkan marah padamu. Kau bisa percaya padaku”

“Jinjja?”

“Ne….”

=Still Egoist Boy=

“Sehunni…Aku….”

“Aniyo, kau tak perlu meminta maaf dariku Yuri-ah… Aku takkan pernah marah padamu”

Sehun menatapku dan tersenyum sambil mengelus puncak kepalaku. Kebaikannya ini membuatku merasa semakin bersalah. Aku merasa sangat jahat padanya. Tapi..Aku juga takkan mungkin berbohong padanya mengenai aku dan perasaanku pada Kris.

“Aku sudah yakin, semua akan seperti ini”Ucapnya

“Mian…..”

“Aniyo. Dan mulai sekarang, berbahagialah bersama si namsan tower itu,oke?”

“Ne….”

“Yuri-ah….”

“Eoh?”

“Kau itu…. Kelemahan terbesar Kris. Ingatlah itu”Ucapnya sambil mencolek hidungku. Dia kembali tersenyum dan mengelus rambutku. Dan aku msih merasa bingung dengan kata katanya barusan

=Still Egoist Boy=

After….

“Wah….Sehunni masuk daftar pemain tim nasional”

Aku tersentak membaca koran hari ini. Dan kulihat ada artikel yang membahas tentangnya. Hingga sekarangpun aku tetap mengaguminya. Skillnya dalam basket sungguh membuatku mengaguminya

“Ya! Aku juga masuk tahu”Ucap Kris ketus

“Iya, pada awalnya. Sebelum kakimu di gips begini”Ucapku ketus dan kemudian mengetuk tempurung kakinya yang membuat Kris mengerang

“Ya! Bisakah kau memperlakukan namjachingumu yang keren dan hebat ini dengan lebih baik?! Eoh?!”Bentaknya

“Hebat? Hah~ Sombong sekali tuan muda Wu ini. Dua tahun lalu saja, Sehun mengalahkanmu kan? Padahal itu pertandingan penting untuk menentukan posisi kapten”Ucapku. Aku bermaksud mengejeknya saat itu

“Ya! Kau sudah pernah kubilang, aku kalah bukan karena kemampuanku…Tapi karenamu”

“Mwo? Karena aku?”

“Ingat…Saat kau meneriakan nama Sehun dengan begitu semangatnya?”

“Ah… Itu…”

“Gara gara kau… Aku cemburu dan membuatku harus kalah dari Sehun. Coba saja jika kau tak berbuat begitu, tentu aku akan…..”

Chu~

Aku membungkam mulutnya agar tak lagi menyalahkan aku

“Mian….”Ucapku. Kris tersenyum dan mengelus kepalaku pelan

“Tapi…Jika bukan karena itu….Aku takkan seperti sekarang kan? Berbaring santai dan dicium olehmu?”

“Cih, kau ini”

Kami pun tertawa bersama dengan aku yang terus menggelitikinya. Dan Kris… Dia terus berusaha menghentikan aku. Kami terus saja seperti itu, hingga Kris berhasil menghentikan aku dan membawaku dalam dekapannya

=Still Egoist Boy=

Hidden Story

*Kris POV

Buk

Buk

Buk

Sehun terus menghantam wajahku dengan tinjunya. Membuatku jatuh dan seperti orang tak berdaya sekarang

“Ya! Kau…”

“Aku memukulmu karena Yuri-ah…. Aku benci melihat wanita yang kusukai sedih karena dirimu!”

“Ya! Apa maksudmu?!”

“Kau tahu, Yuri terus merasa sedih karena dia merasa kau mengabaikannya”

“Mwo?”

“Bisakah kau sadari perasaannya? Aku pun tahu jika dia menyukaimu,tapi kau….”

Ucapan Sehun lantas membuatku diam. Aku pikir…Hanya aku yang menyukainya sampai seperti ini. Kupikir….Hanya aku

“Ya! Temui Yuri-ah sepulang sekolah. Aku…. Berharap…Dia bisa berbahagia bersamamu”

“Sehun…. Gomawo”

“Cih! Dasar”

Sehun mendorongku dan segera pergi dari lapangan. Dan karena dia…. Aku pun tahu bagaimana perasaan Yuri padaku. Gomawo….Oh Sehun….

=Still Egoist Boy End=

Gimana sekuelnya? Semoga bisa membuat readers puas ^^ meskipun sekuelnya super gaje begini. Dan FF ini saya buat untuk memenuhi permintaan readers untuk sekuel ^^ Jeongmal gomawoyo karena sudah membaca FF saya ^^

Mohon komentarnya ^^

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Fanfiction, Fluff, life, Romance, School Life dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke [Sequel] Still Egoist Boy!

  1. Hani"thahyun"_Kim berkata:

    seruuu bgt,, sbenernya kasian bgt sehun harus putus sama yuri..
    tapi mgkin itu yg terbaik buat mereka..
    sehun namja yg pengertian bgt..huhuhu

  2. 한늘앟 ~ berkata:

    seru sequelnya, duh sehun namja idaman bgt si~
    yuleonni bener2 beruntung!

  3. Dewi (Kwon Yul Yul) berkata:

    Kerennn, ff mu slalu bagus , ditunggu ff mu selanjutnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s