[Drabble] This a Fate

remake cover this a fate

Title

This a Fate

Author

Fadila Setsuji Hirazawa

Genre

 Romance,Sad

Rating

PG16 (mungkin)

Length

Cast

Yuri SNSD

Kai EXO

Yoona SNSD

Note

FF Ini saya buat untuk memenuhi requestan Putri Kyu Shipper. Chingu, semoga kamu suka dengan Ffnya,ne? Dan mian jika ceritanya aneh >.< Lagi nggak dapat ide soalnya (_ _)

Typo dan penggunaan bahasa yang abal mohon dimaafkan ^^

Tolong hargai karya saya dengan tidak membashing cerita maupun castnya yah ^^

Untuk tulisan yang di italic + Bold itu berarti flashback yah ^^

~Happy Reading~

.

.

.

“Mianhae….”

Namja itu menatap nanar pada sebuah batu nisan di hadapannya. Bergeming,tubuh namja itu tak terlihat bergerak sesenti pun dari tempat kakinya memijak. Namja dengan rambut yang seperti tak terurus dengan pakaian kasual itu terlihat mulai menampakkan kilauan akibat zat cair yang secara alami sering mengiringi perasaan setiap pemiliknya yang tengah dirundung perasaan kesedihan mendalam. Rasa kesedihan itu, seakan menciptakan luka menganga bagi setiap hati yang merasakannya, tak terkecuali namja itu. Namja itu pada akhirnya menciptakan aliran zat cair itu pada kedua sisi wajahnya. Airmata, seperti sungai kecil yang menghiasi kesedihannya. Menumpahkan segala uneg uneg dalam hati namja yang untuk pertama kalinya merasakan kehilangan yang begitu mendalam itu

“Yuri….. Mianhae…..”Ucap namja itu lirih. Nyaris terdengar seperti sebuah bisikan yang begitu lembut

Namja itu…. Masih saja mematung, meski sesekali terlihat namja itu mengerjapkan mata. Sekedar  membantu kerja kedua kelopak mata yang tengah menumpahkan cairan bening tersebut.

“Sekalipun aku mengatakan aku mencintaimu…. Kau takkan kembali kan?”

Yuri, yeoja pemilik nama tersebut adalah penyebab meruahnya tangisan namja itu. Hanya Yuri, yeoja yang mampu menciptakan luka mendalam itu. Hanya Yuri, yang mampu membuat namja dengan segala ego dan pemikiran telah cukup memiliki segalanya itu kini merasakan kehampaan. Yuri…. Membuat namja itu seperti makhluk yang hidup tanpa apapun. Yuri…. Yeoja yang telah membuatnya sadar, betapa sebenarnya dia-namja itu- tak memiliki apapun dalam hidupnya. Namja itu seperti hidup dalam fatamorgana selama ini. Itulah satu pemikiran yang bisa disimpulkannya saat dia telah kehilangan ‘hal berharga’ dalam hidupnya

= This a Fate=

Rentetan huruf yang membentuk rangkaian kalimat dalam surat tersebut telah menciptakan seulas senyuman indah di wajah cantik yeoja pemilik nama Kwon Yuri.Yeoja yang cukup sulit di dekati sembarang namja itu kini justru tengah dibuat tersenyum oleh sepucuk surat-isi daru surat itu lebih tepatnya- yang ditulis dengan rapi. Sungguh itu tulisan tangan yang bisa dikatakan terlalu rapi untuk ditulis oleh seorang namja. Namun sepertinya Yuri tak peduli sama sekali dengan pemikiran itu. Baginya, asalkan nama itu tercantum, itu sudah lebih dari cukup untuk bisa membuat hatinya serasa melayang.

“Kai…. Manis sekali”

Yuri terus saja memperhatikan surat tersebut, hingga tak menyadari sepasang mata tengah memperhatikannya dari balik jendela. Bukan pancaran rasa penasaran yang bisa tertangkap dari manik si pemilik mata itu jika kita mengamatinya,namun justru rasa sedih. Rasa sedih yang mungkin…. Sedikit bercampur dengan rasa kecemburuan

“Yoong….Bagaimana?”

Kai, namja itu lantas menanyai Yoona dengan begitu antusiasnya, meskipun bisa terlihat namja ini juga gugup menantikan jawaban yang akan dilontarkan sahabatnya itu

“Dia….”Yoona tergencat sejenak. Hatinya baru saja dihujami perasaan yang terasa menembus hingga hatinya yang terdalam. Lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan lanjutan dari kalimatnya. Namun….. Dia tetap harus melanjutkannya. Karena Kai, namja itu…. Begitu tak inginnya Yoona mengukir rasa kecewa di hati sahabat tercintanya itu, meski….. Pada akhirnya, dialah yang akan terluka

“Senang…. Menerima surat….itu”Ucap Yoona ragu. Namja itu-Kai- lantas memekik senang dan langsung memeluk Yoona begitu erat. Sesekali namja itu melompat lompat kegirangan. Rasa senang yang membuncah dari Kai, membuat Yoona kembali tersenyum…. Dengan menyimpan kepedihan dalam hati

“Yak!”Pekik Yoona. Didorongnya tubuh Kai hingga membuat namja itu kaget “Mana janjimu? Aku capek tahu menulis surat itu semalam! Mana imbalanku” U,U

“Aigo. Aku lupa, hehehe”

Kai terkekeh dan langsung merogoh sakunya. Diambilnya sesuatu dari dalam sakunya dan disembunyikannya dalam telapak tangannya yang kini terkepal, membuat Yoona tak dapat melihat apa itu

“Ini untukmu”

Yoona melongo begitu melihat apa yang ada di dalam kepalan tangan tersebut. Sebuah permen.

“Yak! Kau kira aku ingin ini?! Shireo!!!”

“Lalu? Aku harus memberimu apa? Lagipula kan kau suka permen ini waktu kecil”Ujar Kai sambil menggaruki tengkuknya. Sepertinya namja ini memang kebingungan

“Aku…. Ingin……”

“Apa?”

“A-aniyo. Lupakan saja”Ucap Yoona

“Yak! Ayo katakan. Aku pasti memberikannya”

“Aku…. Ingin….Es Krim!”

“Arraseyo. Ayo ke kantin”

Tanpa aba aba terlebih dulu, Kai langsung merangkul sahabatnya itu dan mereka pun berjalan menuju ke tempat yang mereka maksud.

“Yang aku inginkan…. Itu cintamu”Gumam Yoona lirih. Begitu lirih hingga tak terdengar oleh indra pendengar Kai

= This a Fate=

Yoona, yeoja itu terlihat sedang menggenggam tangan makhluk ‘tanpa dosa’. Yuka namanya. Keduanya berjalan beriringan mendekati Kai, namja yang sejak tadi hanya terlihat punggungnya saja yang menghadap ke arah Yoona. Langkah yeoja itu terlihat semakin mengecil ketika manik matanya terfokus pada satu objek. Satu objek, yaitu sebuah nisan. Nisan yang diyakini adalah Yuri sebagai ‘pemiliknya’

“Umma…. Appa… Kenapa berdiri di sana?”

Yuka menanyai Yoona dengan polos. Yoona terhenyak dan hanya bisa menelan ludahnya. Pertanyaan yang terlalu sulit untuk dapat dijawab oleh Yoona. Bahkan lebih sulit daripada deretan soal matematika ataupun fisika yang biasanya selalu membuatnya mendesah saat masih menduduki bangku sekolah menengah atas.

“Umma?”

Yoona tersadar dan lantas menatap Yuka dengan sebuah senyuman yang terlalu sulit untuk diartikan oleh seorang makhluk yang bahkan belum mahir menghitung itu. Yoona terus menatap tepat ke dalam manik mata Yuka. Yoona lantas menyamakan posisi tubuh mereka hingga Yoona pun bisa lebih memperdalam tatapannya.

“Yuka….”

Yoona menggumamkan nama Yuka dengan lirih. Tak lama, cairan bening dari pelupuk matanya mulai membentuk aliran di kedua sisi wajahnya. Yoona lantas membawa tubuh mungil Yuka ke dalam dekapannya. Dekapan yang membuat Yuka hanya terhenyak dan membiarkan Yoona terus mendekapnya dengan tubuhnya yang mulai bergetar. Yeoja itu mulai memperdengarkan suara isakan akibat dari tangisnya yang pecah. Suara itu, berbaur dengan hilir angin segar yang berhembus. Menerpa kulit wajahnya.

“Eomma, ingin…. Mengenalkanmu pada seseorang”

= This a Fate=

“Yoona! Aku…. Berhasil!!”

Kai, namja itu tengah bersorak gembira. Dia melompat lompat kegirangan dan membuat Yoona yang tengah asyik menyantap makanan itu langsung menghentikan suapan makanan ke mulutnya. Yoona lantas memandangi sahabatnya itu dengan dahi mengerut

“Mwo?”

“Yuri….. Menerima cintaku”

“Jin….jja?”

Yoona tertegun mendengar ucapan Kai. Rasanya petir seakan menggantikan cerahnya siang pada saat itu. Yoona seperti mendengar gemuruh dari dalam hatinya. Hatinya…. Terasa sakit saat itu

“YEAH!!!”

Kai begitu senangnya hingga tangannya langsung melingkari pinggang Yoona. Diangkatnya tubuh itu dan dibawanya berputar putar bersamanya. Kai terus saja dikuasai rasa senang yang begitu membuncah dari dalam hatinya hingga tak menyadari sama sekali ekspresi wajah Yoona yang kini tengah menampakkan senyum paksaan. Senyum yang memang tak sejalan dengan perasaannya. Hati dan tubuhnya sepertinya tak berkorelasi dengan baik saat itu

Kai terus saja meluapkan segala kesenangannya dengan berputar putar, hingga membuat tubuhnya tak lagi seimbang. Tubuhnya-mungkin tulangnya- tak mampu lagi melakukan kegiatan itu. Dan….

Bruk

Tubuh Kai jatuh bersama dengan tubuh Yoona yang diajaknya untuk berbagi rasa senangnya itu. Keduanya tak jatuh membentur lantai, namun terjatuh tepat pada kasur tempat tidur Yoona. Keduanya memang saat itu berada di kamar Yoona, karena Kai memang sering-terlalu sering malah- mengunjungi kamar itu. Mungkin tempat itu sudah bisa dikatakan sebagai kamar kedua Kai. Mengingat jumlah kedatangan namja itu ke ruangan tersebut yang tak terhitung lagi.

Yoona berada pada posisi dimana Kai menindihnya. Kai lantas behenti tertawa begitu dilihatnya manik mata Yoona mengarah tepat ke manik matanya.Kai terhenyak sesaat dan itu…. Membuat Yoona seakan kehilangan akal. Yoona mengikuti perasaannya tanpa mempedulikan lagi logikanya. Yeoja itu tak mempedulikan ‘batas’ dirinya dan Kai. Yeoja itu hanya ingin meluapkan segala rasa yang kini membuncah. Rasa cintanya terhadap Kai….

Yoona lantas mendaratkan kecupannya tepat di bibir sang namja. Membiarkan keduanya kini disatukan dengan pertemuan antara permukaan bibir mereka. Kai terkejut, namun tak memperlihatkan gerakan dirinya akan memberikan pemberontakan terhadap apa yang dilakukan Yoona tersebut.

“Mian…hae…”

Yoona berucap dengan nada lirih ketika dia mengakhiri ciumannya. Kai lantas tersadar dan langsung memeluk sahabatnya itu

“Kai…..”

“Mianhae…. Dan terima kasih Yoong”

“Kau… Takkan marah?”

“Aniyo. Kau itu sahabatku dan akan selalu seperti itu”

Kai lantas membawa tubuh Yoona ke dalam dekapannya sekali lagi, membiarkan kehangatan dari dalam dirinya menjalari tubuh Yoona. Perlahan, kehangatan itu membuat Yoona menangis…

Jawaban pasti untuk cintanya…. Adalah Penolakan

= This a Fate=

“Eomma, ingin…. Mengenalkanmu pada seseorang”

Yoona tiba tiba saja membuka percakapan setelah beberapa saat lamanya tenggelam dalam ‘kebisuan’. Yuka lantas memandangi Yoona dengan wajah yang seperti mengatakan-aku tak mengerti-

“Kau sering menanyai umma jika kau mirip siapa kan? Dan umma belum pernah memberikanmu jawabannya bukan?”Tanya Yoona. Dielusnya wajah Yuka dengan telapak tangan kanannya.

“Ne”

Di dekapnya tubuh Yuka dan diangkatnya tubuh mungil itu. Keduanya perlahan…. Mulai mendekati makam tersebut. Makam dimana seorang Kai tengah tertunduk dan tenggelam dalam kebisuan tanpa sedikitpun terdengar sepatah dua patah kata menggumam dari mulutnya.

Dan Yoona, tanpa sadar kembali menangis lagi…

= This a Fate=

“Kai….”

Yuri terhenyak ketika Kai yang telah berstatus sebagai namjachingunya itu tiba tiba saja melingkarkan tangan pada pinggangnya. Namja itu tengah memeluknya dari belakang

“Biarkan seperti ini dulu…..”

Yuri menggangguk ragu dan pada akhirnya membiarkan Kai meletakkan dagunya di puncak kepala Yuri dan sesekali Kai terlihat menghirup aroma wangi dari shampoo yang digunakan Yuri dan sesekali pula Kai menciumi aroma tubuh sang yeojachingunya itu.

Keduanya tengah berlibur bersama untuk menghabiskan waktu liburan musim panas.  Awalnya ini adalah liburan bertiga, namun Yoona yang diajak Kai tak bisa ikut dengan alasan dia sedang sibuk untuk membantu ummanya bekerja. Kai memakluminya karena dia tahu Yoona tak lagi memiliki seorang ayah sebagai kepala keluarga dan juga sebagai orang yang menafkahi keluarganya.

“Yuri-ah…..”

Kai meregangkan pelukannya dan langsung menatap Yuri, tepatnya pada manik mata Yuri. Hingga pada akhirnya kedua manik mata itu saling bertemu, menciptakan perasaan yang mendorong mereka untuk saling mendekatkan wajah. Yuri dan Kai dengan perlahan mulai memperpendek jarak. Kelopak mata mereka menutup seiring dengan jarak yang semakin mengecil itu. Keduanya…. Kini telah menyatu dengan sebuah ciuman

Ciuman yang berlangsung itu tak lantas berhenti. Semakin dalam dan semakin terdengar decakan yang semakin menaikkan nafsu birahi, tak terkecuali bagi Kai yang notabene adalah namja. Pagutan bibir itu menghantarkan mereka pada kelanjutan yang ‘lebih’ dari itu

(ini bukan NC lho, makanya nggak ditulis lanjutannya) ^^

.

.

.

Yuri menggelinjang ketika seberkas cahaya matahari yang masuk melalui celah celah tirai itu mengenai wajahnya. Akhirnya Yuri terjaga dari lelapnya. Dilihatnya Kai yang tengah berdiri menyibakkan tirai.

“Kai?”

“Tuan putri….. Selamat pagi”

Kai lantas mendekati Yuri setelah selesai menyibakkan tirai itu. Diusapnya wajah Yuri dengan kedua telapak tangannya, seolah ingin menyalurkan rasa cintanya yang membuncah itu.

“Saranghae….”

“Nado…. Saranghaeyo”

Percakapan singkat di pagi hari itu diakhiri dengan sebuah ciuman…..

***

“Yuri….. appa akan menjodohkanmu”

Sebaris kata kata yang terucap dari mulut appanya itu sontak membuat Yuri terhenyak.Dirasanya kepalanya berputar sekarang. Pikirannya sedang berusaha menelaah kembali kata kata yang baru saja di dengarnya itu, meski pada kenyataannya Yuri sudah cukup mengerti maksud ucapan tersebut.

“Appa…. Apa yang appa katakan itu…. Benar?”

Tak ada jawaban yang terlontar dari mulut appanya. Appanya bungkam dan tak mengarahkan pandangannya pada Yuri. Membuat Yuri tak menemukan setitik harapan untuknya bisa menyangkali apa yang baru saja di dengarnya.

“Appa…. Aku tidak mau”Ucap yuri. Langsung saja amarah menguasai appanya itu hingga membuat Yuri harus menerima tamparan yang secara tak terduga mendarat pada wajahnya

“KAU INGIN KITA HIDUP DALAM BELITAN HUTANG?! APPA SUDAH LELAH UNTUK MENANGGUNG SEMUANYA!”

Yuri tak menyangka, betapa selama ini appanya begitu menderita. Sejak perceraian kedua orangtuanya, Yuri memutuskan untuk tetap tinggal bersama ayahnya. Dan ayahnya terus bekerja keras untuk memenuhi segala kebutuhan hidup mereka. Namun pada akhirnya, ayahnya terlibat hutang.

“Appa….”

“Hanya ini caranya…. Agar kita bisa tetap hidup Yuri. Tolong mengertilah”

Yuri tak sanggup mengucapkan kata untuk menentang keputusan yang menurutnya terlalu memberatkan itu. Pasalnya, disaat dia bisa bersama dengan orang yang dicintainya… Justru sekarang dia harus berpisah dari orang yang dicintainya…

Yuri tak tahu harus bagaimana saat ayahnya itu menatapnya. Pikirannya terasa kosong hingga….. Terbayang sosok Yoona dalam benaknya

Ya, hanya Yoona yang menurutnya bisa menolongnya

= This a Fate=

Selangkah demi selangkah Yoona terus menapaki jalan yang sebagian tertutupi guguran daun kering. Yoona semakin jelas melihat punggung Kai. Terbesit rasa bersalah ketika jaraknya dan Kai makin dekat. Rasa bersalah yang hampir setahun ini membayangi dirinya. Rasa bersalah yang selalu menyelipkan rasa ketidak nyamanam dalam diri Yoona saat menatap sosok Kai

“Mian…. Andai saja kukatakan semuanya lebih awal….”

Yoona tak lantas mendekati Kai. Yeoja itu kembali terhenyak dan terus mengarahkan pandangannya pada punggung Kai. Dan Yuka…. Yeoja kecil itu pun sekali lagi ikut terhanyut dalam ‘kebisuan’

Tak ada kata yang mampu terucap dari bibir Yoona. Selain kata maaf….

= This a Fate=

Plak

Sebuat tamparan dilayangkan Yoona pada Yuri. Tamparan yang begitu cukup untuk membuat Yuri merasakan nyeri pada wajahnya. Namun Yuri tak sedikitpun terbesit dalam pikiran Yuri untuk membalas perbuatan Yoona terhadapnya, karena dia memang merasa pantas untuk mendapatkannya

“Kau…. Menyuruhku menjaga Kai? Memangnya kau sendiri mau kemana?!”Pekik Yoona

“Aku…. Menerima perjodohan yang….”

Yoona menatapnya kesal dan lantas menarik paksa Yuri berdiri. Ditatapnya sosok yang telah merasakan sakit itu dengan emosi yang semakin membuncah

“Wae?! Kau kan memiliki-”

“Appaku…. Ini demi beliau”Ucap yuri “Beliau membesarkanku selama ini, dan kupikir mungkin ini yang dapat kulakukan untuk membalas kebaikannya padaku”

“Tapi….”

“Kumohon Yoong…. Mengertilah. Akupun tak ingin, namun appaku…. aku juga tak dapat mengabaikan perasaannya. Aku tak bisa hanya memikirkan kebahagianku saja”

Yoona terhenyak dan menarik Yuri ke dalam dekapannya

“Mian… Aku tak tahu….”

“Gwenchana. Asal kau janji padaku untuk menjaga Kai…..”

Yoona tak membalas ucapan Yuri. Hanya anggukan lemah yang dilakukannya. Menggantikan mulutnya untuk memberikan jawaban

***

.

.

.

Kai terhenyak ketika di dapatinya rumah tempat tinggal Yuri telah kosong. Menurut beberapa cerita dari tetangga, Yuri akan menjadi calon istri dari seorang cucu pemilik perusahaan besar.

“Yoong…. Yuri…. Menghianatiku?”

Kai menatap nanar rumah tersebut. Yoona tak lantas memberi Kai sebuah jawaban. Yeoja itu hanya diam dan tak mampu berkata apapun.

“Kai…..”

“Dia…. Pergi dan menghianatiku”

Kai tertunduk lemah. Dan seakan langit pun ikut bersedih bersama denganya, hujan deras langsung turun begitu saja. Tetes air hujan kini bercampur dengan airmatanya. Dan Yoona, yeoja itu memberikannya dekapan yang hangat.

“Kai…..”

***

.

.

.

Tanggal …….

Seorang yeoja dengan balutan gaun putih itu tengah terkapar di atas aspal jalan. Warna putih pada gaun itu tak lagi mendominasi, karena telah ada warna merah tak berpola yang baunya begitu anyir. Beberapa orang tengah mengerubungi jasad itu, temasuk tunangannya dan juga ayahnya yang baru saja datang.

“Yuri!!!”

Yeoja itu adalah….Kwon Yuri

***

Kai mendekap Yoona, membiarkan yeoja itu menyandarkan kepalanya di dadanya. Yoona terhenyak sesaat, dan reflek melepaskan diri dari dalam dekapan Kai

“Ya! Apa maksud-”

“Aku….. Akan belajar mencintaimu. Mulai saat ini”

Yoona tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Yoona bahkan tak sanggup menahan airmata yang akan jatuh. Dan yeoja itu pada akhirnya menumpahkan semuanya dalam dekapan Kai, namja yang telah begitu lama dicintainya

“Nado…..Saranghae”

 

Aku…. Akan menepati janjiku Yuri. Aku….Pasti menjaganya. Gumam Yoona

= This a Fate=

Yoona pada akhirnya memberanikan diri untuk menghampiri Kai. Namja yang sedari tadi hanya diam mematung itu lantas menoleh dan di lihatnya Yoona dengan Yuka yang berada di dalam gendongan Yoona

“Kai….”

Tak terdengar sahutan balasan dari Kai. Namja itu hanya tersenyum menatap Yoona dan berikut Yuka, darah dagingnya itu

“Bukan salahmu Yoong. Ini…. Memang sudah menjadi takdir”

Kai merangkul Yoona dan yeoja itu langsung memegangi gundukan tanah di hadapannya

“Mian Yuri….. Jika saja aku menghalangimu. Mungkin…. Kau dan Kai…..”

“Yoong….Sudahlah”

Yoona terhenyak. Kai menuntun kepalanya perlahan dan menyandarkannya pada bahunya. Dan yuka? Yeoja yang kini tengah dipangku Kai itu hanya bisa diam karena memang dia belum bisa mengerti….

“Yuka… Ayo perkenalkan dirimu pada Tante Yuri”Ujar Yoona

“Ne”

Yuka lantas berdiri dan membungkukan badannya

“Annyeonghaseyo. Yuka imnida”

Yuka pun kembali memangku pada Kai

“Yuri….. Yoong telah menjadi istriku. Dan ini….. Anak kami, namanya Yuka. Nama yang diberikan Yoong. Yuri dan Kai….”

Cukup lama mereka berada di sana, sampai akhirnya tetes hujan yang mulai berjatuhan itu memaksa mereka untuk meninggalkan tempat tersebut.

“Jaga appa dan eommamu Yuka….”

“Ne”

Kai dan Yoona terhenyak ketika putri mereka itu menyahut. Padahal di sana….. Tak ada siapapun…..

“Eomma, appa”

“Eoh?”

“Tante Yuri….Menyuruhku untuk menjaga appa dan umma”

=END=

Mian untuk alur dan ending yang gaje….. >.<

Sehabis baca, jangan lupa yah. Tinggalkan komentar ^^

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Angst, Family, Fanfiction, Friendship, life, Marriage Life, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke [Drabble] This a Fate

  1. 한늘앟 ~ berkata:

    bagus ceritanya, aku suka. Ff cast kaiyul lg dong, nagih hehe..

  2. FadilaHan berkata:

    Makasih🙂 Alhamdulillah kalo chingu suka ^^

    Kalo ada ide pasti dibikin ^^

    Thanks udah komen ^___^ Arigatou~~

  3. liliknisa berkata:

    keren ^^
    meskipun sedih tapi bagus

  4. Dewi (Kwon Yul Yul) berkata:

    Ini bagus.. Cuma kok tiba tiba yuri nya meninggal ? Hehe tapi ceritanya menarik , kata katanya juga rapi , ditunggu ff yg lainnya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s