[Series] La Corda D’Oro 1

Gambar

Title
La Corda D’oro
Author
Fadila Setsuji
Genre
Romance,Friendship,School life,Romance(?),Fantasy(?)
Length
Series
Cast
Yoona, Kai, Sehun
Kris,D.O,Baekhyun
Luhan,Seohyun
Sooyoung,Xiumin
 Note
Terinspirasi dari Anime/Manga dengan judul yang sama. FF ini beberapa scene mengambil langsung dari manga/animenya, namun beberapa juga saya ubah demi kebutuhan akan alur ceritanya ^^

~Happy Reading~

Seperti cerita masa lampau. Dimana terjadi pertemuan antara si peri kecil dan seorang pemuda yang diyakini sebagai si pendiri Sekolah Neoulparan. Dan kisah pertemuan itu pada akhirnya kembali terulang….

=La Corda D’Oro=

“Yoona,kau sebaiknya sarapan dulu”

Terdengar seseorang memanggil yeoja pemilik nama tersebut. Yoona-yeoja itu- lantas menoleh dan kembali berlari.

“Umma, aku sudah terlambat. Nanti saja,ne?!”

“Ckckck, yeobo…. Anakmu sekarang sudah besar”

Ajjuma itu tengah tersenyum memandangi Yoona, putrinya sekaligus anak tertua. Waktu terasa begitu cepat berlalu, hingga tanpa terasa baginya Yoona kecil telah tumbuh menjadi seorang gadis remaja.

.
.
.
“Aigo, 15 menit lagi aku terlambat”
Yoona menambah kecepatan berlarinya menuju halte bus.  Dengan tenaga yang dikumpulkannya dia berlari semakin cepat, hingga dia un akhirnya tiba di tempat tujuannya. Yoona sedikit menurunkan posisi tubuhnya sambil menstabilkan kembali denyut jantungnya yang tadinya begitu cepat.

“NONA,AWAS!!!”
Yoona lantas menengok dan matanya membulat sempurna ketika bola matanya yang hitam itu mengarah tepat pada objek yang kini tengah mendekat ke arahnya.”UWAA!!”
Yoona dengan gerak refleknya menghindari objek tersebut. Namun sialnya, yeoja itu justru dihadapkan pada sesuatu yang lain. Seorang namja berperawakan sangar tengah menatapnya dengan tatapan bingung dan…. Sepertinya kesal

“Mi….Anhae”Ucap Yoona pelan, lebih seperti sebuah bisikan. Insting yeoja itu-sebagai orang yang selalu menghindari masalah- membuat tubuhnya melakukan gerakan memutar, berbalik agar kiranya mereka tak bertatapan langsung. Namun bodohnya dia, justru hal itu membuatnya harus mengalami kondisi dimana tangan yang ukurannya lebih besar darinya tengah mencengkram kepalanya. Tenaga telapak tangan itu cukup kuat hingga bisa membuat tubuh Yoona berbalik.
“Kau mau pergi tanpa meminta maaf?”
Terdengar suara berat dan menekan yang tertangkap indera pendengar Yoona. Yeoja itu-Yoona- yakin jika suara itu bersumber dari seseorang yang kini berada di hadapannya.
“Tadi kan…. Aku sudah mengucapkannya”
“Apa kau bodoh? Apa seperti itu cara meminta maaf yang diajari orangtuamu?!”
Yoona,yeoja itu kini telah dikuasai emosi saat mendengar kata kata yang menurutnya sangat keterlaluan. Yoona kini mengangkat wajahnya dan menatap sebal namja dihadapannya. Mata keduanya kini saling beradu, memancarkan kekesalan yang meluap dari dalam diri.
“Wae? Apa aku salah?”Tanya namja itu
Alis Yoona seperti menyatu ketika emosinya makin menguasai dirinya. Dan….

#Buk

Yoona mengarahkan kepalan tangannya tepat di perut namja tersebut, membuat tubuhnya reflek melengkung ke belakang. Efek sakit dari pukulan itu membuatnya seakan tak berdaya.

“Rasakan!”
Yoona tersenyum sambil menjulurkan lidahnya. Dan tepat disaat insiden kecil itu berakhir, bus datang. Yoona lantas segera masuk dan mengambil tempat duduk yang saat itu memang hanya tersisa satu.

“Hah~~”Yoona mendesah lega. Hanya sekali, karena namja yang baru saja dipukulinya itu kini berada di hadapannya

“Minggir”
“Mwo? Kau kira aku ingin-”

Yoona tak melanjutkan ucapannya ketika dilihatnya sosok seorang nenek yang tengah tersenyum berada di belakang namja tersebut.

“Ppalli!”Ujar namja itu dengan tegas, membuat Yoona langsung berdiri dan mempersilahkan nenek tersebut menempati tempat duduk yang semenit lalu didudukinya

“Kamsahamnida, pasangan muda”Ujar nenek tersebut. Namja itu dan Yoona saling berpandangan sesaat dan reflek berseru

“ANDWAAEE!!!”
.
.
.
“Ini salahmu!”
“Mwo? Kau menyalahkanku?”
“Kau bodoh dan memang ini karena dirimu., jadi ini sepenuhnya sa-lah-mu!”

“Ish,kau….”
Yoona tak jadi mengarahkan tinjunya dan terpaksa menahan rasa kesalnya sambil mendengus sebal. Dikerucutkannya bibir mungil miliknya itu dan melipat kedua tangannya pada dadanya
Namja itu dan Yoona, keduanya pada akhirnya berjalan bersama menyusuri jalanan dengan masing masing yang belum juga mereda kekesalan dalam diri masing masing

#Flashback
“ANDWAAEE!!!”
Seruan yang merupakan perpaduan suara Yoona dan namja itu lantas memancing minat sejumlah pasang mata yang berada di tempat-bis- tersebut untuk memusatkan pandangan mereka tepat ke arah Yoona dan namja tersebut. Tak ketinggalan supir bus yang dibuat terkejut itu ikut menatapi mereka. Bukan tatapan bersahabat, melainkan tatapan yang mengisyaratkan kekesalan.

“TURUN!!!!”
Naas bagi mereka yang kini hanya bisa memandangi si supir bus dari balik pintu bus yang telah tertutup itu. Bus itu lantas kembali melaju, meninggalkan kedua insan itu bersama dengan kepulan asap kehitaman yang dihasilkan dari bahan bakar bus tersebut

#Flashback End
.
.
.

“Taxi”
Namja itu lantas menyetop taxi yang baru saja melintas di jalanan. Namja itu tak memedulikan Yoona sama sekali dan langsung masuk ke dalam taxi tersebut.

“Y-Ya! Tunggu!!!”
Percuma, Yoona tak mampu membuat namja itu berhenti. Dia-Yoona- pun mendengus kesal
“ARRGGHH!!!”
Yoona menggeram kesal dan menghentakan kakinya pada tanah-trotoar- tempatnya berpijak. Itu hanya berlangsung sesaat, karena Yoona baru saja tersadar jika dirinya…..

“AIGO! AKU TERLAMBAT!!!”

=La Corda D’Oro=

“Paman, aku berhenti disini”
Seruan seseorang lantas membuat bis itu berhenti di tepian jalan. Dan si pemilik suara itu dengan sebuah tas besar bersiap untuk turun, namun langkahnya terhenti ketika mendapati sebuah catatan kecil di hadapannya. Dia lantas menurunkan posisi tubuhnya untuk meraih catatan tersebut, namun sebuah tangan yang juga berniat mengambil-memunguti- catatan itu menghentikannya. Dilihatnya wajah si pemilik tangan tersebut yang sukses membuatnya terdiam.

“Seohyun?”
“Se-hun kun?”

=La Corda D’Oro=

“Kau sudah memilih para siswa berbakat itu kan?”
Terlihat dua orang dewasa yang tengah terlibat pembicaraan dalam sebuah ruangan berukuran sedang dengan nuansa yang sarat dengan nuansa klasik. Banyak keramik dan benda lainnya yang semakin memperkuat kesan klasik tersebut.

“Aku….. Sudah menyeleksinya. Dan kupikir takkan ada yang salah dengan keputusanku”
Pria dengan setelah jas putih yang menutupi kemejanya itu menatapi pria yang satunya lagi, menunggui kata kata yang akan terlontar dari mulut pria tersebut.

Semenit

Dua menit

Hingga tiga menit telah berlalu

“Wu Yi Fan Songsaengnim”
“Ne?”

“Sepertinya…. Tahun ini akan ada penerima berkah itu lagi”
Wu Yi Fan-nama si pria berjas putih itu- tertegun mendengar lontaran kata kata yang baru saja terucap dari mulut si pria yang satunya lagi
“Mwo?”
“Kau…. Mengerti maksudku bukan?”
“Ne, Kepala Sekolah Choi”
Wu Yi Fan, pria itu membungkuk hormat sebelum akhirnya menghilang dari balik pintu.
“Ck, merepotkan”
#Clek
Wu Yi Fan menyalakan korek apinya dan mulai menghisap rokok seperti kebiasaannya. Pria itu lantas pergi.
“Kris songsaengnim. Ingat pelanggaran dalam buku peraturan nomor-”
“Aish, berhenti menceramahiku Choi Sooyoung”
Wu Yi Fan, pria itu terlihat mendengus kesal dan lantas berbalik menatap Choi Sooyoung, si pemilik suara yang tadi baru saja memberinya sebuah teguran.

“Kris!”
Choi Sooyoung, ya itulah nama yeoja yang kini tengah berlari menghampirinya. Yeoja dengan rambut dikuncir itu lantas berhambur memeluknya. Kris, begitulah namja ini biasa disapa yeoja bernama Sooyoung itu

“Kris….. I miss you, so much”

=La Corda D’Oro=

“Huft~~”
Yoona, yeoja itu mendesah lega ketika didapatinya gerbang sekolah belum tertutup. Dewi keberuntungan menyertainya kali ini. Yeoja itu kini sibuk menormalkan kembali sistem pernafasannya setelah berlari menuju ke tempat itu-sekolah-
“Untung saja aku…. KYAA!!!”
Yoona terlonjak kaget bahkan sampai jatuh terduduk ketika melihat ‘sesosok makhluk’ yang kini berdiri tepat di hadapannya. Muncul seperti hantu

“Nu-nugu….seyo?”Tanya Yoona gemetar sambil menunjuk si ‘makhluk’ tersebut
“Ck, berlebihan sekali reaksimu nona”Sosok itu berdecak sebal menatap Yoona

“Cepat bangun, rokmu kependekan tahu”

“M-mwo?!”

Yoona dengan segera memperbaiki posisinya dan langsung menatap bingung sosok di hadapannya tersebut

“Mian aku lupa mengenalkan diri. Aku Xiumin… Si peri pemberi anugerah”

“M-MWO???”

Mata yeoja itu lantas membulat hampir sempurna begitu mengetahui jika sosok yang ada di hadapannya itu adalah seorang peri
.
.
.
“Sepertinya…. Kau telah menemukan orangnya. Si penerima anugerah”

=TBC=

Anehkah? Gaje? Mian >.<
Jangan lupa tinggalin komentar selesai baca yah. ^^

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Fanfiction, Friendship, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke [Series] La Corda D’Oro 1

  1. Ema LoveYooNa berkata:

    Hmm,,,,

    Nice,,,
    Next jgn lama

  2. berthafitrias berkata:

    Sesuai janji aku visit back nih.. hehehe😀

    Ceritanya bagus banget chingu…
    Jadi penasaran baca kelanjutannya,,
    Apalagi kalo main castnya Yoona… kyaaa! jadi tambah semangat bacanya..😀

    Lanjut chingu.. lanjut..!

  3. Han eunby berkata:

    Lanjutt,,,
    slalu d tunggu nextnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s