Hun-Fanny Drabble Collection

Gambar

Title

Hun-Fanny

(Drabble Collection)

Author

Fadila Setsuji

Genre

Romance,Family(?),School life,Comedy(?),gaje

Length

Drabble

Cast

Sehun | Tiffany

Note

Mian yah kalo FF ini abal isinya dan nggak bikin puas >.<. Untuk saengi Injung, semoga aja kamu suka dengan ceritanya >.<

~Happy Reading~

=Awkward…=

Awkward,mungkin kata itu yang akan kupilih untuk menggambarkannya. Oh Sehun… Pria jenius namun kalem, berbakat namun tak begitu ia nampakkan. Dan lebih daripada itu, dengan semua kekurangan juga kelebihannya itu… Dia bisa membuatku menyukainya

Aku tipe yang pemilih. Aku dikenal mudah bergaul dan aku pun dikenal sebagai orang yang berisik yang dalam artianku sendiri aku adalah seseorang yang hiperaktif. Tentunya dengan sifatku itu, hal yang-mungkin- terkesan mustahil untuk menyukai pria dengan ‘ketenangan’ yang luar biasa sepertinya-Oh Sehun-

Mungkin… Inilah maksud Tuhan menciptakan setiap insan di dunia dengan beragam sifat. Bukan untuk saling membandingkan,namun untuk saling melengkapi. Layaknya magnet, kutub positif dan negatif yang walaupun sangat berbeda justru akan saling

menempel. Dan seupama itulah manusia, tak terkecuali untukku dan Sehun…

Ok, aku terlalu banyak bicara hingga melupakan kata akward yang kugunakan untuk mengawali ceritaku ini. Awkward… Eum… Cerita pertemuanku dan Sehun. Kami bertemu dalam suasana yang memang saat itu terasa begitu Awkward. Agak aneh rasanya ketika mengingat hal itu. Aku tipe yang aktif, tapi… Pertemuan kami tak ‘aktif” namun justru pasif. Menyapanya pun aku tak berani, seperti hilang ‘nyali’.

Dan kini….

“Kenapa menatapku?”

Suaranya yang berat namun lirih itu sontak mengagetkanku. Kali ini, dia bahkan menatap tepat di manik mataku hingga membuat wajahnya tergambar dengan jelas. Aku memang telah beberapa kali bertatapan, namun tetap saja reaksi seperti ini takkan pernah hilang. Semakin hari, jantungku berdegup dengan begitu kencangnya dan wajahku serasa memanas.

“E-eoh… ANIYO!”

Reaksi tubuhku kini membuatku menjadi ‘sorotan’ beberapa pasang mata yang tadinya begitu asyik berpetualang dalam gambaran imajiner dalam benak mereka. Aku bodoh, dan memang HARUS kuakui itu

“Mi-mian….”

Kutundukkan kepalaku-sebagai bentuk rasa penyesalan-kepada mereka. Dan (lagi) aku harus menyebut diriku bodoh. Apa yang kulakukan-tak sengaja- membuat wajahku dan Sehun kini begitu dekat. Posisi itu reflek membuat kakiku melangkah mundur. Kemudian, aku berlari meninggalkan tempat itu

“Fanny-ah… Aw-”

#Bruk

Dan… Yah, seperti inilah hubungan kami. Selalu dipenuhi ‘kecanggungan’ yang seringkali membuat tubuhku bereaksi aneh.

1 detik

2 detik

3 detik

Dan pada detik berikutnya, rasa sakit mendera kepalaku dan kemudian semuanya… Menjadi gelap

=Awkward End=

***

=Ice Cream=

Aku benci adikku

Kenapa dia harus menjadi adik?

Kenapa status seorang kakak justru membuatnya semena mena padaku?

Apa karena aku adalah perempuan dan dia adalah laki-laki?

Enak saja! Aku… Takkan lagi mengalah padanya!

.

.

.

“KEMBALIKAN ES KRIM KU/INI ET KLIM THEHUN!”Ujar kedua insan berbeda gender itu bersamaan. Tak lupa tatapan sengit mereka layangkan

“Yak! Ini bukan eskrim milikmu Sehun!”Ujarku

“Noona… Kau egoit!”

Lagi lagi, si kecil ini menggunakan kata kata yang sama untuk melawanku. Aku benci saat dia mengataiku egois,karena itu-secara tak langsung- meng’ingat’kan ku akan status sebagai ‘kakak’ dan dia sebagai ‘adik’-,-

“Aku-tidak-PEDULI!!!”

Pertengkaran-memperebutkan es krim- kami terus berlanjut,hingga…

“ES KRIMKU!!!”

Liquid bening yang begitu hangat mulai menggenangi pelupuk mataku. Kutatap es krim yang kini telah ‘tergeletak’ di lantai.

“AKU BENCI KAU!!!”

#Brak

Dengan satu gerakan, kubanting pintu kamarku

.

.

.

Kukerjapkan mataku berkali kali. Aku pasti tertidur setelah tenagaku terbuang untuk menangis tadi siang

“Noona~~”

Suara itu…

“Mwo?”Tanyaku dengan dingin

“Thehun…Minta maaf”Ujarnya

“Mwo?”

“Dan Thehun… Membelikan noona et klim”

Diperlihatkannya sebuah kantung plastik berwarna putih yang digenggamnya. Dan entah mengapa, aku luluh dan lantas tersenyum padanya

“Sehun….”

“Noona tudah tidak malah lagi kan? Kalau begitu ayo kita mak- AAKKHH!!!”

Sepertinya… Sehun melupakan satu hal. Es krim bisa meleleh jika tidak diletakkan dalam suhu dingin. ^^

Dan sekarang, adik kecilku itu malah duduk di pojok dengan wajah muramnya. Aigo~~

=Ice Cream End=

***

=Be Romantic?=

“Sehun~~”

Sejak tadi rengekan manja terus saja diperdengarkan Tiffany pada Sehun. Sayang, namja itu masih saja berkutat dengan gitar di tangannya tanpa peduli dengan ‘sekitar’nya. Tentu saja, hal itu membuat yeoja pemilik nama Hwang Tiffany itu kesal

“Yasudah… Pacaran saja dengan gitar!”

Tiffany melenggak pergi, meninggalkan namjachingunya yang bernama Oh Sehun itu. Dan yang tidak Tiffany tahu, namjachingunya itu ternyata sedang menggunakan headset.Dan wajar saja jika Sehun ‘acuh tak acuh’ terhadapnya.

“Fanny-ah… Menurutmu la-”

Namja itu baru menyadari ketiadaan Tiffany setelah menyelesaikan lagunya dan melepas ‘penyumpal’ telinganya itu.

“Mungkin dia sudah pulang”

Namja itu dengan gaya santainya kembali melanjutkan permainan gitarnya

.

.

.

Sehun-ah…

Suara Tiffany-yeojachingunya-terdengar begitu lirih ketika yeoja itu menelponnya. Aneh, itu menurut Sehun

“Waeyo?”Tanya Sehun

“Mungkin…”Tiffany menggantungkan kata katanya untuk sejenak, membuat Sehun yang ketika itu tengah merebahkan tubuhnya kini bangkit dari kasurnya dan memutuskan untuk duduk di balkon kamarnya sambil menunggu Tiffany

“Kita…Harus berpisah”

Mata namja itu sukses melebar ketika mendengar tiga patah kata yang baru saja diucapkan yeojachingunya itu. Namja itu tercengang, bahkan setelah Tiffany mengakhiri percakapan via telpon tersebut

.

.

.

Saranghae neol saranghae

(Neol saranghae naega deo saranghae hey yeah~)

Saranghae neol saranghae

(No no no no no oh baby~)

Saranghae neol saranghae (Deo oh deo oh yeah~)

Saranghae neol saranghae

“Sehun…”

Sepenggal lirik dalam lagu ciptaannya itu diperdengarkannya di hadapan Tiffany.Dan yeoja yang kini tengah tertegun itu kini mulai terlihat menangis haru. Sehun lantas

melompati panggung dan kini tengah berlutut di hadapan sang yeoja tercinta

“Maaf mengabaikanmu”

“Maaf karena aku tidak bersikap seperti layaknya seorang kekasih”

“Tapi…Percayalah, aku hanya mencintaimu”

Tiga kalimat beruntun yang baru saja diucap Sehun di hadapannya semakin membuatnya tak dapat menahan airmata haru yang kini mulai membentuk aliran di wajahnya. Dia tak pernah membayangkan mantan namjachingunya itu, yang baru beberapa jam diputuskannya itu kini berada di hadapannya dan berlutut memohon cintanya kembali

“Sehun…”

Yeoja itu kini berhambur memeluk tubuh tegap milik Oh Sehun. Dan namja itu tengah membelai surai hitam gadis yang dicintainya itu dengan begitu lembut.

Mereka seakan menjadikan ‘Seoul’ sebagai tempat yang hanya mereka berdua yang menghuninya, melupakan beberapa pasang mata yang tengah menjadikan keromantisan mereka sebagai ‘tontonan’ mendadak.

“KAMI IRI PADAMU…MAKNAE HUN!”

Pada akhirnya, kisah ini ditutup dengan seruan anggota band Sehun yang memang tidak memiliki yeojachingu

=Be Romantic? End=

***

=Nostalgia=

Kaset film klasik yang telah berdebu kutemukan berada di dalam sebuah kotak yang sering kau sembunyikan dariku. Hingga detik ini aku tak tahu apa isi dari kotak maupun tumpukan kaset film ini. Apa yang kau sembunyikan dariku…Fanny-ah?

Kusingkirkan debu debu yang menempel dan melangkah perlahan menuju tempat dimana dulunya kau sering menghabiskan waktumu, berkutat dengan kamera video dan segala yang lainnya yang serupa, yang aku tak tahu dan tak mengerti sama sekali.

Yang terbesit olehku adalah ketika kau tengah berlari di koridor,tubuh kita tak sengaja bertubrukan dan kemudian kau menunduk sambil berkata “gomen nasai”

Kemana… Sosok itu pergi?

#Kreek

Derit pintu ruangan itu begitu jelas terdengar ketika tanganku baru memutar kenop pintu. Dan seperti yang terbayang di benakku, hal ‘berbau’ khas jurusan perfilman begitu kental terasa.

Berikutnya, aku telah berhadapan dengan sebuah proyektor tua yang masih mereka biarkan menghiasi meja tua di hadapanku itu. Entah sudah berapa tahun lamanya aku tak pernah lagi mendatangi ruangan yang sarat akan dirinya ini. Dan sepertinya tempat ini juga tak lagi difungsikan, dan itu terlihat jelas dari begitu tebalnya debu yang menutupi hampir setiap benda yang kutemui di dalam sini

Sudahlah, yang terpenting aku… harus memutar film itu seperti janjiku terhadapnya

“Tiffany…”

Nama yang selalu menciptakan kerinduan mendalam di hatiku. Nama yang selalu bisa membuatku terus setia mencintai.

Perlahan, isi dari kaset tersebut mulai terlihat. Aku tak menyangka, rahasia yang selama ini dia sembuyikan dariku, justru… Diriku sendiri. Semua adalah tentangku dan segala hal yang berhasil ia abadikan dengan kamera videonya.

“F-fanny…”

Pandanganku terasa mengabur ketika kurasa liquid bening memenuhi pelupuk mataku, dan perlahan… Mulai mengikuti arah gravitasi bumi, mengalir di kedua sisi wajahku.

Sehun-ah…Aishiteru

Dan Kata kata itu… Menjadi ‘penutup’nya…

=Nostalgia…End=

***

=Sehun Jatuh Cintrong?=

“WOI, TURUN SEMUA! KITA PBB!!!”

Semua yang denger sunbae Chen yang suaranya kece badai itu langsung kelabakan. Bahkan ada yang sampe nabrak author trus author nggak sengaja bikin(?) scene romantis kayak di pilem pilem ntuh#Readers : “WOI THOR,INGET PUASA!”*Capslockjebol*

Dan Sehun yang juga ikut MOS ikut ikutan kelabakan kayak rumahnya abis disantronin maling. Cowok yang gayanya ala Bebegi-‘seragam’ ala gugusnya Sehun- itu buru buru turun dan nggak sengaja nabrak sunbaenya

Brak

Prung

Teng

Tong

Dung Dung*nggak nyambung*

Bunyi bunyian aneh menjadi ‘backsound’ dari adegan tabrak lari,eh salah! maksudnya tabrakan Sehun dan Tiffany-sunbaenya- Dan akibat dari insiden itu… Bokong mereka sukses mendarat di ubin pada lantai

“WOI,MAU MATI LU?!”

Tiffany yang dikenal galak karena bapaknya mantan preman Tanah Abang itu langsung melototin Sehun. Diliatin deh Sehun dari ujung kaki sampe ujung kepala. Yah, mukanya sih ganteng kayak aktor di pilem tapi gayanya itu lho… Nauzubillah, BEBEGI BANGET!

“Maapin aye, sunbae”Ujar Sehun dengan gagap kayak bang Azis*ditendang bang Azis*

“MAAPIN? ENAK AJE LU KATE”Tiffany mulai teriak teriak sambil ngasah golok(?)

“Trus…. Aye harus gimana?”Tanya Sehun dengan wajah polosnya. Bikin panitia panitia yang kebanyakan cewek jadi beringes(?)#Author : “WOI,MAU PUASA!” *padahal ikutan beringes(?)–___–

“TRAKTIR GUE NASI AMA LAUKNYA PETE,GIMANA?”*capslockjebol*

“Ya-yaudin deh”

Dan akhirnya Sehun lari larian nurunin tangga, trus gabung ama anak anak yang lagi PBB

=Sehun Jatuh Cintrong?=

“Sunbae… Ayo ke kantin, katanya mau ditraktir”

Tiffany yang lagi lemes karena belum makan itu langsung narik Sehun ke kantin sekolah. Tiffany udah kayak satpol PP,bubarin antrian dan langsung nyosor pete. Emang tuh cewek doyan banget ama pete

“Tenang bu, nggak ngutang kok. Dibayarin ama tuh anak”Tiffany nunjuk Sehun yang masih diem kayak patung idup, dengan wajah polosnya

“Ah,ok deh”

Tiffany langsung ngajak Sehun duduk dan dengan lahapnya mulai ngabisin sepiring pull nasi plus pete di piring. Kalo diliat yang lain, mungkin Tiffany udah kayak preman kesambet makannya, tapi itu nggak berlaku buat mata polosnya si Sehun. Di matanya justru Tiffany unyu banget kayak syuting iklan makanan–___–

Merasa diliatin, Tiffany langsung melototin Sehun

“Nape liat liat? Lu laper?”Sehun menggeleng

“Lah, trus kenape?”

“Nggak ape ape kok sunbae. Aye cuma ngerase sunbae tuh unyu”

Tiffany yang denger langsung keselek. Dan para sunbae beringes(?) yang tadinya ngeliatin Sehun langsung tepar.

Dan author? Jingkrak jingkrak ngeliatin Luhan ama Seo unni lagi suap suapan#readers : “dasar tukang nyempil” *buang author ke comberan*

=Sehun Jatuh Cintrong? End=

***

=Choose…You=

Kuselipkan hadiah kecilku,usaha kerasku itu diantara banyaknya deretan deretan hadiah besar yang aku yakin pasti mahal isinya. Aku tahu, hadiahku jika dibandingkan dengan mereka sungguh berbanding jauh… Namun sedikit ‘harapan’ kuselipkan dalam hadia tersebut.

“Semoga… Sehun-sshi menyukai hadiah dariku”

Mataku masih saja setia memandang kearahnya. Sehun… Bintang bersinar yang selalu menghiasi panggung. Kemilaunya bahkan cukup untuk menandingi ribuan lampu sorot sekalipun. Itu menurutku. Dan kemilau yang seindah sinar bintang itu yang membuatku begitu menyukai sosoknya. Meski aku tahu… Dia takkan pernah menyadari aku, wanita yang berdiri diantara ratusan penggemar lainnya.

.

.

.

“OH SEHUN,OH SEHUN”

Aku berada diantara ratusan orang yang kini tengah menyerukan namanya. Aku dan

mereka… Kami sama sama menanti saat saat dimana Sehun akan memilih satu diantara begitu banyak hadiah dari fans.

“Annyeong”Sapa Sehun. Dan sontak jerit histeris terdengar

“Aku… Sudah memutuskan hadiah yang kupilih. Dan kuharap, si pemberi hadiah ada di sini”

Semua kini terlihat antusias menantikan hal tersebut. Dan aku? Meski diliputi rasa penasaran, pesimis juga menghinggapi diriku. Karena aku tahu… Aku dan hadiaku bukanlah apa apa

“Untuk gadis bernama… Hwang Tiffany… Aku memilihmu”

Tubuhku membeku layaknya sebuah patung bernyawa mendengarnya…

Benarkah ini?

Apa aku…Beruntung?

Dan beberapa detik, mataku menangkap sosok Sehun yang kini berjalan menghampiri…Aku?

=Choose You…End=

***

=Wink!=

Meski berkali kali mencoba,Sehun yang sejak tadi telah frustasi(?) itu tetap saja tak kunjung bisa melakukan wink dengan sempurna. Hal ini lantas membuat Tiffany yang sejak tadi bersamanya terus mendengus kesal. Pasalnya yeoja yang dikenal mampu melakukan wink dengan begitu baik itu kini darahnya sudah naik hingga ke ubun ubun. Bagaimana tidak, Sehun membuatnya melewatkan waktu makan siangnya yang berharga hanya untuk mengajari cara melakukan wink sempurna.

“Ya! Menyerah saja! Setahun pun aku mengajarimu kau takkan bisa melakukannya!!!”Omel Tiffany

“Aku takkan mungkin menyerah”

“Beritahu aku alasanmu hingga kau sampai memaksakan diri begini”

“Baik. Pertama…. Karena aku sedang menyukai seseorang sekarang ini”

“Kedua?”

“Karena…. Yeoja yang kusukai itu pandai melakukan wink. Dan aku ingin dia terpesona melihatku melakukan wink di hadapannya”

“Dan ketiga?”

“Karena aku…Menyukaimu, Hwang Tiffany….”

Tiffany lantas terkekeh dan langsung memeluk Sehun. Namja itu pada awalnya terkejut, namun tak berapa lama, senyum manis terukir di bibirnya. Dia pun lantas membalas pelukan Tiffany, dengan begitu eratnya

=Wink! End=

***

=Last Love=

“Aku bersedia…”

Aku menatapnya sambil mengulang kembali apa yang baru saja diucapkan pendeta di depanku.

“Oh Sehun… Bersediakah kau menerima Tiffany sebagai istrimu dalam segala keadaan?”

“Aku…Bersedia”Jawabnya sambil menataku

Takdir telah membawaku bersamanya. Tuhan mempertemukan kami. Dia…Cinta terakhirku, kini tengah menatapku lekat dan perlahan membuka sehelai kain tipis transparan yang menutupi kepalaku.

Tangannya yang besar menangkup wajahku, membawaku untuk lebih dekat dengannya. Kemudian… Dia mengecup dahiku. Dengan begitu lembut

“Sehun…”

“Eum?”

“Terimakasih. Telah menjadi cinta terakhirku”

Tak kudengar jawaban apapun darinya. Hanya sebuah senyuman yang dia perlihatkan padaku. Namun aku tahu, dibalik senyumnya itu terselip sesuatu yang hanya aku dan dia yang tahu

=Last Love…End=

 

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Family, Fanfiction, Fluff, life, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , . Tandai permalink.

20 Balasan ke Hun-Fanny Drabble Collection

  1. Nouria Jung berkata:

    Fanfic-nya bagus semua, HunFany semua lagi😀 Tapi yang Wink kayak udah pernah baca, tapi lupa dimana #dasar -_-
    Poster di atas eonni yang bikin ya? Bagus-bagus eon ^^

    Di tunggu karya selanjutnya deh eon😉

    • Fadilasetsuji berkata:

      Mian baru dibales komentarnya saeng ^_^
      Berarti kamu udah baca ff eon yg luhan with snsd? Disitu ada ff yg judulnya wink! ^^
      itu hadiah aja buat kamu saeng,yg udah eon janjiin ^^
      Bagus? Eon masih terlampau abal lho saeng,jadi eon rasa itu nggak cukup bagus-_-

      • Nouria Jung berkata:

        Ya nggak apa kok eon ^^
        Ya, yang jadi cast-nya itu Han oppa sama Fany eonni😉

        Eoh, makasih eon #bow
        Yah terserah eon aja deh soal bagus nggak-nya🙂

    • fadilasetsuji berkata:

      Yap,benar😀

      ne cheonma ^_^
      🙂

      • fadilasetsuji berkata:

        Saengi,ff yg true love sama memories belum ada next chapternya? Eon nunggu dua ff itu lho. Tambahan sama this is crazy ^_^
        dilanjut yah saeng,banyak yg nungguin juga lho. Hwaiting ^_^
        MOS nya lancar kan? Semoga iya ^^

  2. Rena Fanytastic berkata:

    Aku suka semuanya

  3. fanyfany-ah berkata:

    Ommo ommo ommo ceritanya daebak semua └(^o^)┘ neomu joahae ~ ≧﹏≦ your ff is JJANGGG!!! Keep writing ^^ fighting exofany!!! ヽ(^。^)ノ

  4. Chairina Hwang berkata:

    joah joah joah………….
    semuaaa……..chingu bikin krisfany sama sufany donk^_^

  5. sungsookyung berkata:

    annyeong chingu aku reader baru ^_^

    Aku suka semua ceritanya daebakk

    Aku tunggu ff exofany lainnya ya😀

  6. melsyfattira berkata:

    Hwaaaa!!
    HunFany~
    daebakdaebak eon !! ^^

  7. exofany berkata:

    beberapa ada yang udah aku baa di sebuah blog.. tapi drable ffnya tetap jjang… hidup exofany

  8. quorralicious berkata:

    Hallo, aku mau intro, aku quorralicious 91line, bangapta, check http://lovelydeerfanfiction.wordpress.com/ ^^ aku tunggu ya, FF mu bagus sekali aku harap kamu mau join dengan kami, aku sedang mencari author khusus cast Tiffany di sana😀 kunjungin ya ^^ ada YoongFanyEXO main castnya, hehehe, mf ya admin aku numpang promosi😀

    • FadilaHan berkata:

      Iya,silahkan intro🙂 91 line? wah kalo gitu aku manggil kakak? Aku 96 line soalnya🙂 Ne,bangapta kak😀 Makasih sebelumnya kak. Untuk join…Aku gak tau bisa atau gak cuma aku coba kunjung kesana saja dulu yah kak🙂 Tapi tawarannya menarik lho kak dan aku makasih banget udah ditawarin/dipromosiin blog lovelydeerfanfiction ^^ Gak masalah koq kak,silahkan aja buat promosi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s