[Chaptered] Love Is… Chapter 2

Gambar

Title         : Love Is  [Chapter 2]

Author   : Im Hyun-Ah & Fadila Setsuji

Genre     : Romance,School life

Length   : Chaptered

Cast.        :  Xi Luhan, Lee Hyewon(OC), Park Chanyeol, Kim Yejin, Cho Ahra(OC), Kris

Note         : Mian untuk chapter ini belum di ubah covernya. Nanti bakal di usahain ^^ Dan aku juga temen aku selaku author FF ini mengucapkan terimakasih untuk readers yang telah membaca karya kami ini ^__^

=Happy Reading=

“Chanyeol-ah…”Panggil Yejin lirih

“Hm?”

“Gomawo…” Ucap Yejin. Dia melepas perlahan kedua tangan Chanyeol dan berbalik. Menatap namja itu lembut.

“Gomawo?” Chanyeol menatap Yejin bingung

“Ne… Gomawo… untuk semuanya…”

Tuk!

Sebuah pukulan lembut mendarat di kepala Yejin….

“Ya! Kau berkata begitu seolah olah kau  akan meninggalkanku…”

hanyeol menatap Yejin penuh arti. Melihat tatapan Chanyeol, Yejin pun tertawa

“Ya! Aku serius… Kenapa kau malah tertawa,eoh?”

“Ani… Aku hanya merasa ekspresimu barusan terlihat lucu”

“Lucu apanya?” Chanyeol cemberut sambil memanyunkan bibirnya kesal. Hal itu membuat Yejin gemas dan mencubit pipi Chanyeol. Walaupun harus berjinjit sedikit.

“Yak!”

“Hehehe…jangan marah ya, aku memang akan meninggalkanmu” ucap Yejin murung. Chanyeol terbelalak kaget.

“Mwo?”

“Aku memang akan meninggalkanmu karena jemputanku sudah datang..aku pulang dulu ya daah” ucap Yejin sambil menunjuk sebuah mobil yang berada di seberang jalan kemudian yeoja itu berjalan ke seberang jalan sambil melambaikan tangannya. Terlukis senyum kebahagiaan di wajah yeoja itu. Chanyeol tersenyum tipis, ia pun membalas lambaian tangan Yejin. Entah mengapa ia merasa ada rasa nyaman yang menyelimuti hatinya saat bersama Yejin. Kenyamanan yang berbeda yang tidak ia dapatkan dari Hye Won.

“Chanyeol-ah” tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya membuat namja itu kaget, ia membalikkan tubuhnya dan membiarkan Hye Won memeluknya.

“Hiks..kenapa..ke..kenapa?” yeoja itu

terisak dalam pelukannya. Chanyeol semakin bingung. Apa tadi Hye Won melihat dirinya bersama…….Yejin?

“Wa..wae chagi?” tanya Chanyeol hati-hati sambil melepas pelukannya. Ia menatap wajah Hye Won yang penuh dengan air mata. Ada rasa penyesalan yang menyelimutinya saat ini, bagaimana kalau memang Hye Won melihatnya dengan Yejin tadi.

“Kenapa..kenapa?” Hye Won memekik keras, ia mencengkram kuat almamater Chanyeol.

“Kenapa tidak ada yang peduli dengan perasaanku?”

“Kau ini kenapa sih? Ayo ceritakan padaku” ucap Chanyeol lembut.

“Tadi di ruang OSIS…” ruang OSIS? berarti ini tak ada hubungannya dengan kejadian bersama Yejin. “Kami mengadakan rapat untuk membahas rencana pentas seni sekolah bulan depan, semuanya memberikan usul termasuk aku, tapi tidak ada yang menerima usulku itu, ahhh mereka menyebalkan” jelas Hye Won diakhiri dengan tangisan keras. Chanyeol menghela nafas lega, ternyata bukan ‘itu’.

“Hanya karena itu?” Chanyeol tersenyum geli memandang Hye Won. Hye Won mengangukkan kepalanya.

“Aish dasar” Chanyeol mengacak-acak rambut kecoklatan Hye Won sambil tersenyum tipis “kau ini cengeng sekali sih”

Hye Won merenggut kesal mendengar ucapan Chanyeol, ia pun membuang mukanya ke arah lain.

“Kau sama saja seperti mereka, menyebalkan” gerutu Hye Won sambil menghentakkan kakinya kesal dan berjalan mendahului Chanyeol.

“Ya…chagiya mianhae, bukan maksudku seperti itu” Chanyeol pun menyusul Hye Won, mencoba menenangkan yeoja itu. Chanyeol tahu marahnya Hye Won hanya main main.

“Baiklah aku akan memaafkanmu jika…” Hye Won berhenti sejenak. Memasang pose berfikir dengan meletakkan ujung telunjuknya di pelipis..

“Jika..”

Chu~

Hye Won terdiam di tempatnya, ia tak tahu harus berekspresi seperti apa. Yang jelas kini wajahnya sudah merah padam. Chanyeol yang berdiri di samping Hye Won terkekeh pelan kemudian mengusap pelan puncak kepala yeoja itu.

“Kau tidak marah lagi kan?” bisik Chanyeol di telinga Hye Won.

“Ya!! Park Chanyeol beraninya kau..”

“Ahahaha..sekarang giliranmu yang mengejarku” Chanyeol tertawa lepas dan berlari menjauh begitu melihat Hye Won menatap tajam ke arahnya.

“Kalau aku berhasil menangkapmu, akan ku buat tinggimu berkurang dua puluh centimeter” Hye Won pun berlari mengejar Chanyeol. Mereka seperti mengulang kejadian di atap pagi tadi, tapi dengan Hye Won yang mengejar Chanyeol. Tapi siapa yang tahu di balik keceriaan Chanyeol, lagi-lagi terbesit sebuah penyesalan. Tentu saja karena sebelum ia bermesraan bersama Hye Won, ia melakukannya bersama Yejin. Chanyeol  tahu ia sangat brengsek, mencintai dua yeoja sekaligus, tapi ia tak bisa melakukan apa-apa karena hatinyalah yang merasakan. Dan kini Chanyeol tahu ada sebuah rasa berbeda yang ia peroleh dari kedua yeoja itu. Yejin dengan kelembutannya yang membuatnya nyaman dan Hye Won dengan keceriaannya yang membuat namja itu merasa hangat. So siapakah cintanya sebenarnya? Kenyamanan atau Kehangatan??…

***

Bandara Incheon selalu ramai seperti biasa, walaupun yang sering terjadi disini hanya dua hal, keberangkatan dan kepulangan. Kris menatap sekeliling bandara besar itu dengan takjub, bukan karena ia belum pernah melihat Bandara ini sebelumnya, asal tahu saja namja itu pernah tinggal di korea sekitar 3 tahun, dan saat ia akan kembali ke negara asalnya China, bandara Incheon tak sebesar ini. Kris pun melangkahkan kakinya keluar bandara sambil menyeret sebuah koper besar.

Taksi yang ditumpangi Kris berjalan dengan kecepatan normal membelah jalanan kota Seoul yang terlihat agak ramai itu, maklum sekarang waktu telah menunjukkan pukul 5 sore waktu KST, jam dimana semua orang yang bekerja akan kembali ke rumahnya untuk beristirahat setelah hampir satu hari berkutat dengan pekerjaan mereka. Kris menatap jalanan Seoul di sore hari melalui jendela taksi yang terbuka. Memperhatikan setiap aktivitas yang terjadi di jalanan besar itu, sampai akhirnya matanya terhenti di satu titik, tepat di sebuah salon yang berada di seberang jalan berdiri seorang yeoja cantik yang wajahnya sangat dikenal Kris.

“Hara?” gumam Kris tak percaya. Yeoja yang berdiri di depan salon itu benar-benar mirip dengan Hara, yeojachingunya yang beberapa bulan lalu meninggal. Kris menggelengkan kepalanya, mencoba menepis semua itu, mungkin ia terlalu terbawa suasana sehingga mengira bahwa yeoja itu adalah Hara, tapi setelah ia memperhatikannya sekali lagi, yeoja itu benar-benar sangat mirip dengan yeojachingunya. Tak bertahan lama, yeoja itu telah menghilang dari pandangan Kris.

Kris merasakan kepalanya terasa berat. “Hara-ah apa itu benar-benar dirimu?” gumam Kris lirih.

***

“Ne, Choi Ahra ada apa kau mengajakku kesini?” tanya Luhan setelah sekitar dua puluh menit ia hanya terdiam

” Aniyo, hanya ingin mengajakmu mengobrol sebentar” jawab Ahra sekenanya, ia kembali menatap Luhan dengan  wajah berseri. Luhan mendesah berat, kalau saja ia tahu akan seperti ini, lebih baik ia menolak ajakan Ahra di telpon tadi. Apalagi ia belum mengganti seragam sekolahnya.

“Hm..pulanglah” ucap Luhan singkat. Ia menyesap sedikit cappucino hangatnya.

“Mwo?pulang?”

“Ne, sebaiknya kau pulang saja, ini sudah petang sebentar lagi malam, kau juga belum mengganti seragammu kan?” sahut Luhan

“Shireo” tolak Ahra sambil menggelengkan kepalanya pelan. Ia menunduk sambil meremas ujung rok sekolahnya. Matanya perlahan berkaca-kaca. Semoga saja Luhan tak mengatakan sebuah kalimat yang bisa membuat tangis yeoja itu pecah.

“Pulanglah, orang tuamu pasti khawatir”

“Memangnya siapa yang akan mengkhawatirkanku?” ucap Ahra lirih. Ia mencoba menahan air matanya yang mencoba mendesak keluar.

“Mwo?”

“Semenjak Ummaku meninggal Appaku menjadi seorang workaholic, tiada hari baginya tanpa bekerja bahkan di hari minggu sekalipun, di rumah yang menyambut dan menemaniku hanya para pembantu, dari aku bangun sampai aku tertidur lagi aku tak melihat Appaku sama sekali….” yeoja itu menghapus air matanya yang jatuh menetes di pipinya dengan kasar. Luhan terdiam ia menatap Ahra dengan iba, selama ini ia selalu melihat sisi ceria yeoja itu, tapi ternyata yeoja ini sangat cengeng karena masalah keluarganya.

“Tak ada gunanya aku pulang sekarang, Appaku pasti tak ada di rumah”

“Hm…” Luhan mengelus puncak kepala Ahra lembut. Ahra mengangkat kepalanya menatap Luhan yang juga sedang menatapnya lembut.

“Kau tenang saja, mulai sekarang ada aku yang akan selalu menemanimu…” ucap Luhan sambil tersenyum tulus membuat wajah yeoja itu memerah.

“Oppa…”

“Anggaplah aku ini oppamu sendiri, ne?” lanjut Luhan masih tetap tersenyum. Ahra terdiam, apa hanya sebatas itu perasaan Luhan padanya? Apa Luhan hanya menganggapnya sebagai dongsaeng? Kenapa seperti itu? Ia tidak mau hanya di anggap sebagai dongsaeng saja, ia mau Luhan menganggapnya sebagai seorang yeoja yang sangat menyukai bahkan mencintai namja itu. Tapi kenapa Luhan tak pernah mengerti? Apa selama ini sikapnya tak pernah menunjukkan kesungguhan cintanya? Atau mungkin Luhan memang tidak ingin membuka hatinya untuk seorang yeoja? Atau mungkin… Luhan itu…

“ANDWAE!!!!”Ahra tiba tiba berseru, dan suaranya yang melengking sontak membuat semua pengunjung termasuk Luhan terkejut.

“Ya! Ada apa  Choi Ahra?! Kau membuatku kaget”ucap Luhan dengan nada yang sedikit meninggi. Melihat perhatian pengunjung kini tertuju padanya, Ahra pun tersenyum canggung dan kemudian langsung menarik tangan Luhan,keluar dari kafe tersebut.

***

“Ah….” Yejin mendesah. Sejak tadi Yejin terus merebahkan tubuhnya di kasur sambil memperhatikan layar handphonenya,tepatnya memperhatikan fotonya bersama Chanyeol. Sebuah senyum terukir dari wajah manisnya. Senyum yang memperlihatkan betapa yeoja itu sangat menyukai namjachingunya…

“Andai aku bisa memilikimu seutuhnya…” Ucap Yejin lirih. Dia memejamkan kedua matanya. Sebuah penyesalan tiba tiba terbesit di hatinya. Sebuah penyesalan yang sejak awal memang selalu membayanginya.

“Maaf Hyewon…kita mencintai dan memiliki  cinta dari namja yang sama… ” Gumam Yejin

DRRT…. Yejin tersentak ketika handphonenya bergetar. Ternyata sebuah pesan masuk dengan nama pengirim yaitu Chanyeol.

From  : Virus Tampan

Yejin-ah… Ayo kita kencan. Kau akan rasakan akibatnya jika berani menolak,hehehe ^^

“Tsk… Dasar” lagi lagi sebuah senyum manis terukir dari  wajah manisnya. Kali ini senyum manisnya disertai dengan semburat merah di pipinya… Yejin pun langsung sibuk mengetik tombol handphonenya.

***

Chanyeol terlihat sibuk memainkan tombol handphonenya. Dia telah selesai mengirim sebuah pesan kepada Yejin.  Chanyeol pun merebahkan diri di sofa rumahnya sambil menunggu balasan dari Yejin.

“Ah… Lama sekali dia membalas pesanku…” Chanyeol meletakkan handphonennya di meja. Dia mempoutkan bibirnya, dan DRRT…. Terdengar bunyi handphone. Chanyeol langsung saja menyambar handphonenya dan terlihat sebuah pesan masuk dari Yejin

From    : Yeoja galak

Hm…

“Hah? Hanya itu? Yaish! Aku mengiriminya pesan dan hanya dibalas begitu? Menyebalkan kau Kim Yejin” Chanyeol menggerutu sendiri sambil memandangi layar handphonenya. Melihat tingkah kakaknya, Chanyeon-adiknya menggelenggkan kepalanya.

“Oppa sudah gila” gumam Chanyeon

“Ya! Aku bisa mendengarnya tau!” Chanyeol mendelik,sehingga Chanyeon ketakutan dan langsung pergi dari situ.

Chanyeol pun memutuskan untuk menghubungi Yejin

“Yoboseyo?”

“Ya! Kim Yejin…. Kau mau pergi atau tidak?”

“Hm… Baiklah. Tapi kau harus mentraktirku makanan yang paliinnggg enak,otthe?”

“Yah… Mengajakmu kencan ternyata bisa membuat dompetku menipis,hahaha”

“Baiklah. Kutunggu kau jam 4 sore di Namsan Town. Jangan terlambat”

“Ne…. Park Chanyeol”terdengar suara Yejin yang terkekeh dan kemudian Yejin pun memutuskan kontak.

“Yes!!!!” Chanyeol melompat lompat kegirangan. Dan sekali lagi Chanyeon menggeleng gelengkan kepalanya.Chanyeol menghampiri adiknya dan langsung memberinya pelukan erat sebelum dia pergi menuju kamarnya.

“Aigo… Dia sepertinya sudah gila”.

***

Hyewon yang sejak tadi asyik  bermain game tiba tiba saja menghentikan permainan dan merebahkan diri di kasur empuknya.

“Hah~ bosan” Hyewon mempoutkan bibirnya dan kemudian terlintas di benaknya untuk mengajak Chanyeol berkencan.  Senyum manis terukir dari wajah manisnya dan kini jari jarinya mulai sibuk menekan tombol di handphone.

***

From  : My namja

Hei namja tiang listrik temani aku ke toko buku yah… Kalau kau tidak mau aku akan berselingkuh dengan namja lain. :p

Chanyeol yang sedang berjingkak saking senangnya,tiba tiba menghentikan apa yang dilakukannya itu. Dia pun segera membaca pesan yang masuk. Kali ini bukan senyum yang terukir di wajahnya. Senyum bahagia yang tadinya  terukir di wajahnya langsung menghilang…

“Bagaimana ini?”Batin Chanyeol

***

“Appa…” Ahra terkejut ketika melihat ayahnya yang terlihat sedang sibuk mengepak beberapa dokumen dan dimasukannya ke dalam koper mini yang ditentengnya.

“Appa mau kemana?”Tanya Ahra

“Mian anakku… Appa harus pergi,ada urusan bisnis”

“Tapi appa… Besok kan peringatan…”

“Mian yah, appa harus pergi. Ini benar benar sangat penting”

“Ne appa…”Jawab Ahra lemah. Dia pun mengantar ayahnya hingga ayahnya masuk ke dalam mobil dan mobil pun melesat pergi. Menghilang di balik gerbang rumahnya yang besar itu.

“Hah… Sendirian lagi” Ahra mendesah pelan sambil tersenyum pahit

Ahra pun masuk ke kamar dan meletakkan tas dan sepatunya secara sembarang.

“Umma…” Ucap Ahra lirih. Diambilnya sebuah foto yang diletakan di meja kecil miliknya. Bulir bulir bening pun kini memenuhi ruang di kedua matanya. Ahra menangis dan memeluk erat foto ibunya… “Aku rindu…”

***

“Aish… Buku biologiku hilang” Luhan kebingungan sambil menggaruki kepalanya yang tidak gatal. Luhan pun terbayang ekspresi guru biologinya,miss Lee yang terkenal galak. Hal itu membuat Luhan semakin bertambah frustasi. Dia pun mengacak acak rambutnya saking frustasi

“Besok aku harus ke toko buku” Ucap Luhan pasrah. Dia pun kembali mengacak acak rambutnya

***

Esoknya, terlihat seorang yeoja sedang bersandar di didepan gerbang sekolah. Yeoja itu sedang mempoutkan bibir merahnya itu,membuatnya terlihat semakin manis

“Hyewon…”

Mendengar namanya dipanggil,yeoja itu menoleh. Dilihatnya sosok seorang namja sedang tersenyum sambil melambaikan tangan kearahnya. Namja itu berlari menghampirinya dengan senyum khasnya.

“Ya! Kenapa kau tidak membalas pesanku,hah?!”

Mendengar ucapan Hyewon, Chanyeol tersentak dan terdiam sesaat. Melihat tingkah namjachingunya itu, Hyewon menjetikkan jarinya di hadapan Chanyeol,membuat namja itu tersadar

“Ya! Kenapa melamun?”

“Ah… Mian Hyewon. Aku sepertinya tidak bisa”

“Wae?”

“Karena aku…harus menemani Chanyeon ke suatu tempat” mendengar jawaban Chanyeol, raut wajah Hyewon berubah menjadi sedih

“Hyewon-ah….”

“Gwenchana… Aku tidak keberatan. Yang penting jangan dengan yeoja lain,otthe?”

“Ah,ne chagi…” Ucap Chanyeol lembut sambil mengelus puncak kepala Hyewon lembut. Meski jauh di lubuk hatinya,terbesit rasa bersalah yang mendalam terhadap Hyewon

“Padahal aku mau mengajakmu ke toko buku,tapi yasudahlah…”

“Chagi… Mian yah,aku janji lain kali akan kutemani,otthe?”

“Ne…” Hyewon tersenyum seadanya

“Chagi,aku harus pergi. Aku harus menyelesaikan tugas matematika dulu”

“Yasudah,pergilah dasar yeoja pemalas,hehehe”

“Ya! Berani sekali mengatai yeojachingumu dengan sebutan pemalas”

“Hahaha, aku hanya bercanda. Yasudah pergilah, nanti kau bisa kena hukum”

“Baik, dasar tiang listrik” Hyewon langsung berlari meninggalkan Chanyeol. Tak lupa Hyewon menengok dan melambai lambaikan tangannya sebelum berlalu.

Ketika Hyewon melewati koridor, matanya tertuju pada seorang yeoja yang sedang tersenyum pada seorang namja. Seulas senyum terukir di bibir manisnya.

“Mereka terlihat  cocok”

***

“Yejin-ah, pagi” sapa Luhan yang baru saja datang,ditepuknya pundak Yejin dan sebuah senyum terukir di bibir manisnya ketika yeoja itu menengok kearahnya.

“Ah, selamat pagi Luhan” sapa Yejin sambil menunjukan deretan giginya yang disertai senyum manis di bibirnya

“Apa kau sedang senang, Yejin-ah?”Tanya Luhan

“Ne?”

“Tebakanku benar kan?”

“Apa kau itu seorang keturunan cenayan,eoh?”

“Hm… Tentu saja tidak!”Ucap Luhan sambil mengetuk kepala Yejin pelan. Yejin hanya tersenyum jail. Keduanya pun mulai terlihat bercanda.

Ketika Luhan beranjak pergi, seorang yeoja menghampirinya. Luhan tersentak ketika melihat sosok yeoja yang disukainya kini telah berada tepat di depannya. Yeoja itu menampakkan senyum manis yang mampu membuat rona di wajahnya.

“Ya, Luhan!”

“Ah, annyeong  Hyewon-ah…”

“Ya! Sepertinya…Wajahmu memerah…”Goda Hyewon sambil menyikut pelan lengan Luhan

“Wajahku? Me…memerah?” Tanya Luhan grogi

“Ya… Tidak perlu menutupi. Aku cukup pintar membaca hati seseorang” ucap Hyewon dengan bangganya sambil menepuk nepuk dadanya

“A…aku….” Luhan semakin grogi.apalagi ketika Hyewon makin lekat menatapnya, Luhan semakin bingung

“Kau menyukai Yejin kan? Aku benar kan? Hehehe” mendengar ucapan Hyewon, Luhan pun bernapas lega untuk sesaat. Namun sedetik kemudian, Luhan langsung membantah

“Aniyo, Hyewon-ah… Aku tidak menyukai Yejin. Aku kan menyukai…”

“Hm? Kau tidak menyukai Yejin? Lalu siapa yang kau sukai?” Hyewon tampak kebingungan. Dia terus berpikir siapa yeoja yang mungkin disukai Luhan

“Aigo! Aku lupa tugas matematikaku!” Hyewon menepuk dahinya pelan. Tingkah Hyewon membuat Luhan terkekeh pelan dan mengambil sebuah buku catatan dari dalam tasnya.

“Ini” ucap Luhan sambil menyerahkan buku catatannya kepada Hyewon

“Buku? Untuk apa?”

“Kau belum menyelesaikan tugas matematika dari Kim songsaengnim bukan?”

“Hm… Bingo!” Ucap Hyewon dengan gaya bicaranya yang khas. Apa yang dilakukan Hyewon membuat Luhan terkekeh

“Yasudah. Kau harus cepat cepat menyalinnya atau kau akan rasakan betapa jahatnya Kim songsaengnim”

“Ne… Gomawo Xi Luhan”

Kini catatan Luhan telah berpindah ke tangan Hyewon. Hyewon bergegas pergi. Sedangkan Luhan terus memandangi punggung Hyewon yang makin menjauh

“Mungkinkah kau akan menyadari perasaanku?”Gumam Luhan

***

“Choi Ahra” mendengar namanya dipanggil, Ahra pun menoleh. Ternyata Jung songsaengnimlah yang memanggilnya. Melihat sosok Jung songsaengnim dengan tumpukan buku yang menutupi hampir setengah wajahnya.

“Choi Ahra, bawakan buku ini kelas XII-A”

“Tapi songsaengnim….”

“Kau mau menolak?”

Melihat tatapan evil guru Jung, Ahra pun serasa tidak berkutik dan akhirnya tumpukan buku tersebut berpindah tangan. Setelah Jung songsaengnim pergi, Ahra pun menggerutu kesal

“Aish, Cho Ahra… Kenapa hidupmu bisa sesial ini? Padahal kan aku akan menemui…”

BRUUKK….  Ahra bertubrukan dengan seseorang, menyebabkan tumpukan buku itu jatuh menimpanya.

“Gwenchana?”

“Ya! Bagaimana bisa aku baik baik saja, apa kau tidak lihat kakiku…”

Orang itu-yang ternyata adalah seorang namja- terkejut ketika melihat sosok Ahra.

“Hara….”

~TBC~

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Fanfiction, Friendship, life, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s