Always Love You

always love you

Title

Always Love You

Author

Fadila Setsuji Hirazawa

Genre

Romance,Sad

Length

Drabble

MainCast

Jessica,Kris

Support Cast

Seohyun,Luhan

Note

Ini FF requestan Heppy Diana. Mian saeng, Ffnya kelamaan. Soalnya belakangan harus menyelesaikan tugas yang menumpuk~..~ Semoga kamu suka ^^

Anggap aja Yeo Jin Gu sama Kim Soohyun adalah pemeran(?) Jessica dan Kris kecil yah….

~Happy Reading~

.

.

.

“Kris…. Kyaaa”

“Rasakan!!!”

Dari bawah bukit bersalju, terlihat dua orang anak kecil sedang asyik bermain perang bola salju. Dan tampak keceriaan di wajah keduanya. Sepertinya permainan itu membuat mereka begitu menikmati hingga tanpa sadar matahari telah menghilang dan berganti dengan bulan dengan ribuan bintang berkelap kelip. Yeoja kecil itu-Jessica- tubuhnya mulai bergetar sambil memegangi lengan jaket Kris begitu erat. Dan Kris berjalan di depan untuk melindungi Jessica

“Kris…. Gelap”Ucap Jessica gemetar. Dan Kris pun menggenggam tangannya. Mungkin dengan begitu rasa takut Jessica akan hilang. Pikir Kris

Kris-namja kecil itu- lantas menghentikan langkahnya dan berbalik, kemudian memegangi bahu Jessica agak kencang. Dia menatap Jessica lekat

“Tenang saja,Sicca…. Aku akan selalu di sisimu dan melindungimu”

Ucap Kris lembut. Dan itu bagaikan magic untuk Jessica. Rasa takutnya menghilang bersama dengan angin yang baru saja dirasanya berhembus. Tatapan Kris…. Rasanya menenangkan

“Eum”Jessica mengangguk mantap dan keduanya kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang

Selama perjalanan, Kris berusaha untuk melihat pemandangan di depan, meskipun agak memaksa. Pasalnya, keadaan di tempat itu akan menjadi sangat gelap ketika malam hari. Dan itu tentunya terasa menyulitkan bagi kris yang saat itu tak membawa alat yang bisa dijadikan penerang atau sebagainya.

Kreekk

“UWWWAAA!!!”

Kris dan Jessica terperosok ke dalam lubang karena tak sengaja menginjak tumpukan es yang ternyata digunakan untuk menutupi lubang tersebut. Mungkin itu lubang yang dibuat pemburu daerah setempat. Sayangnya, justru Kris dan Jessica yang masuk ke dalam

“Gwenchana,Sicca?”Tanya kris panik. Dan Jessica menganggukan kepala

“Kris…. Aku takut….”

“Ya, kau tenang saja. Ada aku disini…..”Ucap Kris, mencoba untuk menenangkan Jessica

“Tapi….AKHH”

Jessica tiba tiba saja mengerang sambil memegangi kepalanya. Tak lama, tubuh Jessica ambruk dan Jessica pun pingsan

“JESSICA! KUMOHON…. AKU AKAN SEGERA MENCARI PERTOLONGAN”

Kris mengalungkan syal dan menyelimuti Jessica dengan jaketnya sebelum dia pergi mencari pertolongan. Untuk seorang anak sepertinya, hal seperti ini memang terlalu menyulitkan. Namun Kris bertekad untuk terus berusaha agar bisa segera membawa Jessica keluar dari perangkap itu

.

.

.

Setelah bersusah payah memanjati dinding lubang tersebut, Kris berhasil mencapai bagian atas dan dengan segera, Kris mencari pertolongan. Dia pun segera berjalan menuju rumahnya, karena itulah satu satunya tempat yang saat itu terlintas di pikirannya. Namun…. Kris takkan mungkin mendapatkan pertolongan yang diharapkannya. Karena orang yang diharapkannya untuk dapat menolongnya justru tengah bertengkar hebat di hadapannya. Membuat Kris terdiam kaku dengan bulir bening yang mulai terlihat memenuhi matanya

“KAU MENYELINGKUHIKU KAN?!”

“NE! KAU ITU TAK LAGI BERGUNA! KAU TAHU,KAU ITU-”

Wanita itu berhenti berteriak setelah melihat Kris yang kini tengah memandanginya dan teman bertengkarnya itu. Appa dan umma, begitulah Kris biasa memanggil mereka.

“Kris…. Bencilah aku. Anggap saja aku telah mati, arra?”

Wanita itu-umma Kris- memandangi anaknya-Kris- selama kurang lebih beberapa detik, sebelum akhirnya wanita itu menaiki sebuah mobil yang kemudian membawanya pergi.

“UMMA!!!”

Kris berusaha untuk mengejar ummanya, namun kakinya tiba tiba saja terasa nyeri hingga membuat tubuhnya jatuh menghantam jalanan yang tertutupi salju. Dan appanya? Lelaki itu hanya menatap Kris selama beberapa detik dan lantas membiarkan anak semata wayangnya itu menangisi ummanya

“Umma…. Jessica…..”

Kris menyebut nama dua orang paling berharga dalam hidupnya begitu pelan. Semakin terdengar pelan, seiring dengan matanya yang semakin terpejam. Hingga pada akhirnya, Kris terkapar pingsan di atas tumpukan salju. Tanpa bisa….Menolong Jessica

***

.

.

.

Jessica akhirnya tersadar dan menemukan dirinya tengah sendirian di dalam. Kris tak ada di sana

“Kris….Kau….Dimana?”

Cairan bening kini memenuhi mata Jessica.Dia duduk sambil memeluk lututnya. Jessica terus saja menangis. Wajar saja, karena dia hanyalah seorang anak kecil.

“Ya! Ada orang disana?!”

Jessica terkejut mendengar suara seseorang dari atas sana. Hanya siluet wajahnya saja yang mampu terlihat oleh Jessica, mengingat kondisi pada saat itu gelap karena sudah malam.

“N…Ne”

“Tunggu sebentar! Aku akan menolongmu”

Orang itu turun menuju ke dasar lubang. Dilihatnya Jessica yang tengah gemetar

“Ya….Kau tenanglah”Ucapnya “Ayo keluar”Orang itu mengulurkan tangannya dan disambut Jessica meski agak ragu. Namja itu kemudian mendekap erat Jessica hingga tali yang mengikat pinggangnya membawa mereka naik hingga keatas

“Tuan muda….Anda baik baik saja?”tanya seorang namja berbaju hitam pada orang tersebut-yang ternyata adalah anak kecil yang kira kira seusia Jessica-

“Gwenchana, Pak Kim”

Bruk

Terdengar bunyi sesuatu menimpa tumpukan salju. Ternyata tubuh Jessica ambruk saat yeoja kecil itu mencoba untuk bangkit.

“Ya! Nona….Bangun”

Namja kecil itu berusaha menyadarkan Jessica dengan mengguncang guncangkan tubuh Jessica agak kencang, namun sepertinya tak berhasil. Jessica tetap saja tak sadarkan diri. Hanya bibir Jessica yang terlihat bergerak karena dia terbayang seseorang

“Kris…..”

Benar. Jessica terus menggumamkan nama Kris, bahkan ketika dia berada di alam bawah sadarnya.

“AYO BAWA DIA KE RUMAH SAKIT!”

Akhirnya Jessica pun dibawa oleh beberapa orang berjas itu ke dalam mobil ambulance yang datang setelah ditelpon seseorang diantara para pria berbaju hitam itu. Dan namja kecil itu ikut bersama dengan ambulance yang membawa Jessica

***

Jessica terus tak sadarkan diri hingga beberapa jam lamanya. Dan selama itu pula, namja kecil yang menolongnya itu terus berada di sisinya. Namja itu bahkan terus menggenggam tangan Jessica, meski sebenarnya namja ini tak tahu siapa Jessica. Yang dia tahu,gadis ini baru saja dia selamatkan.

“Ya~ Ayo bangun”

Sehun terus mengucapkan kata kata itu, hingga pada akhirnya Sehun terpejam matanya dan mulai terdengar dengkuran halus. Dia telah terlelap.

Kurang lebih tiga jam lamanya Jessica terus berada dalam kondisi tak sadarkan diri sampai akhirnya dia mulai membuka kelopak matanya meski terasa sedikit berat.

Jessica mengerjapkan matanya beberapa kali sambil mengamati tempat tersebut. Terasa asing baginya, karena mungkin dia jarang atau bahkan belum pernah sebelumnya melihat tempat seperti ini. Jessica tak sengaja menciptakan gerakan yang membuat namja itu menggeliat ketika Jessica memandangi namja kecil itu dan juga tangannya yang kini sedang dipegang oleh namja tersebut.

“Eum….Kau….Sudah…sadar?”Tanya namja kecil itu sambil mengusap usap matanya yang sedikit memerah akibat tertidur

“Nugu…Seyo?”Tanya Jessica. Sedikit memicingkan mata, mungkin karena Jessica belum mengenali namja tersebut

“Oh Sehun imnida. Aku…Menolongmu saat kau pingsan di dalam lubang itu”

Kata kata Sehun baru saja membangkitkan kembali ingatannya akan sosok Kris. Kris yang sebelumnya berada di samping Jessica. Seperti itulah yang teringat di benak Jessica.

“Kris…. Kau melihatnya?”

“Mwo? Siapa dia?”

“Apakah tadi….Aku….sendiri?”

“Ne. Memangnya….”

Namja itu-Sehun- tak jadi melanjutkan kata katanya saat melihat cairan bening yang mulai memenuhi mata Jessica. Yeoja itu terdiam membeku dengan airmata yang kini mulai membanjiri matanya.

“Kris… Menghianatiku…..”

Itulah sepenggal kata kata yang dilontarkan Jessica di sela sela tangisannya. Yeoja itu terus diam dengan pikirannya yang mengganggap Kris telah dengan tega meninggalkannya. Membiarkan Jessica merasakan salju yang begitu dingin. Meninggalkan Jessica setelah yeoja itu mempercayakan nasibnya pada Kris. Dia memberikan sepenuhnya kepercayaan untuk Kris, namun… Pada akhirnya berakhir dengan dirinya yang telah terbaring disini. Di tempat yang didominasi warna putih dan sebuah selang infus yang menghubungkan tangannya dan cairan infus

***

.

.

.

Enam tahun telah berlalu. Sakura mulai digantikan salju mulai terlihat menutupi sebagian trotoar dan beberapa bagian dari jalan. Berbagai kafe di sepanjang jalan juga terlihat sibuk dengan para pelanggan yang sibuk memesan minuman hangat untuk menghangatkan tubuh. Diantara beberapa orang itu,tampak seorang namja dengan rambut pirang dan tubuh tinggi. Namja itu mengenakan jaket tebal dan tak lupa sebuah syal sebagai pelengkap. Namja itu menggosokkan kedua telapak tangannya dengan sedikit cepat,kemudian meletakannya di bagian wajahnya. Ya, memang sejak tadi namja itu merasakan hawa dingin menerpa wajahnya. Begitu dingin hingga bisa membuat namja itu menggigil.

Namja itu segera mengambil tempat duduk di bagian yang dekat dengan jendela. Namja itu lantas memandangi jendela,tepatnya pemandangan yang terlihat dari balik kaca jendela sambil tetap menggosok gosokkan tangannya untuk mencari kehangatan. Selama beberapa menit, namja itu terus seperti itu hingga seorang pelayan datang menghampirinya dan membuat Kris langsung beralih memandangi pelayan di hadapannya

“Kris?”

“Tiffany?”

Kris-namja itu- terkejut begitu melihat Tiffany yang kini berada di hadapannya. Tiffany adalah salah satu penghuni panti asuhan yang sama dengan….Jessica

“Ya! Kau tak pernah lagi mengunjungi panti asuhan! Kau kemana saja?”Tanya Tiffany sambil menepuk punggung Kris

“Aku….Jessica….Kau….”

“Kris…. Jessica…. Tidak tinggal lagi di sana. Sejak…Dia….Diadopsi”Ucap Tiffany lirih

Kris bukan main terkejutnya mendengar ucapan Tiffany. Namja itu lantas bangkit dari duduknya dan langsung mencengkram pundak Tiffany.

“Siapa? Siapa yang mengadopsinya?!”Tanya Kris agak memaksa. Dari ekspresinya saat itu, Tiffany pun tahu betapa Kris ingin bertemu Jessica.

“Aku…Tak begitu tahu. Yang jelas… Orang itu menjadikan Jessica….Tunangannya”

Bagaikan tertimpa batu yang begitu besar, Kris langsung melemas dan tubuhnya terduduk di kursi yang tadi baru saja didudukinya. Kris tak sanggup berkata apa apa lagi. Hati dan pikirannya terus menerus berdebat. Ingin percaya  ataukah harus menganggap apa yang didengarnya hanya sebagai sebuah kesalahan dari pendengarannya saja. Intinya, Kris tak ingin menerima apalagi mempercayai apapun yang didengarnya barusan

“Kris…..”

Drrttt

Handphone Kris terasa bergetar dari sakunya. Kris merogoh saku jaketnya dengan pandangan yang masih saja memperlihatkan ketidakpercayaannya terhadap apa yang didengarnya.

“Yoboseyo?”

“YA! KAU DIMANA?! LEKAS KESINI  JIKA KAU TAK INGIN NYAWA SESEORANG MELAYANG!”

Kris tersadar begitu seseorang membentaknya dari telpon. Kris lantas berdiri dan lekas akan pergi

“YA! BAYAR DULU MINUMANMU!”

Kris…. Sepertinya namja itu melewatkan prosedur penting bagi seorang pengunjung yang telah memesan. Melunasi tagihan dari pesanan miliknya…

***

Kris masuk ke dalam rumah sakit dengan berlari. Dia menghampiri Seohyun, rekan kerjanya itu dengan panik.

“Seo….”

“Pasien itu sekarang baru saja dibawa ke UGD. Cepatlah kesana”

“Arra. Gomawoyo”

Kris lantas berlari menuju ruang UGD. Begitu paniknya dokter muda itu hingga tak lagi memperhatikan semua yang ada di sekitar, termasuk seseorang dengan kursi roda di hadapannya. Keduanya sejajar hingga tak sengaja…

Bruk

Kris dan yeoja itu lantas jatuh dengan posisi Kris berada diatas yeoja tersebut. Keduanya membelalak kaget, dan segera menjauhkan jarak mereka, namun sialnya tangan Kris mendadak keseleo dan akhirnya Kris jatuh menimpa yeoja itu. Dengan bibir yang kini saling menyatu

Keduanya terdiam selama beberapa detik. Tak seorangpun diantara mereka melakukan gerakan apapun. Waktu seakan membekukan mereka berdua. Membiarkan keduanya berada dalam posisi tersebut

Semenit sudah mereka masih tetap dalam posisi tersebut. Dan disaat semenit itu berlalu, Seohyun hampir saja memekik saking terkejutnya menemukan Kris dalam posisi yang menurutnya sangat tak wajar itu. Seohyun menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangannya dan tak sengaja menjatuhkan dokumen yang sejak tadi dipegangnya. Dan saat itulah  Kris seperti disadarkan dari lamunannya dan langsung menjauhkan tubuhnya dari yeoja yang ditindihnya itu

“Se….Seo?”

Kris terkejut mendapati Seohyun yang masih saja menutupi mulutnya itu. Setelah menatap Seohyun, Kris lantas menatap yeoja itu. Sayangnya, baru saja Kris menatapnya yeoja itu langsung mendaratkan telapak tangan tepat di wajah Kris. Membuat namja itu kini mengelusi pipinya karena sakit yang dirasakannya

“NAPEUN NAMJA!!!”

Yeoja itu langsung berdiri dan meninggalkan Kris begitu saja. Dia berjalan layaknya orang yang normal. Dia tak terlihat seperti orang yang butuh kursi roda sebagai alat untuk membantunya dalam beraktivitas

“Y-YA! KAU….AISH!”

Kris mencoba untuk mengejar yeoja itu, namun Seohyun langsung menahan bagian belakang kerah baju Kris. Menghentikan langkah namja tersebut

“Y-YA! AKU HARUS….”

“KAU LUPA DENGAN OPERASINYA?!”Tanya Seohyun dengan kesal. Kris akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan mengacak acak rambutnya sendiri. Setelah itu, dia pun masuk ke dalam ruang UGD untuk membantu proses operasi pasien.

***

“ISH!!! DASAR MENYEBALLKAANN!!!”

Yeoja berambut pirang itu menggeram kesal karena kejadian barusan. Yeoja itu bahkan mengacak acak rambutnya dengan kaki yang terus saja dihentak hentaknya pada lantai. Yeoja itu kini berada di atas atap rumah sakit. Bagian teratas dari rumah sakit yang menjadi salah satu rumah sakit terbesar di Korea Selatan itu. Yeoja dengan piyama pink itu tak henti hentinya menghentakkan kakinya hingga dia mendengar suara pintu berderit

“Ya! Siapa disana?!”Tanya yeoja itu agak kasar dan lantang

“Aku….Suamimu”

Yeoja itu lantas berbalik dan melangkah menghampiri namja yang sedang berdiri di depan pintu tersebut. Namja itu langsung membalas pelukan sang yeoja begitu yeoja itu telah memeluknya

“Ya~ Kau kemana saja,Sehunni? Eoh?”Yeoja itu mulai menatap Sehun-namja itu- dengan tatapan menyelidik. Bahkan yeoja itu menggelitiki pinggang namja itu. Membuat namja bernama Sehun itu reflek melengkungkan tubuhnya ke belakang.

“Aku kan…Sedang mempersiapkan pernikahan kita.Nona Jessica Jung”

Yeoja itu-Jessica- menghentikan aktivitas menggelitiki Sehun. Senyum di wajahnya langsung menghilang. Jessica hanya diam dan menampakkan seulas senyum yang begitu tipis.

“Wae? Kau tak senang?”Tanya Sehun “Atau…. Kau teringat…..”

“CUKUP! Sehunni….Aku harus kembali untuk meminum obatku”

Jessica pun melangkah pergi, namun Sehun dengan cepat meraih pergelangan tangan Jessica. Membuat yeoja itu mau tak mau harus meghentikan langkah kakinya.

“Wae?”Tanya Jessica lirih

“Aku….Ingin mendengarnya….”

“Mwo?”

Jessica menoleh dan mendapati Sehun tengah menatapnya. Tatapan Sehun…. tatapan yang bahkan Jessica tak bisa mengartikannya. Hanya pancaran mata penuh harap yang terlihat dari mata seorang Sehun yang kini menatapnya. Namun sayang, pancaran harapan itu takkan sampai di relung hati yeoja yang kini ditatapnya.

“Saranghae….Jeongmal saranghaeyo”

“Aku…Tahu. Sehun. Aku mengerti….”

Jessica menepis tangan kekar itu dengan halus, melangkah pergi dan menghilang di balik pintu yang kini telah tertutup itu

“Kau…. Tak pernah mengerti Sicca…. Aku…Begitu mencintaimu”

.

.

.

Jessica menghentikan langkah kakinya setelah yakin telah berada cukup jauh dari tempat Sehun berada. Jessica tertunduk lemas dan tangannya kini bertumpu pada dinding. Jessica mulai menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya yang kini berada di atas lututnya. Cairan bening yang sempat tertahan itu akhirnya tumpah dan mengaliri wajahnya. Bahkan beberapa telah jatuh menggenang di lantai.

“Kris…..”

Nama itu. Jessica menyebut nama itu lagi. Jessica begitu merindukan nama itu. Merindukan sosok yang telah memenuhi  hatinya. Tak bisa dipungkiri, kenangan lama akan Kris dan dirinya memang melekat kuat dalam ingatannya. Jessica masih begitu mencintainya. Bahkan ketika fakta ‘mengatakan’ Kris telah menghianatinya sekalipun, Jessica masih saja mencintainya. Tak pernah sedikitpun perasaan ini mampu untuk dihilangkan dari dalam hatinya. Fakta boleh saja berbicara, namun hati…. Takkan mungkin untuk fakta mengubahnya… Mengubah perasaan hatinya

“Kris?”

Suara seseorang membuat Jessica mendongak dan mendapati seorang namja berdiri di hadapannya.

“Ne?”

“Kau…Mengenal dokter Kris?”Tanya namja itu

“Hah???”

Jessica mengerutkan dahinya menatapi namja itu. Dan sepertinya namja itu…. Merasa Jessica memandanginya aneh

“Mian…Jika aku salah,hehehe”

Namja itu lantas menggaruki tengkuknya sebelum akhirnya lari meninggalkan Jessica yang masih tetap bingung.

.

.

.

Bruk

Namja itu bertubrukan dengan seorang wanita yang memakai jas putih, sama dengannya. Namja itu terlihat agak canggung ketika yeoja itu begitu dekat jaraknya dengan dirinya,tepatnya wajah mereka sekarang ini cukup dekat

“Dokter Luhan….Mian. Aku….”

Seohyun-yeoja itu- terhenti seperti membeku begitu sadar jika Luhan tengah terdiam kaku dengan arah pandangan yang terus tertuju padanya.

“Mi….anhae”Ucap Seohyun lirih.Kemudian dia menggaruki tengkuknya yang tak gatal itu

“A-Aniyo. Gwenchana”

Keduanya saling menatap canggung dan kemudian tertawa kecil, namun masih saja memperlihatkan perasaan canggung keduanya. Suasana canggung itu terus berlanjut selama beberapa detik, hingga…

“Ya! Seohyun….Kau malah asyik berpacaran dan membiarkanku melakukan operasi sendiri? Huh?!”

Suara berat dan cukup terdengar menekan itu lantas membuat Seohyun bertambah gugup. Dia kini terlihat memunguti lembaran lembaran yang kini berserakan di lantai akibat tabrakannya dengan Luhan tadi. Luhan pun ikut memunguti lembaran lembaran tersebut dengan panik. Begitu paniknya perasaan keduanya hingga membuat mereka meringis akibat kepala yang terantuk. Dan Kris? Namja yang telah sukses menciptakan keadaan yang terlihat kacau itu kini hanya terkekeh sambil menutupi mulutnya agar kekehannya takkan terdengar.

“Ya! Kalian memang pasangan dokter yang serasi”

Kris menggodai mereka-Seohyun dan Luhan- hingga membuat mereka panik (lagi). Kris sepertinya memang cukup tepat untuk dikatakan sebagai orang jahil. Pasalnya namja ini berhasil membuat kedua dokter muda itu kelabakan.

Luhan menggaruki tengkuknya lagi begitu selesai membantu Seohyun memunguti lembaran lembaran yang tadi bertebaran itu. Luhan lantas membungkuk sebelum akhirnya ia melangkah pergi. Namun sepertinya setan jahil telah merasuki Kris. Dia pun terpikir untuk menggodai Luhan sekali lagi

“Ya! Jalan itu salah. Harusnya kau kesini”Ujar Kris. Dan rencana jahilnya itu langsung berhasil karena Luhan dengan paniknya berbalik arah dan berjalan melewati Kris. Namun dokter muda ini akhirnya sadar bahwa Kris sedang mengerjainya

“Kris!!!”Seohyun berseru kesal pada Kris. Dan namja itu hanya mengangkat kedua bahunya sambil terkekeh.

Begitu Luhan telah pergi, Seohyun menghampiri Kris dan meninju perutnya agak keras, membuat Kris melengkungkan tubuhnya ke belakang, meringis akibat rasa sakit yang timbul sebagai efek dari pukulan Seohyun padanya

“Ya! Kau….”

Kris berhenti berucap ketika sosok yang tadi sempat membuatnya kesal itu makin terlihat olehnya. Kris yang masih saja kesal itu pergi menghampiri Jessica dan langsung mencengkram kuat pergelangan tangannya.

“Ya! Apa yang….Ish,lepas!”

“Aniyo! Kau….”

“Jess….”

Suara itu langsung menyita perhatian Kris dan Jessica yang beberapa detik lalu saling menatap sinis. Ternyata pemilik suara itu tidak lain adalah Oh Sehun

“Sehun?”

Sehun tersenyum tipis menatap Jessica, dia lantas menghampiri Jessica dan membuat Kris harus menahan kekesalannya sekali lagi. Dan sebelum sempat Sehun memulai untuk menanyai Kris,Seohyun langsung datang menghampiri kris dan menariknya pergi dari sana

“Wu Yi Fan,ayo pergi”Ujar Seohyun

Jessica terbelalak matanya saat mendengar Seohyun memanggil Kris dengan nama itu. Nama yang memang sangat ditahu oleh Jessica. Karena itu….Adalah nama asli dari Kris, teman masa kecilnya…

“K…Kris?”

Jessica terus menatap punggung Kris yang semakin menjauh itu…. Membuat Sehun pada akhirnya ikut menatapi punggung itu. Punggung yang kini diketahuinya bahwa pemiliknya adalah kris, namja yang hingga kini tak pernah luput dari ingatan tunangannya,tepatnya calon istrinya selama ini….

***

“Kris! Babo”

Seohyun menggeram kesal sambil mencubit pinggang Kris, membuat namja itu meringis dan akhirnya menatap Seohyun kesal

“Ya! Appo”

“Kau…Tidak tahu siapa wanita itu? Hah?!”

“Ani. Memangnya dia siapa?”

“Dia adalah nona Jessica Jung, calon istri dari cucu tuan Oh, pemilik rumah sakit ini”

“Je….Jessica….Jung?”

“Eoh. Kau memangnya tak…..”

Kris langsung berlari ke tempat tadi. Jessica….Wanita yang dirindukannya selama ini adalah wanita yang….

“Jessica…..Akhirnya aku bisa bertemu denganmu”

Pancaran kebahagiaan terus terlihat dari senyuman yang terukir di bibir Kris. Namja itu terlalu senang sekarang ini. Pasalnya, setelah enam tahun lamanya terus mencari sosok Jessica, pada akhirnya dia bisa bertemu lagi dengannya. Wanita yang memang mengisi hati Kris sejak kecil itu

“Jess…Kau….”

Tak ada….. Jessica ternyata sudah tak berada di tempat itu lagi… Dan Kris harus menelan kekecewaannya lagi.

***

“Jess….Besok kau akan keluar dari rumah sakit, arra?”

Jessica menatap nanar Sehun yang kini tengah duduk sambil menggenggam tangannya. Tak ada jawaban pasti yang terucap dari mulut Jessica. Hanya gumaman kecil yang diartikan oleh Sehun sebagai bentuk kesetujuan Jessica terhadap keputusannya

“Hn”

“Jess…. Pernikahan kita sebentar lagi. Kau pasti tahu kan?”

“Hn”

“Ya~ Kau ini kenapa?”

“Aniyo. Aku… segera berkemas”

Sehun hanya diam,menatap calon istrinya yang tengah mengepak barang.

I wish…. You love me…. But it’s impossible...

Itulah beberapa kata yang diucapkannya dalam hati. Suara hatinya yang hanya diketahui Sehun dan sang Pencipta saja…

***

Malam itu, Kris terus saja mengusapi kepalanya. Ingatannya akan masa lalunya terbayang lagi di benaknya. Saat dia tak dapat menemui Jessica. Perasaan bersalah  terus menghantui dirinya. Tak pernah sedikitpun Kris melupakan kejadian itu….

“Jessica….. Mianhae”Gumamnya

Kreek

Seseorang tiba tiba saja memasuki ruangannya. Dilihatnya seseorang tengah berdiri di depan pintu ruangannya. Namja yang tadi siang menghampirinya dan Jessica

“Kau….Wu Yi Fan bukan?”

“Ne. Nuguseyo?”

“Sehun imnida. Tunangan Jessica….”

Kris terbelalak mendengar ucapan Sehun barusan. Dia lantas menghampiri Sehun dan langsung mencengkram pundak Sehun.

“Kumohon….”

“Apa permohonanmu?”

“Izinkan aku…Menemui Jessica”

“Jika aku tak mengizinkanmu? Lagipula aku….”

Kris langsung bersimpuh di hadapan Sehun sembari memohon agar mendapat izin dari pemuda itu

“Aku mohon….. Biarkan aku bertemu dengan orang yang kucintai”

Sehun mengepalkan tangannya,berusaha menahan emosi yang tiba tiba saja terasa meluap luap dari dalam dirinya. Dia lantas menarik tangan Kris kasar dan

Brak

Sehun yang telah dikendalikan emosi itu lantas mendorong Kris hingga punggung namja itu bersentuhan dengan dinding ruangan. Sehun mencengkram kerah jas kris dengan kuat

“AKU JUGA MENCINTAINYA!”

Buk

Sehun melayangkan tinjunya pada Kris. Kris tersungkur dengan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Namun Sehun tak peduli dan terus saja melayangkan pukulan bertubi tubi pada Kris

“KAU…. MEMBUATNYA HAMPIR MATI! KAU…”

“SEHUN! BERHENTI!!!”

Terdengar suara pekikan seseorang yang Sehun kenali. Pekikan itu berasal dari Jessica yang kini tengah berdiri di depan pintu.

Jessica langsung menarik Sehun dan menjauhkan namja itu dari Kris. Pandangan Jessica kini tertuju pada Kris yang kini tengah terkapar. Wajah Kris kembali membuatnya teringat akan masa lalunya. Masa lalu… Saat mereka masih bersama….

#Flashback

“KRISS!!”

Jessica berlari menghampiri Kris yang saat itu jatuh tersungkur. Dahi Kris mengeluarkan cairan merah yang cukup banyak. Mungkin dahinya terbentur material tajam ketika terjatuh barusan

“Kris…Gwenchana?”

“Ne….”

Jessica mulai terdengar sesenggukan ketika dia mengambil sapu tangannya dari saku mantel.

“Sicca….Aku tak apa apa. Jangan menangis”

#Flashback End

“Jessica…. Jangan menangis”

Kris tersenyum pada Jessica saat yeoja itu akan menangis. Jessica memalingkan wajahnya dan bersiap untuk pergi bersama Sehun

“Jessica…. Mianhae. Jeongmal mianhae”Ucap Kris lirih. Jessica menghentikan langkahnya selama beberapa saat. Tangannya mulai terlihat gemetar dan akhirnya Jessica pergi tanpa menatap Kris

.

.

.

“Sehun….”

Jessica melepas genggaman tangannya dari Sehun dan berbalik menatap namja itu.

“Wae?”

“Aku….Selama enam tahun bersamamu…. Aku tak pernah mengucapkan terima kasih padamu…. Aku….”

“SICCA!”

“Kumohon. Aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku padamu. Kau membuatku….”

“SICCA! BERHENTI!”Bentak Sehun. Dan kali ini Sicca terdiam

“Apapun yang kau katakan…. Aku…. Takkan bisa merubah lagi semua keputusanku”

“Sehun….”

“Aku….Menganggap ini hanya sekedar kesalah pahaman saja….”

Sehun menunduk dan menepuk pundak Sicca pelan, sebelum melangkah pergi. Sicca terduduk lemas dan mulai menangis. Begitupun dengan Sehun yang kini berdiri kaku di dalam lift. Cairan bening dari matanya mulai membanjiri wajahnya

“Goodbye…Sicca”

***

.

.

.

Akhirnya, tibalah saat dimana Sehun dan Jessica akan melangsungkan upacara sakral mereka. Jessica tengah bersiap siap untuk menuju altar, tempat dimana Sehun sedang berdiri menungguinya. Satu demi satu bulir bulir bening membanjiri wajahnya. Selangkah demi selangkah Jessica makin mendekati altar. Disaksikan oleh beberapa orang yang diantaranya adalah Tiffany dan juga pasangan dokter muda Seohyun dan Luhan.

“Luhan….”

“Wae?”

“Kris….Dimana?”

“Aku ti…”

Braakk

Terdengar suara pintu gereja yang terbuka. Disana berdiri sosok seseorang yang wajahnya tak terlihat karena tengah memunggungi matahari, menghalangi sinarnya. Namun, Jessica yang kini tengah menoleh itu mengenali siapa orang tersebut

“Kris…”

Benar,namja itu adalah Kris. Namja itu berjalan menghampiri Jessica dengan nafas yang tersengal sengal. Keringat juga terlihat mengucur dari dahinya, karena namja ini telah menghabiskan sebagian energi dalam tubuhnya untuk berlari hingga ke tempat itu

“Jessica….”

Kehangatan terasa menjalari tubuh Jessica begitu dia berada dalam dekapan Kris. Dekapan orang yang memang selalu diharapkannya untuk mendekapnya seperti ini

“Saranghae….”Ucap Kris saat dia melonggarkan pelukannya pada Jessica

“Nado….”

Sekali lagi, Kris membawa Jessica dalam dekapannya. Membuat yeoja itu kembali merasakan kehangatan menjalari tubuhnya

***

[Jessica POV]

Semuanya menjadi lebih baik setelah kejadian itu. Sehun, penyelamat hidupku…. Dia kini menyibukkan diri dengan setumpuk map map yang terus saja berdatangan di mejanya. Aku terus saja mendengar pendengar setia dari segala keluh kesahnya melalui telpon genggamku. Hanya padaku dia bisa dengan bebasnya melepaskan segala uneg uneg di hatinya. Itu katanya padaku.

Kemudian Tiffany. Teman baikku saat di panti asuhan itu kini telah membuka sebuah kedai kopi miliknya sendiri. Dengan beberapa teman kami yang juga dari panti asuhan yang sama, Tiffany mengelola kedai kopi tersebut. Kini dia tengah disibukkan dengan pembukaan cabang dari tokonya dan juga beberapa kegiatan yang dilakukanya masih bersama anak anak dari panti asuhan. Sayangnya, dia belum memiliki pasangan hidup. Bukan karena tak ada yang menyukainya, namun Tiffany sendiri yang katanya ingin menghabiskan waktu sekarang dengan kegiatannya. Padahal awalnya sempat terlintas dibenakku untuk menjodohkannya dengan Sehun. Namun sepertinya….Harus kuurungkan dulu niatku itu

Dan si pasangan dokter muda? Mereka-teman Kris- kini menjadi salah satu teman dekatku. Mereka yang berencana akan segera menikah menjadi lebih sering mengunjungi rumah kami untuk mendiskusikan banyak hal. Seringkali kubiarkan mereka menginap di rumah, meski aku tahu akan ada yang merasa keberatan karenanya

Kalian menyimaknya kan? Baru saja aku mengatakan ‘Rumah kami’. Dan itu memang benar. Ini bukanlah rumah milikku seorang. Ada mereka…. Dua orang yang begitu berarti dalam hidupku

“Chagiya….”

“Eomma”

Suara dua orang paling berharga dalam hidupku kini terdengar dari balik pintu yang tertutup. Dengan cepat kubuka pintu dan….

“Kami pulang….”

Mereka berdua kini memelukku erat. Sungguh…Kehangatan mereka kini terasa menjalari tubuhku. Padahal udara di luar rasanya cukup dingin hingga terasa menembus tulang

“Ya~ Ayo kita makan”Ajakku. Namun keduanya menggeleng

“Wae?”

“You forget? Give me somenting”

Aku terkekeh melihat mereka berdua yang kini melipat tangannya di dada sambil menunjuk bagian pipi bersamaan

“Arra…”

Kudaratkan ciumanku di pipinya, selanjutnya tubuhku sedikit membungkuk untuk menciuminya.

“Bagaimana? Sudah kan?”Tanyaku

“Appa…”

“Eoh?”

“Apakah…. Adikku belum ingin bertemu dengaku?”

“Mwo?”

“Kata appa…. Adikku masih malu menemuiku. Padahal aku ingin segera bertemu adikku”

Namja yang kini berdiri di sampingku itu langsung menghindari tatapanku dan malah bersiul

“KRIS!!! APA YANG SUDAH KAU KATAKAN PADA EUNJOO? HAH?!”

“Mian chagi….”

“Eunjoo-ah…. Ayo kita makan berdua. Biarkan saja appa diluar”

Langsung kugendong Eunjoo menuju dapur. Kris mengerucutkan bibirnya dan kemudian melingkarkan tangannya pada pingganggku

“Ya! Kris!!!”

“Eunjo-ah….”

“Wae appa?”

“Malam ini…. Kau tidur sendiri yah? Apa kau bisa?”

“Kris!”

“Arraseyo. Lagipula kan appa bilang aku ini anak lelaki, jadi harus berani untuk tidur sendiri mulai sekarang”

“Yakso?”

“Ne!”

“KRIS!!!”

Kris semakin mempererat pelukannya. Bisa kurasakan deru nafasnya yang menghembus dan menerpa kulitku. Aku merasa sedikit geli karenanya

“Kris…. Ayo lepaskan”

“Ani ani aniyo….”

Akhirnya aku pun mengalah dan membiarkannya terus memelukku. Dan karena itu, aku melupakan sesuatu yang baru saja kutinggalkan. Masakanku

“Umma… Bau apa ini?”

“AIGO! KRIS…. MASAKANKU!!!”

Kris akhirnya melepaskan pelukannya dan kami pun dengan panik berlari menuju dapur…

= Always Love You=

Side  Story [With other cast]

“Eunjoo!”

Eunjoo sekarang ini sedang bermain bersama Nayoung yang datang berkunjung bersama Seohyun dan Luhan, appa dan ummanya. Eunjoo merasa begitu senang dengan kedatangan Nayoung ke rumahnya. Dan memang, setiap kali mendengar Seohyun dan Luhan akan berkunjung, Eunjoo pasti akan langsung berjingkrak senang. Dan Kris yang selalu bisa melihat semburat merah di wajah putranya itu hanya tersenyum, lantas menghampiri Jessica dan berbisik “sepertinya Eunjoo jatuh cinta”

“Nayounggi….. Ayo bermain”

Eunjoo dengan begitu bersemangatnya menarik pergelangan tangan Nayoung. Sedangkan Seohyun dan Luhan tengah membicarakan hal hal yang hanya dimengerti orang dewasa seperti mereka saja.

Buk

Nayoung jatuh tersungkur saat Eunjoo menarik tangannya. Mata anak itu nyaris menumpahkan cairan bening, namun Eunjoo tiba tiba saja menciumnya. Membuat Nayoung terkejut

“Bagaimana? Masih sakit”Tanya eunjoo polos

“A….Niyo”Jawab Nayoung sambil menggeleng. Wajahnya kini dipenuhi rona merah

Tanpa diketahui Eunjoo, Sehun dan Tiffany tengah tertegun memperhatikannya. Dan entahlah, wajah keduanya terlihat begitu terkejut….. Begitupun dengan author yang sedang mengetik cerita ini ^^

=END=

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction, FF Request, Friendship, Romance, Sad dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Always Love You

  1. hepidiana berkata:

    Omonaaa~ ceritanya sangat memuaskan eonn T^T aku suka banget latar cerita pas musim dingin, apalagi di Jepang. Kata-katanya bagus, ceritanya nyentuh .. Kris juga penuh misteri ya. Aku suka, suka ..

    Pas banget, ada couple SeoHan yg juga aku suka. Sehun kasian, ckckk kisahnya ama Tiffany harus berlanjut xD aku terharu pas KrisSica udah jadi keluarga T_T
    Ah pokoknya suka benget ama FF ini *3*)/

    kamsa hamnida Eonnie🙂

  2. Vi berkata:

    Wuah , keren banget ffnya thor !🙂 sweet >w<

  3. PiaChu berkata:

    FFnya kerennn..😀

  4. Yulkim berkata:

    Huwaaaa!
    Reader baru mampir here! ^^
    alurnya pas g kpanjangan sama g kpendekkan juga, ceritanya apalagi,,,
    kyknya kisah cinta yg berlatar belakangkan musim gugur dan musim salju itu slalu indah yahh/kira2 kpn bisa ngerasain yah kkkkk~
    seohan ada,
    hunfany jg ada, jd kesannya tambah komplit,
    makasih buat chingu yg udh bikinin ni ff,
    buat hephep jg yg udh request kkkk~

  5. uezza berkata:

    Mengharukaaan… Walaupun sudah sekian tahun terpisah tapi perasaan cinta masing-masing masih sangat kuat. Bisa aja kan jessica terus aja benci sama kris, tapi nggak karena kekuatan cinta itu.
    Huhuhu~ kasian sehun,walaupun begitu dia adalah pria sejati yang merelakan perasaannya agar orang yang dia cintai bahagia. Empat jempol buat sehunnieee^^
    Buat tiffany, seohan.. Mereka juga bahagiaa. Sukaa deh sama happy endingnya. Sambil denger ost rooftop prince yang happy ending itu jadi klop deh^^

  6. ryta esha berkata:

    akhirnya happy ending…

  7. LuSeo_Love [Park Ly An] berkata:

    baguss!! apalagi ada LuSeo nya^^

  8. Alayda azara berkata:

    Haha kayaknya aku udh baca ini di ff blog ini deh tapi aku suka bgt ff ini jadi baca 2 kali deh hehe

  9. fellastaemin berkata:

    Mianhae, aku boleh ralat ga(?) yg di poster itu Jin goo sama Kim so hyun bukan Yoo Jung :3 hehe gomawo, mian ne.

  10. Yustika Rani berkata:

    oooaaaahhh !! seru sekaligus sedih nih, thoorrr !! favorit couple ku… hehehe ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s