Posted in Comedy, Family, Fanfiction, Friendship, life, Romance, Sad, School Life

[Chaptered] The Twins 1

remake cover the twins chapter 1

Title      : The Twins

Author  : Fadila Setsuji Hirazawa

Genre    : Romance,Brothership,School Life,Comedy(?)

Rating   : PG 15

Length   : Chaptered

Main Cast :

  • Youngmin Boyfriend
  • Sulli f(x)
  • Kwangmin Boyfriend
  • Chorong A-Pink

Support Cast/Cameo :

  • Oh  Hye Won (OC)
  • Key Shinee

~Happy Reading~

Siang itu….Terjadi sebuah pertengkaran antara Youngmin, si namja berambut pirang dan Sulli, gadis dengan rambut kuncir dua yang menjadi khasnya…

BBUUUKK!!! 

Sulli melayangkan sebuah tendangan yang mengarah tepat di kaki Youngmin. Tentu saja, Youngmin merasakan sakit akibat tendangan tersebut

“Aw!!!”Seru Youngmin sambil memegangi kakinya “Ya! Yeoja menyebalkan!!! Beraninya kau menendangku!”Bentak Youngmin. Namun sayangnya Sulli tak merasa takut sedikitpun

“Siapa suruh kau kau berani menipuku!”Bentak Sulli “Cepat kembalikan suratku!!!!”Mendengar kata ‘surat’ Youngmin langsung tersenyum simpul

“Surat? Maksudmu….Ini?”Ujar Youngmin sambil memegang sebuah amplop yang baru saja diambil dari saku jasnya

“Ya! Kembalikan!!!!”Sulli berusaha merebut suratnya dari Youngmin, namun karena perbedaaan tinggi badan(?), Sulli kesulitan merebut surat itu. Bahkan dia sampai harus berjingkat(?) hanya untuk dapat meraih surat itu

“Cepat kembalikan! Dasar setan rambut pirang!!!!”

“Mwo? Kau mengataiku setan?!”Kedua mata Youngmin membesar ketika mendengar julukan yang diberikan Sulli untuknya

“Lalu? Aku harus menyebutmu apa?” Sulli balas memelototi Youngmin “Coba saja lihat, Kwangmin sangat baik dan ramah, sedangkan kau….”

Grep….  Youngmin menggenggam pergelangan tangan Sulli dengan kuat…Ditatapnya Sulli dengan kedua matanya yang seperti menyiratkan kemarahan(?)

“Lalu kenapa? Aku dan Kwangmin memang tidak layak disebut sebagai saudara kembar! Jadi kau tidak perlu membanding bandingkan aku dengannya!” Youngmin membentak Sulli. Dan Sulli dibuatnya terdiam… Youngmin melepaskan genggaman tangannya dari Sulli dan berjalan pergi.

***

[Sulli POV]



Ekspresi Youngmin tadi siang membuatku benar benar ketakutan. Namun, sekilas aku merasa ada kesedihan yang terpancar dari mata Youngmin. Apa mungkin, dia merasa sedih karena aku membandingkannya dengan saudara kembarnya Kwangmin? Atau mungkin…

“Akh….Utuk apa juga juga aku pikirkan!” aku mengacak acak rambut sambil merebahkan diri di atas kasur empukku. “Tapi…Aku rasa aku juga salah karena…” Aku menggantungkan kalimatnya karena Hp ku berdering

“Yoboseyo?” Ucap Sulli

“Ya! Sulli ah!”

“Hye Won?”

“Sulli – ah, kudengar kau berurusan dengan Jo Youngmin. Benarkah itu?”

“Ne…Tadi aku berkelahi dengannya”

“Mwo? Lalu bagaimana? Apa kau tidak dipukulinya?”

“Tenanglah, aku baik baik saja. Hanya saja tadi…”Aku menggantungkan perkataanku

“Apa yang terjadi tadi?”

Aku terdiam, kemudian teringat akan ekspresi Youngmin…

“Sulli-ah? Ya, Sulli-ah…”

“Ah. Mianhae Hye Won….Aku harus tidur sekarang”Aku buru buru menutup telponnya dan merebahkan tubuhku di kasur.

***

[Youngmin POV]

“Akh…Dasar yeoja menyebalkan!”

Aku berteriak di sebuah tempat yang berada tidak jauh dari tepi sungai Han. Tempat ini sering kudatangi untuk melepas rasa kesal. Disini aku bebas berteriak, karena biasanya keadaan di tengah malam begitu sepi. Daripada berada di rumah yang bagaikan neraka itu, lebih baik kuhabiskan malam di tempat ini.

“Namun…Harus kuakui, hanya kau yeoja yang berani mengatakan  itu di depanku”Kata kataku barusan membuatku tersentak. “Aku kan membencinya, kenapa tadi malah memujinya?”Akh….Youngmin pabo! Aku mengacak acak rambutku karena kesal.

 

It’s like maeil maeil Everyday ya
Nae mami apa oneunde dapdaphan mameul niga alli eopjanha
It’s like maeil maeil Everyday ya
Na honja seulpeo jineunde neoneun chigeum eodiseo mweol haneunde

*Teentop-to you*

Terdengar ringtone Hpku yang sejak tadi kuletakkan di saku jaket. Tertera nama Park Chorong, gadis yang kusukai sejak kecil. Aku pun segera mengangkat telpon darinya

“Yoboseyo, Chorong-sshi….”Sapaku dengan lembut

“Youngmin, kau dimana?”

Omo, dia mencemaskanku? Benarkah ini? Oh tuhan… Aku benar benar sangat senang…

“Aku di…”Belum sempat melanjutkan kalimatku, Chorong langsung menyela

“Kau tahu, Kwangmin sangat mencemaskanmu!”

Mwo? Jadi dia menelponku karena Kwangmin? Bukan karena dia merasa khawatir padaku? Akh…Menyebalkan…

“Jadi kau menelponku karena itu?” tanyaku dengan ketus

“Youngmin-ah! Cepatlah pulang…Kwangmin…” aku langsung memutuskan telponnya. Kekesalanku bertambah lagi, untuk saudara kembarku itu.

Kenapa harus dia? Kenapa bukan aku?

Aku hampir saja melempar hpku ke sungai saking kesalnya. Tapi sayang kan jika Hp yang kubeli dengan uang tabunganku ini harus kutenggelamkan di sungai? -_-* Ternyata walau semarah apapun, aku tetap harus memakai logika. Untung rugi juga harus dipertimbangkan bukan? Aku ini benar benar si namja yang perhitungan ternyata….

Saat memasukkan tanganku ke saku celana, kudapati surat yang ternyata adalah surat milik yeoja itu. Meski aku ingin membuangnya, namun entah mengapa tubuhku tak mau bergerak. Akhirnya kumasukan lagi surat dengan amplop pink itu ke saku jas

***

[Sulli POV]

    Sejak tadi, aku tidak bisa terlelap. Walaupun telah memaksakan diri berkali kali untuk tidur, tetap saja tak berhasil. Aku masih terbayang bayang dengan sorot mata Youngmin saat aku berkelahi dengannya tadi.Akh…Menyebalkan!

Karena tidak bisa tidur, aku mengambil sepedaku dan memutuskan untuk berjalan jalan sebentar di sekitar sungai yang jaraknya tidak jauh dari rumahku, sekalian melepas rasa kesal dan bayangan Youngmin si setan pirang itu dari kepalaku…

Lima belas menit mengendarai sepeda, akhirnya aku tiba di tempat tujuanku. Segera kuparkir sepedaku dan bersiap siap untuk berteriak

“Na, dul, set….”

Aku mulai menghitung. Dan begitu hitungan ketika selesai aku langsung berteriak

“Ya! Youngmin….Kau benar benar setan berambut pirang! Kau menyebalkan!!!”

Aku mengatur nafas. Rasanya bebanku dan semuanya hilang seketika bersama dengan teriakanku tadi. Aku tersenyum puas, namun begitu membalikkan badan, namja yang sejak tadi membuatku tidak karuan malah berdiri di hadapanku

***

[Youngmin POV]

Ketika aku berniat untuk pulang, kulihat seorang yeoja sedang memarkir sepeda di tempat yang  jaraknya tak begitu jauh dari tempat aku berada. Entah mengapa, aku dibuat penasaran dengan yeoja itu. Apa mungkin aku mengenalnya?

Yeoja itu sepertinya akan berteriak melepas beban, seperti yang kulakukan tadi.Dan bingo! Ternyata tebakanku benar. Dia mulai berteriak. Namun, begitu mendengar yeoja itu menyebut namaku, bahkan mengataiku setan berambut pirang aku pun langsung tahu bahwa dia adalah si yeoja yang tadi siang berkelahi denganku.

Dengan kesal, kuhampiri yeoja itu dan berdiri di belakangnya. Aku menunggunya selesai melepas semua perasaannya, dan begitu dia membalikkan badan, yeoja itu terlihat sangat kaget ketika melihatku. Seperti melihat hantu.

***

[Author POV]

     Ketika Sulli membalikkan badan, Youngmin, namja yang dijulukinya si setan berambut pirang yang sejak tadi mengganggu pikirannya kini telah berdiri di hadapannya.

Sulli melonjak kaget dan hampir terjatuh. Youngmin dengan sigap menahannya. Kini wajah mereka hanya berjarak sekitar lima senti. Sulli berkali kali menelan ludah, karena Youngmin menatapnya dengan tajam. Tatapannya mengisyaratkan seperti aku-akan-menghabisimu-. Sulli pun makin ketakutan ketika wajah Youngmin makin dekat, kurang dari lima senti.

“Y..ya…Mau apa kau?!”Sulli bertanya  dengan terbata bata

“Kau tadi mengatakan….”Youngmin memutuskan kalimatnya ketika seorang petugas keamanan dari kejauhan menyahut padanya dan Sulli

“Ya! Kalian yang disana, cepat kemari!!!”Petugas keamanan itu berjalan ke arah mereka. Sepertinya dia ingin menginterogasi mereka

“Aigo, apa yang harus kita lakukan?”Sulli mulai terdengar panik. Dan Youngmin dengan cepat menariknya.

Keduanya berlari untuk menghindari petugas keamanan itu.

“Hei, berhenti kalian!” Tanpa mempedulikan peringatan dari petugas itu, Youngmin dan Sulli terus berlari…

Merasa telah cukup jauh dari petugas itu, Youngmin dan Sulli berhenti sambil mengatur nafas. Keduanya benar benar ngos ngosan

“Hah…Melelahkan…”Ucap Youngmin dengan nafas yang sedikit terengah engah. Dan Sulli hanya mengangguk setuju

Keduanya saling bertatapan, kemudian tertawa bersama sama…

“Hahaha…Pabo!”Ucap Youngmin dan Sulli bersama sama

*Skip

Setelah itu keduanya duduk bersama sama di tepi Sungai dan mulai mengobrol

“Ya, kenapa kau bisa berada disini?”Sulli mengajukan pertanyaan pada Youngmin sambil menatapnya

“Kau sendiri?Kenapa bisa kesini?”Youngmin balik bertanya

“Hei, aku kan yang bertanya duluan. Harusnya jawab dulu pertanyaanku!”Sulli menggembungkan pipinya. Melihat ekspresi Sulli tadi Youngmin malah tersenyum dan mengusap kepala Sulli

“Y..ya! Apa yang kau lakukan?”Sulli terkejut dan menjauhkan kepalanya dari tangan Youngmin

“Eng..A…Bukan apa apa!”Youngmin langsung menarik tangannya cepat dan menggaruk kepalanya. Keduanya menjadi salah tingkah dan diam selama beberapa saat

“Eng….Aku mau pulang!”Sulli memecah keheningan. Dia berdiri dan segera menaiki sepedanya.

“Se….Selamat malam!”Sulli mengangkat tangan dan mengayuh sepedanya dengan cepat. Setelah Sulli pergi, Youngmin pun teringat akan surat milik Sulli yang sejak tadi berada di sakunya.

“Dikembalikan besok saja…”Youngmin pun menghidupkan motornya dan melesat pergi dari tempat itu.

***

[Youngmin POV]

     Dalam perjalanan pulang, entah mengapa kejadian tadi terus membayangi pikiranku.

Dan lebih anehnya lagi, aku malah tersenyum dan terkekeh sesekali ketika mengingatnya. Yeoja itu benar benar membuatku menjadi aneh… Akh…Kenapa aku jadi memikirkannya? Apa mungkin….

Tanpa terasa aku telah sampai di rumah besar yang tidak lain adalah rumah tempatku tinggal. Rumah ini kuberi julukan Istana Setan karena di rumah ini tak ada kedamaian yang bisa kurasa, walau hanya semenit. Walaupun begitu, aku tetap harus bertahan… Karena Appa pasti akan terus mencariku sendainya aku memutuskan untuk menghilang dari rumah.

Appa ku pasti akan menghancurkan apapun atau siapapun yang dirasanya mengganggu. Tanpa peduli perasaanku, dia tetap akan melakukan apa saja yang dirasanya adalah hal terbaik yang bisa dia lakukan, sekalipun itu berarti harus menghancurkan orang lain….

Setelah memarkirkan motorku, aku segera melangkah masuk ke dalam ‘istana setan’ itu. Dan tepat seperti dugaanku, ayah ibu dan Kwangmin telah menungguku di ruang keluarga. Namun anehnya Park Chorong juga berada di rumahku….

“Chorong-shi?”Ucapku dengan ekspresi terkejut

“Youngmin oppa….”Chorong berdiri dan menghampiriku dengan wajah sedih

“Youngmin! Kenapa pulang selarut ini?!” Appa membentakku dengan suara berat yang menjadi khasnya itu. Aku hanya diam tanpa bisa menatapnya

“Hyung….”Ucap Kwangmin lirih

“Oppa…Kau dari mana saja? Kami mencemaskanmu…”Chorong mulai terisak dan menggandeng tanganku, seperti yang sering dilakukannya jika sedang menangis….

“Uljimma Chorong-sshi…”Ucapku lirih sambil mengelus puncak kepalanya.

Aku menatap mereka dengan kesal. Sejak kapan mencemaskanku? Kalian kan tak memerlukanku? Asal ada Kwangmin, aku tak ada pun itu tak akan mengapa bukan?

Dengan cepat, aku melangkah menuju ke kamar…. Kwangmin mencegahku…

“Hyung…”Ucapnya lirih… Melihat ekspresinya itu aku pun menjawab sekedarnya “Aku lelah Kwangmin, ingin tidur…”Aku melangkah ke kamar dan mengunci diri di dalam kamar…

***

[Sulli POV]

      Semenjak kejadian tadi, ekspresi Youngmin tidak bisa hilang dari ingatanku. Wajah tenangnya, membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Kepalaku serasa dipenuhi oleh dirinya….

   Bahkan ketika merebahkan diri di kasur empuk milikku, tetap saja Youngmin terus terbayang… Apa mungkin aku menyukainya? Akh…Sulli bodoh! Kenapa bisa pikiran konyol seperti  itu terlintas di pikiranmu? Yang kau sukai itu adalah Kwangmin dan bukan si setan rambut pirang, Youngmin…

***

[Author POV]

Esok harinya….

Youngmin yang sejak tadi masih terlelap, akhirnya terjaga karena sebuah sms yang masuk di HPnya. Dengan sedikit mengantuk Youngmin meraih handphone yang diletakannya di meja kecilnya dan membaca pesan yang tertera di layar

From : Kwangmin

Hyung, kau masih di rumah? Cepatlah datang ke sekolah! Guru Kim sudah menunggumu. Palli!

Setelah membaca pesan singkat Kwangmin, Youngmin pun dibuat bingung….

“Guru Kim…Mencariku? Untuk apa?” Youngmin membereskan tempat tidurnya dan segera bersiap siap ke sekolah

Dengan santainya  Youngmin datang dengan mengendarai motor ke sekolah. Dia melepas helmnya dan langsung pergi ke ruang BP, tempat Guru Kim menunggunya.

“Permisi…”Ucap Youngmin dengan lemah

“Jo Youngmin, cepat masuk!”Guru Kim membentak Youngmin, dan Youngmin segera masuk kedalam. Suasana di dalam ruangan bercat putih itu terasa hening. Lebih mirip rumah kosong daripada ruang konseling

“Ada apa guru?”Youngmin duduk di sofa kuning yang ada di ruangan itu

“Kau berkelahi kan semalam?”Guru Kim melipat kedua tangannya di dada dan melayangkan tatapan evilnya ke Youngmin

“Aniyo…”Jawab Youngmin singkat

“Jangan berbohong, cepat jawab!”Guru Kim meninggikan suaranya. Dia makin menatap Youngmin, namun Youngmin tak terlihat takut sama sekali

“Dasar bocah tengik!”Guru Kim melayangkan tangan besarnya dan mendaratkannya ke wajah mulus Youngmin. Sudut bibir Youngmin mengeluarkan darah, namun Youngmin hanya diam

“Pergilah! Asal kau tahu, aku mengampunimu karena adikmu Kwangmin adalah siswa unggulan disekolah ini. Aku tak akan membuat reputasi Kwangmin hancur karena kelakuan kakaknya yang bodoh ini!”

Tanpa mempedulikan guru Kim, Youngmin memberi salam dan langsung keluar dari ruang konseling dengan wajah sedikit  lebam dan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

“Cih…Kenapa tidak sekalian menghukum mati aku? Itu pasti lebih baik kan? Tentunya baik untuk Kwangmin, si murid teladan” Youngmin merasa kesal dan melayangkan tinjunya ke dinding.

“Setan rambut pirang?”terdengar suara seorang yeoja dari anak tangga. Youngmin menoleh, dan dilihatnya Sulli sedang berdiri di sana.

“Kau….”Youngmin terkejut dengan kehadiran Sulli di sana

“Ya! Kau terluka!”Sulli terlihat kaget dan berlari menuruni anak tangga, menghampiri Youngmin. Sulli menyentuhkan ujung jarinya ke sudut bibir Youngmin, dan dengan cepat Youngmin menepis tangan Sulli

“Ck…Aku baik baik saja…”Youngmin menjauhkan wajahnya beberapa senti dari Sulli

“Apanya yang baik baik saja?”Sulli meninggikan suaranya “Ayo kita ke UKS!”Sulli menggenggam erat tangan Youngmin dan menariknya

“Ya! Sudah kubilang aku…”Youngmin berusaha melepaskan genggaman tangan Sulli. Dan Sulli langsung menghempas tangan Youngmin. Dia berbalik dan menatap Youngmin kesal

“Sudah jelas kan, kau terluka? Bagaimana bisa aku membiarkan orang yang sedang terluka? Meski aku tidak menyukaimu, tetap saja kau itu perlu kutolong!”Ucap Sulli dengan nada tinggi

Mendengar ucapan Sulli, Youngmin menunduk diam dan berjalan mendahului Sulli.

“Hei setan rambut pirang, kau mau kemana?”Sulli berteriak. Youngmin mendesah dan langsung menggenggam tangan Sulli

“Tentu saja ke UKS, dasar bodoh!” Youngmin menarik tangan Sulli hingga ke UKS.Sulli tertegun sesaat, kemudian nampak seulas senyum di wajah manisnya itu

***

[Sulli POV]

Ketika guru Han menyuruhku ke ruangannya di lantai bawah, aku melihat Youngmin, si setan berambut pirang itu. Kelihatannya saat ini dia sedang kesal. Dia berkali kali melayangkan tinjunya ke tembok. Padahal itu kan fasilitas sekolah…

“Setan rambut pirang?”Ucapku

“Kau…”Youngmin menoleh kepadaku. Sepertinya dia benar benar terkejut melihat aku di situ. Aku terkejut melihat wajahnya yang sedikit lebam dan ujung bibirnya yang terdapat darah.

“Ya! Kau terluka!…”Aku berlari menuruni anak tangga dan mendekatinya. Kutatap luka di sudut bibirnya itu dan menyentuhnya dengan ujung jariku, namun Youngmin langsung menepisnya

“Ck…Aku baik baik saja…” Youngmin menjauhkan wajahnya beberapa senti dariku. Akh..Aku benar benar sangat membenci sikapnya itu.Baik baik saja katamu? Apa wajah yang lebam dan sudut bibir berdarah bisa dibilang baik baik saja?

“Apanya yang baik baik saja?”Aku kesal dan meninggikan suara. “Ayo kita ke UKS” dengan cepat aku menggenggam tangannya dan menariknya menuju UKS

“Ya! Sudah kubilang aku…”Youngmin berusaha melepaskan genggaman tanganku. Aku pun langsung melepas tangannya dengan kasar.

Sungguh, dia benar benar membuatku sangat kesal. Namun aku teringat pesan ibuku bahwa kita tidak boleh membiarkan orang lain terluka. Aku pun menahan rasa kesalku dan berbalik menatap Youngmin

“Sudah jelas kan, kau terluka? Bagaimana bisa aku membiarkan orang yang sedang terluka? Meski aku tidak menyukaimu, tetap saja kau itu perlu kutolong!”Aku meninggikan suaraku lagi.Anehnya dia malah menunduk diam dan tiba tiba melangkah pergi, mendahuluiku

“Hei setan rambut pirang, kau mau kemana?”Tanyaku. Youngmin berbalik dan langsung menggenggam tanganku

“Tentu saja ke UKS dasar bodoh!” Dia menarikku. Sesaat aku merasa tingkahnya lucu, dan entah mengapa aku malah tersenyum karena hal itu….

***

[Youngmin POV]

Tanpa sadar, aku langsung menggenggam tangan si yeoja itu dan menariknya menuju UKS.

Jujur saja, kata katanya tadi sempat membuatku tersentuh. Sorot matanya saat mengucapkan kalimat itu terasa tulus. Mungkinkah dia mengkhawatirkan keadaanku? Akh…Youngmin bodoh! Dia kan jelas jelas mengatakan membencimu… Dasar bodoh!

Begitu tiba di ruang UKS, yeoja itu tampak sibuk membongkar bongkar isi kotak P3K yang ada di sana.

“Ya, kau tidak perlu repot repot. Hanya tinggal dipakaikan plester saja aku…”

“Bodoh! Lukamu itu harus disterilkan dulu!”Dia membentakku dan langsung mencari cari sesuatu di kotak obat itu.

“Ketemu!”Dia menggenggam sebuah obat merah di tangan kanannya dan sebuah handuk kecil di tangan sebelahnya

“Kau ini….”Aku menggantungkan kalimat yang akan kuucapkan. Dia menoleh padaku dengan tatapan tajam khasnya itu

“Wae?”

“Ani…Bukan apa apa…”Aku menjadi salah tingkah sendiri. Yeoja itu membasahi handuk dengan air dan memberikannya padaku

“Untuk apa ini?”

“Tentu saja untuk mengurangi lebam di wajahmu itu!”

Begitu rupanya. Ternyata handuk yang  susah payah dicarinya sejak tadi itu untuk mengurangi lebam di wajahku akibat tamparan kerasnya guru Kim.

Tak lama, dia membasahi beberapa tetes obat merah diatas kapas pembersih luka dan menyentuhkannya di sudut bibirku yang luka

“Aw!”Aku meringis kesakitan

“Ah…Sakit ya? Maaf…Aku akan lebih hati hati”Dia kembali menyentuhkan kapas itu di lukaku.

Kali ini dia terlihat lebih berhati hati. Wajahnya kini berjarak tidak kurang dari lima senti dari wajahku. Deg deg deg….Detak jantungku terasa lebih cepat. Ketika kurasakan nafasnya menerpa wajahku, aku semakin merasa gugup. Apa aku menyukai yeoja yang bahkan namanya belum kuketahui ini? Aku langsung menyangkal pemikiranku sendiri dan langsung tertawa

“Ya! Kenapa kau tertawa?”Yeoja itu memandangiku dengan tatapan yang seperti mengatakan apa-kau-sudah-gila?

“Jangan menatapku begit….Aw!” Aku langsung meringis kesakitan.

“Makanya, jangan bertingkah aneh begitu. Lebih baik kau diam atau bibirmu bisa sobek nanti” yeoja itu kembali mengobati luka di bibirku. Dan sekali lagi aku merasa gugup

“Nah, selesai….”Yeoja itu tersenyum dan menempelkan plester di tempat yang terluka. “Bagaimana lebam diwajahmu? Coba kulihat”

Aku meletakkan handuk dingin itu dan membiarkan si yeoja –yang entah siapa namanya- melihatnya.

“Sudah lebih baik”

“Ah….Gomawo”Aku mengucapkannya dengan sedikit gugup

“Iya….Tapi, kenapa kau terluka? Apa kau berkelahi setelah aku pergi tadi malam?”Yeoja itu memandangiku lekat

“Tentu saja tidak! Hanya saja ada yang memfitnahku, sehingga guru Kim menghajarku seperti ini”

“Memangnya apa yang tuan Kim katakan?”

“Dia menanyaiku, apa benar aku berkelahi semalam…”

Yeoja itu langsung menyelaku…

“Kau tidak bilang sedang bersamaku semalam? Kau tidak membela….”

Aku langsung menyela yeoja itu

“Sudahlah! Lagipula ini tak ada hubungannya denganmu! Aku sudah biasa diperlakukan seperti ini”

Yeoja itu terdiam dan menatapku…

“Ya! Kan sudah kubilang kau…”Belum sempat kulanjutkan kata kataku, yeoja itu terlihat seperti akan menangis.

“Ya! Kau tidak perlu menangis…”Aku berdiri dan menepuk ujung kepalanya

“Maaf….”Yeoja itu terdengar sesengggukan ketika mengucapkannya

“Ya! Jangan menangis….Uljima….”Aku mengelus elus wajahnya. Yeoja itu mengangguk.

Wajahnya benar benar terlihat manis… Bahkan lebih manis dari Park Chorong…Kenapa aku membandingkannya dengan Chorong? Akh…Bodohnya aku!

Disaat kami masih berada di UKS, tiba tiba Kwangmin datang. Nafasnya tersengal sengal, sepertinya dia habis berlari…

“Kwangmin?”

“Hyung…Kudengar…Kau dipukul…Guru Kim. Benarkah itu?”Kwangmin masih mengatur nafasnya

“Iya…Tapi jangan cemas, aku baik baik saja”Aku melangkah pergi, meninggalkan yeoja itu dan Kwangmin

“Setan rambut pirang….”Yeoja itu berseru memanggilku

“Ah…Sekali lagi terima kasih…”Aku membalikkan tubuh dan berjalan pergi

***

[Author POV]

Setelah Youngmin pergi, Sulli pun memutuskan untuk pergi, namun Kwangmin mencegahnya.

“Tunggu dulu…”

Jantung Sulli terasa berdebar debar ketika Kwangmin menahan tangannya…

“A…Ada apa…Kwangmin-ah?”Tanya Sulli dengan sedikit gugup

“Aku hanya ingin mengatakan terima kasih karena telah mengobati kakakku, Sulli-ah…”Ucap Kwangmin dengan lembut

Kwangmin tersenyum dan berlari pergi, meninggalkan Sulli yang masih terdiam setelah Kwangmin melayangkan senyuman indahnya itu….

“Kwangmin-ah tahu namaku? Tadi dia memanggilku Sulli-ah?”

Sebuah senyum manis mengembang di wajah Sulli. Dia benar benar merasa senang, karena Kwangmin mengetahui namanya. Padahal mereka belum pernah saling berbicara satu sama lain…

Kwangmin berlari pergi. Lalu, menoleh sebentar dan tersenyum pada Sulli. Senyum indahnya itu tentunya membuat Sulli, salah satu pengagumnya itu merasa benar benar senang..

~TBC~

Ceritanya gaje yah? Bahasanya nggak bener yah? Mian….. L

Sebagai manusia, tentunya author sadar banget kalau cerita ini masih banyak kekurangannya

Tapi, semoga kalian bakal suka… *ngarep*

Dan tak lupa autor ngucapin GOMAWO buat yang udah bersedia ngebaca cerita gaje ini

Sekian dari author cerewet ini, annyeong ^__^

Penulis:

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."

4 thoughts on “[Chaptered] The Twins 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s