[Drabble of ‘Concealed’] Want to With You…

Gambar

Kupikir ini hanyalah mimpi buruk. Kukira ini hanya sementara,namun aku salah… Semua ini tetap akan berlanjut. Terus dan terus hingga akhirnya menjadi satu kenyataan buruk yang harus aku hadapi. Aku mungkin… akan meninggalkannya…

.

.

.

Title || Wan to With You… [Story after ‘Concealed’]|| Author || Fadila Setsuji || Genre || Marriage life,Sad || Rating || PG 16-17 || Length ||Drabble || Cast || EXO’s Luhan-SNSD Seohyun ||

 

.

.

.

All Seohyun POV

 

=Happy Reading=

 

Kleine-Levin Syndrome

Sindrom aneh yang telah menyatu dengan tubuh ini. Hampir setahun lamanya dan baru sekarang aku mengetahui itu. Demi apapun,hal ini–kurasa—  hampir menyerap habis tenaga dalam tubuhku. Beruntung jemari ini masih sempat mencengkram ujung meja kerja sang dokter sehingga aku terhindarkan dari menyentuh lantai dengan tubuhku.

Aku tak percaya dengan apa yang kudengar itu. Bahkan ketika langkah ini telah kuseret hingga keluar rasa lemas masih begitu menggerogot tubuhku. Memaksakan tubuhku untuk segera ambruk

Dunia serasa runtuh saat aku mengetahuinya. Kenyataan yang serasa menghempaskanku kedalam neraka dengan begitu kejam. Sungguh kenyataan yang kuhadapi adalah satu cobaan tersulit dalam hidupku

“Luhan oppa….”Nama yang kulirihkan,pemilik hati dan cintaku. Dia nafasku,dia detak jantungku. Dia separuh nyawaku. Pria yang kucintai. Suamiku…

Aku takkan mungkin meninggalkannya dalam kesendirian. Aku tak bisa,karena terlalu menginginkan keberadaanku disampingnya. Aku teramat mencintainya hingga kadang aku berpikir akan seperti apa diriku jika tidak mencintainya…

Tetapi dengan semua keanehan,dengan sindrom ini… Bisakah aku tetap disisinya,dan tetap menikmati cinta bersamanya?

.

.

.

Oppa,kau…”

Lelaki yang sejak tadinya menjadi pendengar setia dari cerita keseharianku kini terlelap disampingku. Wajah kekanakannya,suara dengkurannya dan kebiasaannya meletakkan tangannya dibawah bantal… Membuatku senang juga sedih. 

Bagaimana jika nanti aku tak lagi terjaga? Bagaimana nasibnya juga nasibku? Aku takkan lagi mengetahuinya…

Sebelum tubuh ini benar benar terlelap… Sebaiknya aku melakukan sesuatu. Apapun itu…

“Han oppa…”Dia begitu terlelap. Ya,dia pasti kelelahan setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya dikantor. Aku tak sampai hati menggangguinya. Biarkan orang yang kucintai menikmati tidurnya… 

.

.

.

Berawal dari sindrom inilah semua berubah. Tidur bagiku adalah keresahan,namun bukan berarti terjaga menjadikanku lebih baik. Hanya saja,dengan terjaga… Akan lebih baik karena dengan begitu aku masih bisa memastikan keberadaanku disisinya…

.

.

.

Semua yang biasanya kukerjakan siang hari kini kukerjakan diawal waktu. Setelah kuyakini Lu Han oppa telah benar benar terhanyut ke dalam alam mimpinya,kulakukan semua pekerjaan. Mencuci,menyetrika pakaian kerjanya juga memasakkan makanan untuknya. Aku tahu ini tak wajar,tapi memang sejak saat sekarang… Semua menjadi tak wajar. Berbagai ketidakwajaran ini diikuti oleh rasa cemasku,ketakutanku jika nanti akan berada di alam ketidaksadaranku dalam waktu yang panjang. 

Dan untuk semua ketakutanku,untuk semua kecemasanku… Sebelum melakukan pekerjaan rumah,benda silinder transparan itu selalu kusembunyikan setelah mengambil satu dari banyaknya benda yang menjadi isi dari silinder tersebut. Lalu menyembunyikannya di antara benda berbentuk hampir serupa,yang mencegah Lu Han mengetahui semuanya…

.

.

.

Namun sebagaimana sesuatu yang kita tutupi,perlahan namun pasti akan ada seseorang yang mengetahuinya. Suatu ketika,dia mendapatiku yang tengah memasak. Bukan hal yang salah jika seorang istri memasakkan makanan untuk sang suami. Tapi… Di jam seperti ini? Memang tak wajar

.

.

.

Entah mengapa mataku selalu ingin menumpahkan liquid’nya’ setiap kali terjaga. Aku hanya berharap Lu Han oppa tak menyadari semua itu.

Dan seperti biasa,jadwalku memasak. Pukul dua dinihari…

“Han oppa… Aku harap istirahatmu tidak terganggu denganku…” Kukecupi pipinya singkat sebelum akhirnya dengan hati hati melangkah keluar. Ini telah sering kulakukan. Aku tak pernah benar benar tidur semenjak sindrom aneh ini berada ditubuhku. Obat itu mungkin juga berpengaruh dengan kondisi ini. Atau mungkin… Keinginanku untuk terus disisinya?

Kupijaki beberapa anak tangga sebelum akhirnya mencapai dapur. “Yosh,ayo mulai memasak”

Satu demi satu masakan telah kubuat. Hanya tinggal sup kesukaan Lu Han saja yang belum.

“Seo?” Terdengar suara yang seketika membuatku membatu. Ketika sedang memotong sayuran. Tertangkap basah…

“E-eoh… O…oppa…”

Hanya mencoba untuk menjadikan suasana saat itu lebih baik,namun nyatanya justru aku dibuat gugup.

“Seo… Waegureyo?” 

Tubuh ini tersentak–lagi–ketika lengan besar miliknya itu melingkari diriku secara penuh. Kehangatan menjalariku. Apa yang kuresahkan,semua rasa tak mengenakkan yang mengendap dihatiku. Aku terlalu mencintainya… Hingga untuk melepaskan pelukan ini saja teramat sayang. Aku tak rela… 

“Oppa…”

Tubuhku bergetar saat memanggilnya. Airmata tak lagi terbendung,hingga membuat lengannya merasakan sensasi menghangat akibat persentuhan itu.

“Kau… Menangis?” Lu Han oppa menanyaiku. Aku tak bisa mengatakannya benar ataupun menyangkali. Aku tak ingin Han oppa mencemaskanku.

Tapi… Aku juga tak tahan menanggung ini sendirian…

“Oppa… Oppa… Oppa…”Tangisku pecah,meloloskan isakanku ketika tanganku semakin mencengkram lengannya.

Seo…”Lu Han menggumam,lalu membalikkan tubuhku. Kini dia bisa melihatku,melihat wajahku,mataku yang penuh akan liquid airmata”kau…menangis…”

“Oppa…”

“Mengapa?”

Aku tak tau harus memberikan jawaban apa untuknya. Aku hanya ingin mendekapnya,selama yang aku bisa,sekuat yang kumampu. Aku sekali lagi ingin memberikan ketegasan bahwa aku terlalu mencintai namja ini.

.

.

.

Waktu takkan menungguiku. Aku mengerti. Benar benar mengerti hal itu. Tapi… Bisakah walau hanya sekali,waktu kembali. Mencegahku untuk tahu,membiarkanku dalam kebingungan,dengan ketidak jelasan? Seandainya bisa… 

Biarkan aku tak tahu tentang sindrom ini. Setidaknya dengan begitu aku takkan dibayangin ketakutan jika nanti akan meninggalkannya…

.

.

.

Datang ke tempat kerja Lu Han,makan bersama dengan dua kawannya semasa SMA itu nyatanya memberiku sedikit hiburan. Membuatku bisa berehat sejenak dari semua ketakutan yang membebaniku. Aku tak ingin terlalu larut,meski aku tahu beberapa waktu belakangan pikiranku tersita oleh sindrom ini.

“Hoam….”

Lu Han terkekeh ketika mendengarku menguap,sesampainya kami di rumah. 

“Istirahatlah Seo,kau membutuhkannya sekarang”Lu Han berujar dengan lembut. Aku senang dengan semua kesederhanaan yang dia berikan padaku. Tak pernah ada yang berlebih. Cukup untukku. Akan tetapi… Untuk perhatiannya kali ini,aku tak merasa bahagia.

“Aniyo! Aku masih ingin memasakanmu makan malam”

“Seo…”

Aku mendengarnya… Tapi aku berpura pura. Hingga dia menahan pergelangan tanganku,membuatku berhenti melangkah menuju dapur

“Oppa… Waeyo?”

“Istirahatlah. Toh kau pasti masih menyimpankan makanan untukku kan? Biar aku panaskan”

“Tapi…”

“Istirahatlah Seo. Aku mohon…”

Sepertinya Lu Han memang ingin aku istirahat. Dia sampai memohon seperti itu…

“Ah,arraseyo”ujarku “aku segera kekamar”

Tubuh ini… Mengapa tak bisa bertahan sedikit lebih lama lagi? Hal yang tak begitu melelahkan pun bisa menjadikanku sangat sangat mengantuk. Kerja obat itu masih baik kan? Semoga…

Ketika memasuki kamar,secara tiba tiba aku tersandung sesuatu. Membuatku hampir merasakan sensasi dingin lantai. Beruntung refleksiku cukup terlatih.

“Apa itu?”Kudekati benda agak panjang yang membuatku tersandung. Lantas ketika mataku menangkap objek itu,rasa sedih menggemelutiku. 

Itu sebuah alat test kehamilan. Yang dulu pernah kugunakan…

“Jadi… Han oppa…”

Tangis yang secara cepat mengalir di wajahku,membuatku harus menahan isakan dengan membekap mulutku agar Han oppa tak mendengarnya. 

Aku tak menyangka,benda yang menunjukkan garis negatif itu dia menyimpannya. Apakah Han oppa begitu menginginkan kehadiran seorang… Anak?

“Maaf oppa… Aku….”

Entah mengapa… Rasa mual secara tiba tiba kurasakan. Dengan cepat aku berlari menuju kamar mandi. Memuntahkan isi perut,hingga merasa lega. 

“Astaga… Ada apa dengan…”

Jangan jangan…

“Apa mungkin…”

Kreett… Suara derit pintu membuatku tersentak. Aku akan merahasiakannya dulu. Aku masih ingin menyimpan ini sendiri…

“Seo?”Lu Han memanggilku. Segera saja aku memunculkan diri dari balik pintu kamar mandi,seraya menatapinya dengan senyuman.

“Waeyo oppa?”

“Ah,aniya. Aku hanya memastikan kau sudah beristirahat atau belum”

“Hh~~Baiklah aku akan istirahat komandan!”

“Kekeke,dasar”

Lu Han mengusapi kepalaku lembut. Membuatku kembali merasa senang. 

“Yasudah,istirahat ya. Jebal…”

“Eoh”

Lu Han melangkah pergi,menjauh dari kamar dan akhirnya tak lagi kulihat punggungnya setelah pintu itu tertutup

.

.

.

Hingga pada suatu ketika aku melupakan sesuatu yang penting. Aku lupa jika sindrom ini semakin menguat. Aku hanya terlalu senang dengan ‘pemberian’ Tuhan yang kini sedang berusaha hidup didalam rahimku. 

Lu Han oppa belum mengetahuinya. Aku berencana memberitahunya,akan tetapi…

.

.

.

Suatu ketika rasa kantuk teramat kurasakan,membuatku tak tahan. Bahkan ketika akan meminum obat,tubuhku seolah menolak. Memuntahkannya kembali. 

Dan itu mulai terjadi sejak kehamilanku

Aku putuskan untuk berbaring. Dan yang tidak kusadari adalah itu pertama kalinya sejak sindorm ini berada diriku,aku benar benar terlelap…

.

.

.

Mendapati diriku yang tengah dalam sendiri,membuat cemas menggerogotiku secara penuh. Lantas ketika terjaga,aku sadar telah hampir tiga hari lamanya diriku men’diami’ alam bawah sadar…

.

.

.

“Han oppa..?”

Mendapati ketiadaan Lu Han disisiku membuatku seketika bergerak,menggapai kenop pintu dan segera akan menuruni anak anak tangga. Sampai aku menemukan sosok yang membelakangiku,dengan suara televisi yang terdengar hingga ketelingaku. 

Dengan cepat aku berlari menuruni tangga,lantas berhambur memeluknya seraya menangis

“Han… Oppa….”

“S-seo? Kau….”

Oppa,aku takut. Aku tak melihatmu,aku cemas kau akan…”

Lu Han menahan bahuku dan kemudian mendorongku pelan. “Seo… Tenanglah. Aku selalu disini”

Oppa…”

“Aku takkan mungkin meninggalkamu dan juga…”Lu Han menjeda ucapannya,lalu perlahan mendekat kearah perutku.

“Anak kita…”

Suaranya yang terdengar lembut itu tanpa sadar memancing kembali liquid dari mataku. Meloloskan tangisku untuk kesekian kali

Oppa….”

“Seo….”Lu Han tersenyum padaku,menggamit tanganku secara perlahan. Mencondongkan tubuhnya kearahku hingga mata kami memejam dan sesuatu terasa menyentuh bibirku.

“Tetaplah bertahan… Untukku,untuk anak kita… Dan tentu saja untuk dirimu sendiri”ujar Lu Han begitu pertautan diantara kami berakhir “Ingatlah itu…”

———————— END —————————–

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction dan tag , , , , , . Tandai permalink.

14 Balasan ke [Drabble of ‘Concealed’] Want to With You…

  1. Luseo_LoVe [ Park Ly An] berkata:

    baguss tpi sedih😦

  2. Dhanusekar berkata:

    Bagus!🙂
    tpi kasian liat seo eonni
    huhu T.T
    luhan udah tau ttg pnykit ny seohyun??
    Keep writing!

  3. ace bunnies berkata:

    kok rada gantung ya thor….
    tapi gak papasih
    Bagus lanjutan ffnya

    keep writing thor!!!

  4. chiharu98 berkata:

    Hueeeeee mellow banget, tapi aku suka narasinya…. Pemilihan diksinya juga enak. Luhaaaaan omg namja yg sweet buanjeet *lebay*🙂 fightiiiiing😀

    • FadilaHan berkata:

      Eoh,Chiharu? Selamat datang di blog abal eonni yah~~ Makasih juga udah sempatin diri baca fic abal eonni🙂
      Iya,mellow. Ini feelingnya kebetulan aja waktu eonni lagi galau(?) makanya… Hihi,makasih sebelumnya,tapi…Eonni malah mikirnya tiap kata2 yang eonni tulis di fic ini aneh,lebay sangat-,- Iya,calon suami eonni harus sweet#ditabok Ne,gamsa Ciharu~~

  5. loveSeoHyun berkata:

    jadi sedih bacanya, tapi bagus chingu ff.nya
    daebaak..🙂

  6. alysiavpa berkata:

    aaa…sekali lagi telat komen>.<
    keren keren pokoknya, ALWAYS KEEP WRITING EON!!! ^^

  7. lia berkata:

    suka..suka..
    huhu~ sdihh bcany,,,
    eonni.
    Mnrut aq in endingny mseh ngegntung eon
    buat sequel dounk
    biar entar tau gmna nasib seo kdpnny
    dia bkal brthn hdp ap ngg
    trus ntar anak ny lahir ap ngg
    Ma.p ya aq bnyak mnta ke eonni
    seru sih soalny
    keep writing yaa … fighting😀

    • FadilaHan berkata:

      Wah~~ Cup cup Lia-chan ^^ Ulljimayo🙂

      iya? masih menggantung? hihi, mungkin karena deman buat drabble dan senang jika kalian yang kemudian berimajinasi dengan kelanjutannya jadinya seperti ini, hehe =D Gomen~~

      jadi ada keinginan juga untuk melanjutkan FF ini… jadi insyaallah jika ada ide dan tentu saja… waktu =D Bukan sibuk, hanya mengumpulkan mood itu kadang-kadang dibutuhkan juga waktu,hehe =D #ngakuajasukamaleslutho-.-

      hihi, gak koq ^^ Santai kalau dengan eon🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s