[3Shot] Who is Your Love? 3 (Ending)

who is your love chapter 3

Title

Who is Your Love??? (Chapter 3)

Author

Fadila Setsuji Hirazawa

Genre

Romance,School life

Rating

PG 15

Length

3Shot

Cast

Jessica | Luhan | Seohyun | Sehun |

Note

Mian lama updatenya (_ _) Ini FF lama jadi bingung mau ngelanjutinnya. Semoga chapter ini masih nyambung ama chapter sebelumnya. Dan semoga di chapter ini siders berkurang. Please dong jangan jadi siders. Coba kalo kalian yang diposisi aku? Ngerasa nggak dihargain kan? Sorry kalo aku terkesan ngamuk(?)

Di chapter ini lenght nya aku ubah. Takut kena WB, nanti nggak rampung

(_ _)*BOW

Must Read

Who is Your Love

| Chapter 1| Chapter 2|

 

=Happy Reading=

“Seo… Aku menyukaimu”

Kata kata yang baru saja diucapkan Luhan padanya masih begitu melekat di benaknya. Bahkan kini berputar putar,seakan mengitari dirinya-pikirannya- saat ini. Yeoja yang baru saja kembali dari apartemen Oh Sehun itu terus tertegun

“Jadi… Luhan menyu-kaiku?”Gumam Seohyun

.

.

.

eomma… Ottheokhe?!”

Jessica mengacak acak surainya dengan frustasi. Kemudian dipukulinya wajah cantiknya itu dengan sebuah guling.yeoja yang juga baru saja kembali dari apartemen Oh Sehun itu terlihat mulai sembab matanya. Menangisi ciuman pertamanya yang terenggut karena insiden jatuh dirinya dan Oh Sehun.

Jessica,yeoja itu kini memandangi sebuah foto yang diselipkan dalam sebuah bingkai. Tergambar figur wajah seorang wanita cantik pada selembar foto tersebut. Jung ajjuma… Ibu Jessica yang telah meninggal

Eomma… Lelaki itu,Oh Sehun… Telah… hiks…merebut ciuman pertamaku”

Isak tangis ikut terdengar di sela sela ucapan gadis itu.

Deg Deg Deg

Jessica-secara tiba tiba-merasakan suatu debaran pada jantungnya. Yeoja itu kini tertegun begitu menyadari debaran itu.

Dan hampir bersamaan dengan debaran itu,wajah Oh Sehun dan ‘accident kiss‘ mereka terbayang

.

.

.

Tak jauh jauh dari perasaan gundah dan eum… Galau,ada pula dua namja dengan perasaan serupa.

Luhan dan Sehun,dua namja yang-tentunya-tak tinggal seatap itu kini terbayang akan kejadian yang menjadikan kegundahan menyelimuti hati mereka.

“Apa Seohyun menyukaiku?”

Luhan terus saja menanyakan pertanyaan yang serupa di dalam hatinya

.

.

.

Hyung… Ternyata kau juga… menyukainya”

Tak jauh beda dengan namja bernama Xi Luhan itu, seorang namja bernama Oh Sehun juga merasakan hal yang serupa. Namja itu tengah diganggui perasaan kalut.

“Wakh!!!

Sehun,namja itu tak menyadari jika posisinya saat itu tepat berada di ujung ranjangnya,sehingga begitu dia membuat pergerakan sedikit langsung tubuh namja itu akhirnya sukses menghantam ubin pada permukaan lantai.

Aish… Appeun

 

=Who is Your Love?=

 

“Ah…a-annyeong”

Jessica menyapa pria yang baru saja muncul dihadapannya itu dengan canggung. Masih tergambar jelas peristiwa ‘accident kiss’ yang kemarin terjadi diapartemen pria bernama Oh Sehun itu. Pipi yeoja itu memerah

Pria bermarga oh itu lantas memandang kebawah,mendelik ketika gadis dihadapannya tersebut justru tak menatap lawan bicaranya-yang tidak lain adalah dirinya- sama sekali. Tak sopan. Dia memang bebal,dia memang suka membolos dan dia mungkin saja dia pria penghuni kota Seoul yang berjiwa pemberontak. Akan tetapi Sehun juga mendapat pendidikan yang cukup keras dari sang ibu. Jadi sudah sewajarnya pria itu tahu tata cara dalam bersikap.

“Yak! Kau kira wajahku berada ditanah?! Wajahku disini?!”Sehun dengan nada bicaranya yang-menurut beberapa orang-terdengar kasar itu membuat gadis itu tersentak. Secara tiba tiba Jessica tergerak tubuhnya. Diangkatnya wajahnya itu,dan…

Buagh!

Dagu Sehun baru saja merasakah hantaman kerangka beralaskan kulit serta beratus helai surai tersebut. Pria itu sampai harus mengusapi dagunya selama beberapa saat,dengan posisi tubuhnya yang membelakangi Jessica.

Terima kasih untuk tingkah bodohmu!

“Ah,mi-mian…”Sekali lagi yeoja itu berucap dengan nada canggung. Di cobanya untuk mendekati pria itu “sehun-a?”

Dan pria itu lantas berbalik menatapnya “Kau…”Sehun mendelik cukup tajam. Menciptakan ketakutan yang mulai menggerogoti hati Jessica.

Deg Deg Deg

Kembali,debaran dihati gadis itu muncul. Tepatnya ketika sepasang mata legamnya bertatapan langsung dengan pemilik sorot mata tajam itu. Sontak gadis itu berlari. Meninggalkan pria yang kini alisnya mengangkat sebelahnya tersebut.

Yak!

.

.

.

Tak berbeda jauh dengan kondisi Jessica-Sehun,kecanggungan juga terasa ketika gadis yang baru saja kembali dari perpustakaan itu bertatap muka dengan pria bermata rusa dihadapannya.

Mereka berdiri sejajar,mematung.

“A-annyeong“Luhan memberanikan diri menyapa gadis dihadapannya. Tenggorokannya terasa mengering,salivanya pun tak sanggup rasanya memberi kerongkongannya sedikit kelegaan. Akan tetapi sesulit apapun,seburuk apapun kondisi dia dan kerongkongannya itu dia harus menyapa gadis yang dia sukai tersebut.

E-eoh… Annyeong

Gadis itu menampakkan senyum canggung,yang justru bagi Luhan itu semakin memperparah keadaan kerongkongannya yang dirasanya bagai padang tandus,sekarang.

“Eum… Itu… Aku…”

Pria bermata rusa itu berusaha merangkai kata kata dalam pikirannya. Apapun,yang terpenting agar dia dan gadis itu tak lagi terperangkap dalam kondisi yang terasa canggung ini.

“Eum… Luhan-nim“sementara Luhan masih sibuk dengan pemikirannya itu,Seohyun ternyata telah duluan mengajaknya berbicara

Ne?”

“Aku… Ingin berterima kasih padamu”ujarnya lirih. Dan Luhan terhenti sejenak memikirkan apapun. Hanya berusaha menggerakkan otaknya untuk mencerna setiap kata yang kiranya akan diucapkan gadis itu. Termasuk kata yang baru saja terdengar kedalam gendangnya

N-ne?”

“Terima kasih… Kau… Telah menyukai…diriku”

“A…aku…”

Luhan menggaruki tengkuknya. Tak ada satupun dari ucapan gadis itu yang mampu dia tafsirkan artinya. Bukan karena dia bodoh,namun menurutnya ada pesan tersirat didalam setiap kata Seohyun. Bisa saja akan bermakna indah ataupun sebaliknya. Hal buruk yang bahkan tidak terbayangkan oleh pria bermata rusa itu. Ambigu

“Dia memang ditolak”

“Yah,kau benar. Sejak awal aku memang sudah kalah dari hyung

.

.

.

“Oh Sehun?!”

Gadis keturunan keluarga Jung itu mendongak. Mendapati sosok pria jangkung yang tidak lain adalah Oh Sehun tepat didepan matanya yang membelalak kaget itu.

Lelaki itu malah menatapnya datar,bahkan terkesan kesal “mwoya?”

Jessica segera berbalik,menatap langsung pria itu secara berhadapan. Wajah datarnya menampakkan seulas kesedihan yang Jessica yakin penyebabnya adalah dua orang bak pemeran utama drama roman yang berdiri tak jauh dari mereka berada.

“Ingin menangis?”

Pertanyaan yang bodoh

Lelaki ingin menangis? Dihadapan seorang wanita?

Oh,yang benar saja!

“Aku tidak mungkin menangis didepan orang yang bahkan aku tidak mengenal walau hanya nama panggilannya,bukan?”

Kata kata yang kemudian membuat gadis bermarga Jung itu tertegun. Memandangi punggung milik pria bernama Oh Sehun itu. Punggung tegap yang semakin tak terlihat,hingga pada akhirnya benar benar hilang

“Aku… Jessica Jung!”

Nada kesal juga kecewa menyatu dalam tiga kata yang baru saja terucap dari bibir ranumnya tersebut.

 

=who is your love?=

 

Sehun memutukan berbelok ketika langkahnya telah membuatnya sampai di koridor sekolah. Pria itu memutar arah,mengalihkan pikirannya yang menuntutnya tidak membolos. Membiarkan logikanya mati secara sementara. Memutuskan pasrah dengan tuntunan hati yang kemudian tanpa dia sadari telah membawanya menuju puluhan anak tangga menuju pintu kecil yang terpampang disana. Sebuah pintu yang kemudian akan memperlihatkan keadaan atap yang begitu sunyi ketika dia telah membukanya

Kreek

Didorongnya perlahan pintu yang telah hampir sepuluh tahun lamanya dibiarkan keadaannya seperti itu. Tak dipedulikan apalagi diurus. Mereka melupakannya,menenggelamkan keberadaan benda persegi yang cukup penting itu.

Sehun berharap dengan ini dia takkan lupa mengingatkan orang orang tentang pintu ini. Dan orang pertama yang ingin dia ingatkan tidak lain dan tidak bukan adalah sang guru yang telah berhasil memaksanya,telah berhasil mempersatukan dirinya bersama Seohyun,Luhan juga gadis itu dalam jangka waktu tertentu.

Otaknya memutar kembali bagai film. Membuatnya harus kembali mengingat kejadian kemarin hingga yang paling baru adalah kejadian yang baru saja dia saksikan dengan matanya sendiri. Yang mana itu mengingatkannya bahwa bukan hanya pria bermata rusa bernama Xi Luhan itu yang menaruh rasa untuk gadis bernama Seohyun tersebut.

Ada dia,pria yang telah merasakan patah hati

“Menyebalkan!”

Sehun memutuskan untuk melampiaskan sejenak kekesalan dan segala uneg uneg yang terpendam pada udara hampa disekitarnya itu. Menendang nendangnya sembari merutuk. Seolah udara kosong itu penyebab semua ini.

Ketika pria itu menghentikannya,tubuhnya terasa meletih hingga dirinya memutuskan untuk merebahkan diri disana. Memandang kanvas biru dengan goresan putih bagai tersayat sayat itu. Dan sesekali ada makhluk tuhan dengan sayap membentang sibuk menari nari bagai pebalet dipanggung pementasan.

Pikiran yang tak cukup jernih itu kembali mengenang sosok cantik yang mengisi hatinya. Seo Jo Hyun

.

.

.

“Hei,Seo Jo Hyun! Kesini kau!”

Gadis bermata legam itu memandang bingung kearah beberapa gadis yang kini bagai elang. Siap menerkamnya.

“N-ne?”Gadis kalem itu dibuat gugup oleh mereka yang semakin menatapnya tajam. Dirasa oleh gadis itu tangannya mulai terasa dingin.

“Ikut kami!

“T-tapi…”

Gadis itu mencoba mundur selangkah,sebelum akhirnya seseorang dari mereka menyadari pergerakan tersebut dan menarik paksa lengan gadis itu. Mengikutsertakannya yang tidak tahu menahu apapun itu.

“K-kita akan ke…”

“DIAM DAN IKUT SAJA,DASAR WANITA MENYEBALKAN!!!”

Seo Jo Hyun tak lantas berucap. Hanya membiarkan dirinya yang memang lemah itu ditarik.

Dan mereka tak menyadari jika seorang gadis menyadari perbuatan kejam itu. Dan gadis itu secara mendadak datang,dengan sebuah tongkat ditangannya.

“Apa yang kalian lakukan? Hah?!”

Mereka lantas berubah pucat wajahnya,begitu melihat siapa pemilik suara tersebut.

Jessica Jung. Yang telah berubah menjadi gadis perkasa

“Lari!!!”

Komando yang terdengar tiba tiba namun tetap diikuti mereka yang lainnya. Lantas mereka berlari,menghindari kejaran gadis dengan tongkat itu sambil tetap membawa Seohyun bersama mereka

“Yak! Kalian ingin mati?!”

Jessica terus berteriak,semakin membuat mereka ketakutan. Namun bagi mereka tak ada pilihan lain selain berlari. Karena jika tidak dengan berlari,maka mereka harus siap dihabisi gadis dengan jiwa membelanya yang tinggi.

Terus mereka berlarian hingga tanpa sadar telah mencapai bibir pintu atap. Mereka hanya terus dan terus berlari hingga…

Seseorang dari mereka terjatuh dan menghentikan pergerakan mereka yang lain.

“Berhenti kalian! Dasar menyebalkan!”

Gadis yang menggenggam tangan Seohyun itu mendecih. Dengan rasa yang sebenarnya tak tenang dia tetap–dengan keangkuhannya– melangkah dihadapan gadis Jung itu. Menantang.

“Apa yang membuatmu ikut campur?! Dasar berisik!”Ujar gadis itu sarkastis. Dan gadis Jung itu terkekeh sebentar,sebelum akan mengucapkan sesuatu

“Apa kau cemburu lalu menggangguinya?!”

Deg!

“A-apa maksudmu?! Hah?!”

“Aku tahu kau dan para gadis gadis aneh juga tak jelas itu menyukai Luhan! Dan kalian iri kan melihatnya bersama pangeran kalian itu?!”

Benar,apa yang dikatakan gadis itu memang tepat. Alasan mereka mengganggui gadis kalem itu,menariknya bahkan sampai membuatnya berlari bersama mereka tidak lain adalah untuk melampiaskan kecemburuan–sebagai penggemar– terhadap Luhan kepada Seohyun.

“Kau…”

Baru saja gadis itu akan menyerang Jessica,seseorang datang dengan melompat. Muncul dihadapan mereka bak seorang superhero.

“Nuguya?!”Gadis itu berteriak melengking. Lantas pria itu menoleh kearahnya.

“Apa aku mengganggu?”

“Kau…”

“Hei,Sehun-a, itu kau?!”

Suara lainnya yang juga melengking. Membuat Sehun menoleh. Kali ini Sehun tahu siapa pemilik suara tersebut. Si gadis yang tidak dia tau namanya.

“Kau lagi…?”

Kata yang membuat Jessica tertohok. Ada apa dengan nada bicara,wajah juga tingkah pria itu? Rasanya ingin sekali Jessica menancapkan tongkat yang dibawanya tadi pada pria itu. Tapi itu nyatanya tidak dia lakukan.

Yak!

Pria Oh itu memutar bola matanya kesal sebelum akhirnya berbalik menatap gadis gadis itu. Dan khusus kepada gadis yang tengah menggenggam tangan Seohyun itu,dia mendelik.

“Lepaskan dia”

“Kau siapa berani memerintahku?!”

Sehun memutar bola matanya sebelum dirinya bergerak mendekati gadis itu,menggenggam tangannya kuat hingga gadis itu memberontak karena sakit.

“Yak,appo!!!”

“Sudah kukatakan untuk melepaskannya! Apa kau tidak mengerti?!”

Gadis itu seketika berubah ketakutan. Sorot mata yang memancarkan keberanian seketika menciut. Mata elang yang tajam itu mengalahkannya

Dengan segera mereka berlari,menuruni beberapa anak tangga. Meninggalkan dua gadis yang tengah mendesah lega itu.

Gwencana,Seo-ah?”

Jessica… Gadis itu mematung seketika. Rohnya bagai hilang,meninggalkan raganya yang membeku menatapi namja pemilik nama Oh Sehun yang tengah mencurahkan perhatiannya pada gadis yang tengah terduduk lemas itu.

Rasa yang secara tiba tiba menyerangnya. Menghantam seketika,menciptakan nyeri yang membuatnya menepuk nepuk dadanya.

 

=Who is Your Love?=

 

“Jess,Kim saem mencarimu”

Begitu gadis itu akan memasuki kelas,pemilik tubuh jangkung,Park Chanyeol secara tiba tiba menghentikan aksi menenggak minumnya dan langsung berlari mendatangi Jessica yang berada diambang pintu. Lantas dia–sebagai orang yang diamanahkan–langsung menyampaikan pesan dari Kim saem

“Untuk apa?”

“Molla”ujar Chanyeol “sebaiknya kau segera mendatangi si killer teacher itu atau aku akan diomeli karena dia mengira aku tidak memberitahumu”

“Ish! Merepotkan!”

Gadis itu dengan terpaksa berbalik haluan,melupakan sejenak rencana abstrak yang terimajinasikan dalam benaknya. Lupakan hari yang menyenangkan,karena hari ini tak ada apapun atau siapapun yang dapat gadis itu jadikan alasan untuk merasa senang.

Tidak satupun

Jessica melamun ketika dirinya menyusuri lorong sekolah yang mulai sepi itu. Dan hampir saja gadis itu menabrak’kan’ dirinya pada tembok jika seseorang tak segera datang,menahan lengannya kemudian menariknya menjauhi tembok

“Kau melamun… Sunbae?”

Pria yang menolongnya. Luhan…

.

.

.

“Jadi… Sunbae dan Seohyun tadi…”

Entah dorongan darimana yang membuat Jessica dengan tidak kuatnya menceritakan —hampir —segalanya pada Luhan. Namja itu jelas terkejut,mengingat insiden itu melibatkan gadis yang dia sukai. Dengan usia Jessica kiranya cukup untuk menafsir bentuk ekspresi yang nampak dari wajah flower boy nya itu.

“Lalu Sehun…”

“Dia menolong Seohyun”

“Juga kau,sunbae. Dia menolong kalian berdua”

Aniya. Dia hanya menolong Seohyun dan secara kebetulan semuanya pergi sehingga akupun ikut tertolong”

Raut wajah gadis itu semakin terlihat menyedihkan. Bahkan rasanya tidak akan sampai semenit lagi untuk gadis itu menumpahkan zat cair bening dari pelupuk matanya.

“Aku… Sehun dan Seohyun… Kami sudah saling mengenal” luhan menghentikan sejenak ucapannya. Menarik nafasnya,berusaha meringankan hatinya. Dan Jessica menungguinya,menunggui lelaki itu untuk mulai menceritakan hal hal yang dia tidak pernah tahu sebelumnya.

“Kami… Menyukainya diwaktu yang hampir bersamaan. Karena bagiku Sehun sudah seperti adik,aku… Memilih untuk melangkah perlahan saja. Bersembunyi dari amatan Sehun,mencoba mengisyaratkan cintaku pada Seohyun. Aku tahu,dia menyukai gadis itu… Tapi…”

Pria itu kembali menghentikan ucapannya. Lantas mata rusanya menatap keatas. Tak jelas kemana arah pandangnya.

Dan gadis itu… Dia ikut memandang keatas. Menatap jutaan warna putih penuh sayatan sayatan yang membubuh dikanvas biru tak berbatas. Menciptakan perpaduan indah. Pemandangan yang bahkan Jessica tak menyangka akan terasa begitu indah.

Hal sederhana,yang selalu tersedia disetiap hari cerah justru luput dari perhatiannya

Gadis itu merasa ingin menceritakan sesuatu “aku tak menyangka… Bisa salah mengenalimu dan Sehun”

Lelaki bermata rusa itu menengok,menatap kearah gadis yang masih dengan posisi wajah mendongak.

Sunbae?”

“Aku bertemu dengan Sehun… Saat diperpustakaan. Aku mengenalnya untuk pertama kalinya dengan namamu. Aku terus mencari lelaki bernama Luhan. Aku tak menyangka justru nama yang kucari bukan miliknya. Itu nama sahabatnya…”

Sunbae…”

Jessica mengalihkan pandangannya,berhenti mendongak dan kemudian menatap Luhan.

“Aku mengira aku telah jatuh hati pada lelaki bernama Luhan… Namun nyatanya…”

“Yang kau cintai… Adalah Oh Sehun?”

“Aku…”

“Panggilan kepada siswi kelas XII program ipa,Jessica Jung. Kim songsaengnim menunggumu diruangannya segera

Suara yang baru saja terdengar dari beberapa speaker yang menggantung di dinding sekolah itu memaksa Jessica memutuskan ceritanya. Memberikan penjelasan yang ambigu,pada sosok pria bermata rusa itu

“Aku harus pergi Luhan-a”

“Ah,ye sunbae

Eoh“gumam Jessica “aku senang bisa menceritakan uneg uneg ku padamu”

Ne

Jessica segera melangkah pergi dari sana. Meninggalkan Luhan sendirian,bersama semilir angin sepoi yang membelai lembut kulit wajah pria bermata rusa itu

.

.

.

Jessica tak yakin akan masuk ketika dia berdiri diambang pintu ruangan sang guru. Namun seseorang secara tiba tiba mendahului tangannya yang masih bertahan diudara. Tangan yang tadinya berniat memutar kenop pintu

“Kalian sudah datang ternyata”

Oh sehun dan Jessica jung. Mereka berdualah yang kini berada dihadapan Kim songsaengnim

Saem… Kenapa kau menyuruh Tao menyeretku kesini?!”

“Tenanglah dulu!”

Pria hampir paruh abad itu berdehem sebentar,sekalian memperbaiki posisi duduknya. Lalu mimik wajahnya berubah,semakin menjadi serius

Saem…”

“Aku… Memutuskan untuk tidak melibatkan Jessica lagi dalam proyek penelitianku lagi”

Mata Sehun juga Jessica membelalak. Dan pria itu beralih,menatap lekat gadis disampingnya itu

.

.

.

“Jessica harus fokus dengan ujian dan beasiswanya ke Kanada. Dia terpilih menjadi penerima beasiswa kuliah disana”

Penjelasan yang masih mengiang ngiang dikepala yeoja itu. Dia tak salah dengar? Apa ini semua…

Yak! Fokuslah saat berjalan!”

Omelan yang terlontar dari pemilik nama Oh Sehun itu lantas menyadarkan Jessica dengan cepat. Gadis itu menatap sendu pria itu

“Apa?”

“Ah,aniyo“ujar Jessica lirih “aku…”

Chukkae

“M-mwo?”

“Kau akan segera kuliah di Kanada bukan?”

Tak satupun kata yang terpikirkan dibenak yeoja itu untuk membalas ucapan Oh Sehun. Apa yang kemudian terpikirkan olehnya adalah pria itu seperti sedang mengantarkannya pada perpisahan. Dia tidak mengharapkan yang seperti itu. Apalagi dari pria bernama Oh Sehun itu

.

.

.

Hari seperti menutupi semua yang terjadi. Semua orang,semua kegiatan tetap seperti biasa. Bahkan kota Seoul masih saja diliput macet.

Namun… Ada sesuatu. Sesuatu yang pasti berubah

Ting Tong

Seseorang baru saja menekan bel didepan pintu apartemennya. Dan kalian tahu,bagi Oh Sehun bunyi bel tidak lebih dari sebuah gangguan baginya. Tetapi… apakah jika dia tahu siapa yang menekan bel itu,dia masih akan berpikir itu mengganggu?

“Hei Sehun”

Oh,Luhan ternyata. Sendirian? Tidak. Nyatanya setelah menjauhkan wajahnya dari camera yang terpasang didepan apartemen milik Oh Sehun itu sosok yang lain terlihat berada dibelakang Luhan. Seohyun

Annyeong…sehun-sshi

Gadis itu ikut menyapa. Tak lupa seulas senyum manis terukir dibibirnya.

“Kalian rupanya”

Pria itu teringat akan sesuatu,hingga matanya tanpa dia sadari terus menjelajah,mencari cari apa yang tiba tiba terlintas dibenaknya.

Tak menemukannya melalui webcame,dia lantas segera membuka pintu apartemennya.

“Sehun,kau…”

Mata lelaki itu masih mencari…

“Hei!”Panggil Luhan “kau mencari apa?!”Tanya namja itu kemudian

Begitu Luhan menanyainya… Dia pada akhirnya tersadar. Yang dia cari… Memang tidak ada

Sehun mematung,tatapannya berubah. Kekecewaan terdapat diantara binar redup dimata kelamnya itu

“Kau ingin memperlambat pengerjaan penelitian ini,Oh Sehun”

Oh iya,penelitian!

“Ayo masuk”

“Nah,harusnya semenit sebelum ini kau sudah melakukannya”

“Berisik kau,hyung!

“Terima kasih”

“Apa aku terdengar sedang memujimu?”

“Kuanggap setiap kata pedasmu itu adalah pujian untukku”

“Terserah kau”

Perdebatan kecil itu berakhir dengan mereka masuk kedalam apartemen Sehun. Sementara itu sang pemilik masih berdiri diambang pintu yang menganga

Kau akan segera kuliah di Kanada bukan?

Kata kata yang diucapkannya tempo hari,kembali membayang. Dan kata kata itu kini menjadi sesuatu yang dia sesali.

Kata itu seperti menyuruhnya pergi dari negara beribukotakan Seoul ini.

Oh… Damn! Ada apa dengan pria itu?

=Who is Your Love=

Aneh menyadari bahwa dirinya tidak cemburu sama sekali dengan suguhan cerita romansa dadakan bak FTV membosankan yang sering di tv. Dua remaja yang dilanda kasmaran,berusaha menutupi perasaan namun pada akhirnya justru gerak motorik mereka yang menampakkan cinta itu. Huek!

Pandangan Sehun tak sengaja teralih pada sebuah kursi yang bergeser arahnya. Berbeda dengan kursi lain yang tertata rapi.

Itu… Ciuman pertamaku

Seseorang yang pernah mengucapkan itu. Ucapan yang entah mengapa membawa kembali ingatan Sehun pada kejadian yang dia anggap memalukan. Setidaknya,sebelum gadis yang tidak Sehun ketahui namanya itu tidak lagi datang kesini. Memancing emosinya,tersenyum jahil padanya,mengunyah permen sembarangan. Semua yang gadis itu lakukan,pada akhirnya menjadi sesuatu yang begitu dia rindukan.

“Jessica eonni… Katanya akan berangkat minggu depan”

Mwo? Bukannya ujian akhir baru akan dilaksanakan bulan depan?”

“Eoh. Tapi kata beberapa informan dikelas,Jessica eonni akan segera pergi. Dia akan mengikuti ujian via online”

“Wah… Padahal dia sunbae yang benar benar bisa akrab denganku…”

Eoh

Pembicaraan yang mengarah pada sosok yang sejak tadi mengganggui pikiran Sehun. Pria yang mendapatkan hati gadis yang dia sukai,dan gadis yang dia sukai namun bukan lagi yang dia pikirkan itu akhirnya membangkitkan sebuah rasa. Rasa yang menuntunnya berlari,meninggalkan apartemennya. Berlari menyusuri jalanan Seoul yang cukup ramai itu.

.

.

.

Lelaki itu terus berlari hingga akhirnya dia menyadari satu hal : untuk apa dia berlari? Untuk apa… Atau mungkin untuk… Siapa?

Rasa yang kemudian menjadikan tekad menggebu gebunya tadi menciut. Kini banyak pertanyaan yang tak jelas mengganggui pikirannya

“Oh… Sehun?”

Namun tiba tiba suara itu menghentikannya seketika. Membekukan kerja otaknya. Menghilangkan dan menghentikan waktu. Sehun merasa seperti itu,kurang lebih

“Kau…”

“Sehun-a… Kenapa kau-“

Nalurinya menggerakan tubuhnya,berlari kecil menghampiri gadis yang tengah berdiri menatapnya sambil menenteng sekantong penuh belanjaan dan memenjara tubuh gadis itu dalam dekapannya yang begitu erat

“S-sehun…”

“Jangan tanya apapun. Aku mohon…”Sehun berbisik lembut ditelinga gadis yang berada dalam penjara kecil pria itu “biarkan aku memelukmu seperti ini… Sebentar lagi”

Tak berniat menolak,apalagi melepaskan diri. Namun juga tak berani membalas rengkuhan hangat ini. Demi apapun,Jessica berharap waktu membekukan semuanya. Biarkan dalam semenit,hanya mereka satu satunya yang tak membeku,hanya mereka yang berada dalam kehangatan. Hanya mereka… Ya,hanya mereka

=Who is Your Love=

“Jadi… Kau ingin bilang jika kau… Merindukan aku?”

Lelaki itu menatapnya tajam. Tapi gadis itu bahkan tak lagi peduli. Baginya tatapan itu sama saja. Asal mata yang memandang sinis itu milik Oh Sehun,bagi Jessica itu sebentuk mata dengan kehangatan.

“Y-ya… Aku rasa… Begitu”

Jessica terkekeh mendengar nada suara yang jelas sekali gugup itu. Mereka sedang berada disalah satu restoran Prancis. Restoran yang kata Jessica memiliki rasa yang khas dalam tiap sajian masakannya.

“Lalu?”

“Apalagi?”

“Aku ingin tahu,aku ingin mendengar kata kata selanjutnya darimu!”

“Kau berisik”

“Terima kasih”

“Kau kira aku sedang memujimu?”

“Bagiku apapun yang kau katakan,semenyakitkan apapun itu kuanggap sebagai pujian”

Mwo?”

Baru saja obrolan itu akan menjadi perdebatan kecil diantar mereka jika seorang pelayan dengan apron manis datang menghampiri mereka

“Ingin paket makan untuk pasangan?”Tanya pelayan itu. Mengapa pelayan itu langsung mengambil kesimpulan sendiri tentangnya dan gadis yang merekomendasikan–tepatnya memaksa–untuknya restoran ini? Apakah kami terlihat seperti… Itu?

“Eum… Aku ingin secangkir kopi”ujar Jessica “dua cangkir. Tapi aku ingin kau mengukirkan inisial nama kami diatasnya. Bisa?”

“Tentu. Asal kalian tuliskan nama kalian diatas secarik kertas”

“Oh,arra

Jessica baru saja akan mengambil secarik kertas yang disediakan pihak restoran dimeja tersebut jika Sehun tidak segera mengambilnya duluan

“Biar aku yang menuliskan”

Kemudian pria itu sibuk mengguratkan tulisan tangannya diatas secarik kertas itu. Namun ketika akan menuliskan sesuatu,dia berhenti… Kemudian menatapi wajah gadis dihadapnnya itu.

Waeyo?”

Sehun tak langsung menjawab. Pria itu sibuk memikirkan apa yang kiranya akan dia katakan agar… Gadis itu tidak mengamukinya

“Sehun-a!”Protes Jessica “ppaliwa!

Dengan sedikit menelan salivanya,pria itu berusaha setenang mungkin.

Dia akan mengatakannya…

“Maaf,tapi namamu… Aku tidak hapal”

Jatuhlah batu yang entah sebesar apa,menghantam Jessica dengan segera

“KAU….”

“AKU…”Jessica mengepal kesal,lantas kemudian bersiap untuk berteriak “JESSICA JUNG!!!”

Dan Sehun telah bersiap untuk kenyataan terburuk…

Restoran bernuansa romantis

Disinggahi mereka… Dua orang aneh yang saling menyimpan rasa

Jadi… Siapa yang dicintai sang tokoh utama?

.

.

.

Epilog

Sehun meninggalkan sepasang insan bersama tugas penelitian mereka. Keduanya saling melempar pandang,sebelum akhirnya…

“Siapa yang kau cintai?”

Pertanyaan yang membuat Seohyun membelalak. Ditatapnya manik rusa yang tengah memandangnya dengan serius.

“Pria yang aku cintai…”

Luhan mulai gugup. Sibuk menegak salivanya.

“Pria yang selalu bersikap apa adanya”

Oh tuhan…

“Pria yang kadang suka bersikap aneh”

Apa aku bersikap aneh? Apa percaya diriku terlalu tinggi hingga berpikir pria yang dia maksud…

“Pria yang pernah sekali mengecup keningku”

Aku pernah melakukannya…

“Dan pria itu…”

Luhan,matilah kau… Jika ini bukan dirimu

“Bukan Oh Sehun… Tapi Xi Luhan”

Epilog End

 Author Talks

Astaga! Ending yang aneh bin gaje… Aku gak nyangka aku bisa bisanya bikin alur buat endingnya jadi kayak gini. Oh tuhan!

Aku harus mengucap maaf yang sebesar besarnya untuk kalian karena endingnya. Ini aku usahain buat ditamatin karena baru selesai UAN dan harus mulai menyibukkan diri mengurus urusan perkuliahan. Dan aku ingin ekstra berusaha untuk fokus pada perkuliahanku ini ^^

Aku harap —untuk saat ini setidaknya— gak ada yang bakal komen ‘ini ngengantung,butuh sequel’ atau komentar sejenisnya. Aku takut bikin kalian nyangka author yang rada autis(?) Ini suka PHP-in orang. Tolong jangan sematkan istilah itu ke author. Jika menurut kalian last chapter ini ngegantung aku gak keberatan jika dikomentar nanti kalian menuliskan gambaran seperti apa sekuel semisal authornya benar membuatkan sequel fic ini. Aku gak ngelarang orang bikin imajinasi dari hasil karya aku. Hitung hitung imajinasi kalian bisa jadi refrensi juga buat aku nanti. Cuma yang pasti untuk saat ini aku gak ingin kalian nulis komentar yang bunyinya kayak gitu–liat tulisan yang tercetak tebal

Ok,karena aku gak pinter cuap cuap jadi aku udahin aja. Ntar jadi tambah ngaco ngomongnya. Sekian

Comment Juseyo…😀

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Friendship, life, Romance, School Life dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke [3Shot] Who is Your Love? 3 (Ending)

  1. ctgorjessimoet berkata:

    wah thor udh lm gk kesini…
    & gk nygka udh smpai enfing q j bru bc part 1 nya, bhkan part 2 blum tuh…
    eh tryta walau pun sehun sdkit trlmbat mgenali prsaannya,q fkir hunsica itu bner2 sweet…jhat bget y sehun suka orgnya tp gk ingat nmnya jgn smpe amnesia y pak…hahaha….
    ok thor ditggu ff mu lainnya…
    & ijin bc part 2…

  2. nia berkata:

    Annyeong thor
    ciye.. ciye.. kyak ftv INA jessica n thehun n ada accidnt ehem.. kisssnya
    yeye..ye… njjang seoha.. tp kok aku athian ma thehunnya tp untng thehun udah nyadrin prasaannya
    ditunggu krya thor yg lain
    please tkh.utma ssekali seobaby hehe🙂

  3. JessJung berkata:

    Wah keren banget thor,,
    mereka pasangan aneh,, terutama HunSica/plak!/
    Sehun menurutku konyol,, nama Jessica aja gk hafal -_-
    Jadi ini udah end ya thor?? Sayang padahal ff nya bagus,, aku kira HunSica bakal ada romance diakhir ternyata malah konyol hehehe
    ditunggu ne ff author yg lain.. Fighting!!

  4. rytazza berkata:

    huaaaaa… aku kira sehun dan luhan yg cinta ama jessica tapi kok ke seihyun.. tapi untungnya sehun yg cinta ama sica.. hehehhehe,…. sequel…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s