a Compilation Drabble’s (Part I & II)

drabble compilations poster

2015,Fadila Setsuji Present

.

.

.

A Compilation Drabble’s

|| Author : FadilaSetsuji || Genre : Romance,Sad,little comedy,School,Life || Length : Drabble ||Main Cast : Seo Joo Hyun-Luhan-Oh Sehun-Ahn Yoonjeong (OC) ||Support Cast : Ihm Yoona as Ahn Yoona-Oh Sejoon (OC) ||

Note : maaf untuk typo yang bertebaran dan bahasa yang ala-kadarnya (?) =D

=Happy Reading=

.

.

.

Drabble 1 : Kenangan buruknya….

Memasuki bulan ini,langit diatas sana yang membiru sedikit terhalangi pucuk pucuk sakura yang telah mekar. Mungkin bulan ini,Sakura sakura itu ingin tampil. Menyuguhkan keindahannya,untuk sekedar memuaskan pasang demi pasang mata yang menyaksikannya. Sepertinya bulan ini,hari akan berlalu dengan indah. Benarkah?

Sakura yang mekar,langit biru cerah sepertinya bukan jaminan kebahagiaan bagi semua. Nyatanya,gadis bersurai hitam legam itu kini tengah menapaki jalanan dipagi hari yang masih cukup sepi dengan raut wajah yang sama sekali takkan kau dapati kebahagiaan di’sana’. Tubuh gadis itu dibaluti jaket pink pudar tebal dan juga sebuah syal senada yang menutupi hampir separuh bagian wajahnya.

Hatsyi!

Rupanya gadis itu tengah menutupi hidungnya,mencegah agar kedua lubang itu tidak dimasuki serbuk bunga. Ya,dia alergi terhadap serbuk bunga.

Hats-”

Puk… Baru saja gadis itu hendak bersin,seseorang menggagalkannya dengan memberikannya sebuah tepukan agak keras tepat dipunggunggnya. Lantas gadis itu menoleh dan tak lupa tatapannya menajam ketika memandangi sosok tersebut

Annyeong,Seo”sapa namja yang ternyata adalah pria blonde dengan tag namenya… Oh Sehun. Pria itu dengan wajah tidak berdosanya menyunggingkan sengiran yang semakin menajamkan tatapan gadis bernama Seohyun itu terhadapnya

Yak! Oh Sehun!!! Kau… HATSYI!

Niatan semula untuk memarahi seorang Sehun sepertinya harus Seohyun urungkan dulu,mengingat bersinnya dimusim semi akan menjadi bersin terparah dalam lembaran sejarah hidupnya. Alergi cukup parah yang melandanya dimusim yang begitu indah

“Ckckck,alergimu pada serbuk bunga parah Seo”ujar Sehun

“kau juga sama,kan?”

“Tapi tidak separah dirimu,Seo. Benarkan?”

Eoh. Hajiman…(tetapi…) Aku pikir hanya dimusim sakura saja bersinku akan jauh lebih parah”jelas Seohyun seraya menggosoki hidungnya yang memerah itu.

“Hahahaha,mungkin kau terkena kutukan bunga sakura”ledek Sehun. Namja itu terkekeh,memancing amarah Seohyun

BUK..! Sebuah pukulan yang mengena tepat diperut rata namja itu,membuatnya mengerang. Sepertinya Sehun melupakan sesuatu,bahwa tinju Seohyun akan terasa efeknya selama dua hari. Dan ketika sakit itu telah terasa,barulah Sehun ingat. Seohyun adalah teman SMPnya,yang suka memukulinya.

Yak! Seo!!!

“Makanya jangan suka menggodaiku!”

Lantas gadis yang masih dengan tatapan tajamnya itu beranjak dari tempatnya memijak tadi,meninggalkan Sehun yang masih setia memegangi perutnya.

Seohyun kemudian melangkah,berusaha untuk menciptakan jarak yang sejauh mungkin dengan Sehun. Gadis itu telanjur kesal dengan Sehun dan juga alergi serbuk bunganya yang parah itu. Dia terus melangkah,sesekali menghentak dengan kasar diantara langkahnya itu sebelum kemudian tubuhnya berpapasan dengan tubuh seseorang. Membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh

Yak!“Seohyun merutuk “bisakah kau fungsikan matamu itu dan…”

Seohyun baru akan melanjutkan ucapannya,namun terhenti begitu tahu siapa pemilik tubuh yang baru saja berpapasan dengannya itu. Seorang lelaki dengan setelan t-shirt senada warna langit musim semi dan tak lupa syal yang menutupi perpotongan lehernya. Lelaki yang kini mencondongkan tubuhnya,membuat wajah mereka kini sejajar “Seo..Hyun?!”

Beberapa detik,Seohyun membungkam. Tak mampu berkata-kata. Semua terasa hening bagaikan waktu terhenti tepat saat itu juga… Hingga kemudian suara lelaki itu memecah suasana “aku Luhan… Ingat tidak?”

Kata-kata yang baru saja terucap dari lelaki itu secara cepat membuat gadis itu tersentak. Diapun bangkit dari posisinya sambil menepuk-nepuki bagian dari bajunya. Menyingkirkan partikel debu yang menempel “hei,ingat aku?”

Sekali lagi,lelaki bernama Luhan mencoba melempar tanya yang mana memaksa Seohyun untuk kembali memutar otaknya. Mengembalikan kepingan ingatannya yang dimana seorang Luhan ada didalamnya

Neo…(Kau…)”Seohyun memicing tajam,tepat setelah keping ingatan itu tergambar. Dia kini ingat,siapa namja dihadapannya itu “orang yang…”

Sebelum sempat berkata-kata lagi,Luhan menarik tangannya dan memosisikan bibirnya tepat didepan telinga Seohyun “akhirnya kau mengingatku… Gadis dengan underwear pink”

Dan kepingan ingatan itu,ditambah dengan bisikan lirih dari seorang Luhan adalah dua alasan yang membuat wajahnya kini memerah. Panas.

Ditatapnya Luhan dengan kesal “m-mwo?!”

Lelaki itu mengangguk-angguk sembari tersenyum menyeringai “kau… masih menggunakan underwear itu,nona Seo?”

Mata Seohyun membulat. Wajahnya kini dihiasi semburat merah. Kali ini sudah seperti kepiting rebus “n-ne?!”

Aigo…(Ya ampun…) Kau ternyata tidak bertumbuh yah…” Laki-laki itu—Luhan menampakkan seringainya,membuat tangan Seohyun reflek bergerak menyentuh rok yang dikenakannya.

“Dan… Sepertinya… Alergimu itu masih belum sembuh juga..”Dia menjeda sejenak. Kemudian seringainya semakin terlihat “bocah?”

Hari itu…

perjumpaan tanpa direncanakan…

Perjumpaan yang mengembalikan kenangan buruknya…

Dan

Orang yang paling tidak ingin ditemuinya dibelahan dunia manapun itu… Akhirnya kembali

Luhan… Kenangan buruknya.

.

.

.

Mengherankan apabila seorang Seohyun bersedia untuk berjalan-jalan,mengelilingi pusatnya Korea Selatan dengan seorang Luhan. Mengingat begitu bencinya dia terhadap sosok yang selalu mengingatkannya dengan semua hal buruk. Hal buruk..!

Akan tetapi,perjalanan itu (ternyata) bukan berdasarkan kemauan gadis itu. Lelaki itu,Luhan… Dia yang memaksa Seohyun. Mengancamnya dengan bermacam hal dan ditambah dengan lengan namja itu yang terus menarik kerah jaketnya. Dengan begitu,secara otomatis gadis itu tak mampu berkutik lagi.

Yak!“Seohyun berseru. Luhan menoleh dengan tatapan malas sembari bertanya “waeyo? (Kenapa?)”

“Kenapa harus aku yang menemanimu,eoh?! Ajak saja kekasihmu!”

Mendengar ucapan Seohyun itu,membuat Luhan mendesah “aku… Tidak-punya-kekasih-nona!”luhan berujar sembari memberi penekanan pada tiga kata terakhir yang diucapkannya. Lelaki itu kemudian memasukkan tangannya kedalam saku blazernya. Dan sepertinya Seohyun merasa tidak puas dengan penegasan Luhan itu. Dia kembali bertanya

“Tapi… Kenapa harus aku? Kau kan populer dulu. Jadi,kemana para penggemarmu itu,huh?”

Tanpa diduga,Luhan menatapnya dengan tubuh yang kemudian condong kearahnya itu. Seohyun mendadak panik “y-yak!

“Kau…”

Deg deg… Seohyun dibuat berdebar oleh tatapan itu. Mata itu beradu dengan matanya. Kedua mata bak jelaga itu bertemu “a-aku… Kenapa?”

Luhan tersenyum sembari mengarahkan jemarinya tepat ke dahi Seohyun. Membuat gadis itu terdiam “cerewet sekali…”

Luhan kembali melangkah dan jemarinya dia masukkan kembali kedalam saku blazernya.

Dan Seohyun? Gadis itu masih tetap dalam posisi diam sembari menyentuhkan jemarinya pada dahi—tepatnya pada bagian dimana jemari Luhan itu menyentuhnya

Luhan menyadari itu dan tersenyum ‘jika kukatakan alasan sebenarnya… Akan seperti apa ekpresimu nanti?

.

.

.

Flashback

“Aigo.. (Ya ampun…),jadi kau akan menyatakan cinta pada Seohyun?!”

Sehun nyaris terjatuh dari kursi yang didudukinya begitu mendengar apa yang dilontarkan Luhan barusan. Dia tak pernah menduga sebelumnya bahwa lelaki yang sering sekali membuat kesal teman sepermainannya itu ternyata diam-diam menyukai sahabatnya tersebut.

“Hn… Aku menyukainya. Aku menyukai sahabatmu itu,mannequin”

Sebuah senyum kemudian menghiasi wajah lelaki yang sering dipanggil mannequin itu. Dia kemudian bangkit dari kursinya dan menepuk pelan pundak lelaki itu “baiklah… Aku memberimu izin,Luhan”

Luhan menatapnya heran “siapa juga yang perlu izin darimu,huh?!”

“Jadi,apa tujuanmu mendatangiku?”

“Aku… Butuh bantuanmu”

Lelaki mannequin itu kontan dibuat terkejut…

.

.

.

‘Apa kau akan menyukai ini semua,Seohyun?’

Luhan melangkah dengan sebuah pertanyaan yang sama,yang amat mengganggu pikirannya saat itu. Disatu sisi,dia ingin segeranya memiliki Seohyun. Dia tak ingin berlama-lama… Bahkan jika saat ini dia adalah seorang lelaki dengan usia dan hidup yang mapan,tak perlu menunggu lama dia akan segera melamarnya. Tapi… Untuk sekarang,paling tidak dengan menjadikan teman bertengkarnya itu sebagai kekasih… Maka,beberapa lelaki yang dia tahu menyukai Seohyun akan memilih langkah mundur.

Setelah namja itu selesai dengan urusannya,kini dia bergerak menuju ruang kelasnya dengan seikat bunga pink dan sebuah kotak berbentuk hati yang dihiasi pita berwarna pink,bermotif polkadot. Dengan keyakinan yang mulai dibangunnya dalam hati itu… Dia melangkah menuju kelas.

Tetapi,langkah mantap dan senyuman itu dengan cepat terhenti ketika matanya menyaksikan dua orang yang tengah saling berpelukan… Dan dia mengenal dengan baik siapa mereka.

Hujan deras dan angin yang bertiup kencang itu seperti menyapu habis semua hal,termasuk kebahagiaannya saat itu juga.

Luhan tertunduk lemah. Menatapi pemandangan didepan matanya dengan tatapan sendu. Membiarkan dirinya melupakan lukisan wajah yang dibuatnya dengan bersusah payah diatas lapangan sekolah.

wajah dari gadis yang dicintainya…

***End of Drabble 1***

 .

.

.

Drabble 2 : Sore itu… Mereka berbagi tangis

Rasa sakit yang tertinggal akibat pukulan Seohyun itu nyatanya masih terasa. Meski tak lagi sesakit tadi.

Sehun memutuskan untuk pulang saja,daripada berlalu lalang tanpa tujuan seperti sekarang. Dalam perjalanannya,lelaki itu sesekali merapatkan syal yang menutupi perpotongan lehernya,terkadang juga mengelusi hidungnya yang kini berubah merah itu. Sama dengan Seohyun,Sehun pun biasanya mendapat penyakit dimusim semi.musim bermekarnya sakura. Sepertinya musim semi dan sakura memang tidak bersahabat dengan kedua teman sepermainan itu.

“Aih… Musim menyebalkan!”

Sehun merutuk sembari melangkah,melewati jajaran toko disekitar trotoar jalan kota Seoul. Terus melangkah sampai langkahnya terhenti didepan sebuah toko yang memajang set pakaian untuk pengantin. Matanya kemudian tertuju pada sosok yang tengah tersenyum. Sosok itu terlihat begitu bahagia… Terlebih ketika menatap sosok seorang lelaki yang baru saja menghampirinya. Keduanya terlihat serasi mengenakan set pakaian pengantin berwarna gading itu.

Meski sedih… Sehun mengusahakan dirinya untuk tetap tersenyum. Menyaksikan gadis yang sejak lama mengisi bagian terdalam dihatinya… Berbahagia

“Kau dan hyung… Sangat serasi,Yoona nuna

Dan Sehun kembali merapatkan blazernya sembari melangkahkan kakinya. Pergi

 

Flashback

“J-jadi… Yoona eonni…”

Sehun tersenyum tipis lalu mengangguk. Matanya memperlihatkan bagaimana teman sepermainannya itu bersedih karena cinta. Begitu sedihnya. Kenyataan bahwa gadis yang dicintai akan segera menjadi pendamping hidup sang kakak… Itu menyakitkan. Teramat sangat…

“Se…hiks…sehun-na…”

Seohyun kini menangis. Gadis dihadapannya itu tampak mengusapi matanya berkali-kali,namun tak menghentikan tangisnya sama sekali.

“Ulljima… Seo-a…”

Tubuh itu kemudian merengkuh tubuh Sehun. Dan tangis Seohyun semakin pecah,membuat Sehun pada akhirnya ikut menangis…

“Seo-a… Yoona nuna… Akan segera menjadi milik Sejoon hyung”

Dan sepasang teman sepermainan itu kini melewatkan sore dihari itu dengan tangisan

***End of Drabble 2***

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Fanfiction, life, Romance, Sad dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke a Compilation Drabble’s (Part I & II)

  1. Haeril Jjang berkata:

    Agk bingung jg ma jln crtx.sbnrx cpa yg menghianati luhan dlu?
    llu cpa & cz ap seohyun nangis d pelukn luhan?
    n knp jg seohan g akur stlh prtemuanx kmbl..
    next chapx jgn lm2 y chingu,,FIGHTING…!!!!!!!!

    • FadilaHan berkata:

      annyeong,Haeril-chan~~
      kebingunganmu adalah bahan koreksi untukku ^^ agar bisa lebih memperjelas penggambaranku. Neomu gamsa~~ (_ _)#BOW
      eum..,untuk 2 drabble ini kupikir tidak ada unsur menghianati dan kupikir walaupun mungkin tidak begitu jelas tapi cukup ketahuan siapa namja yang memeluk Seo pada saat itu ^^
      Tentunya ada sebab untuk itu,dan jika memang dirasa belum ada penjelasan mengapa keduanya bak musuh bebuyutan insyaallah akan terjawab pada drabble selanjutnya ^^

      iya,kuusahakan ^^ Terima kasih untuk komentar dan kunjunganmu ke blog sederhanaku ini,Haeril-chan~~ ^—^

  2. Nia berkata:

    Oke aku dikit bingung tp aku fham knp seo ma sehun plukan p
    tp gmna dgn luhan apa dia akan menyatkn prasaannya?
    Itu flashback ke masa lalukan thor
    n musim sakura skrang luhan akn myatkn cintanya?

    • FadilaHan berkata:

      untuk beberapa bagian mungkin tidak cukup baik saya gambarkan sehingga kalian dibuat bingung. Jeongseonghamnida~~

      untuk adegan FlashBack biasanya saya italic🙂

      mungkin di chapter selanjutnya akan dibahas untuk itu ^^

      terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca dan berkomentar di FFku ini🙂

  3. lia berkata:

    aq ngerti ko ma jln critany
    Yg ngebingungin,,kn sehunny yg pth hte
    Tp knv seony yg nangis,,
    ap krna seo jg pny mslh
    Lnjut eon…
    Cpetan ya
    Pnsarran nih….
    Fighting

    • FadilaHan berkata:

      Alhamdulillah jika ceritanya bisa dimengerti, hehe =D

      “Sahabat mengerti kita dengan baik, sehingga tak jarang ikut menangis ketika kita bersedih” Dari ungkapan sederhana inilah inspirasi itu datang ^^

      karena setiap orang yang hidup memiliki masalah, maka pasti tokoh Seohyun juga memiliki masalah sendiri🙂

      insyaallah disegerakan ^^ Terima kasih untuk komentarnya yah,Lia-chan~~🙂

  4. Ping balik: [Part III] a Compilation Drabble’s | HimawariSky Blog ( ヒマワリ )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s