[Remake] Social vs Science 1

New Social vs Science 1

Prolog

Kehidupan selalu menyajikan sebuah cerita,tak terkecuali kehidupan para remaja yang tengah berlomba menimba ilmu. Sekolah elit,yang menciptakan jarak bagi mereka yang berkemampuan dan yang tidak digariskan oleh yang kuasa dengan hal tersebut. Dalam berbagai hal,akan tercipta banyak kesenjangan satu sama lain.

IPA dan IPS…. Contoh dari dua hal yang memiliki kesenjangan tersebut. Memperlihatkan karakter orang orang didalamnya yang masing masing amat sulit menyatu. Asumsi asumsi dari kebanyakan orang menjadikan kedua jurusan itu disematkan level kualitas para siswanya yang kerapkali level itu menjadikan mereka dipandang sebelah mata

Jurusan yang selalu orang katakan dihuni para jenius,mereka yang bermasa depan jelas. Mereka yang memiliki kelebihan dalam berbagai bidang. Serta merekalah orang dengan segala kemampuan dibawah anak yang lain… Jurusan IPA

Berikut,jurusan yang selalu orang katakan sebagai buangan bagi mereka yang gagal dalam segi akademik. Mereka seringkali dipandang sebelah mata,siswa dengan gelar tak mampu yang tersemat untuk mereka. Orang orang tak berkeinginan melirik mereka. Padahal mereka pun mampu. Mereka bisa,namun asumsi asumsi yang kemudian mengubur bakat terpendam mereka. IPS

Kedua jurusan ini… Akan selalu dipertemukan sebagai dua pesaing. Berkompetisi mendapatkan tempat,berkompetisi untuk menaikan pamor dan memperbaiki citra buruk. Dalam ajang ‘Best Student’ Pembuktian kejeniusan mereka dengan masing masing ciri yang khas. Segala kelebihan yang berusaha melebihi kekurangan.

Mereka berbeda,mereka bersaing dengan segala kekurangan juga kelebihan…

—Social vs Science—

.

.

.

|| Title :Social vs Science || Author : Fadila Setsuji || Genre : Romance,sad,life,little-bit family,friendship,school life || Length : Chaptered || Cast : Suzy Bae-Xi Lu Han-Jung Soojung-Sehun Oh-Kris Wu-Park Hana-Lee Hyewon-Park Chanyeol ||

Note : maaf untuk typo dan segala kekurangan dalam fic ini. Aku hanya berusaha sebaik yang kubisa untuk karyaku ini (_ _)#DeepBOW

=Happy Reading=

.

.

.

Story 1 : “aku pun menginginkannya…

Diawal musim dingin seperti ini,gadis seceria Hyewon telah menyusun begitu banyak rencana dikepalanya itu. Banyak hal yang ingin dia lakukan. Tidak sabar rasanya dia ingin segera mencapai pintu kelas,menghampiri kedua lelaki aneh yang menjadi teman dekatnya selama ini untuk menyampaikan ide idenya.

“Hyewon-a!”

Sebuah suara yang kemudian terdengar ketika dirinya baru saja terpikirkan rencana lain. Suara yang Hyewon mengenali betul siapa pemiliknya “Eoh,Soojungi!!!

Gadis yang dipanggil Soojung itu kemudian melambaikan tangan “Hyewon-a,Jamkkanman!

Soojung lantas menghampiri Hyewon dengan berlari. Cukup terkuras tenaga Soojung ketika gadis itu berlari,karena jalan yang sedikit menanjak. Namun pada akhirnya dia bisa berdiri tepat disamping sahabatnya itu “Hihi,olahraga dipagi hari cukup menyegarkan bukan?”Celetuk Hyewon. Tak lupa gadis itu menampakkan sengiran khas dirinya

Yak~~ Hyewon”

Mwoya?”Hyewon terkekeh disela sela dirinya mengucapkan kata itu

Soojung menampakkan senyumnya sebelum kemudian melingkarkan tangannya di lengan sang sahabat “Kajja!

“Kukira apa”Ujar Hyewon “Ne,kajja!”

Dan kedua gadis yang juga bersahabat itu lantas melangkah bersama,menuju gedung sekolah yang terletak kurang dari beberapa langkah.

“Jadi…Kenapa kau ke sekolah sendirian? Mana Lu Han?”Tanya Hyewon

“Dia sudah berangkat duluan. Aku harus membantu Han ajjuma dulu”

“Ibunya Lu Han,maksudmu?”

“Eoh”

“Memangnya kau membantu apa? Menyiapkan sarapan?”

Aniya”Ujar Soojung “aku hanya mengantarkan makanan saja untuk-”Soojung baru saja akan bercerita ketika tiba tiba seseorang menubruknya,membuatnya mengerang

“Yak,kau..!”

Lelaki itu lantas menoleh dan menatap sinis Soojung “Mwoya?!”

“Apa kau buta?! Bisa bisanya dengan jalan yang selebar itu kau masih menubrukku! Memangnya ruang untuk jalan sudah tak tersedia lagi untukmu, Oh Sehun?!”

Lelaki yang dipanggil Sehun itu merotasikan bola matanya sebelum akhirnya menghembuskan nafas dengan kasar “dan kupikir kaupun sama saja. Menggunakan fasilitas umum untuk mengobrol. Apa kalian tidak sadar dengan hak pengguna jalan lainnya,huh?!”

Hyewon tercengang mendengar penuturan Sehun itu. Dia menggertakan gigi giginya “Yak,berlebihan sekali kau!”Protes Hyewon “Memangnya apa yang salah dengan mengobrol dengan teman? Memangnya kau sendiri tidak pernah melakukan hal sesederhana itu Oh Sehun?!”

Hyewon menatapnya sengit. Dan itu memumculkan seringai diwajah tampan nan putih bak mannequin milik Sehun “Geureom. Aku memang tidak pernah melakukan hal itu. Menyiakan waktu saja”Setelah mengucapkannya si pria mannequin itupun pergi

“Yaish,jinjja…”

“Sudahlah Hyewon-a,dia memang seperti itu bukan?”

Matta! Dia itu menyebalkan sekali!”

.

.

.

“Jangan biarkan appa menjemputmu,arraseyo?”

Ne,omoni

Percakapan singkat itu berakhir dengan seorang gadis yang baru saja keluar dari mobil berwarna hitam yang selalu mengantarnya. Gadis dengan tagname Bae Suzy itu lantas tersenyum tipis sebelum kemudian mobil itu bergerak meninggalkan tempat tadi. Menyisahkan kepulan asap yang perlahan menghilang. Gadis itu kemudian mendesah

“hh~~”

Suzy mengeratkan tali tasnya sebelum akhirnya melangkah melewati gerbang sekolah. Dan tepat ketika kedua kakinya itu telah melangkahi beberapa siswa,dia tak sengaja mendengar bisik-bisik yang kemudian memperlihatkan bahwa gadis itulah yang tengah mereka bicarakan. Dia sedang digosipkan.

“Kau lihat tadi? Dia diantar dengan mobil”

“Eoh. Apa dia putri? Woah… Beruntung sekali yah menjadi putri seorang konglomerat”

Dan kupikir itu bagus seandainya status orang kayanya itu bisa menjadikannya lebih dipandang la-”

Grep… Kedua penggosip itu secara tiba tiba terhenti begitu merasa seseorang merangkul mereka. Keduanya menoleh secara bersamaan dan mendapati sosok seorang namja dengan tubuh jangkung dan sedikit ikal. Dia siswa dengan tagname Park Chanyeol

“P-Park Chanyeol?!”

“Maaf mengganggu acara bergosip kalian nona nona manis”

Dan kedua gadis itu mendadak berubah panik wajahnya. Tak menyangka jika akhirnya mereka akan ‘tertangkap basah’ seperti itu.

“J-jeosonghamnida

“Jangan minta maaf padaku,tapi pada Bae Suzy”

Chanyeol mengangkat dagunya,mengarahkannya pada sosok Bae Suzy yang kini tertegun. Dan kedua gadis itu akhirnya menunduk dihadapan gadis itu sebelum keduanya pergi dengan berlari. Terburu buru

“G-gamsahamnida… Chanyeol-nim

Lelaki bernama Park Chanyeol itu malah tertawa lebar seraya menggaruki tengkuknya. “Jangan padaku,tapi pada rus-“chanyeol baru saja akan menunjuk sosok yang tadinya berjalan bersamanya itu namun sosok tersebut malah menghilang. Tak tau kemana

“Heh??? Eodiga?!”Chanyeol mengerut dahinya. Lelaki itu semakin aktif menggaruki tengkuknya. Menandakan dia yang tengah bingung

Nugu?”

“Itu,Lu-“chanyeol membungkam mulutnya seketika begitu mendapati dengan mata legamnya itu sosok yang tengah berjalan. Seorang siswi yang tangannya tengah melingkar dilengan kekar seorang siswa. Kris Wu dan Park Hana…

Untuk sesaat,mata Park Hana dan Park Chanyeol saling menatap “mwoya?”Hingga akhirnya sosok bernama Kris Wu itu mengucap kata yang membuat Chanyeol tersadar.

“A…”

“Itu… dia ada disana”kris menunjuk belakang tembok disamping kanan gerbang sekolah. “Dan kau Hana… Lepaskan aku!”

Gadis bernama Park Hana itu juga kemudian tersadar dan langsung melingkarkan tangannya dilengan seorang Kris “aniya,wangja*!”Hana berkeras. Dia melayangkan tatapan sinis kearah Bae Suzy dan Park Chanyeol secara bergantian sebelum kemudian dia menarik pemuda Wu itu bersamanya “kajja!

“Tck! Dasar kau”

Kris membungkuk hormat sebelum akhirnya membiarkan dirinya—tangannya— ditarik oleh Hana. Meninggalkan Suzy dan Chanyeol disana

Suzy menyadari sesuatu dari raut wajah Chanyeol pada saat itu. Ada perasaan yang menguar,namun tertahan oleh sesuatu yang entah apa. Singkatnya Chanyeol tengah menyimpan rasa mengganjal yang begitu terlihat dari wajahnya itu “c-chanyeol-nim..?

“Ah,ne?”Lelaki bertubuh menjulang(?) Itu tersadar

“Apa kau… Mengenal Park Hana sebelum ini?”Suzy mencoba berhati-hati dalam menayakan hal tersebut. Itu dirasanya adalah hal pribadi yang kurang baik apabila dia menanyakannya namun suatu perasaan memanggilnya untuk bertanya langsung pada Chanyeol

“Ya,kami saling mengenal…”Chanyeol menjeda ucapannya sebelum kembali dia melanjutkannya “tapi itu dulu sekali”

Dan Chanyeol menampakkan ulasan senyum tipis,sebelum akhirnya membungkuk dan pergi “aku duluan”

“Ah… Ne,Chanyeol-nim“ujar Suzy “gamsahamnida

Setelah Chanyeol pergi,Suzy lantas bergumam seraya menatapi tembok,atau lebih tepatnya tempat yang tadi Kris tunjuk. Gadis itu kemudian mendesah pelan “kenapa kau bersembunyi dariku… Lu Han-a?”

Sementara Suzy memandangi tembok itu,seseorang yang tengah berdiri dibelakangnya justru tengah mengacak surainya dengan frustasi “aish! Kenapa aku bodoh sekali! Kenapa harus bersembunyi begini?!”

Dan sosok itu… Adalah Lu Han

.

.

.

“Hana-sshi… Menjauhlah dariku!”

Kris dengan cepat menjauhkan lengan Hana yang melingkar ditangannya. Dan tepat ketika tangan itu tak lagi melingkarinya,sebuah gelang lantas terjatuh. Gelang yang diyakini Hana adalah milik Kris “Eoh?”

Kris menatap Hana setelah mendengar gadis itu menggumam “Waeyo?”

Hana bangkit dan menatap Kris. Menunjukkan gelang yang kini berada ditangannya itu. Sebuah gelang berwarna silver “Ini…Gelangmu,kan?”Tanya gadis itu kemudian. Kris lantas bergerak cepat,menyambar gelang itu hingga kemudian gelang itu telah berada ditangannya lagi “Eoh. Ini milikku”Ujarnya datar. Lelaki jangkung itu kemudian melangkah,meninggalkan Hana yang kemudian berlari menyusulnya “yak,jamkanmanyeong!

Kemudian lengan Hana kembali menggelayut dilengan berbalut seragam milik Kris sebelum seseorang berlari dan membuat tangan Hana yang menggelayut itu terlepas secara tiba tiba “yak!

Mendengar suara pekikan kesal Hana,sosok yang tengah berlari itu kemudian berhenti sejenak,berbalik dan akhirnya tersenyum “mianhae!!!

Hana kembali mendengus ketika sosok itu melanjutkan berlarinya “Ish! Yak,Xi Luhan!!!

Dan sosok tegap dari keluarga Wu itu hanya mendesah. Menyertakan gelengan pasrah diantara kegiatan mendesahnya. Keduanya berdiri diantara beberapa siswa. Siswa yang masing-masing sibuk berlalu lalang disekitar mereka

“Yak,Soojungi… Itu Luhan, bukan?”

Hingga sebuah suara terdengar diantara para siswa itu. Membuat iris legamnya mencari sosok itu…

“Eoh. Kajja,Hyewon-a!”

Dan dia menemukannya… Sosok Jung Soojung yang berlari dengan begitu bersemangatnya,meninggalkan seseorang yang kini tersenyum sembari meletakkan jemarinya disaku blazer yang dia kenakan. “Yak,jangan terlalu bersemangat!”

Gadis itu lantas berseru,sebelum kemudian melangkah pergi. Dan mata legam itu masih setia memperhatikan langkahnya,hingga…

“Hh~~ Kajja,wangja!

Hana menggelayut dilengannya dan memaksa lelaki itu untuk beranjak. Membiarkan mata itu kehilangan sosok tersebut. Lee Hyewon….

.

.

.

Oh Sehun,lelaki mannequin itu baru akan melangkah pergi ketika kemudian dia menyadari sesuatu… Sesuatu yang lain,yang kini melingkar dipergelangan tangannya. Sebuah arloji…

“Ini…”

 

Flashback

“Makanan untukmu!”

Seseorang–yang entah siapa– memasuki apartemennya ketika matanya masih setengah memejam. Lelaki mannequin kaget hingga matanya melotot dengan kedatangan sosok tersebut

“Yak! Sedang apa kau disini?!”Tanya Sehun kesal “dan bagaimana bisa kau masuk ke dalam,eoh?!”

Sosok itu kemudian mendengus “yak! Bisakah kau lebih ramah terhadap tamu?! Dan aku juga kesini karena Han ajjuma yang begitu khawatir anak menyebalkan sepertimu kelaparan!”

“Kau…”

“Apa?! Mau berdebat?!”Sosok itu kemudian menatapnya dengan tatapan menantang. Seolah baginya,Sehun adalah lawan tempurnya “kau kira aku-“

“Yak! Kau kira siapa kau,beraninya bertamu sedangkan ini masih pukul…”Sehun baru mengalihkan pandangannya pada jam dinding di apartemennya dan mendapati kemudian jam itu tak lagi berfungsi “enam?”

Sosok itu tersenyum sarkartis “yak! Bahkan kau mengira ini masih pukul enam?! Hidupmu sepertinya kacau yah,Oh Sehun?”

“Apa maksudmu?”

“Kau kesulitan mengurusi dirimu sendiri,bukan?”

“Diamlah!”

Sosok itu memberanikan diri melangkah mendekati Sehun setelah meletakkan kasar susunan rantang makanan dimeja pada apartemen itu. Lantas keduanya berhadapan “ulurkan tanganmu”

“Yak,wae-“tanpa menunggu persetujuan dari sang pemilik apartemen,sosok itu menarik lengan besar dihadapannya dan kemudian memasangkan sesuatu dipergelangannya

“Ar…loji?”

Sosok itu mendengus “aku hanya ingin sedikit membantumu. Paling tidak,kau harus tahu sekarang jam berapa…”Sosok itu berujar lembut sebelum kemudian berbalik memunggunginya dan melangkah mendekati pintu

“Yak,Jung Soojung!”

“Eoh?”

Sehun mendesah sebelum akhirnya menatap sosok yang dipanggilnya Jung Soojung itu “akan kukembalikan… Ketika jamku selesai diperbaiki”

“Eoh. Terserah padamu”

Percakapan itu berakhir dengan suara bantingan pintu yang (cukup) keras,yang dilakukan Jung Soojung

Flashback end

 

Lelaki itu memandang lamat arloji yang kini melingkari pergelangan tangannya,lalu memasukkan tangannya hingga arloji itu ikut masuk kedalam saku blazernya “ck,kenapa aku mau mengenakkan arloji pemberian gadis menyebalkan itu?”

.

.

.

Eoh. Kajja,Hyewon-a!

Seruan Soojung itu membuatnya menggeleng. Dalam hatinya dia berfikir…

 

Adakah orang lain yang sanggup menciptakan senyum indah diwajah sahabatnya itu?

Selain lelaki rusa yang tengah berlari disana?

 

Hyewon memilih untuk menyusul sahabatnya itu. Namun sebelumnya dia memasukkan tangannya kedalam saku blazer miliknya. Udara pagi sepertinya masih belum begitu terasa hangat. Hyewon kemudian berseru”Yak,jangan terlalu bersemangat!”

Gadis itu tersenyum dan akan melangkah menghampiri Soojung ketika seseorang menahan pergerakannya. Seseorang yang dengan seenak jidatnya meletakkan,bahkan mengacaki surai miliknya menggunakan siku.

“Ah,yak!“Hyewon berseru dengan kesal,lalu mendongak. Menatap sosok bertubuh jangkung yang kini tengah menampakkan sengiran tersebut “bisakah kau menghentikan kebiasaan menyebalkanmu itu,Park Chanyeol?!”

Lelaki itu justru tertawa. Suara baritonenya begitu terdengar hingga beberapa siswa yang berlalu lalang kini menatapinya. Suara beratnya itu serta merta menarik perhatian…

“Haha. Aniyo. Senang rasanya bisa memperlakukanmu begini, Lee Hyewon”

“Katakan saja jika setelah ini kau ingin kukuburkan dimana,Park Chanyeol”

Kata-kata mengancam itu justru semakin melebarkan sengiran diwajah lelaki Park tersebut. Lelaki itu sekali lagi melancarkan aksinya,lalu berlari. Meninggalkan gadis dengan rambut sebahu itu dengan raut wajah kesal “yak!!!

Dan kegiatan dipagi itu… Terus berlanjut hingga semuanya memasuki ruang kelas masing-masing…

.

.

.

Mwo? The best… Student diadakan lagi?!”

Papan pengumuman sekolah yang terletak tepat dibagian depan taman itu kini ramai oleh beberapa siswa. Dan secara kebetulan,Bae Suzy melintas diantara kerumunan itu. Wajahnya menunduk.

“Yak! Kira-kira siapa saja kandidat yang akan bersaing nanti?”Seseorang berujar dengan antusias “aku jadi tidak sabar menanti calon kandidatnya!”

Eoh

Gadis itu masih bergeming. Sibuk dengan pikirannya sembari terus melangkah sampai dia mendengar sebuah nama. Nama yang menghentikan langkahnya…

“Aku berharap Luhan sunbae akan menjadi kandidat. Aku ingin sekali melihat wajah tampannya itu!!!

Pandangan Suzy berubah heran. Gadis itu berdiam sejenak, sebelum akhirnya menghembuskan nafas berat ‘aku pun menginginkannya…

Bruk! Dirasakannya sesuatu menimpa tubuhnya,membuatnya nyaris terjerembab. Beruntung,jemari itu terulur,mencengkram lengannya.

Gwenchana?”

Suara itu… Suara yang amat dikenal Suzy. Suara yang membuatnya terpaku…

Eomo! Itu…L-Luhan sunbaenim?!

—TBC—

Alasanku untuk menunda kelanjutan Fic Chapter ‘Social vs Science’ adalah karena aku melakukan perombakan pada chapter 1. Dan inilah hasil dari perombakan yang kulakukan. Untuk chapter 2 dan selanjutnya aku belum memastikan untuk adanya perubahan storyline atau tidak ^^

Semoga chapter yang baru ini tidak mengecewakan ^___^

 

 

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Family, Friendship, life, Romance, Sad, School Life dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s