(Teori Psikologi) Psikoanalisa

Resume Teori Psikoanalisis

(tugas makalahku)

full-trisula

Lahirnya aliran psikoanalisis dalam dunia psikologi oleh para ahli psikologi sering di analogikan dengan revolusi Convernican dalam natural science ; dicaci, ditolak, tetapi pada akhirnya di agungkan.

Pendiri psikoanalisis adalah Sigmund Freud (1856-1939). Adalah Freud yang menemukan pendekatan psikodinamik dalam psikologi. Freud mengambil metode Breuer mengenai hipnosis untuk menangani pasiennya, namun tidak didapatkan kepuasan dengan hipnosis tersebut, dan kemudian menggunakan asosiasi bebas (free association), yang merupakan pengembangan teknik dalam psikoanalisis (Schultz dan Schultz, 1992).

Tujuan dari psikoanalisis Freud adalah membawa ke tingkat kesadaran mengenai ingatan atau pikiran-pikiran yang di repres atau ditekan, yang diasumsikan sebagai sumber perilaku yang tidak normal dari pasiennya.

Kritik yang kemudian tertuju kepada Sigmund Freud sebagai “bapak psikoanalisis” lebih didasarkan pada metodenya yang dianggap tidak baku, subjektif dan jumlah klien sedikit yang mana semua daripada pasiennya merupakan pasien klinis (penderita gangguan jiwa). Para penentang Freud tidak bisa menerima bahwa analisis dari para pasien yang sakit jiwa dapat di generalisasikan pada populasi umum.

Meski begitu, di lain pihak, Freud dianggap memberikan banyak kontribusi pada perkembangan psikologi, khususnya dalam hal mengembangkan konsep motivasi dari alam ketidaksadaran dan mengarahkan fokus penelitian pada pengaruh pengalaman masa awal kehidupan atau masa anak terhadap perkembangan kepribadian selanjutnya sampai dewasa. Di samping itu, Freud juga merangsang studi yang intensif tentang emosi ; yaitu cinta, takut, cemas, dan seks

Dalam soal seks, teori Freud yang menyatakan bahwa satu-satunya hal yang mendorong kehidupan manusia adalah dorongan id (harfiah “it”) atau (libido seksualita). Pernyataan ini tak pelak mendapatkan tentangan keras. Dalam libido seksualita,seseorang berusaha mempertahankan eksistensinya karena bermaksud memenuhi hasrat seksualnya. Teori ini dipandang menyederhanakan kompleksitas dorongan hidup yang ada di dalam diri manusia. Dalam pandangan psikologi humanistik, teori Freud hanya menjelaskan adanya kebutuhan yang paling mendasar dari manusia, yaitu kebutuhan fisiologis dan tak mampu memberikan penjelasan untuk empat kebutuhan manusia yang lain (Ancok & Suroso, 1995 :67)

Teori Freud yang banyak menyelidiki sexual instinct manusia ini merupakan daya tarik, sekaligus sumber kehebohan. Seksualitas, bagi Freud merupakan daya hidup. Libido, istilah Freud, merupakan prinsip kesenangan atau energi psikis dasar. Libido dikatakan sebagai life instinct yang mana memberi motivasi terhadap manusia untuk makan, minum, beristirahat, dan prokreasi. Bagi Freud, semua perilaku manusia itu dimoKaum agams dan sebagian intelektual, adalah yang begitu keras mencaci Freud—teorinya yang pen-seksual habis habisan (Dewiana & Tjen, 1997:13)

Psikologi yang berkembang sewaktu Freud mencuatkan teorinya banyak terfokus perhatiannya pada “kesadaran”manusia. Sedangkan “ketidaksadaran” tak pelak bagaikan petir disiang bolong olehnya. Freud bahkan berkeyakinan bahwa perilaku dan kepribadian manusia banyak dipengaruhi oleh ketidaksadaran. Teori ketidaksadaran Freud mendapat tentangan yang luar biasa pada waktu itu. Akan tetapi, Freud patut dipuji karena kegigihannya memperjuangkan psikoanalisis sebagai psikologi ilmiah, yang pada akhirnya mendapat pengakuan dari dunia internasional.

Salah satu daripada teori Freud yaitu ingin membedakan behaviorisme dan psikologi Gestald, yang merupakan interpretasi tentang “bawah sadar”. Dasar teori Freud mengenai bawah sadar adalah konsep bahwa keinginan yang tidak dapat diterima (dilarang, dihukum) pada masa anak-anak, dibuang dari kesadaran dan menjadi bagian bawah sadar, dan tetap berpengaruh. Bawah sadar memberikan tekanan untuk mencari ekspresi, yang dilakukan dengan banyak cara termasuk mimpi.

Dalam teori Freud klasik, keinginan bawah sadar itu hampir seluruhnya seksual. Penekanan pada seksualitas masa anak-anak merupakan salah satu penghalang diterimanya teori Freud pada awal diperkenalkan.

Freud sedikit sekali menaruh minat pada problem-problem tradisional psikologi akademis, seperti sensasi, persepsi, berpikir, dan kecerdasan. Karena itu,dia mengabaikan problem “kesadaran” dan mengarahkan usahanya untuk memahami dan menerangkan apa yang ia istilahkan sebagai “ketidaksadaran”. Menurut teori-teori Freud, sumber utama konflik dan gangguan-gangguan mental terletak pada ketidaksadaran tersebut. Oleh karena itu, untuk dapat mempelajari gejala-gejala ini, Freud mengembangkan teknik psikoanalisis, yang sebagian besar didasarkan atas interpretasi “arus pikiran pasien yang diasosiasikan secara bebas” dan analisis mimpi, yang isi maupun metodenya merupakan sudut pandang yang radikal.

Freud merupakan seorang dokter muda dari Wina yang muncul ditengah-tengah psikologi yang memprioritaskan penelitian atas kesadaran dan memandang kesadaran sebagai aspek utama dari kehidupan mental. Freud mengemukakan gagasan bahwa kesadaran hanyalah sebagian kecil saja dari kehidupan mental ; sedangkan bagian terbesarnya justru adalah ketidasadaran atau alam bawah sadar. Freud mengemukakan sebuah metafora yang menggugah, dimana “the psyche as like an iceberg” atau “jiwa laksana gunung es”. Digambarkannya alam sadar dan alam tidak sadar yang ada didalam jiwa manusia dengan sebuah gunung es, di mana bagian dari gunung es yang muncul ke permukaan air itulah yang dikatakan merupakan alam sadar seseorang. Sedangkan bagian yang tidak tampak atau tenggelam, itulah yang dikatakan alam tidak sadar. Bagian yang terlihat (alam sadar) hanya sekitar 10% saja

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Fanfiction. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s