[Part 4] This is Life

“cinta itu… Berat yah?”

.

.

||Title : This is Life [Part 4] || Author : Fadila Setsuji Hirazawa || Genre: Romance,Sad || Length: Ficlet-Series || Main Cast : Seohyun SNSD-Jessica SNSD-Krystal f(x)-Sulli f(x) -Kris EXO-M || Support Cast : Sehun EXO-K-Luhan EXO-M-Donghae Suju-Minho Shinee-Chanyeol EXO-K-Yoona SNSD

 note

Maaf dan maaf… lagi-lagi itu yang kutuliskan karena kesalahan dan juga kelupaan untuk memposting FF ini secara berurutan (_ _)#DeepBOW aku menyalahi prosedur nih-___-v Aigo~~ #dihajar

maaf sekali lagi dan semoga kesalahan semacam ini tidak terulang….

cover mungkin menyusul bersamaan dengan postingan lain ^^

~Happy Reading~

“cinta itu… Berat yah?”

“Eoh”

Senyum tipis terpapar diwajah cantiknya. Dan lelaki berkulit bak mannequin itu mengerti seperti apa perasaan ‘gadisnya’ tersebut hingga kemudian dengan gerakan cepat lelaki itu membalik tubuh gadis’nya’. Keduanya kini saling berhadapan,dan lelaki mannequin itu mengulurkan tangannya dan berkata “nae nunaMiso~~”

Ucapan juga tingkah itu bak sihir. Gadis itu kini tersenyum—benar benar tersenyum. Bahkan beberapa detik suara terkekehnya terdengar “yak,babo!

“Tapi kau tersenyum kan,nuna?”

Gadis itu mengangguk “eoh. Mantramu berhasil,bocah”

Lelaki mannequin itu menatapnya beberapa saat,sebelum kemudian berkata “meski bukan yang aku cintai..,tapi aku suka melihat senyummu itu,nuna. Kau cantik saat tersenyum”

Dan yang dipanggilnya nuna itu terkekeh pelan lalu mencubiti hidungnya pelan “eoh… Aku memang cantik”

“Cih,dasar”sehun berdecih sebelum kemudian rautnya berubah. Seperti ada yang baru saja terbesit dipikirannya “Oh iya,nuna…”

“Mwo?”

“Di perempatan jalan disana ada kedai es krim yang baru saja dibuka,apa kau tahu?”

“Bilang saja kau ingin makan secara cuma-cuma,bukan?”

Lelaki mannequin itu mengangguk mantap. “Tentu. Lagipula makanan gratis itu enak”

“Dasar” jemari lentik gadis itu mendarat tepat dipuncak kepala namja mannequin itu lalu kemudian diusapinya dengan lembut pucuk kepala bermahkotakan surai berwarna blonde itu

Yosh,kajja!“Tanpa bertanya lebih lagi,lelaki itu langsung menarik lengan gadis itu hingga keduanya tak lagi terlihat setelah melewati pintu rumah yang kebetulan dibiarkan dalam keadaan terbuka.

Y-yak,Sehunna… Jangan terlalu bersemangat!”

Seruan itu yang kemudian terdengar ketika keduanya tak lagi berada dirumah kediaman gadis itu.

Dan disaksikan oleh dua orang yang kini berdiri diambang pintu. Kris dan Yoona…

“Kau…tidak menghalangi mereka?”Yoona melontarkan tanya,memecah hening yang terjadi sesaat diantara keduanya

Dan pertanyaan itu membuat Kris mendengus. Gusar “inginnya begitu..,tapi paling tidak untuk sekarang hanya bocah tengik itu yang bisa membuat kakakku tersenyum…” Kris berujar lirih,diiringi senyum tipis yang terukir diwajah tampannya

Yoona memandang mata yang memandang lirih kedepan itu. Wajah itu… Tatapan itu … Seperti kemudian ada yang membuatnya tertarik… Untuk terus memandang kearah mata itu.

Yoona,gadis itu terus bergeming,sibuk menatap pemilik mata yang berdiri tepat disampingnya hingga…

“Yak,yeoja

Seruan Kris secara tiba tiba terdengar. Memecah konsentrasi Yoona,apalagi dengan posisi wajah namja bertubuh jangkung itu yang nyaris sejajar dengan wajahnya. Itu semua membuat Yoona dengan reflek mendorong Kris,hingga membuatnya nyaris terjatuh diantara tanaman bersemak yang tumbuh disana. Beruntung

“Ah,yak! Apa lagi salahku kali ini,yeoja?!”Serta merta pertanyaan itu membuat wajah Yoona menjadi panik.

NNeo…”

Mwo?!”

“Ish! Bakaaa!!!

Dengan wajahnya yang mendadak berubah merah itu dia melangkah kedalam rumah. Meninggalkan Kris disana,dengan sebuah tanya “kenapa lagi gadis Jepang yang galak itu?”

*

“Kau sedang apa,Lu?”

Pertanyaan Donghae itu kemudian mengejutkan Luhan yang baru saja menyibukkan jemarinya pada tuts ponsel. Sebuah senyum diarahkannya pada sang sepupu

“Ah..,aniyo. Bukan apa-apa”luhan berujar “memangnya kenapa,hyungnim?”

“Apa kau ingin berjalan-jalan? Temanku baru saja membuka kedai es krim dan kupikir tidak ada salahnya bukan kau menghabiskan waktu untuk menjelajah Seoul lagi?”

Luhan tampak berpikir sejenak. Dan sebuah tanya kemudian meluncur dari mulutnya “apakah tempatnya jauh dari sini? Karena mungkin aku harus singgah di perpustakaan kota,hyung…”ujar Luhan “Aku butuh mencari buku refrensi untuk masuk universitas”sambungnya

“Refrensi buku?”

Eoh. Tapi aku tidak jamin bisa cepat karena aku tidak pandai memilih buku yang baik”

Mendengar penuturan sang sepupu,tiba-tiba sebuah ide melintas dibenaknya “untuk masalahmu itu..,aku sepertinya tahu seseorang yang bisa membantumu”

Jinjjayo,hyungnim?”

Eoh. Dan mungkin kalian bisa langsung akrab”

Mwo?”

“Aku pikir kalian pasti akan akrab”

“Terserah kau hyung. Asal orang yang kau maksud itu bisa membantuku mencari refrensi buku yang bagus nantinya”

“Percayalah,dia orang yang tepat”

“Baiklah…”

Segera setelah memasukkan beberapa buku catatan ditas miliknya,Luhan bergerak menuju pintu dan tak lama mobil Donghae pun melaju dijalan,membelah udara Seoul di siang itu.

.

.

.

Aish! Ada apa denganku?!”

Yoona mengacaki surainya frustasi begitu dirinya menghentikan langkah tepat didepan sebuah kamar yang entah milik siapa. Wajah yang kini semerah kepiting rebus itu kemudian tampak pasrah “ah… Mianhae Chanyeol sunbae,aku…”

Eoh,Yoona-sshi?”

Sebuah suara secara tiba-tiba membuatnya menengok. Dan Sulli,gadis itu kini berdiri dihadapannya. Tepatnya dibagian depan pintu dari ruang tersebut “e-eoh… Sulli aggashi

“Panggil Sulli saja. Itu terdengar lebih baik”

“Ah..,baiklah Sulli- ah

“Eoh”gadis itu tersenyum “jadi Yoona-sshi… Bagaimana kau mengenal kakakku?”

Ne?”

“Apakah…,kau gadis yang sering diceritakannya sebagai sahabatnya itu?”

Pertanyaan Sulli itu nampaknya membingungkan Yoona hingga beberapa kali gadis itu terlihat berkedip “C-Chanyeol sunbaenim… Sering membicarakan… Aku?”

“Eum..,aku tidak begitu yakin jika saja aku tahu bagaimana cara kakakku itu menjalin pertemanan dengan wanita-wanita dijepang,Yoona-sshi

Beberapa detik gadis itu tertegun,sebelum akhirnya sebuah senyum terukir dibibir tipisnya “Chanyeol sunbaenim…,dia tidak memiliki sahabat dari gender kita di Jepang,Sulli- ah

“Jadi… Itu artinya…”

Yoona tak lantas melontarkan jawaban. Hanya anggukan yang disertai dengan senyum yang semakin merekah itu yang diperlihatkannya

Yoona-sshi… Adalah gadis itu?

Kini gantian Sulli yang tertegun. Gadis itu memandangi wajah yang masih memerah tersebut hingga seseorang kemudian datang dan memperdengarkan suara baritone khasnya “apa yang sedang kalian lakukan,huh?”

Keduanya sontak menengok bersamaan “Kris oppa?! // neo..?!”

Eoh,Sulli-ah… Apa yang sedang kau bicarakan dengan gadis Jepang yang aneh itu?”

Mendengar kata ‘aneh’ yang ditujukan Kris padanya,kontan membuatnya mendelik “mwoya?”

Kris tak memberi jawaban,hanya mendecih dan kemudian menggeser posisi Yoona dengan mencengkram kepala gadis itu. Kontan hal itu semakin membuatnya kesal “ah..,y-yak! Neo…”

Yoona baru akan melontarkan kekesalannya jika dia tidak menyadari satu hal. Dan itu terpancar dari mata seorang Sulli. Sorot mata yang tidak asing,terutama karena mereka adalah sama-sama seorang gadis…

Oppa harap kau bisa tersenyum dengan teman barumu itu”suara baritone kembali terdengar hingga pada bagian terakhir dari kalimat yang diucapkannya,terdengar begitu lembut “nae yeodongsaeng…”

Ketika lelaki itu menyebut gadis dihadapannya itu sebagai… Adiknya.

Kau… Jatuh cinta padanya,Sulli-ah?

.

.

.

Drrtt… Ponsel itu lantas bergetar ketika gadis itu tengah mencoba menahan isaknya. Arah pandangnya kini tertuju pada layar ponsel digenggamannya. Donghae menghubunginya…

E-eoh.. Yoboseyo,oppa

“….”

“Baiklah,aku tidak keberatan”jawab Seohyun sembari mengusapi jejak airmata diwajahnya “jadi… Kau akan menjemputku?”

“….”

Arraseyo. Aku segera bersiap kalau begitu”

Seohyun mengakhiri percakapannya sebelum akhirnya bergerak menuju lemari pakaiannya. Dan disana,dia menemukannya…

Flashback

“Jang jang~~

Yang kini berdiri dihadapannya adalah seorang laki-laki yang sedang memegang pakaian yang menjuntai. Sebuah pakaian dengan warna putih gading dan pasangannya yaitu sebuah rok dengan bubuhan warna senada langit dipagi itu. Tak ada yang mampu terucap dari mulutnya. Hanya sebuah senyum indah yang terukir diwajah gadis itu

“Kau suka?”

Gadis itu tak memberi jawaban. Hanya sebuah gelengan yang disertai dengan senyum

“Jadi… Kau menyukainya?”

Laki-laki itu memastikannya,sekali lagi. Ditatapnya mata sang gadis dengan tatapan menuntut. Laki-laki itu terlalu penasaran dibuatnya

“Bahkan mungkin… Sampah keripik bekas makanmu kau jadikan hadiah pun aku akan tetap senang menerimanya”ucapan itu kemudian diselingi dengan tawa kecil. Membuat namja itu mengerucut

“Mwo? Mana mungkin aku memberikan hadiah aneh begitu untuk gadis yang sangat kucintai?!”

“Siapa tau”

Laki-laki itu mengulurkan lengannya sebelum akhirnya lengan kekar itu mendekap gadisnya dengan erat “dasar”

“Hehe”

Keduanya diam dan menikmati pelukan itu selama beberapa detik,sebelum akhirnya laki-laki itu memecah suasana tersebut

“Oh iya,Seo…”

“Eum?”

“Bagaimana… Jika kencan pertama nanti kau mengenakannya?”

Gadis itu melepaskan diri dari dekapan namja itu secara perlahan baru kemudian menatapnya “mwo?”

“Aku…membayangkan betapa cantiknya kau…”Namja itu menjeda sesaat lalu mengalihkan pandangannya kearah yang tak jelas dengan tangan yang sibuk mengelusi tengkuk “saat mengenakannya”

Dan kembali,gadis itu tersenyum “eoh… Aku akan memakainya”

“J-jinjja?”

Gadis itu mengangguk. Membuat namja itu tersenyum dan kembali menyandarkan kepala gadis itu pada dada bidangnya “yaksokhae?”

“Eoh. Yakso”

Kini laki-laki itu memangkukan dagunya pada puncak kepala gadis itu “tapi oppa… Aku khawatir…”

Ucapan itu kontan membuat sang laki-laki melepas dekapannya dan menatap yeoja itu lekat “wa-waeyo?”

“Aku khawatir…”

Gadis itu menatap laki-laki dihadapannya itu dengan tatapan yang laki-laki itu sulit untuk mengartikannya “…aku akan terlihat sangaat cantik dengan baju itu,lalu kau akan cemburu pada laki-laki lain yang memandangku”

Tawa gadis itu kemudian pecah dan laki-laki itu hanya melongo setengah merajuk “ah..,yak.~

“Hihi. Ekspresimu itu… Haha”

“Seo! Kau…”

“Luhan babo…”

“Terima hukumanmu,nona”

Selanjutnya,pagi yang cerah disekitar area danau ditaman kota Seoul tersebut, keduanya saling berbagi tawa…

Flashback End

Seohyun tersenyum lirih ketika pakaian yang dilihatnya tersebut mengembalikan sepotong kenangan indah yang telah cukup lama berlalu itu. Ada sebersit keinginannya untuk kembali pada masa tersebut… Untuk bertemu dengan laki-laki itu…

Tetapi… Dengan segera dienyahkannya keinginan itu manakala sosok yang lain terbayang olehnya. Dan Seohyun lantas menyambar pakaian tersebut sebelum melangkah kedalam kamar mandi

.

.

.

“Ini… Bukannya jalan memutar?”

Soojung hanya mengangguk begitu Minho menanyainya. Gadis itu kemudian melingkarkan lengannya pada lengan kokoh namja tersebut “aku…hanya ingin sedikit berlama-lama denganmu,oppa…”

Minho tak lantas memberi jawaban. Laki-laki itu kini tertunduk

Oppa…”

“E-eoh?”

“Bagaimana jika…”Soojung baru akan melanjutkan pembicaraan ketika seorang gadis kecil berdiri dihadapan mereka dengan mengulurkan sebuah kertas yang kemudian diketahui itu merupakan secarik kupon “eoh,ige mwoya?”

“Kupon es krim di kedai baru oppa untuk pasangan yang serasi”ujar gadis kecil itu. Kontan membuat Soojung tersenyum dan mengusapi pucuk kepala gadis itu lembut “haha,gomawo

Ne,eonni…”

Kaki kaki lincah gadis itu kemudian membawanya pergi dan membagikan sisa kupon ditangannya pada beberapa orang yang melewati area tersebut. Soojung menatapinya sebentar,sebelum kemudian beralih lagi pada sosok Minho “oppa

“Ah,ne Soojung-a?”

“Bagaimana dengan makan es krim?”

Minho tersenyum tipis dan mengangguk “arra. Kajja

“Yeah,as-” Soojung baru akan bersorak gembira ketika tanpa sengaja kupon ditangannya terlepas dan terbawa sapuan angin yang berembus

“Ah,kuponnya!

Soojung kemudian berlari,berusaha mendapatkan kembali kupon yang masih terbawa sapuan angin itu “Soojung,kau…”

Gidariyeyo,oppa. Aku tidak mau kehilangan kesempatan”

Hingga akhirnya Minho tak mampu menghalau keinginan gadis yang kini sibuk berlari mengikuti arah kupon itu,yang menuju kearah jalanan besar yang begitu ramai oleh kenderaan bermesin yang berlalu lalang.

.

.

.

Ppali nuna,aku tidak ingin kehabisan”

“Heih… Dasar”

Jessica hanya membiarkan Sehun menarik tangannya sembari dirinya menyejajarkan langkahnya dengan namja tersebut.

Nuna,kita…”

Sehun baru akan mengucapkan sesuatu tepat ketika matanya menangkap sosok yang tidak asing. Sosok yang tadi sempat dilihanya meloncat,seperti berusaha meraih sesuatu… Diantara jalanan yang sedang ramainya oleh kenderaan bermesin yang tengah melaju. Dan sepertinya sosok itu tidak menyadari sebuah mobil yang melaju,tepat kearahnya…

“Yak,Soojung!!!

Dan sosok itu menoleh,mencari asal suara yang menyerukan namanya… Hingga matanya membelalak ketika menyadari bahwa dirinya berada dalam bahaya…

—TBC—

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Drama, Family, life, Romance, Sad dan tag , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s