Posted in Romance, Sad

[Drabble] A Believe…

a believe

||Title : A Believe || Author : Fadila Setsuji || Genre : Romance, Sad || Length : Drabble || Cast : Seo Joo Hyun-Luhan-Park Chanyeol ||

.

.

.

=Happy Reading=

.

.

.

“Percaya…hanya itu.”

***

Seohyun masih tersenyum samar. Diantara deret pepohonan ek dimusim dengan dominan merah hingga kecokelatan dia berdiri. Menatap lamat udara hampa dengan sekelabat gambaran kenangan, impian serta… keinginan…

Apa yang sedang kau lakukan disana? Disini, musim baru saja berganti, tapi… Aku lupa dan berkeliling dengan mantel tipis. Bodoh, bukan? Tapi jangan berani menertawakanku disana atau percaya aku akan bisa menggapaimu,bertemu denganmu lagi dan menuntut balas karena menertawaiku!

…Dalam rentet kalimat yang hanya mampu terucap dalam hati. Gadis bermarga Seo itu belum cukup berani untuk mengungkapkan apapun yang benar benar dia rasakan dengan lisannya. Dengan suara lantangnya—sang pria pernah berkata dia berbakat untuk jadi orator demonstrasi.

Dia tak cukup ikhlas untuk menyiakan satu demi satu kata yang merefleksikan suara hatinya itu pada angin lembut dimusim tersebut. Setidaknya, sampai ada dia… si pemilik telinga, mata dan sekeping hati pelengkap yang mewakili semua gambaran yang berkelabat dikepalanya.

Orang yang benar-benar dia harapkan…

Gadis itu mungkin betah untuk sedikit berlama disana. Membiarkan sejenak tubuhnya untuk berinteraksi dengan keadaan lingkungan, dengan suasana musim kemerahan ditahun ini. Senyum yang begitu tipis tadi, semakin tak nampak diwajahnya. Angin tidak serta merta merengut itu. Bukan sang angin penyebabnya. Memang, embus angin—yang kadang begitu lembut bahkan samar— seringkali mampu memisahkan sang daun dengan ranting. Mampu menyapu serta membawa helai daun yang telah gugur entah kemana.

Tapi… angin sekuat apapun, takkan pernah punya daya untuk membawa senyum yang terpatri di wajah manusia kemanapun.

Pun dengan Seohyun. Senyum yang semakin samar itu tertahan sejenak,sebelum kemudian benar-benar lenyap dan terganti dengan suara hela napas. Mata gadis itu memejam, kembali terbuka dan memejam lagi.

Hatinya kembali berkata-kata…

Luhan… Bagi aku kekuatanmu… Datanglah dihadapanku sekali lagi agar… Aku percaya…

.

.

.

Desember,2014

“Kau menyontek pekerjaan rumahku lagi?!”

Seohyun memberengut,protes kepada Luhan karena kebiasaan namja satu ini. Pun telah menjadi rutin seorang Luhan mengambil diam-diam catatan pekerjaan rumah Seohyun di laci meja gadis itu, tetap saja baginya itu adalah satu hal yang harus senantiasa dia peringatkan. Tindakan Luhan itu bukanlah hal terpuji.

“Heih…kau pelit Seo!”

“Astaga! Kerjakan sendiri pekerjaan rumahmu,bocah rusa!”

“Aku malas”

Yak!

Pertengkaran tak terhindarkan lagi. Meski dikenal sering tak akur,sering berdebat namun tak banyak yang tahu bahwa Seo Joo Hyun menyukai Luhan. Dan hampir tak ada yang mengetahui bahwa Luhan pun menyukainya,namun tak ingin memilikinya—tepatnya keadaan tak memberinya izin untuk memiliki seohyun—

Yang Luhan tahu,selain Tuhan… Hanya Park Chanyeol yang mengetahi alasannya. Hanya Park Chanyeol yang mati-matian menyembunyikan semua hal yang Luhan ingin untuk tidak diketahui siapapun. Dan hanya Park Chanyeol… Orang yang sungguh-sungguh dia percaya untuk masalah yang satu ini.

Geumanhaja,seohyun. Suara melengkingmu itu mengganggu”

Sebuah suara tiba-tiba terdengar,menghentikan sejenak pertengkaran itu. Seohyun menoleh, namun sebuah buku mendarat tepat dikepalanya, membuatnya tak dapat melihat wajah dari orang yang berdiri dihadapannya.

“Ah,yak!”Seohyun menepis kasar buku yang berada didepannya “apa maksudmu mengatakan aku berisik,park chanyeol?!”Lanjutnya

Namja yang diketahui bernama Chanyeol itu mendesah,menatap malas sosok seohyun sebelum kemudian berkata, “tidakkah kau merasa demikian,Seo joo hyun? Suaramu sangat berisik!”

“Diam kau,bocah namsan!”

Kini gantian gadis itu dan laki-laki bernama Chanyeol yang berdebat. Luhan merotasikan bola matanya dan tersenyum tipis menyaksikan perdebatan keduanya

Mungkin Chanyeol akan bisa menjaganya…’

Begitu satu kalimat yang diucapkannya dalam hati selesai,sesuatu terasa menggerogoti. Sesuatu yang entah apa,tetapi nyata terasa sakitnya…

Jangan… Lagi…’

Setelah itu semua terasa gelap dan Luhan tak sadarkan diri.

*

“Hei,kenapa sesenggukan begitu Seo-a?”

“Memangnya kau pikir karena siapa aku jadi begini,hah?!”

Luhan tersenyum tipis,kemudian merengkuh tubuh Seohyun dengan lembut. Dibawanya gadis itu kedalam dekapannya “berhentilah menangis… Nanti ibumu khawatir,Seo-a…”

Ucapan yang kembali memperdengarkan isakan tangis Seohyun “tapi… Hiks… Aku… Cemas kau… Hiks”

“Yak… Aku ini laki-laki. Dan sudah seharusnya aku menjadi kuat,Seo”ujarnya “ada kau,ibuku dan ibumu yang harus aku lindungi”

“Han…”

“Kau penting untukku… Seo”

Gadis itu membelalak beberapa saat sebelum kemudian tangisnya pecah kembali

Keduanya tak menyadari kehadiran Chanyeol yang kini berdiri tepat didepan pintu ruang kesehatan. Laki-laki jangkung itu tersenyum lirih ‘Kau lihat? Mereka itu serasi… Kau seharusnya memberikan takdir yang indah pada mereka… Tuhan.’

*

Semenjak insiden tak sadarkan diri yang menimpa Luhan, setelah pelukan hangat antara dirinya dengan laki-laki itu,Seohyun tak menjumpai Luhan dimanapun…

Luhan seolah lenyap. Luhan menghilang,dan buruknya dia tak pernah bisa mengetahui keberadaan pria yang dia cintai tersebut.

Asa mulai terkikis,keyakinannya perlahan goyah. Dia ingin berharap,berharap agar keajaiban itu ada dan membawakan Luhan ke hadapannya. Dia ingin Luhan,menginginkan semua hal menyenangkan serta menyebalkan dari Luhan untuk mewarnai harinya. Tak masalah walau kemudian kesempatan yang ada hanya cukup untuknya mengomeli Luhan,memberi laki-laki itu cubitan hingga pukulan ringan. Tak masalah meski dia tak diberi kesempatan untuk menjadi sosok yang manis,untuk menjadi seperti para gadis kasmaran, untuk… Mengatakan bahwa… Dia menginginkan kepastian akan perasaannya.

Baginya,asal Luhan ada. Untuk saat itu… Sudah merupakan suatu kesyukuran tersendiri.

“Seo…”

Suara seseorang kemudian mengejutkannya. Suara yang dia kenali “park chanyeol?”

“Eoh”ujarnya “aku ingin bicara denganmu”

“Tumben”

“Ini… Tentang Luhan”

Mata itu membelalak dengan cepat. Bibir Seohyun membuka lalu dia berkata “lu…han? Kau…” Bibir itu bergetar hebat,namun ditutupinya dengan kedua telapak tangannya “luhan… Aku…”

Chanyeol memejamkan matanya sesaat sebelum kemudian berkata, “aku memilih untuk mengkhianatinya dengan mengatakan ini padamu…”Chanyeol menggaruki tengkuknya “dia… Sakit”

“S-sakit?”

“Iya”

Seohyun tak menunggu hingga Chanyeol menyelesaikan ucapannya. Gadis itu berlari,menuruni deret anak tangga menuju parkiran sepeda. Lantas dikeluarkannya sepeda miliknya kemudian mengayuhnya.

Luhan… Tunggu aku

.

.

.

“Seo-a…”

“Eoh?!”

“Ayo belanja! Aku ingin membeli pohon natal mini”

Beberapa hari di bulan desember telah dihabiskan Seohyun dengan berada di sisi Luhan. Gadis itu meluangkan waktu yang lebih untuk laki-laki yang kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Tak ada yang berubah dari Luhan selain kepalanya yang kini tak lagi dihiasi surai hitam yang sering dijadikan objek pelampias kekesalan Seohyun. Luhan tetap menjadi si ceria,berisik,suka jahil dan suka melempar candaan yang akan ditanggapi Chanyeol dengan dingin.

Seohyun yakin,takkan ada yang berubah. Luhan akan tetap menjadi dirinya… Yang akan terus hidup. Akan terus di sisinya… Sebagai teman yang dia cintai.

“Tapi,ibumu kan…”

“Tidak masalah,Seo-chan. Pergilah. Bukankah kalian butuh berkencan?”

Aniyo,imo! Aku dan Luhan bukan seperti itu”

“Lalu?”

Seohyun kehabisan kata-kata. Gadis itu memilih menunduk sebelum kemudian menyadari jika Luhan baru saja melilitkan syal merah di lehernya

“Han?”

“Ok,kau sudah siap” ujarnya “nah,eomma… Izinkan anak laki-lakimu ini untuk mempersembahkan kencan menyenangkan pada Seo Joo Hyun”

Seohyun memberengut,nyonya Han tersenyum “eoh,arrayo. Pergilah”

“Tapi,imo… // kami pergi!!!

Keduanya lantas menghilang dari balik pintu,menyisahkan nyonya Han yang tersenyum lembut seraya melanjutkan pekerjaan menenunnya

*

“Bukankah katamu hanya pergi belanja? Kenapa kita berada ditaman hiburan,eoh?”

“Lho,bukankah tadi aku meminta izin untuk mengajakmu berkencan,Seo-a?”Tanyanya “kau mendengarnya,bukan?”

“Eoh. Tapi kupikir… Itu… Karena kau tidak ingin berdebat dengan beliau”

“Kau keliru”ujarnya “lagipula aku selalu bersungguh-sungguh dengan apa yang kukatakan,Seo-a”

Mata Seohyun membelalak,pipinya terasa memanas. Pikirannya melayang,antara percaya atau tidak dengan apa yang dia dengar baru saja.

Benarkah?

Luhan mengisi celah kosong diantara jemarinya,menggenggam tangan gadis itu erat lalu menariknya “ayo pergi. Nanti bianglalanya penuh”

Mungkin itu… Satu kepastian untuk Seohyun. Atau mungkin… Hanya sebuah hadia kecil dari seorang teman baik? Apapun itu,Seohyun bahagia dibuatnya.

.

.

.

“Seo-a…”Panggil Luhan,Seohyun menatapnya

eoh?”

“Apa yang kau inginkan?”

Pertanyaan yang menggelitik hati seohyun. Ingin rasanya menumpahkan semua rasa,semua yang tertahan didalam hati terdalamnya selama ini. Tapi… tidak! Seohyun harus mengendalikan diri

“Aku ingin… Kau tetap disisiku” Seohyun melanjutkannya dalam hati. Memilih untuk menunduk tanpa menatap Luhan,namun sentuhan jemari Luhan kontan mengangkat wajahnya,mempertemukan sepasang bola legam dimatanya dengan manik kecokelatan Luhan

“Seo… Bolehkah… Aku menciummu?”

Seohyun membeku,tak mampu berkata apapun manakala Luhan mendekat. Wajahnya serasa memanas dan matanya perlahan memejam. Napas Luhan menerpanya,semakin dekat namun terhenti ketika persentuhan nyaris terjadi “bolehkah?”

Seohyun tersenyum lalu memejamkan matanya. Membiarkan Luhan untuk lebih dekat lagi… Lebih lagi… Hingga akhirnya dia mampu merasakan sepenuhnya keberadaan Luhan lewat ciuman dimalam bersalju…

*

Hasil kesehatan Luhan hampir tak pernah menunjukkan perubahan yang berarti. Namja itu semakin terlihat pucat. Seohyun semakin setia berada disisinya,begitupun Chanyeol. Meski sibuk membantu sang ayah di perusahaan,namja itu takkan lupa betapa Luhan merupakan sahabat terbaik dan paling berisik yang dia kenal.

Luhan masih suka membanyol,masih suka menyantap dengan lahap masakan ibunya,masih sering mengomeli Seohyun ketika gadis itu menangis. Yang berbeda adalah…

“Han!”

…Ketika Seohyun mendapati bercak darah disela jari Luhan yang mengepal. Diantara batuk yang terdengar bagai suara kesakitan Luhan bagi Seohyun.

“Seo,gwenchana…”

“Han…”

Namja itu tersenyum,mengisyaratkan Seohyun untuk kembali beristirahat. Yeoja itu mengangguk,memilih untuk keluar dari ruang perawatan… Untuk menumpahkan tangis yang tak terbendung lagi

“Seo Joo Hyun…”

Chanyeol yang baru saja datang langsung meluncur kearahnya dan mendekapnya erat. Membiarkan jasnya basah dengan airmata gadis itu. Membiarkan gadis yang dia cintai untuk menangis,hingga dia kembali menjadi sosok kuat yang selalu menawan hati Park Chanyeol.

***

September,2015

Luhan… Bagi aku kekuatanmu… Datanglah dihadapanku sekali lagi agar… Aku percaya…’

Seohyun mengembuskan napas,mendesah pasrah. Gadis itu kemudian melanjutkan kegiatannya ;memandangi panorama musim gugur ditahun pertama tanpa keberadaannya.

“Sudah hampir setahun..,jadi pesan darimu… Sudah waktunya untuk ku dengarkan,bukan?”

Seohyun menampakkan senyum yang tadi menghilang sembari meraih ponselnya dari saku. Yeoja itu memasang earphone dikedua telinga untuk mendengarkan pesan suara yang dikirimkan Luhan tahun kemarin…

Airmata jatuh,menandakan rindu yang terbendung dihati seorang Seo joo hyun kepada Luhan…

“…Aku percaya… Bahwa dimanapun aku berada,sampai kapanpun… Kau tetaplah alasan dari semua bahagiaku. Kau adalah yang berharga.

Dan yang perlu kau lakukan adalah…

Percaya…. Hanya itu”

—————————Owari—————————

Dengan ff ini aku menumpahkan sedikit dari banyaknya masalah personal yang belakangan sering datang. Mudah-mudahan memuaskan kalian,acebaby🙂 semoga dapat menyapa kalian lagi dengan ffku yang lainnya🙂 Annyeong~~

Penulis:

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."

14 thoughts on “[Drabble] A Believe…

  1. hahh..ni ff bikin mewek deh T.T tapi keren bgt eon.jja..jgn bosen2 bikin ff lagi eon,klo boleh req ya eon.aku pngen baca ff eonni dgn genre pshyco.hehe
    keep writing!!

    1. Dhanu~~ Annyeong =D

      mianhae, seperti yang eonni tuliskan, ada dorongan dan bentuk pengalihan problem personal ^^ Iya, karena kebanyakan ide eonni justru membludak jika mengingat couple ini ^–^

      Genre psycho? Mudah”an eon bisa buat genre semacam ini nanti🙂

      ne, gamsahamnida Dhanu-ya~~ (_ _)#DeepBOW

  2. yah padahal berharap endingnya seohyun bakal sama chanyeol.. jadi makin suka sama chanyeol setelah nonton exo next door.. ehh malah curhat.. hehehe

    1. sayangnya ceritanya mungkin lebih penulis curahkan pada SeoHan ^^ Mian…

      Suka Chan oppa yah? penulis juga =D #tos Agak miris, penulis bahkan belum sempat menonton drama END ini😦 Jika berkesempatan ingin juga menonton dramanya ^^

      hihi, santai. Penulis kadang suka dengar/baca curhatan orang koq =D

      terima kasih dari penulis karena sudah meluangkan waktu untuk membaca dan berkomentar di FF ini (_ _)#DeepBOW

  3. Huwa.. Hmpir mewek deh.. Terharu bgt ma pesan luhan biat seo tapi keren thor…
    Thor apa kmu suka drama drakor yg who are you ? School itu
    bisa buat jd fanfic
    hehehehe cmn tnya

    1. cup cup… #sodorintissue Ulljimayo,Nia-sshi~~

      Terima kasih ^^

      Kebetulan minggu ini sedang disibukkan dengan tugas sehingga drakor School 2015 belum saya tonton🙂
      eum… Jika ada ide, kesempatan dan sedkit mood insyaallah saya coba buatkan🙂
      suka drakor itu yah? ._.

    1. Sedikit banyaknya sudah eon jelaskan di FFnya,saeng ^^

      berhubung drable, ide mentok dan menginginkan siapapun yang membaca juga bisa berfantasi dengan kelanjutan hidup Seohyun… Jadi certanya eon cukupkan sampai situ🙂

      terima kasih sudah membaca dan meninggalkan jejak yah Saeng🙂 Sangkyu~~

  4. walaupun luhan hrus meninggal tpi perasaan seohyun tetap ada dan terus dikenang.
    Pernah baca kutipan tpi g tau dimna

    “Seseorang yg sdah mninggal hanya akan hidup dalam kenangan seseorang, bila dia di lupakan oleh yang hidup, maka dia benar2 mati”

    Bagus thor….

    1. Rasanya itu juga bukan kata-kata yang asing di telingaku ^^ #maafsayapelupaorangnya,hehe =D

      Iya terima kasih ^^ krakter Seohyun dalam cerita ini mungkin akan benar-benar meng’hidup’kan luhan dengan caranya sendiri🙂 #apadeh-__-v

      iya, terima kasih ^^

  5. huhuhu,,,uwaa…
    eonni jago bngett nlis ff,,wlaupun pndek
    tp feel ny dpet bngett…good job deh buat eonni,,,
    bkin ff seohan lg y eon,,,aq cntany cma m seohan seh,
    Klo cast ny bkn seohan biasany mles baca..hehe…
    seohan jjang😀
    ditunggu karya” slnjutny dri eonni,,,fighting,,,

    1. Cup cup, Lia-chan~~ Ulljimayo ^^

      alhamdulillah jika feel dari FF ini terasa🙂

      insyaallah jika ide datang ^^ Feeling dan sayangnya sudah kecantol dengan SeoHan yah? kk~~ Kurang lebih sama kalau begitu🙂

      Karya lain yang bukan SeoHan juga tidak kalah bagus lho saeng ^^ Dicoba saja barangkali ada yang feelnya juga kena🙂

      ne,SeoHan jjang~~

      terima kasih jika mau menunggu karya eon lainnya ^^ Dan untuk komentarnya neomu neomu gamsa Lia-ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s