[Chaptered] Clover I

Clover chapter 1

Title : Clover || Author : fadila setsuji hirazawa || Genre : Friendship-Life-Little bit Comedy || Length : Multichapter || Main Cast : Park Chanyeol-Kang Jiyoung-Kim Minseok-Kim Jongdae || Support Cast : Yeon Geonil-OC ||

=Happy Reading=

.

.

.

 ~Clover~

.

.

.

Kemanakah sebenarnya Park Chanyeol sang petenis berbakat itu?!

Sebuah kutipan dari artikel koran di hari senin, yang tak sengaja tersapu angin itu sampai ke tangan lelaki bertubuh jangkung dengan jaket tebal dan sebuah kacamata hitam. Dia lantas memunguti artikel tersebut dan membacanya

“Ck,merepotkan”

Lelaki bertubuh jangkung itu kemudian melempar artikel yang telah dibuatnya menjadi bentuk bola besar ke tempat yang–dia pikir–seharusnya

Tempat sampah…

Dan lelaki itupun perlahan mulai menjauh dari sana. Melangkah menyusuri jalanan ramai. Jalanan di salah satu pusat perbelanjaan di Korea Selatan…Myeondong

.

.

.

“Woah~~ Nyaman sekali!!!

Gadis bernama Kang Jiyoung itu bernafas lega setelah sukses melarikan diri dari kejaran beberapa orang bertubuh besar dengan setelan jas hitam. Mereka diperintah langsung oleh sang calon tunangan.

Beruntung,semasa SMA, gadis ini–Kang Jiyoung–merupakan pelari putri terbaik yang ditambah keahlian akrobatiknya semakin mempermudahnya untuk melarikan diri.

Dan kini gadis yang berbalut gaun berwarna putih gading itu beranjak dari sana,menyusur beberapa tempat sampai kemudian kaki beralaskan high heels berwarna senada tersebut menghentikan langkahnya. Dia baru saja tiba di sebuah halte. Dan beruntung,tepat ketika kedatangannya tak ada seorangpun yang dia jumpai. Sehingga rasanya tidak perlu memikirkan pandangan orang-orang padanya—paling tidak sampai dia menaiki sebuah bis dari sana

Jiyoung memutuskan untuk duduk sejenak. Menngurangi letih pada tubuh semapainya itu. Namun,sebelum sempat mendaratkan belakang tubuhnya itu pada bangku,dia menemukan sesuatu. Sebuah artikel koran yang –kebetulan–membahas tentang petenis terkenal. Park Chanyeol…

Entah bujukan darimana yang membuat gadis itu akhirnya memunguti lembar berukuran panjang itu dan mulai menyusuri isinya. Tepatnya artikel yang membahas tentang sang petenis.

“Orang yang bodoh…”ujarnya “bagaimana bisa meninggalkan karir yang begitu bagus lalu menghilang?!”Dia berpendapat. Meski bukan orang yang menyenangi dunia olahraga,akan tetapi topik yang membahas tentang keadaan Park Chanyeol itu nyatanya membangkitkan atemsinya,membuat mulutnya berkomat kamit. Sibuk melayangkan argumennya.

“Kau sungguh,pria paling bodoh setelah Yeon Geonil…Park Chanyeol!”

#tuk

Tepat ketika gadis dengan surai sebahu agak bervolume itu selesai,sebuah kaleng minuman sukses mengenai kepalanya. Jelas saja itu membuatnya meringis juga kesal

“Ish,siapa yang melempariku dengan kaleng rongsok ini?!”

Jiyoung mendengus. Dengan gerakan cepat dia melempar pandang kearah samping kanannya. Dan bertepatan dengan itu,dia melihat sosok bertubuh jangkung dengan sebuah mantel yang menutupi bagian belakang kepalanya. Hanya menyisahkan kontur wajah yang… Tak asing?

Jiyoung memutar otaknya dengan cepat. Memaksakan pusat koordinasi tubuhnya itu untuk segera menemukan apa yang tengah dia cari. Wajah itu…

Eomo,Park Chanyeol?!”

…Adalah milik Park Chanyeol. Orang yang baru dilemparinya dengan argumen-argumennya–meski tak secara langsung

“Ah..,hebat juga kau bisa cepat mengenaliku… Gadis aneh”

*

“Gagal…lagi?”

Entah ini sudah yang keberapa kalinya seorang Kim Minseok dihadapkan pada kenyataan yang berbunyi sama. Penolakan…

Jika ini adalah penolakan yang keseratus,harusnya dia terbiasa,tetapi yang namanya penolakan… Sebanyak apapun itu terjadi,nyatanya kecewa pasti akan ada. Kecewa itu pasti terasa. Bukan perasaan yang bisa dihindari apalagi dielak.

Dan lelaki berwajah hampir bulat itu tetap berdiri dengan tatapan nanarnya. Menghadap papan besar yang ditempeli oleh begitu banyak kertas bertuliskan informasi-informasi yang–entah apa saja itu. Namun tatapannya kosong,terpaku pada sebuah kertas yang bertuliskan PENGUMUMAN HASIL AUDISI tersebut.

Dia gagal mendapatkan tempat di agensi besar Seoul itu. YMC Entertainment.

“Mianhae,Sooyu-ya… Semoga kau tidak kecewa disana”

Suara baritone yang melirih itu kemudian tersapu oleh hembus angin dalam waktu kurang dari semenit.

Dan kemudian sang pemilik mendongak. Menatapi langit yang masih sama seperti saat ketegangan itu mengganggui hatinya.

Langit yang biru,dengan awan putih yang kemudian berarak,yang dirasanya seperti sedang mengejekinya. Mengungkapkan sebuah kenyataan bahwa dia.., Kim Minseok…,kau bisa memanggilnya pecundang.

“Apa aku ini… // haish!”

Suara orang merutuk yang kemudian mengalihkan pandangan lelaki bernama Kim Minseok itu dari apa yang sejak tadi dia pandangi.

Lelaki yang tadi merutuk itu kemudian menyadari bahwa mata seseorang kini tengah memperhatikannya. Jujur itu membuat risih,apalagi dengan situasi dimana ujung kakinya baru saja bertabrakan dengan permukaan sebuah batu. Yang sebenarnya,ukuran batu tersebut kurang lebih hampir sama dengan ukuran sebuah batu yang ada dijalanan yang biasa kita lalui,akan tetapi itu menjadi berbeda,menjadi lebih menyakitkan bagi seorang Kim Jongdae karena kaki sebelahnya yang kini di gips. “Heish! Batu sial!”

Lelaki bernama Jongdae itu sibuk merutuk. Mencoba menendang benda mati yang dikatainya sial itu dengan menggunakan sebelah kakinya yang digips,walaupun disayangkan itu berakhir percuma…

“Eum… Ch-chogi…”

Wae?! Kau tidak lihat keadaan kakiku ini,sajangnim?! Area jalan masih tersisa cukup luas untuk kau lewat jadi si-”

Jongdae baru saja akan marah jika dia tak segera melihat siapa sesungguhnya orang yang baru saja dibentaknya. Seorang lelaki dengan jaket yang kira-kira cukup tebal itu. Kim Minseok…

“Ah,j-jeosonghamnida sajangnim“sesal Jongdae. Lelaki dengan gips di kakinya itu lantas membungkuk. “Aku tadi…”

“Ah,aniya… Ameugoteo eopseo“minseok mengibaskan tangannya,memberi isyarat kepada seorang Jongdae agar tidak perlu melakukan hal tersebut–membungkuk dihadapannya. Dia benar tak mempermasalahkan perilaku yang sedikit tak menyenangkan Jongdae padanya tadi “aku mengerti,kau pasti merasa kesulitan dengan benda itu”

“Ah…iye“ujarnya “oh iya,sepertinya tadi..,kau sibuk memperhatikan sesuatu?”

“Ah… Itu… Hasil audisi bulan kemarin”

Jinjja?! Aigo,aku harus melihatnya kalau begitu!”

Jongdae melangkah dengan tergopoh-gopoh,menghampiri papan yang ditempeli pengumuman hasil audisi itu. Dia pun sebenarnya adalah bagian dari peserta yang mengikuti audisi,sehingga bisa dipastikan namanya tertera diantara sederet nama-nama lainnya yang entah siapa saja itu…

Matanya dengan cepat menelusur begitu dia berhadapan langsung dengan kertas yang menempel itu. Jemarinya mengikuti pergerakan matanya,hingga…

“Ah,igeo!

Pekikan pelan itu mengundang perhatian Minseok,dan lelaki itupun bergerak menghampiri Jongdae.

“Bagai…mana?”

“Aku…”Jongdae menjeda,tangannya menyandar,tepat pada bagian kiri yang merupakan hasil dari keputusan tim penilai untuk seorang Kim Jongdae. Sementara lelaki dengan gips itu kini menunduk. Wajahnya tertutupi oleh surai legamnya

” Bagaimana?”

“Berhasil…”

Mwo…rago? Aku tidak bisa mendengar-”

“AKU BERHASIL!!!”

Jongdae kemudian tersenyum penuh arti. Rasa senang pada keberhasilannya itu membuatnya melupakan Minseok,laki-laki yang justru memiliki nasib yang berbalik dengannya. Laki-laki itu masih bisa tersenyum untuk keberhasilan orang lain…

*

“Ah..,hebat juga kau bisa cepat mengenaliku… Gadis aneh”

Dia serta merta melayangkan pujian dan ejekan dalam ucapannya,membuat Jiyoung melebar matanya. Lalu mendelik tepat ketika lelaki yang diketahui bernama Park Chanyeol mengarahkan dua jemarinya kearah dahinya “Mwoy— Ah,yak?!”

Lelaki jangkung itu menoyor dahinya,mendorongnya hingga membuat bagian belakang kepala yeoja itu hampir menyentuh tiang penyangga dihalte tersebut “waeyo?!”

Mwo?”Chanyeol balik bertanya

Neo… Tadi, Kau mendorong kepalaku! Waeyo?!”

“Tentu ada alasan mengapa aku melakukan itu, “chanyeol berujar santai,membuat gadis itu semakin melebar matanya

“Ah,yak! Katakan saja alasannya,dasar aneh!”

Chanyeol terlihat mendesah sebelum kemudian melangkah mendekati bangku di halte tersebut dan mendudukkan dirinya tepat disamping gadis bernama Jiyoung itu dengan bersedekap. Membuat gadis itu menatapnya heran “mwoya?!”

Chanyeol menatapnya dingin “kau ingin mendengar alasannya bukan?”

“Eoh”

“Nah. Aku akan mengatakannya padamu sekarang,nona”

“Katakanlah”

Chanyeol mendesah “Pertama,untuk membalas kau yang mengataiku bodoh dan…, kedua…”

“… untuk kata aneh yang kau tujukan padaku”

Tatapan Chanyeol itu… Menakutkan. Ya,tetapi tatapan itu seolah menampakkan sesuatu yang juga… Menarik?

Deg

Deg

Deg

Kang Jiyoung… Merasakan debaran pada jantungnya ketika mata Chanyeol semakin lekat menatapnya. Membuatnya bahkan harus menelan ludah beberapa kali

Eoh,Jiyoung-a!”

Hingga sebuah suara kemudian terdengar… Memanggilnya

Jiyoung menoleh dan langsung mengenali sosok itu “Ye-Yeon… Geonil?!”

*

“AKU BERHASIL!!!”

Sorak gembira yang diikuti oleh senyum gembira Jongdae terdengar ketika sosok itu mendapati namanya bersama dengan beberapa nama lainnya dinyatakan lulus dalam audisi yang diselenggarakan salah satu agensi terkenal di korea Selatan tersebut. Dia begitu senang dibuatnya,karena dengan begitu dia bisa selangkah lebih dekat dengan impiannya. Menjadi seorang yang dikenal. Yang mendapat sanjungan dimanapun dan dari siapapun. Ya,dia menginginkan itu… Lebih dari apapun.

“Selamat…”

Sebuah tangan terulur tepat dihadapannya. Jongdae menengok dan melihat wajah Minseok yang tersenyum padanya.

Jongdae kemudian menyambut baik uluran jemari itu dan menyalaminya “ne,gamsahamnida“ujarnya

Keduanya berdiam diri beberapa detik,sebelum kemudian Jongdae memecah keheningan “kau suka masakan Cina?”

Minseok sedikit terkejut mendengar Jongdae bertanya padanya. Lelaki yang mengenakan jaket itu kemudian tampak menimbang-nimbang sebelum akhirnya tersenyum semakin lebar “aku tidak pilih-pilih soal makanan”

Jongdae kemudian meletakkan tangannya dibahu Minseok. Dia merangkulnya “kuanggap kau menerima tawaranku… Teman baru”

Kedua teman baru itu lalu beranjak pergi dari sana. Bersama,menuju kedai masakan Cina yang merupakan tempat makan favorit Jongdae. Tempat itu letaknya disudut ibukota Seoul

*

“Ye-Yeon… Geonil?!”

Pekikan kaget Jiyoung itu kontan membuat Chanyeol menoleh. Lelaki jangkung itu kini menatapi lelaki dengan setelan jas tersebut. Dan begitupun Geonil yang balik menatapnya “apa kita pernah bertemu sebelumnya?”Tanya Geonil, Chanyeol menatapnya dengan dahi mengerut. Laki-laki ini dibuat bingung oleh pertanyaan Geonil barusan.

Namun, kebingungan diwajah Park Chanyeol berubah ketika Jiyoung secara tiba-tiba mencengkram pergelangan tangannyaa,lalu menariknya. Mengajaknya untuk melakukan aksi… Melarikan diri dari Yeon Geonil.

“Jiyoung-a!!!”

Tanpa mempedulikan seruan Yeon Geonil,gadis itu terus berlari. Tentunya dengan Park Chanyeol yang juga berlari—dipaksa—bersamanya

“Y-yak! Apa yang kau…”

Chanyeol baru akan melayangkan protesnya ketika matanya tak sengaja melihat wajah Jiyoung yang seakan memancarkan suatu perasaan… Yang membuat Chanyeol untuk sejenak melupakan semuanya. Hanya terus menatap mata yang memancarkan kesungguhan itu. Mata legam milik Kang Jiyoung….

Keduanya terus berlari sampai akhirnya memutuskan untuk bersembunyi disebuah gang kecil. Dengan nafas yang masih terengah-engah,mereka menyembunyikan diri.

“Yak,kenapa kita harus-”

“Diamlah”ujar Jiyoung seperti sedang berbisik “kita harus menghindari orang suruhan Yeon geonil. Mereka pasti mengejar kita”tambahnya

Jinjja?”

“Eoh”

Kang Jiyoung mencoba mengamati para orang suruhan Geonil yang berlalu lalang mencarinya,namun sial gaun yang dikenakannya tanpa sengaja terinjak. Membuatnya jatuh terjerembab hingga dengan mudahnya pemilik tubuh ramping itu terlihat oleh mereka “Kang aggashi! Dia disana!”

Wajah Jiyoung berubah panik. Gadis itu menutup mata,saking takutnya. Sementara itu Chanyeol yang melihat jarak mereka dengan para orang suruhan lelaki berjas tadi semakin dekat,tanpa berpikir lagi dia meraih tubuh itu dan berlari dengan menggendong Jiyoung. Dia melakukannya tanpa berpikir…

“Larinya cepat sekali!”Rutuk seseorang yang menjadi bagian dari orang suruhan itu “aku bahkan tidak bisa melihatnya lagi sekarang”

“Tuan Geonil bisa me-“baru saja akan mengatakan sesuatu,seseorang–yang juga bagian dari ‘mereka— menemukan sesuatu,tergeletak tepat dihadapannya. Sebuah topi baseball…

“Park… Chanyeol?”

Lelaki yang satunya segera menghampiri temannya dan ikut menatapi ukiran nama dibagian belakang topi tersebut

“Apa ini bisa kita manfaatkan?”

“Eoh”ujarnya sarkastis “tuan Geonil pasti akan segera mendapatkannya”

Dan kedua lelaki itupun melangkah pergi bersama pria berjas lainnya. Tentunya dengan petunjuk yang kini berada ditangan mereka

.

.

.

“Sampai kapan kau akan menutup matamu seperti itu,eoh?!”

Suara baritone Chanyeol lantas menyadarkan Jiyoung. Membuat gadis itu membuka matanya secara perlahan dan menemukan dirinya tengah digendong Chanyeol “t… Turunkan aku!!!

Pekikan keras itu kemudian menghentikan kedua kaki jenjang Chanyeol untuk berlari. Lelaki itu menatapnya malas,sebelum dengan tanpa perasaan menjatuhkan pemilik tubuh ramping itu. Dan Jiyoung dibuat meringis karena perlakuannya “yak!”

Mwo? Katamu ingin diturunkan,bukan?”

“Tapi bisakah kau melakukannya dengan cara yang lebih baik?!”

“Masih untung kau tidak kulempar tadi”

Jiyoung lantas bangkit dan menepuki bagian belakang gaunnya,membersihkan debu yang mungkin menempel pada gaunnya,sebelum melempar tatapan sinis pada sosok Chanyeol “neo…”

Mwoy-”

Chanyeol baru akan membalas ucapan Jiyoung jika saja perutnya tidak berbunyi

Kruuyyuuukk

Gadis itu menatapnya dengan mata melotot,lalu tersenyum seraya menunjuk kedai makanan Cina yang tepat berada didepan mereka “mau kedalam? Aku yang traktir”

“Tidak butuh”

“Tapi perutmu sepertinya berkata lain,Park Chanyeol. Jadi…”

Belum selesai gadis itu berucap,Chanyeol sudah lebih dahulu memasuki kedai makanan Cina tersebut. Meninggalkan Jiyoung yang kini memelototinya “ah…yak!

Mwoya? Aku lapar”

Jiyoung mendengus sebelum akhirnya melangkah masuk. “Siapa yang tadi mengatakan tidak butuh? Cih!”

*

Ajjushi… Aku pesan Chow Mein untuk dua orang!”

Jongdae bersama Minseok baru saja tiba dikedai yang dimaksudkan Jongdae. Tempat yang sederhana tetapi ramai. Dan beruntung,keduanya masih mendapat tempat disana. Akan sulit jika nanti harus mengantri dengan kondisi kaki Jongdae yang sedang di gips.

“Nah,ceritakan sedikit tentang dirimu,Minseok”

Lelaki itu menatap Jongdae yang kini mengangkat alisnya. Lelaki itu kemudian mulai akan bercerita “aku… Sangat mengharapkan aku bisa lulus di audisi kali ini”

Waeyo?”

“Ini..,karena aku telah berjanji pada seseorang…”

“Sese…orang?”

Eoh

Nuguya?”

Minseok nampak agak terkejut. Lelaki itu tampak menimbang-nimbang sebelum akhirnya akan berucap “itu…”

Ajjushi,kami pesan Chow Mein”

“Baiklah!”

Suara baritone itu mengalihkan pandangan Minseok sejenak. Dahi lelaki itu mengerut. Namun suara Jongdae kembali mengalihkan perhatiannya “waeyo?”

“Ah,aniya. Eopseo“ujar Minseok. Jongdae mengangguk

.

.

.

“Hei,apa mereka mengenalimu?”Tanya Jiyoung dengan berbisik. Lelaki itu hanya menggidikkan bahu

Molla (tidak tau)

Jiyoung mengomel dalam hati. Mencoba untuk menahan kekesalannya pada sosok pemain baseball yang sedang dicari keberadaannya itu. Hh…

Yak,kau-”

“Ini pesanan kalian”

Seorang gadis lantas tersenyum dengan membawa nampan yang diatasnya diletakkan piring berisi makanan. Gadis itu dengan cekatan meletakkan pesanan tersebut pada meja sebelum kemudian beranjak pergi.

“Wah… Kelihatannya enak sekali”ujar Jiyoung seraya meneguk salivanya. Gadis itu seperti orang yang menghabiskan waktu tiga hari tanpa menyendokkan sesuap pun makanan ke kerongkongannya.

“Makanlah”ujar Chanyeol datar

Eoh,aku-“Jiyoung baru akan menjawab ketika matanya menangkap beberapa orang yang berada diluar kedai,seperti sedang memperhatikan seseorang. Matanya mengikuti arah pandang mereka yang tertuju pada laki-laki yang tengah melahap makanannya tersebut. Dan Chanyeol menyadari tatapan itu “mwoya? Kau tidak…”

Dengan kening mengerut,Chanyeol mengikuti arah pandang Jiyoung yang mengarah tepat pada orang-orang yang memperhatikannya. Kontan,orang-orang itu membuatnya terkejut. Mereka adalah para anggota tim baseball yang terus mencari-carinya…

“Gawat…”

.

.

.

Jongdae kini dibuat mengerut keningnya. Pasalnya dia memesan dan menunggu hampir setengah jam namun makanan yang dia pesan tak kunjung disajikan. Perutnya mulai tidak bisa berkompromi

“Minseok-sshi

Eoh?”

“Bisakah… Kau menghampiri ajjushi itu? Ingatkan padanya pesanan kita”

Minseok tersenyum lalu mengangguk “eoh,arrayo“ujarnya “aku kesana”

Eoh. Gomawoyo

Minseok tak membalas,hanya melempar senyum sebelum beranjak dari kursi yang didudukinya. Akan tetapi,baru akan melewati meja dihadapannya,matanya menangkap sosok seorang gadis. Dia baru saja melewati pintu diruangan yang ada dikedai itu. Pintu itu terhubung langsung dengan area dapur.

Dan matanya masih menatap pintu itu,sebelum kemudian dia bergumam “Han…Soo…yu?”

Minseok memastikan ingatannya sekali lagi. Memastikan bahwa itu memanglah gadis yang dicintainya. Gadis yang dikabarkan telah meninggal…

*

“Tuan Geonil… Kami menemukan ini”

Pria berjas itu kemudian mendatangi Yeon Geonil yang tengah menunggu di dalam mobil. Lelaki itu dengan raut wajah kesal menyambar topi tersebut dari tangan suruhannya. Lelaki itu dengan seksama mengamati bagian per bagian dari topi itu hingga…

“Laki-laki ini…”

“Lalu tuan? Apa perintah selanjutnya?”

Pertanyaan itu membuyarkan lamunan Geonil. Wajah dingin itu kembali terlihat “pertemukan aku dengan Park Chanyeol dan Han Sooyu…”

Pria berjas itu kemudian mengangguk sebelum akhirnya mengemudikan mobil itu pergi. Membelah jalanan kota Seoul di hari itu…

—TBC—

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Comedy, Friendship, life dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s