[SongFic] Back to December (Seohyun Side)

back to december [Seohyun side]

|| Title : Back To December… [Seohyun Side] || Author : Fadila Setsuji || Genre : Romance,Sad || Rating : PG 15-16 || Length : Songfic Drabble || All Cast : Seohyun-Kai- Sehun-Yoona

=Happy Reading=

Penyesalan terbesarku,adalah ketika aku menyadari bahwa apa yang kumiliki… Telah ku sia-siakan….—-Seohyun said

.

.

.

Back to December

(It’s my wish)

.

.

.

“Kau mencintainya?”

Sesungguhnya bukan seperti itu

“Karena kau tak pernah memberiku cinta yang aku inginkan… Maaf”

Justru aku mengucapkannya. Aku menyakitinya. Aku tahu,aku mengerti… Dia teramat berusah,bahkan kadang aku berpikir,aku menunggu,aku cemas… Kapan dia akan mengakhiri keletihannya, kapan dia akan menyadari kenyataan untuk tak lagi bertahan dalam cinta yang justru membebaninya. Aku menunggu… Dan akhirnya itu terjadi…

Dia menghela napas,menoleh setelah hampir sejam tak menatapku sama sekali…

“—mungkin… Jika kita berjalan masing masing… Kau akan bahagia”

Sampai akhir pun… Hanya aku. Ya,kau hanya mengutamakanku…

.

.

.

Gadis itu,Seo Joo hyun. Bahkan ketika desember telah berlalu,dia masih menunggui. Dia masih memupuki semu yang dia tahu itu takkan menjadi nyata. Kenyataan telah mendahului,kenyataan telah jauh disana. Dia harusnya mengerti itu… Namun pada hakikatnya Seohyun bukan gadis bodoh. Dia hanya sedang menyangkalinya. Dia hanya terjebak diantaranya. Diantara dimensi yang dimana dia tak ada kenyataan,juga mimpi yang indah…

“Kim Jong In…”

Nama itu,tak pernah bosan untuk terus digumamkannya. Jendela berhalangkan kaca transparan,bahkan tak mengalihkan perhatiannya dari pemuda bertubuh sedikit kurus… Pemuda yang pernah mengisi hari harinya…

Tepat ketika Desember… Ya,sebelum bulan itu berlalu,tergantikan oleh bulan bulan selanjutnya.

Akankah desember kembali lagi…untuknya?

Drrttt… Getar handphone sejenak mengejutkan Seohyun,membuat yeoja itu dengan cepat merogoh saku mantel kelabunya itu.

Dia tertegun sesaat,membiarkan tangannya mengambang diudara belum akhirnya dia disadarkan oleh kenyataan yang lain. Si penelpon takkan bisa dan mungkin takkan mau menungguinya lagi…

Yoyoboseyo?” Seohyun menyapa dengan suara ramah khasnya. Dia tipikal orang yang memiliki tingkat kesopanan cukup tinggi. Ajaran orang rumahnya semenjak kecil “…. Ah,Jong In-sshi? …. Makan siang? …. Aku juga sedang tak sibuk ….. Baiklah ….. Tidak perlu,kafe itu dekat dari kantorku …. Arra

Seohyun mengakhiri percakapan singkat namun bermakna besar untuknya. Dan kembali dia merenungkan apa yang telah terjadi. Dia mengembalikan semuanya,dia memutar waktu dalam mekanisme kerja otaknya. Dia membayangkan kebahagiaan yang telah lalu…

“Seohyun!”Seseorang memanggilnya,namun dia telah cukup dalam ditenggelamkan oleh kebahagiaan’nya’ itu

Seseorang itu terkesiap,matanya membelalak beberapa saat. Dia lantas mencobanya lagi “Hei,Seo!”

Kali ini dia mencoba,dan tetap gagal. Dan kegagalan itulah yang memacunya untuk menepuk pelan papan bercat yang menjadi pembatas privasi antar pegawai kantor lainnya.

“Hei,tukang melamun!”Kali ini ditambah dengan ejekan,akhirnya Seohyun tersadar. Dia lantas mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum kemudian menatap lurus lurus wajah tampan dengan kulit bak porselen itu. Orang yang memanggilnya.

“Ah,eoh…Sehun-sshi

“Ya,ini aku”

“Ada apa?”

Sehun,lelaki berbalutkan kemeja biru tersebut kini terlihat mengangkat bibirnya,dengan matanya yang menatap keatas. Dia sedang berpikir… Tepatnya berpura pura. Dia sangat tahu apa yang akan dia lakukan juga katakan,karena dia benar benar telah mengaturnya.

“Sehun-sshi?”

Lelaki itu menampakkan seulas senyumnya “bagaimana jika kita makan siang bersama?” Seohyun tertegun,sebelum akhirnya dia menggeleng kepalanya dengan cepat.

“Maaf,aku sudah terlebih dulu membuat janji dengan seseorang Sehun-sshi”

“Dengan siapa?”Tanya lelaki itu dengan hati hati “kalau aku…boleh tau”

“Jong-In..”

“Ah,dia yah…”

“Eum?”

“Ah,bukan apa apa. Aku hanya sedikit terkejut dia mengajakmu makan siang”

“Akupun tak menyangka”

“Baiklah…”Sehun menghela nafasnya,kemudian menampakkan raut kekecewaan yang dianggap Seohyun adalah kepura-puraan semata. Nyatanya Sehun,lelaki itu tak cukup rela meski dia tahu kenyataan bahwa wanita yang dia cintai masih memendam cinta yang begitu kuat pada sang mantan kekasih.

“—tapi kau tidak keberatan memberitahuku tempat kalian akan makan siang,kan?”

Seohyun tersenyum samar,sebelum akhirnya dia mengangguk “kafe… Diseberang jalan. Tempat itu dekat dengan toko bunga Yoona eonni. Kau pasti tahu kan?”

“Eoh,aku tahu. Yoona pernah mengajakku kesana”

“Baguslah. Oh iya,sudah jam berapa itu?”Seohyun lantas bertanya tanpa sempat lelaki itu menata perasaannya yang masih tak karuan.

“Jam yah… Ah-hampir jam dua belas”ujarnya

Seohyun lantas tersenyum. Kali ini senyum kentara,yang memancarkan rona kemerahan diwajah cantiknya

“Baiklah,aku akan pergi sekarang Sehun-a”

“Ah,eoh. Silahkan saja”

Seohyun membereskan beberapa barangnya,memasukan sebagian diantaranya kedalam tas dan sebagian lainnya dia biarkan menghias di mejanya bersama barangnya yang lain juga setumpuk dokumen yang selesai dia kerjakan. Dokumen yang tadinya akan diambil Sehun untuk diserahkan pada atasannya.

Sebelum benar benar meninggalkan meja kerjanya,Seohyun menatap Sehun dengan seulas senyuman. Barulah setelah itu dia melangkah pergi.

Membiarkan Sehun berdiri disana,menatapi punggunggnya… Memaksakan dirinya untuk merelakan Seohyun pergi. Menemui sang mantan…

I’m so glad you made time to see me

How’s life? Tell me, how’s your family?

I haven’t seen them in a while

 

Entah bagaimana menggambarkan gadis itu. Bermacam rasa memenuhinya kala itu. Gugup…tentu saja. Senang,itu juga. Dan sedih… Takkan terelakkan. Sembari menyusur jalanan yang cukup ramai oleh pejalan kaki,ingatannya memutar kembali potongan kejadian kejadian penuh damai yang telah dia lewati. Dia ingat bagaimana dirinya yang selalu berdebar hanya karena Jong In menghubunginya. Dia juga ingat bagaimana lelaki berkulit tan—lebih gelap mungkin—itu menyiapkan kejutan kejutan di tiga bulan pertama hubungan itu dibangun.

Dan ketika kenangan indah itu telah melewati tiga bulan… Seohyun langsung tersadar

“Apa dia…semoga saja,hubungan kami bisa membaik dengan makan siang ini”

Atau mungkin… Lebih dari itu

 

Dia ingat setelah tiga bulan itu… Jong In mendadak menjelma menjadi seorang workaholic. Dia adalah pria tersibuk nomor dua yang pernah memasuki kehidupannya. Pertama tentu saja ayahnya,yang meninggal tiga setengah tahun lalu. Beliau yang secara tak langsung menghubungkan ikatan benang tak kasat mata diantara dirinya dan Jong In. Setidaknya begitulah pemikiran Seohyun. Karena beliau,keduanya bertemu untuk pertama kali. Meski pertemuan pertama itu bisa dikatakan sedikit buruk,dengan Seohyun yang –secara tak sengaja– memesankan makanan dengan bahan campuran udang didalamnya. Seohyun pada saat itu datang lebih dulu karena jarak kantornya. Dia berbaik hati memesankan makanan untuk ayahnya dan tamu yang kata ayahnya adalah teman semasa sekolah dulu. Kadang perbuatan baik takkan berbalaskan kebaikan. Perumpaan yang tepat untuk gadis itu. Dia tak tahu selera atau apapun mengenai tamu ayahnya itu,jadi dia memesan dengan memperkirakan saja.

Begitu hidangan datang,ayahnya datang bersama seorang seusianya dan seorang lelaki lagi,yang Seohyun meragukan jika dia termasuk salah satu dari tamu ayahnya itu. Dia kelihatan seusia dengan Seohyun

Dan kemudian,teman ayahnya memperkenalkan lelaki itu sebagai putranya. Yang bernama Kim Jong In. Lelaki yang kemudian mencuri perhatiannya

Seohyun menampik kemudian,mencoba menghilangkan bayang bayang memori yang memutar itu. Lantas dia menghentikan langkah mantapnya itu. Mencoba berkonsentrasi pada perjalanannya saja. Dia tidak ingin bayang bayang itu menciptakan kecanggungan,menghancurkan segalanya yang dia ingin perbaiki.

“Astaga…aku sepertinya akan gugup”

Drrrtttt…Seohyun merasakan getaran dari dalam sakunya. Dengan segera dia meraih ponselnya dan benar apa yang dia perkirakan. Jong In yang menelponnya

“Eoh,Jong-in… Ah,tentu saja bukan masalah. Toh ini bukan ken ….. Ah bukan apa apa …. Baiklah. Aku juga sudah akan sampai ….. Ne~~

Seohyun menutup flatp ponselnya dan kembali melanjutkan perjalanannya “ajja ajja Seohyun!”.

.

.

.

“Maaf membuatmu menunggu”dengan segera Seohyun menghampiri Jong In,dan mendudukkan dirinya tepat disebuah kursi yang berhadapan dengan lelaki itu.

“Ah,gwenchana“.

Selama beberapa detik dirasakannya gugup mulai menggangguinya. Akan tetapi dia tak mendapati apapun diwajah lelaki yang tengah duduk dihadapannya itu. Dia merasa lelaki itu tak banyak mengalami perubahan. Mungkin karena tenggang waktu perpisahan mereka yang belum cukup bisa dikatakan lama? Ataukah Jong In tak ingin mencari suasana baru? Atau… Dia terlalu sibuk,meneruskan dirinya sebagai workaholic?

Entahlah. Yang pasti dari pengamatannya,keadaan Kim Jong in baik selama ini. Teramat baik malah. Berbanding terbalik dengannya.

Drrttt… Terasa getaran saat Seohyun meletakkan telapak tangannya tepat dipermukaan meja beralaskan kayu tersebut. Getaran itu bersumber dari ponsel yang tergeletak disana. Ponsel milik Jong In

“Seo,bisakah kau tunggu sebentar? Aku harus mengangkat telpon dari seseorang”

“E-eoh…silahkan saja”

Jong in beranjak dari duduknya, memunggungi Seohyun dan mulai bercakap cakap.

Beberapa saat kemudian dia mengakhiri percakapannya itu. Kemudian dia berbalik dan tersenyum pada Seohyun.

“Apa aku membuatmu menunggu?”Tanya Jongin lembut. Lelaki itu kemudian mendudukkan dirinya kembali

Aniyo, gwenchanayo“ujar Seohyun

Jongin mengangguk dan tersenyum “kau keberatan… Jika kita menunggu seseorang dulu?”

“Dia yang kau maksud?”

“Eoh. Yang akan bergabung bersama kita”

Seohyun mengangguk. Dan kemudian mereka mulai membahas beberapa hal,seputar pekerjaan yang mereka jalani. Baik Jongin maupun Seohyun,keduanya tidak sama sekali membahas cerita masa lalu bersama. Padahal Seohyun sedikit mengharapkan itu terjadi. Tampaknya mereka berhati hati dengan topik pembicaraan mereka

You’ve been good, busier than ever

We small talk, work and the weather

Your guard is up, and I know why

 

Percakapan yang sesekali diiringi tawa ringan itu nyatanya tak menghindarkan Seohyun dari kejadian yang telah berlalu itu. Nyatanya,setiap kali Jongin tersenyum,kembali rasa bersalah menohok hatinya.

Because the last time you saw me

Is still burned in the back of your mind

You gave me roses, and I left them there to die

So this is me swallowing my pride

Standing in front of you, saying I’m sorry for that night

And I go back to December all the time

 

kejadian dibulan desember… Yang selalu terkenang…

 

It turns out freedom ain’t nothing but missing you

Wishing I’d realized what I had when you were mine

Seohyun tak menyangka,setelah hubungan itu berlalu,dia masih menghayalkan saat dimana dia memiliki senyum kekanakan penuh arti milik seorang Jongin. Dia menyadari betapa dia kehilangan sesuatu saat senyuman itu tak lagi dia miliki. Dia mengharapkannya…senyum yang mampu mencerahkan harinya yang berubah suram. Hidupnya yang telah kehilangan kehangatan serta cahaya terang.

“Jongin…”Seohyun mencoba memanggil nama itu. Lantas sang pemilik nama menatapnya “wae?”

“—apakah kita…”

Seohyun menjeda ucapannya begitu diamatinya mata Jongin yang tak lagi bertatapan dengannya. Seohyun mengikuti arah pandang lelaki itu…

“Jongin-a!”

Seorang gadis tepat berdiri disana. Sejajar dengan arah pandang Jongin. Seohyun memang tak dapat memperkirakan dengan pasti,namun dia memiliki feeling,dengan itu dia dengan sekiranya bisa tau gadis itulah yang menjadi fokus dari sang mantan.

Semakin gadis itu mendekat,dia semakin bisa melihat sosok itu. Dia merasa makin tahu siapa itu, sampai…

“Yoong… eonni?”

“Eoh…Seohyun-a?”

Pertemuan yang seketika mencuatkan tanya dikepala Seohyun. Mengapa Yoona bisa mengenal Jongin?

“Kau terlambat!”

“Ah,maaf… Tadi aku harus mengurus toko bunga dulu”

Keduanya lantas tertawa,mengabaikan sosok Seohyun yang tengah memandang nanar kearah mereka. Gadis itu tak lagi tahu bagaimana dia harus mengekspresikan emosinya. Dunia seakan runtuh,menjatuhkan puing yang seolah menimpanya. Sakit.

I go back to December, turn around and make it alright

I go back to December all the time

 

“jadi… Ternyata kalian saling mengenal?”Yoona bertanya dengan nada ceria dan Seohyun cukup hapal dengan sifat Yoona itu. Kemudian Yoona menatapi meja yang diduduki Kai.

“Apa kau tidak memesankan bangku untukku?”Tanya Yoona

“Ah,mian aku…”

Traak…Suara benda yang bergesekan dengan lantai baru saja terdengar. Seohyun baru saja mendorong pelan kursinya lantas kemudian berdiri.

Eonni… Pakai saja kursiku,aku harus pergi”

“Tapi Seo…”

“Aku…”Seohyun perlahan mengangkat wajahnya,menatap Kai dan Yoona dengan menampakkan senyum tipisnya. Dia tak tahu lagi bagaimana dan seperti apa tampangnya. “Ingat Sehun kesepian makan siang sendirian dikantor”

“Seo…”

“Aku pergi…”

Seohyun membungkuk sebentar,kemudian beranjak pergi.

Memunggungi Yoona dan Jongin yang menatapi kepergiannya

“Seo…hyun….”

Suara dalam,mengalun ditempat yang terjangkau oleh suaranya. Sayang… Suara itu tak cukup kuat untuk terdengar oleh sosok yang kemudian menghilang dibalik pintu kafe…

“Kau tidak mengejarnya?!”.

Suara itu membuat Jongin terkesiap. Dia lantas menoleh dan mendapati sosok berbalutkan kemeja biru

“Kau…”

Cerita setelah Desember…

 

Akankah berlanjut? Ataukah berakhir?

Yang pasti,selama kehidupan masih ada,selama nafas masih berhembus… Manusia akan terus mengukir cerita. Cerita yang akan selalu berlanjut

Back To December…

——————————-

hay hay aku bawakan ff SeoHan lainnya🙂 ini aku terinspirasi dari lagu Taylor yang Back to December ditambah galau mikirin besok.   Karena itu aku coba bikin ff songfic dan hasilnya? Yah kurang lebih seperti ini. Oh iya,ini ff songfic aku yang kedua lho#siapayangnanya?!-____-v

Adakah yang suka dengan lagu Taylor ini? Kalo ada tentunya sadar kan kalo ini baru sebagian aja dari lagunya? Nah,karena ini baru sebagiannya jadi aku tulis dengan sebagian side Seohyun dan aku sebagai author.

Oh iya. Sekedar tambahan. Ini FF lama yang sama sekali tidak saya rombak ^^ Kesalahan dan berbagai kekurangan yang kalian temukan silahkan share padaku selaku penulisnya ^^

Tentang FadilaHan

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."
Pos ini dipublikasikan di Drama, Romance, Sad, Songfic dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke [SongFic] Back to December (Seohyun Side)

  1. seoshinseina berkata:

    Nyesek bacanya, jdi yona itu siapanya kai? Udah seohyun sma sehun aj…
    ngegantung…. lanjut donk unni

    • FadilaHan berkata:

      Melanjutkan FF ini adalah salah satu planning eon yang tertunda,Seoshine ^^ Mungkin jika ada kesempatan dan ide mengalir bisa segera dibuat🙂

      mungkin nanti akan diperjelas di FF selanjutnya (Kai Side)🙂 Terima kasih sudah meninggalkan ‘jejak’ di FF abal eonni ini yah ^^ Salam hangat~~

  2. Xiolu Hyun berkata:

    Bagus…..
    Sequel donk!!!!

  3. lia berkata:

    lanjuuuuuuutttt eon,
    sequel doooonkkkk,,,
    tuh kan ff nya kerren lagi
    jd nagih deh ^_^#hehe
    trus berkarya ya eon,,,
    keep writing
    fighting😀

    • FadilaHan berkata:

      Lia-chan,annyeong~~ =D Yang tidak pernah bosan berkunjung,membaca dan tentunya memberi komentar yang membuat semangat menulis eon bertambah🙂 Big thanks~~🙂

      Insyaallah eonni coba mencari kembali ide–konsep cerita–ff ini dulu yah,karena FF ini sudah lama dan sama sekali belum ada perombakan sehingga eon sendiri jadi lupa dengan ide utamanya🙂

      #xoxo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s