Posted in life, Romance, Sad

Feel Hard… (Chapter 1)

feel hard (part 1)

Betapa sulit ketika cinta itu mulai tumbuh…

Betapa sulit ketika cinta itu mulai menuntut…

Dan

Betapa menyulitkan ketika aku sadar bahwa aku bisa atau tidak sama sekali memiliki tempat di hatimu

.

.

.

|| Title : Feel Hard… || Author : Fadila Setsuji || Genre : Sad,Life,Romance,School || Length : MultiChapter || Cast : Seo Joo Hyun-Luhan-Kim Joonmyun-Jung Eunji-Sooyeon Jung-Donghae Lee-Chanyeol Park-Chorong Park-Seoulhyun Kim-Kwangmin Jo ||

.

.

.

Happy reading

.

.

=2015, Fadila Setsuji Present=

Baru saja menyelesaikan pendidikan strata satunya,kini Seo Joo Hyun harus disibukkan dengan rutinitas di toko kue yang dirintis sang sepupu,Jung Sooyeon. Meski cukup melelahkan,akibat banjir pesanan,Seo Joo Hyun bahkan masih terlihat akan menikmati kesibukannya sampai datang Jung Eunji–adik kedua Sooyeon–dan memperingatinya. Namun,terkadang,pertanyaan yang terus berkelabat dikepalanya seringkali masih menggangguinya–walaupun imbasnya tidak sampai pada hasil kerjanya.

Bukannya kau sudah memiliki tunangan yang mapan dan sudah menyelesaikan kuliahmu,Seo-a? Apalagi hal yang kau cari,ketika kau dapatkan apa yang para gadis seoul dambakan?

Terus terang,bahkan ketika mendiskusikan ini dengan Sooyeon–yang notabene lebih tua darinya–Seohyun tak menemukan jawaban. Sekalipun dengan mencoba mengingat bayang Joonmyun. Tidak sama sekali.

Namun,belakangan… Ingatan masa lalu,yang perlahan muncul ke permukaan,memunculkan satu hipotesa yang mungkin seharusnya tidak terpikirkan olehnya.

Mungkin sebagai pengalihan

Ya. Semestinya tidak. Dan lagipula,hal apa yang perlu dia alihkan?

Pemikiran itu kembali menggangguinya ketika Eunji kemudian memasuki dapur setelah membanting pintu dengan cukup keras “Seohyun eonni!”

“Ah,wae,eunji-a?”

“Ikut aku!”

“Kemana?”

“Jangan bertanya. Lepaskan afron itu,lalu ikut denganku”

.

.

.

“Kenapa harus disini,Eunji?!” Seohyun menggeliat, mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Eunji yang agak kencang. Seohyun mendengus begitu sepupunya yang kadang menyebalkan itu menariknya ke meja yang letaknya berada di sudut ruangan. Tempat favorit Seohyun di kafe tersebut berubah menjadi tempat yang tidak ingin dia duduki begitu matanya mendapati sosok lain yang telah lebih duluan berada disana.

“Sudahlah nanti kau juga akan..eoh,Luhan sunbae!” Eunji melambai-lambaikan tangannya dengan sebelah tangan seohyun yang masih digenggamnya

Laki-laki yang tengah menyesap kopi itu menoleh,agak terkejut mendapati sosok Eunji bersama seohyun yang makin mendekat ke meja. Laki-laki itu tersenyum tipis “annyeong,”ujarnya

Begitu sampai di meja,segera Eunji menggeser posisi kursi dan duduk,membiarkan seohyun yang masih berdiri diam

Anjo.”hingga suara Luhan secara tiba-tiba menyadarkannya. Membuat Joohyun menoleh

“N-ne?”

“Duduklah… Bukankah tidak nyaman jika terusan berdiri?”Luhan berkata seraya menunjuk satu kursi kosong tepat di sampingnya. Dengan pasrah,seohyun akhirnya memilih duduk karena dengan begitu mungkin Luhan tak berpikir mengajaknya mengobrol walaupun duduk di samping laki-laki itu juga bukan sesuatu yang mengenakkan.

Seohyun pun duduk dan langsung berdiam diri setelahnya. Eunjilah yang kemudian memulai pembicaraan setelah hampir beberapa menit suasana didominasi keheningan “Luhan sunbae

Laki-laki itu menoleh “Eoh,waeyo Eunji-sshi?”

“Kudengar kau sudah menikah. Benarkah itu?”

Mata Eunji kemudian melotot,seolah menuntut pria dihadapannya itu untuk memberi jawaban. Sesekali,pandangan gadis itu juga terarah pada sang sepupu yang Eunji sadari betul perubahan raut wajah,walaupun dia tak cukup mengerti ekspresi itu menunjukkan perasaan seperti apa.

Luhan memejam sebentar,kemudian melempar senyum pada juniornya itu “ya”

Satu kata yang menjadi jawaban itu mencekat napas seohyun sebentar,membuatnya terhenyak. Namun sesegera mungkin dia mengendalikan pergerakan tubuhnya,mencoba tenang meski tak dipungkiri jawaban sesingkat itu membuatnya lupa untuk menghirup udara.

Secara jujur,hati dan gerak tubuhnya menunjukkan betapa keduanya bagian ini masih benar-benar mengharapkan lelaki itu untuk tidak mengatakannya. Masih mengharapkan ada bahagia dan tegang bersamaan, seperti beberapa menit yang lalu, atau bahkan jingkrakan akibat senang berlebih akibat sebuah ketidakjelasan status lelaki untuk seohyun. Dia tak ingin tahu… Secara jujur… Dia belum mampu menerima kenyataan bahwa laki-laki yang pernah benar-benar dia cintai telah menemukan pendampingnya.

Sementara seohyun tengah bergelut dengan perasaannya,Eunji secara tiba-tiba berkata, “jinjjayeyo,sunbaenim?! Aigo~”Euji menggeleng “pasti para gadis yang memujamu telah menghabiskan airmata mereka atau bahkan mendoakan kebahagiaanmu dengan terpaksa”

Luhan tersenyum mendengar celotehan juniornya itu. Baginya,meski celotehan Eunji sama sekali bukan sesuatu yang pantas dia tertawakan,dia akan tetap menghargai usaha junior yang dia anggap sebagai adiknya itu sebagai sebuah lelucon. Tersenyum,cara Luhan memberi penghargaan itu.

“Aku tidak berpikir bahwa aku sepopuler itu,Eunji-sshi” luhan mengelak,dan Eunji mengibas-kibaskan tangannya dihadapan laki-laki itu “Agak berlebihan rasanya”

“Heih~ Sekarang kau bahkan merendahkan diri,sunbae? Kau itu sangat populer tahu!”

“Benarkah? Hm…”

“Yak! Aku berkata jujur. Salah satu penggemar beratmu juga ada disini,tanyakan langsung jika tak percaya”

Pernyataan Eunji kontan melebarkan mata seohyun. Gadis itu mengangkat wajahnya dan mengarakan tatapan tajam kepada sang sepupu,yang dibalas Eunji dengan pelototan tak kalah tajam “wae?! Aku hanya sedang mengatakan sesuatu yang jujur,eonni! Lagipula itu kan hanya bagian dari cerita lalu,jadi kau tidak perlu sungkan lagi untuk menceritakannya secara gamblang,bukan?”Eunji berkata panjang lebar,membuat logika Seohyun bergelut dengan hatinya–lagi—. Disatu sisi,dia membenarkan pernyataan Eunji,bahwa itu adalah masa lalu. Itu adalah cerita lama,yang bahkan mungkin tidak meninggalkan kesan berarti sekalipun Luhan mengetahuinya. Tetapi,disisi lain,ada sesuatu yang dia inginkan untuk tidak diketahui Luhan. Dia tak ingin Luhan mengetahui itu.

Bahwa dia pernah benar-benar mencintai Luhan? Salah satunya. Tapi,

ah… Bukan itu.

Ada yang lainnya.

“Benarkah itu,joohyun-sshi?”

Pertanyaan Luhan membuatnya menoleh. Dengan senyum canggung yang mengiringi,gadis itu mengangguk perlahan. Luhan tersenyum dan menepuki lembut pucuk kepalanya “terima kasih untuk jawaban jujurmu,Joohyun-a”

Sentuhan jemari yang lembut itu…

Drrt… Ponsel yang diletakkan Joohyun tepat dimeja bergetar. Gadis itu dengan panik menyambar ponselnya,membuka flap ponsel dan tertegun menyaksikan nama dari orang yang menghubunginya

“Kenapa tidak kau jawab telpon itu,Seo eonni?”

Begitu Eunji bertanya,gadis itu dengan gelagapan menyambar ponselnya,membuka flap sebelum akhirnya menjawab panggilan tersebut “yoboseyo (halo) ?”

“…”

Mata seohyun melebar “benarkah?!”

“…”

“Kau di Seoul?! Eodiyeyo (dimana)?”

“…”

“Baiklah. Kau jangan kemana-mana,karena Seoul itu tidak sesempit seperti perkiraanmu! Tunggu aku.”

“…”

Percakapan singkat itu kemudian berakhir tepat setelah seohyun melayangkan omelan,menyuarakan penegasan pada lawan bicaranya agar tak beranjak kemanapun hingga dia mendatanginya,setidaknya itu yang Luhan berhasil tangkap dari percakapan seohyun tadi. Akan tetapi,ada sebuah ketidakjelasan yang menimbulkan tanya di kepala Luhan.

Siapa orang yang menelpon itu?

Atau

Mungkin seorang kekasih hati yang baru saja menghubungi?

Pertanyaan yang bergema dikepala tak kunjung mendapat jawaban,bahkan ketika gadis itu mendorong kursi yang dia duduki ke belakang,meraih tas miliknya dan membungkuk sebelum kemudian hanya bagian punggung gadis itu yang sanggup tertangkap oleh sepasang mata milik Luhan

Sunbaenim…”

Luhan tak menyadari betapa lamanya punggung gadis itu menyita perhatiannya,bahkan ketika objek perhatiannya telah benar-benar lenyap dari hadapannya. Barulah ketika Eunji memanggilnya,membuatnya beralih “n-ne?”

Luhan terdengar gugup. Dia berharap Eunji tak menyadarinya,dan satu kelegaan tercipta ketika gadis riang itu melanjutkan pembicaraan “Benarkah kau sudah menikah?”

Pertanyaan yang sama…

“Ya”

Jawaban yang sama pula…

“Tetapi..,aku tak pernah melihat kau membawa serta seorang wanita disisimu?”

Namun ternyata Eunji tak lagi merasa mendapat jawaban pasti seperti tadi. Gadis itu kini berkata lebih jauh. Dia benar-benar penasaran dengan kisah senior yang telah menikah itu,sepertinya

Luhan tersenyum tipis “bukan aku menyembunyikannya. Bukan pula memenjarakannya hingga kalian tidak pernah melihatnya berada disisiku”luhan berujar. Laki-laki itu menjeda sejenak ucapannya dengan menyesap segelas kopi yang telah mendingin dihadapannya,lalu melanjutkan pembicaraan “Kau mengenalnya. Hanya saja… Tuhan menitipkannya terlalu cepat padaku”lanjutnya

“Apa maksudmu…”

Luhan tak mengatakan apapun lagi. Sebuah anggukan mewakilkan semua jawaban yang diperlukan Eunji saat itu

Dan sekitar mereka terasa hening…

*

Baiklah. Kau jangan kemana-mana,karena Seoul itu tidak sesempit seperti perkiraanmu! Tunggu aku.

Pernyataan tegas yang terlontar dari orang yang dihubunginya itu nyatanya justru menghadirkan seulas senyum diwajah pemuda tampan berjas tersebut. Dia sama sekali tak keberatan dengan lontaran kata per kata dengan tanpa penekanan mengenakkan atau kelembutan itu. Baginya,suara gadis itu melebihi cukup untuk membuatnya tersenyum bahagia.

Joonmyun,pemuda itu melirik sesekali pergerakan arloji miliknya. Agaknya,pergerakan itu terasa cukup lambat untuk menenangkan perasaan menggebu akibat rindu yang telah cukup lama tertahan. Dia ingin segera merengkuh,memeluk bahkan jika diizinkan… Dia ingin memberinya kecupan hangat. Untuk bagian terakhir… Rasanya tidak memungkinkan untuk dilakukan ketika nanti bertemu sekalipun dia menginginkannya.

Gadis yang satu ini berbeda. Dia bukan tipe yang suka menjadi pusat perhatian.

Joonmyun tak sadar telah menegak habis seluruh isi kopi instan dalam gelas styrofoam di genggamannya ketika gadis yang dia tunggui datang dengan terengah-engah

Oppa..,kau sudah lama menunggu?”

Pertanyaan yang tak berbalaskan kata. Pelukan erat dengan gerakan mendadak itu mewakili.

Y-yak! Oppa…”

Seohyun menepuk punggung itu agak keras,namun tak cukup menimbulkan sakit berarti ketimbang luapan rindu yang tak terbendung pada diri Kim Joonmyun.

“Seohyun-a… Bogoshipta (aku rindu)

Seohyun terenyak,tersenyum tipis kemudian menepuki punggung laki-laki itu,kali ini dengan lebih lembut “eoh…”

Pelukan itu seharunya menghangatkan perasaan seohyun,menentramkan hati gadis itu. Tetapi,dia tak merasakannya… Sama sekali tidak.

‘Ada apa denganku?’

Pertanyaan itu agaknya mendapatkan jawaban,ketika muncul sosok yang sedang terengah-engah tak jauh darinya.

Dan rindu mendadak datang,tepat ketika sosok itu semakin bisa dia pastikan.

*

“Maaf untuk perkataan jujurku ini,sunbae“eunji tampak menimbang-nimbang “tapi aku berpikir… Mendengar kisah istrimu… Aku justru senang”

Luhan mengedipkan matanya berkali-kali. Dicobanya untuk menatap mata gadis itu,memastikan bahwa dia mungkin salah dengar atau juniornya ini sedang mengerjainya.

Tapi,tidak. Tak ada bahasa tubuh gadis itu yang mengungkapkan ketidaklucuan,keinginan untuk bergurau apalagi.

“Kenapa? Apa kau merasa senang jika seniormu ini menjadi duda,Eunji-sshi?”

“Sejujurnya… Ya”eunji tersenyum lirih “karena dengan begitu… Maka peluangnya untuk memilikimu akan kembali terbuka”

Luhan mengerut keningnya. Laki-laki itu berusaha mencerna tiap kata yang barusan dilontarkan Eunji padanya. Dia benar-benar dibuat bingung dengan sosok ‘nya’ itu.

Nugu? Aku mulai tidak mengerti arah pembicaraan ini,Eunji-sshi…”

“Semestinya kau bisa mengerti,sunbae!

“Apa yang semestinya aku mengerti?”

Eunji mendesah,kemudian menatap lurus sang senior “perasaannya padamu. Kau butuh memastikannya untuk menguatkan keyakinanmu atau menunjukanmu sebuah kenyataan”

“Tunggu dulu!” Sergah Luhan “Apa yang kau bicarakan ini… Tentang aku dan Joohyun?” Tanya nya kemudian

Eunji mengangguk,lalu berkata,”ya”

“Aku butuh kau memastikan perasaanmu,perasaannya. Perasaan kalian.Aku butuh bantuanmu sunbae...”Eunji memohon. Suara gadis itu seperti tercekat. Seperti Luhan,adalah satu-satunya orang yang dapat mengatasinya

“Eunji…sshi?”

“Kumohon. Bantu dia memastikannya…”

Eunji menggigit bibirnya “…memastikan bahwa dia harus meneruskan pertunangannya… Atau kembali seperti seohyun yang dulu. Yang mencintaimu dengan segenap hatinya,sunbae…”

*

(SMA Gyeonggi, 7 tahun lalu...)

Ya! Aku menyukai Luhan sunbae! Salahkah?!

Luhan tak sengaja melewati kelas 1-A dan mendengarnya. Mendengar suara beberapa orang—sepertinya mereka semua perempuan—yang mana diantaranya menyebut namanya didalam ucapannya. Entah siapa.

Rasa penasaran yang menggelitiki Luhanlah yang kemudian membuat langkah kakinya berhenti sejenak. Tubuhnya bergerak mundur dan berhenti tepat didepan jendela kelas tersebut. Benar saja,sesuai dugaannya,mereka semua adalah siswi.

Manik kecokelatannya terus mengamati mereka,telinganya menangkap jelas setiap kata yang diucapkan

“Jadi benarkan,selama ini? Ah…,kau menganggap kami apa sehingga menyembunyikannya rapat-rapat,Joohyun-a”

Gadis yang dipanggil Joohyun itu hanya menunduk,bahkan ketika beberapa teman menyikutnya,menggodainya.

Tetapi,mata kecokelatan itu teralih pada satu sosok yang tak ikut tertawa bersama. Sosok yang terlihat fokus pada sebuah buku sketsa. Entahlah,akan tetapi… Dibandingkan mengindakan gadis bernama Joohyun,yang secara nyata mengakui rasa sukanya itu,mata dan segenap perhatiannya terarah padanya. Gadis dengan bando putih,dengan tag-name yang tak mampu dibacanya dalam jaraknya yang sekarang dengan gadis itu.

.

.

.

Bayangan masa lalu itu yang kemudian mengiringi Luhan sepanjang namja itu berlari di trotoar jalan. Beberapa orang nyaris bertubrukan dengannya. Namja itu seperti tak lagi bisa memikirkan apapun,selain potongan kisah masa lalu dan Seo Joo Hyun yang entah berada dimana.

Kau dimana?’

Luhan berlari,terus berlari hingga matanya menangkap sosok itu. Sosok yang dia cari… Ada disana.

Tetapi…

Siapa sosok lain yang ikut tertangkap oleh mata cokelatnya itu?

Seohyun-a… Bogoshipo”

Eoh

Percakapan singkat keduanya,memberi gambaran yang—mungkin–cukup jelas seperti apa hubungan Seo Joo Hyun dan namja yang memeluknya disana. Luhan mengerti… Bahwa… Keadaan dan Seo Joo Hyun takkan lagi sama.

Mata Seohyun melebar begitu menangkap sosok Luhan,yang masih terengah-engah.

*

“Eoh? Luhan sunbae?! Apa yang sedang kau….” Eunji baru akan melanjutkan ucapannya ketika dia menyadari tatapan sang senior yang sama sekali tidak mengarah padanya,tetapi pada sosok yang sedang duduk di kursi yang terletak pada bagian pojok kelas. Sosok yang Eunji tahu siapa

Eunji tersenyum “namanya Seo Joo Hyun”

“M-mwo?!” Luhan panik tiba-tiba,menoleh cepat pada Eunji. Luhan tertangkap basah oleh juniornya itu

“Gadis itu… Seo Joo Hyun”ujarnya

Mata kecokelatan Luhan memperhatikan lagi sosok yang kemudian diketahuinya bernama Seo Joo Hyun itu. Kali ini sambil menggumamkan namanya “Seo Joo hyun…”

“Kau menyukainya,bukan?!”

M-mwo?!”

“Sunbaenim! Ayolah,gelagatmu itu-HMP!”

Luhan dengan cepat menutup mulut gadis itu dengan tangan besarnya,sebelum kemudian menarik gadis itu menjauhi kelas 1-A. Barulah dia menarik tangannya yang menutupi mulut gadis itu

“Ah,yak! Sunbae! Ada apa denganmu,eoh?!”

“Tolong hentikan mulut besarmu itu,Eunji-a!”

“Wae?! Kau…”

Eunji baru akan melanjutkan ucapannya ketika manik legamnya menangkap sosok Ahn Joo Hyun dengan tangannya yang menepuk pelan pundak Luhan,membuat namja itu menoleh

Luhan tertegun mendapati sosok Joo Hyun yang kini berdiri dihadapannya dengan kotak kecil berwarna pink yang dihiasi pita. Bibir namja itu bergerak “i-ini..?”

Dilihatnya wajah gadis yang telah bersemu itu menyodorkan kota kecil berpita padanya “untukmu,sunbae…”

Luhan terkesiap,dan keadaan seketika berubah gaduh. Manik kecokelatan itu teralih pada sosok Seo Joo Hyun,yang masih berdiam ditempat. Dialah satu-satunya siswi yang tidak memekik heboh,tidak ikut menampakkan emosi dengan pemandangan itu.

Dan Luhan jadi mengerti… Reaksi itu. Bahwa, Seo Joo Hyun,tidak menaruh rasa padanya. Seo Joo Hyun tidak menyukainya seperti para gadis yang menyukainya itu.

“Gomawo… Joo Hyun-a” Dan Luhan menerima kotak persegi itu dengan sebuah senyum tipis,meski hatinya tak pernah beralih dari Seo Joo Hyun sampai dengan saat itu.

Keadaan mendadak ramai, dengan siulan dan tepukan tangan. Dan diantara keadaan yang makin gaduh,ada Eunji yang tiba-tiba berubah sendu ketika matanya menatap sang sepupu,Seo Joo Hyun

Seo Eonni..,kenapa kau diam saja?’

.

.

.

Eunji menegak habis minumannya. Pikirannya kini disibukkan dengan mengingat masa lalu. Mengingat begitu seringnya sang sepupu mengalah pada semua hal. Bahkan,tak jarang mengorbankan perasaannya sendiri jika itu diperlukan.

Sampai kapan kau terus begitu,seohyun eonni?’

*

“L-luhan…sshi?” Seohyun mendadak menyebut nama lelaki itu dengan terbata,seolah ada bagian dirinya yang tak menginginkan Luhan segera beranjak dari hadapannya meskipun ada Joonmyun yang mendekapnya.

—–TBC—–

Penulis:

"Kenaliku melalui tulisan... Tulisanku."

6 thoughts on “Feel Hard… (Chapter 1)

  1. Annyeong ^^ ….
    jadi luhan duda? Omg, masih muda n ganteng? Kira2 siapa istrinya?

    Nyesek bacanya, seohyun selalu mengalah, Apakah dia juga akn stuju aj buat nglanjutin hubngannya sama tunangannya, agar tunangannya g sakit hati?
    Di tunggu part slanjutnya… # Fighting 😊

  2. eonni
    ini entar ending ny hrus seohan ye eon
    pkokny hruss,,
    ngg boleh ngg#Mksa amatt lu-_-#
    ko yg kom di blog ini ngg trllu bxk y eon?
    Pdhl ff2 dsni daebak” loh eon
    aq aja lngsng ska ma ff2 dsni
    seru” crtany
    aplge yg ramadhan ala seohan itu
    kocak bngett..
    kyakny eonni hrus lbih promosi’ien(?)ff eonni
    kyakny blog ini mseh bxk yg Blom tau deh
    aq aj bru tau bru2 ini
    kn syank bngett eon
    ff kerenn kya gni bxk yg ngg tau
    yaudah
    yg pnting eonni trus brkarya yaa,Jgn ptah smngat,aq bkal stia bca ff2 dsni
    oke!!!
    ditunggu klnjutnny, fighting^_^☆:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s