Review [All]

Page ini kubuat khusus untuk me-review MV,Musik (Korea-Jepang),Film dan beberapa Novel serta hal lainnya yang ingin ku review ^^

silahkan yang ingin membaca atau ingin request sesuatu untuk ku review–sesuai dengan jenis data yang kusebutkan diatas yah ^^

Untuk kesalahan didalam penulisan dan lainnya itu adalah unsur ketidaksengajaan serta ketidaksempurnaanku didalam menulis…🙂

 

1) 99 Cahaya di Langit Eropa

Film ini mengisahkan tentang bagaimana seorang Hanum dan suaminya,Rangga menjalani kehidupan di Eropa. Rangga yang mendapatkan beasiswa melanjutkan pendidikannya di salah satu negeri yang menjadi tujuan di dunia tersebut dengan Hanum. Keduanya harus menjalani kehidupan yang tidak mudah selama disana,meski sempat terbesit dibenak seorang Hanum bahwa hal-hal menarik yang akan mereka temui disana. Ada suami yang dicintai,kota indah dan Vienna (kota yang disebutkan oleh Hanum),sebuah kota dengan semua keindahannya. Dan dikota ini,akan terdengar beberapa nama seniman terkenal. Mozart,salah satunya…

Dan hari-hari setelahnya, sang Tokoh Hanum dipertemukan dengan sosok Fatma. Berawal dari pertemuan dengan Fatma lah,Hanum belajar banyak hal disana. Begitupun dengan sang suami,Rangga. Toleransi,sikap seorang muslim sejati dan bagaimana menakjubkannya mendalami sejarah—dalam hal ini sejarah islam, adalah beberapa hal yang kupikir tidak hanya aku selaku yang menulis artikel ini dapatkan. Juga bagaimana kita belajar untuk mengartikan sebuah sikap mengalah bukan untuk membiarkan kita terinjak oleh orang lain. Karena islam…Bukan mengajarkan kita menjadi umat dengan keras hati,namun dengan kelembutan…

Didalam film ini sendiri,kutemukan begitu banyak fakta-fakta yang menarik tentang bagaimana sebuah peradaban dari agama Islam pernah hidup disana. Guratan dalam berbagai hasil karya tangan jenius dunia,yang siapa menyangka didalamnya akan kau jumpai gurat tulisan bernafas islam. Juga bagaimana sebuah toleransi ditampakkan didalam bangunan yang dulunya merupakan masjid dan di Turki,yang sebelumnya merupakan gereja. Betapa sebuah toleransi antar agama adalah indah,ketika keduanya berdampingan…

Dan sebagaimana pada umumnya sebuah karya,akan kita temukan kelebihan juga kekurangan didalamnya. Untuk tulisan singkatku ini,mungkin hanya beberapa penjabaran seputar kekurangannya saja yang akan dibahas,sebab untuk kelebihan itu sendiri,kupikir pada bagian sebelumnya juga ada,meski tidak begitu tergambarkan…

Pada bagian dimana Rangga dan Hanum memulai petualangan menjelajah Eropa. Menara Eifell menjadi setting untuk adegan ini. Adegan yang memperdengarkan bagaimana seorang Rangga menatapi langit di sore itu seraya menyuarakan adzan. Tapi..,benarkah suara adzan yang melantun indah itu berasal dari seorang Rangga? Sepertinya,aku tidak setuju. Aku menolak,karena kupikir cukup jelas perbandingan suara asli seorang Rangga dengan suara adzan tersebut.

Dan hal serupa..,aku tidak cukup yakin untuk yang satu ini. Tetapi berdasarkan apa yang terdengar olehku,suara yang terdengar ketika lantunan bacaan ayat suci Al-Qur’an pada bagian ini sampai ke telingaku,lagi-lagi timbul keraguanku bahwa itu benar-benar suara seorang Rangga.

Selanjutnya,pada scene dimana tokoh Hanum mengunjungi tempat yang dulunya adalah masjid. Dibagian yang memperlihatkan tokoh Hanum dengan wajah diamnya ketika petugas keamanan ditempat tersebut memberinya teguran. Bagian itu rasanya… Tidak benar-benar seorang Hanum berada pada tempat yang dimaksud.

Namun,untuk keseluruhan daripada film ini sendiri… Aku benar-benar takjub dan bahkan tidak begitu mempermasalahkan bagian-bagian yang kuanggap ‘kurang’ dalam film ini. Bagiku,film ini merupakan salah satu film yang patut kurekomendasikan untuk kalian,khususnya bagi para muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s